Mengelola Hubungan Melalui
This presentation is the property of its rightful owner.
Sponsored Links
1 / 23

Mengelola Hubungan Melalui Konflik PowerPoint PPT Presentation


  • 150 Views
  • Uploaded on
  • Presentation posted in: General

Mengelola Hubungan Melalui Konflik. Persaingan Produk. Persaingan Produk. GAMBARAN KONFLIK. Konflik terjadi di mana saja, di masyarakat konflik dapat terjadi secara tersembunyi, terselubung atau terbuka.

Download Presentation

Mengelola Hubungan Melalui Konflik

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Presentation Transcript


Mengelola hubungan melalui konflik

Mengelola Hubungan Melalui Konflik


Mengelola hubungan melalui konflik

Persaingan Produk


Mengelola hubungan melalui konflik

Persaingan Produk


Gambaran konflik

GAMBARAN KONFLIK

Konflik terjadi di mana saja, di masyarakat konflik dapat terjadi secara tersembunyi, terselubung atau terbuka.

Dalam hubungan pribadi, konflik dapat terjadi pada saudara kandung, suami/istri, orang tua dan anak-anak, teman-teman dan tetangga, teman kerja, teman usaha, dan lainnya.


Konflik di sektor umum

Konflik Di SektorUmum

Di sektor umum perselisihanantarindustri, antarkelompokkepentingan umum, lembagapemerintahterjadi secara teratur, demikianperselisihanantarnegara.

Banyakperselisihantersebut yang merusakkesehatan mental, kehilangansumberenergi, membuangwaktudanuang, sertakerugianfisik.


Definisi konflik

Definisi Konflik

Konflik adalah hubungan antara dua pihak atau le-bih (individu atau kelompok) yang memiliki, atau yang merasa memiliki, sasaran-sasaran yang tidak sejalan.

Konflik adalah situasi (keadaan) di mana dua atau lebih pihak-pihak memperjuangkan tujuan mere-ka masing-masing yang tidak dapat dipersatu-kan dan di mana tiap-tiap pihak mencoba meya-kinkan pihak lain mengenai kebenaran tujuan-nya masing-masing (Ronny Hanityo,1984:22)


Definisi

Definisi …

Konflik adalah suatu kondisi di mana pihak yang satu menghendaki agar pihak yang lain berbuat sesuai dengan yang lain berbuat atau tidak berbuat sesuai dengan yang diinginkan, tetapi pihak lain menolak keinginan itu (Husni, 2004:2)

Konflik adalah adanya pertentangan atau ketidak-sesuaian antara para pihak yang akan dan se-dang mengadakan hubungan atau kerja sama (Emirzon, 2001:21)


Unsur unsur konflik

Unsur-Unsur Konflik

  • Adanya pihak-pihak (dua orang atau lebih).

  • Tujuan yang berbeda, yakni pihak yang satu menghendaki agar pihak yang lain berbuat/bersikap sesuai dengan yang di kehendaki.

  • Pihak yang lain menolak keinginan tersebut atau keinginan itu tidak dapat dipersatukan.


Circle of conflict

Circle of conflict

  • Relationship Conflict (Konflik Hubungan)

    • Strong emotions (Emosi tinggi)

    • Misperseptions or stereotypes (Mis persepsi atau memberi bentuk tetap)

    • Poor or mis communications (Miskin komunikasi atau mis komunikasi )

    • Negative, repetitive behavior (Perilaku negatif yang diulang-ulang)


Lanjutan

Lanjutan

2. Data Conflict ( Konflik Data)

  • Lack of information (kekurangan informasi)

  • Misinformations (Mis informasi)

  • Different views on what is relevant (Perbedaan pandangan terhadap apa yang relevan)

  • Different interpretation of data (Perbedaan penafsiran tentang data)

  • Different assessment procedures (Perbedaan penilaian prosedur)


Lanjutan1

Lanjutan

3. Interest Conflict (Konflik Kepentingan)

  • Substantive (substansi)

  • Procedural (prosedur)

  • Psychological (psikologi)


Mengelola hubungan melalui konflik

Lanjutan

4. Structural Conflict (Konflik Struktural)

  • How a situation is set up (Bagaimana mempola/menset situasi)

  • Role definition (Pengertian peranan)

  • Geographic/phisical relationships (Hubungan wilayah/pisik)

  • Unequal power/authority (kekuasaan/kekuatan yang tidak sama)

  • Unequal control of resource (Pengawasan sumber daya yang tak sama)


Mengelola hubungan melalui konflik

Lanjutan

5. Value Conflict (Konflik Nilai)

  • Day to day value (Nilai tiap hari)

  • Terminal value (Nilai Penghabisan)

  • Self definition values(Nilai definisi diri)


Teori konflik

TeoriKonflik

  • TeoriKebutuhanManusia, berasumsibahwakonflik yang berakardalamdisebabkanolehke-butuhandasarmanusia, fisik, mental dansosial yang tidakterpenuhiataudihalangi.

  • Sasaran yang dicapaiteoriiniadalah

  • A. membantupihak-pihak yang mengalamikon-flikuntukmengindentifikasikandanmengupaya-kanbersamakebutuhanmereka yang tidakterpenuhidanmenghasilkanpilihan-pilihanuntukmemenuhikebutuhan-kebutuhanitu.

  • B. agar pihak-pihak yang mengalamikonflikmencapaikesepakatanuntukmemenuhikebutuhandasarsemuapihak.


Fungsi konflik

Fungsi Konflik

  • Konflik tidak selamanya membawa dampak ne-gatif, tetapi konflik juga mempunyai fungsi positif, yaitu :

  • 1. dapat mempromosikan identitas

  • 2. dapat membentuk, menegaskan dan menye-

  • suaikan dengan beberapa nilai yang telah

  • ada.

  • 3. sering dapat membantu perkembangan atas

  • kesadaran akan kesamaan.

  • 4. sering untuk menyatukan persamaan pikiran.


Disfungsi dari konflik

Disfungsi Dari Konflik

  • Disfungsi dari konflik, yaitu :

  • 1. sering mengancam keinnginan/kepentingan

  • pribadi.

  • 2. mengancam sistem sosial yang dibutuhkan

  • untuk menjamin keseimbangan dalam upaya

  • penyelesaian.

  • 3. sering menjadi penghambat perubahan

  • 4. dapat menyebabkan hilangnya dukungan

  • 5. memicu aksi/reaksi ketimbang tanggapan

  • yang dipikirkan secara hati-hati


Lanjutan2

Lanjutan…

  • 6. menodai kepercayaan

  • 7. dapat mengakibatkan perpecahan di

  • antara sesama


Langkah langkah penyelesaian konflik

Langkah-langkahPenyelesaianKonflik

  • 1. bersikap tenang

  • 2. pilih pendekatan yang terbaik yang dapat

  • diterima oleh para pihak

  • 3. tentukan waktu dan lakukan musyawarah

  • serta putuskan pihak-pihak yang akan

  • dilibatkan

  • 4. cari orang atau pihak lain untuk membantu

  • menyelesaikan konflik.


Lanjutan3

Lanjutan …

  • 5. bersama-sama memahami masalah

  • dan kepentingan yang terdapat pada

  • konflik tersebut.

  • 6. mengevaluasi keefektifan proses

  • penyelesaian dan solusinya.


Penyelesaian sengketa yang dituntut dunia bisnis

PenyelesaianSengketa Yang DituntutDuniaBisnis

  • “Hanya kedamaian, ringannya pajak, dan pelak-sanaan peradilan yang dapat diterima yang di-perlukan untuk mengangkat negara paling mela-rat menjadi negara paling sejahtera, selebihnya bergantung pada faktor-faktor alam “( Helen Hughes, 1992:1)

  • Menurut Adam Smith, tercapainya kemajuan ekonomi dan kesejahteraan negara, karena :

  • 1. Kedamaian

  • 2. Pajak yang ringan

  • 3. Peradilan yang dapat diterima


Lanjutan4

Lanjutan …

  • Cara penyelesaian sengketa yang diingin-kan dan dituntut Dunia Bisnis adalah sis-tem penyelesaian sederhana, cepat, dan biaya ringan atau Informal Procedure and Can Be Put In Motion Quickly, dalam arti penyelesaian sengketa tetap berada da-lam jalur sistem yang formal dan resmi di-benarkan hukum, yang lazim disebut For-mal and Official Law Enforcement.


Lanjutan5

Lanjutan …

  • Penyelesaian sengketa dapat dilakukan dengan melalui Litigasi dan Non Litigasi. Penyelesaian melalui Litigasi diatur dalam Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Keha-kiman, mengatur penyelasaian melalui peradilan umum, peradilan militer, peradilan agama, per-adilan tata usaha negara, dan peradilan khusus seperti peradilan anak, peradilan niaga, pera-dilan pajak, peradilan penyelesaian hubungan industrialdan lainnya.


Lanjutan6

Lanjutan …

  • Penyelesaian melalui Non Litigasi diatur dalam Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, dan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Per-selisihan Hubungan Industrial, yang dilakukan dengan pihak perantara dengan cara musyawa-rah mufakat, melalui Negosiasi, Konsiliasi, dan Mediasi untuk win-win solution, dan melalui Arbitrase yang menentukan kalah dan menang.


  • Login