Hukum pembuktian
This presentation is the property of its rightful owner.
Sponsored Links
1 / 18

HUKUM PEMBUKTIAN PowerPoint PPT Presentation


  • 302 Views
  • Uploaded on
  • Presentation posted in: General

HUKUM PEMBUKTIAN. Oleh : YAS. TEMPAT DAN PENGATURAN. Ps. 5 (1) UU No. 1 Tahun 1951 mengingat SEMA No. 19 Tahun 1964 No. 3 th 1965) adalah : 1.Herziene Inlandse Reglement (HIR) S 1941 No. 44, untuk Jawa dan Madura. 2.Rechtreglement Buitengewesten (R.Bg. S

Download Presentation

HUKUM PEMBUKTIAN

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Presentation Transcript


Hukum pembuktian

HUKUM PEMBUKTIAN

Oleh : YAS


Tempat dan pengaturan

TEMPAT DAN PENGATURAN

Ps. 5 (1) UU No. 1 Tahun 1951 mengingat SEMA No. 19 Tahun 1964 No. 3 th 1965) adalah :

  • 1.Herziene Inlandse Reglement (HIR) S 1941

    No. 44, untuk Jawa dan Madura.

  • 2.Rechtreglement Buitengewesten (R.Bg. S

    1927 No. 227), untuk Jawa dan Madura.

  • 3.Reglement op de Burgelijke Rechtvordering

    (R.V. S 1847 No. 52 dan S 1848 No. 63)

  • 4.Buku ke-IV BW (S 1847 No. 23).

  • 5.Beberapa peraturan yang berada di luar

    HIR. Mis. dalam KUHD, Fv, dsb.


Hukum pembuktian

  • Stein mengemukakan

    Asas yang dijumpai dalam ketentuan pasal 1902 BW Ned. (=1865 BW, pasal 163 HIR) adalah :

    1.Dalam proses keperdataan pengajuan bukti-bukti dilakukan oleh para fihak dan bukan oleh Hakim.

    2.Fihak Penggugat harus dapat membuktikan apa yang menjadi dalil-dalil gugatannya, sedangkan fihak Tergugat dibebani untuk menyangkal apa yang diajukan oleh Penggugat itu. Hal ini berakibat bahwa kedua belah fihak terbebani pembuktian masing-masing. Dan dengan demikian, maka beban pembuktian itu berkaitan dengan Resiko Pembuktian.

    3.Hakim membagi beban pembuktian untuk para fihak.

    4.Hakim dapat memberikan perintah pembuktian tentang peristiwa yang menjadi sengketa saja. (betwiste feiten).


Apa yang dimaksud dengan pembuktian

APA YANG DIMAKSUD DENGAN PEMBUKTIAN ?

1.Prof. Soepomo :

Dalam arti luas, membuktikan berarti membenarkan hubungan hukum, yaitu memperkuat kesimpulan Hakim dengan syarat-syarat bukti yang sah. Dalam arti terbatas berarti hanya diperlukan jika apa yang dikemukakan oleh Penggugat itu dibantah oleh Tergugat. Dan apa yang tidakdibantah itu, tidak perlu dibuktikan.

2. Prof. Soebekti :

Meyakinkan pada Hakim, tentang kebenarannya dalil-dalil yang dikemukakan dalam sutau persengketaan. Maka terlihat bahwa pembuktian itu hanya diperlukan dalam persengketaan perkara.


Hukum pembuktian

3.Menurut Prof. Sudikno Mertokusumo

a.Dalam arti Logos, berdasarkan suatu axioma yaitu suatu asas umum yang dikenal dalam ilmu pengetahuan, dimungkinkan adanya pembuktian yang bersifat mutlak yang tidak dimungkinkan adanya bukti lawanDDalam arti Konvensional, memberikan kepastian nisbi dengan tingkatan-tingkatan,

  • = Conviction intime, kepastian berdasarkan atas

  • perasaan yang bersifat intvitif.

  • = Conviction Rational, kepastian yangdidasarkan

  • pertimbangan awal.

    b.Dalam arti Yuridis, Dalam ilmu hukum tidak dimungkinkan adanya pembuktian yang logis dan mutlak yang berlaku bagi setiap orang serta menutup kemungkinan akan bukti lawan. Akan tetapi merupakan pembuktian yang konvensionil bersifat khusus. Pembuktian ini hanya berlaku bagi para pihak yang berperkara atau yang memperoleh hak dari mereka. Maka Pembuktian dalam arti Yuridis, berarti Memberikan dasar-dasar yang cukup kepada hakim yang memeriksa perkara yang bersangkutan guna memberikan kepastian tentang peristiwa yang diajukan.


Hukum pembuktian

TEORI

  • Teori yang bersifat SUBYEKTIF

    Dalil-dalil yang didasarkan pada pelanggaran hak subjektif atau siapa yang menyangkal adanya hak Subyektif harus membuktikan tiadanya hak subyektif tersebut.

  • Teori yang bersifat OBYEKTIF

    Dalil-dalil yang didasarkan pada hukum objektif/ UU

  • Teori yang bersifat KEPATUTAN,

    pembagian pembuktian berdasarkan keadilan.Kedudukan Penggugat dan Tergugat sama (Equality before the law)

  • Teori HUKUM ACARA

    Asas “ Audi et Alteram Partem”

  • Teori yang bersifat hukum PUBLIK

    Hakim harus diberi wewenang yang lebih besar untuk mencari kebenaran. Disamping itu para fihak ada kewajiban untuk membuktikan dengan sela alat bukti (didalam proses).


Hukum pembuktian

Wesseling van Gen[1]mengemukakan adanya : lima asas Umum yang menjadi syarat untuk tercapainya peradilan yang baik, yaitu :

1.Mendengarkan kedua belah fihak (Hoor en verhoor of werderverhoor, ook wel gelijkkeheid beginsel genoemd).

2.Hakim yang tidak memihak (Opartijdigheid van de Rechter).

3.Persidangan yang terbuka untuk Umum (Openbaarheid van behandelling en uitpraak).

4.Putusan harus disertai alasan-alasan atau motivasi (motivering van de beslissing).

5.Pemrosesan putusan harus diberikan dalam waktu yang layak (Beslissing binnen redelijk termijn).

[1] Wesseling van Gent, Minimum vereisten voor een Viviele Procedure, (Open bestuur omgan met mondige mensen), Samson Uitgeverij, Alpen aan Rijn, 1980, hal 28.


Dasar hukum

Dasar hukum

  • Pasal 163 HIR,

    Barang siapa yang mengatakan mempunyai barang suatu hak, atau menyebutkan suatu kejadian atau meneguhkan haknya itu, atau untuk membantah hak orang lain, maka orang itu harus membuktikan adanya haknya itu atau adanya kejadian itu

  • Pasal 1865 KUHPerdata,

    Setiap orang yang mendalilkan bahwa ia mempunyai suatu hak atau guna meneguhkan haknya sendiri maupun membantah suatu hak orang lain, menunjuk pada suatu peristiwa, diwajibkan membuktikan adanya hak atau peristiwa tersebut.


Hukum pembuktian

Pasal 164 HIR

1. Bukti tulisan,

2. Bukti saksi,

3. Persangkaan,

4. Pengakuan,

5. Sumpah.

Pasal 1866 KUHPerdata,

1. Bukti tulisan,

2. Bukti saksi,

3. Persangkaan,

4. Pengakuan,

5. Sumpah.


Bukti tulisan

Bukti Tulisan

PASAL 1867 KUHPerdata;

Pembuktian dengan tulisan dilakukan dengan tulisan-tulisan otentik maupun dengan tulisan-tulisan dibawah tangan.

PASAL 1868 KUHPerdata;

Suatu akta otentik adalah suatu akta yang di dalam bentuk yang ditentukan oleh Undang-undang, dibuat oleh atau dihadapan pegawai-pegawai umum yang berkuasa untuk itu di tempat dimana akta dibuat.

PASAL 1874 KUHPerdata;

Sebagai tulisan-tulisan dibawah tangan dianggap akta-akta yang ditandatangani di bawah tangan, surat-surat, register, surat-surat urusan rumah tangga dan lain-lain tulisan yang dibuat tanpa perantaraan seorang pegawai umum ..........


Hukum pembuktian

Kekuatan Pembuktian akta :

  • Akta otentik, Pembuktian sempurna (Ps. 1870 KUHPer, 165 HIR, 285 RBg)

  • Akta dibawah tangan,

  • Diakui, Ps. 1875 KUHPer, Pembuktian sempurna.

  • Dipungkiri, Ps. 1877 KUHPer, diperiksa dipersidangan oleh hakim


Pembuktian dengan saksi

PEMBUKTIAN DENGAN SAKSI

DASAR HUKUM

  • Pasal 139 s.d. 152, Ps. 168 s.d. 178 HIR,

  • Pasal 165 s.d. 179 RBg.

  • Pasal 1895, Pasal 1902 s.d. 1912 KUHPerdata.

    PENGERTIAN

  • Kesaksian adalah kepastian yang diberikan kepada hakim di depan persidangan tentang peristiwa yang disengketakan dengan pemberitahuan secara lisan dan pribadi oleh orang yang bukan salah satu pihak dalam perkara.

  • Keterangan tentang peristiwa atau kejadian itu yang dialaminya sendiri, sedang pendapat atau dugaan yang diperoleh dari berpikir tidak merupakan kesaksian.


Hukum pembuktian

LARANGAN SEBAGAI SAKSI

a. Absolute

  • Keluarga sedarah atau semenda menurut keturunan lurus dari salah satu pihak. (Pasal 145 ayat (1) HIR., Pasal 172 ayat (1) RBg., Pasal 1910 ayat (1) KUHPerd.)

  • Suami atau isteri salah satu pihak, walaupun sudah bercerai (Pasal 145 ayat 1 sub 3, 4 HIR., Pasal 172 ayat 1 sub 3 RBg., Pasal 1910 KUHPerd..)

  • Pengecualian :

    - Kedudukan keperdataan salah satu pihak,

    - Mengenai nafkah yang belum dibayar menurut Buku I

    - Alasan pembebasan atau pemecatan kekuasaan orang tua/

    wali

  • - Perkara persetujuan perburuhan.

    b. Relatif (sebagai petunjuk tidak disumpah)

  • Anak kurang dari 15 tahun (Ps. 145 ayat 1, 3 sub 4 HIR, Ps. 172 ayat 1 sub 5 RBg, Ps. 1912 KUHPerd.)

  • Orang gila (Ps. 145 ayat 1 sub 4 HIR, Ps. 172 ayat 1 sub 5 RBg, Ps. 1912 KUHPerd.)


Persangkaan

PERSANGKAAN

DASAR HUKUM

  • Ps. 1915 s.d. Ps. 1922 KUHPerd.

  • Ps. 173 HIR

    PENGERTIAN

  • Persangkaan ialah kesimpulan yang oleh Undang-undang atau oleh hakim ditarik dari suatu peristiwa yang terkenal ke arah suatu peritiwa yang tidak terkenal.

    Jenis : (Ps. 1915 KUHPerd.)

  • Persangkaan yang ditetapkan oleh Undang-undang (Wettelijk vermoden)

  • Persangkaan yang ditetapkan oleh hakim

    (Rechtelijk vermoden)


Pengakuan

PENGAKUAN

DASAR HUKUM

  • Pasal. 1923 s.d. 1928 KUHPerdata

  • Pasal 174 HIR

  • Pasal 312 RBg.

    PENGERTIAN

  • Pengakuan adalah suatu pernyataan akan kebenaran oleh salah satu pihak yang bersengketa, tentang apa yang dikemukakan oleh lawannya.

    MACAM ; (Ps. 1923 KUHPerd.)

    Menurut Undang-undang

  • Di muka hakim

  • Merupakan bukti sempurna (Ps. 1925 KUHPerd.)

  • Tak dapat ditarik (Ps. 1926 KUHPerd.)

  • Di luar sidang

  • Diikuti saksi-saksi (Ps. 1927 KUHPerd.)

    Menurut Ilmu Pengetahuan

  • Pengakuan murni,

  • Pengakuan dengan Klausula

  • Pengakuan dengan Kwalifikasi


Sumpah

SUMPAH

DASAR HUKUM

  • Pasal 155 s.d. 158 HIR,

  • Pasal 17, Pasal 182 s.d. 185 RBg.

  • Pasal 1929 s.d. 1945 KUHPerd.

    PENGERTIAN

  • Sumpah adalah pernyataan khidmat yang dilakukan oleh salah satu pihak yang berkaitan dengan agamanya.

    MACAM

  • Sumpah Pemutus (decissoir)

  • Sumpah Tambahan (supletoir)


Hukum pembuktian

Daftar Bukti Penggugat

Rol perkara No…../Pdt. G/2000/PN……….

  • Bukti P-1 : Kwitansi jual beli antara

    penggugat dengan tergugat sebesar

    Rp.20.000.000,- (dua puluh juta rupiah).

    2. Bukti P-2 : Bukti Giro yang ditolak beserta

    keterangannya.

    3. Bukti P-3 : Akta Notaril Jual Beli No. 23 tgl.24-2-

    2004 di Notaris Arman Sidjabat, SH.

    4.……..dst

    Jakarta,

    Hormat kuasa,


Hukum pembuktian

Daftar Bukti Tergugat

Rol perkara No…./Pdt.G/2000/PN……….

1.Bukti T-1/Prk-1 : Akta Notaril Jual Beli No. 23

tgl.24-2-2004 di Notaris Arman

Sidjabat, SH

2. Bukti T-2/Prk-2 : Surat somasi tergugat

tertanggal………

3………..dst

Jakarta,

Hormat kuasa,


  • Login