1 / 29

INISIATIF PROVINSI RIAU DALAM REDD+

INISIATIF PROVINSI RIAU DALAM REDD+. oleh SATUAN TUGAS REDD+ PROVINSI RIAU Disampaikan pada “Workshop Pencehagan Korupsi M elalui Penilaian Resiko dalam REDD+ Pekanbaru , 22 Mei 2012. LATAR BELAKANG.

derica
Download Presentation

INISIATIF PROVINSI RIAU DALAM REDD+

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. INISIATIFPROVINSI RIAU DALAM REDD+ oleh SATUAN TUGAS REDD+ PROVINSI RIAU Disampaikanpada “Workshop Pencehagan KorupsiMelalui Penilaian Resiko dalam REDD+ Pekanbaru, 22 Mei 2012

  2. LATAR BELAKANG • Provinsi Riau memiliki luas kawasan hutan sesuai TGHK (Kep. Menhut No.173/Kpts-II/1986 seluas 9.036.835 Ha (Update). • Degradasi dan Deforestasi hutan di Indonesia menjadi isu yang sangat penting di tengah perdebatan mencari format pengurangan pemanasan global. • Luas berhutan Provinsi Riau Tahun 2010 2,9 juta Ha, dengan tingkat deforestasi sebesar 155.076,95 Ha/Tahun yang dihitung berdasarkan rata-rata penurunan luas hutan sejak tahun 1985-2006.

  3. Lanjutan…….. • Provinsi Riau memiliki keunikan biofisik berupa sumber daya alam gambut seluas 4.033.66 Ha yang tersebar pada 11 Kab/Kota dengan kedalaman bervariasi dari sangat dalam s/d sangat dangkal. • Provinsi Riau merupakan salah satu dari 9 (sembilan) Provinsi berhutan di Indonesia yang ditetapkan Pemerintah sebagai Provinsi Implementasi REDD+

  4. lanjutan…… • Provinsi Riau dengan kawasan hutan yang cukup luas dan lahan gambut terluas di Sumatera, memiliki komitmen yang kuat untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam mengurangi emisi dari kegiatan deforestasi dan degradasi hutan, serta menyatakan minat menjadi lokasi percontohan Provinsi Implementasi REDD+ LoI Indonesia dan Norwegia dan atau kerjasama Indonesia dengan negara lain terkait Impelemtasi REDD+

  5. GAMBARAN UMUM KAWASAN HUTAN RIAU

  6. Kawasan Hutan Provinsi Riau berdasarkan TGHK(Update) (Kep. Menhut No. 173/Kpts-II/1986)

  7. Kawasan Hutan Berdasarkan RTRWP Riau (Perda No. 10 Tahun 1984)

  8. Tabel Luas Lahan Kritis dalam Kawasan Hutan Berdasarkan Tata Guna Lahan Keterangan : HL : Hutan Lindung; HP : Hutan Produksi; Kws : Kawasan. Sumber : Data Statistik Dinas Kehutanan Propinsi Riau Tahun 2007

  9. Kebakaran Hutan dan Lahan : Tahun 2010 terdapat 1.703 Titik Api

  10. KONDISI DAN SEBARAN GAMBUT RIAU Kajian Masterplan Gambut Riau, KLH 2009 Kajian Wetland International Indonesia (2005) : • Potensi lahan gambut di Provinsi Riau Tahun 2002 seluas 4,03 juta ha. • Kandungan karbon (C) di tanah gambut di Propinsi Riau Tahun 1990 sebesar 16.833,45 juta ton C (75,62 % dari total Sumatera), sedangkan pada tahun 2002 : mengalami perubahan menjadi 14.592,14 juta ton. • Selama 12 Tahun (1990-2002) mengalamipenurunankandungankarbonsebesar 2.241juta ton (13,31 %) atau 1,11 % per Tahun (Weatland, 2005)

  11. STOCK KARBON DAN CO2PADA TEGAKAN HUTAN DAN GAMBUT DI PROVINSI RIAU Tingkat emisi historis, rata-rata emisi CO2 tahunan (2003-2009) mencapai 0,309 Gt CO2 setara dengan 23% tingkat emisi Nasional Tahun 2005 (90% emisi dari lahan gambut dan 42%nya dari kebakaran gambut) Sumber : Tim Advisory Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim Provinsi Riau, 2010) Berdasarkan kajian Tim Ahli Pusat Informasi Perubahan Iklim Provinsi Riau (2010): • Tahun 2002 : • Tutupan Hutan : 3,6juta ha • Stock Carbon : 514,0 juta ton • Stock CO2 : 1.886,5juta ton • Tahun 2010 : • Tutupan Hutan : 2,9juta ha • Stock Carbon : 453,9juta ton • Stock CO2 : 1.666,0juta ton

  12. STOCK CARBON DAN CO2BERDASARKAN HASIL KAJIAN WETLAND INTERNASIONAL INDONESIA TAHUN 2005 • Potensi lahan gambut di Provinsi Riau Tahun 2002 seluas 4,03 juta ha. • Kandungan karbon (C) di lahan gambut Provinsi Riau tahun 2002 sebanyak 14.597,34 juta ton C

  13. KEBIJAKAN DAN RENCANA AKSI PENURUNAN EMISI GRK NASIONAL

  14. Permasalahan Emisi GRK Masih terbatasnya pemahaman stakeholder terkait Perubahan Iklim dan Emisi GRK khususnya Data aktivitas GRK di Kab./kota tidak ter-record secara time series Manajemen hirarki data yang belum berjalan sebagaimana mestinya Keterbatasan kajian untuk menentukan nilai faktor emisi aktivitas GRK di Riau Keterbatasan penguasaan Metodologi Perhitungan Emisi GRK per sektor

  15. DUKUNGAN PEMERINTAH PROVINSI RIAU TERHADAP PROGRAM REDD+ 1. Aktif mengikuti pertemuan-pertemuan yang dilakukan baik tingkat Regional, Nasional maupun Internasional terkait penurunan emisi GRK maupun REDD+ 2. Gubernur Riau telah membentuk Satgas REDD+ Provinsi Riau berdasarkan Keputusan Gubernur Riau No. Kpts.833/VII/2011 tanggal 21 Juli 2011 jo Keputusan Gubernur Riau No. 359/IV/2012 tanggal 20 April 2012 (Revisi).

  16. Lanjutan……. 3. Pemerintah Provinsi Riau telah mengalokasikan dana melalui APBD Tahun 2011 & 2012 walaupun baru terbatas untuk mendukung kegiatan administrasi Satgas REDD+ di Provinsi Riau. 4. Bersama dengan Satgas REDD+ Pusat / UKP4, sedang mempersiapkan penyusunan SRAP Implementasi REDD+ Provinsi Riau (Fasilitasi telah dilaksanakan tanggal 15-16 Mei 2012 di Hotel Pangeran Pekanbaru)

  17. POTENSI LOKASI REDD+ PROVINSI RIAU

  18. POTENSI LOKASI REDD+ PROVINSI RIAU

  19. 1. KAWASAN SEMENANJUNG KAMPAR

  20. 2. CAGAR BIOSFIR GSK-BB

  21. 3. TAMAN NASIONAL ZAMRUD

  22. 4. PETA KAWASAN KOLABORASI KONSERVASI HARIMAU SUMATERA RIAU

  23. 5. TAHURA SSH

  24. LANGKAH STRATEGI REDUKSI EMISI CARBON PEMERINTAH PROV. RIAU • Kerjasama Penelitian dengan ACIAR dalam Project Improving Governance, Policy and Institution Arrangement to Reduce Emissions from Deforestation and Forest Degradation (REDD) antara Dinas Kehutanan, ACIAR dan Kementerian Kehutanan

  25. 2. Pembentukan Badan Koordinasi Pengelolaan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil – Bukit Batu seluas 705.271 Ha (Keputusan Gubernur Riau Nomor: Kpts.920/V/2010 tanggal 14 Mei 2010. • 3. Mengusulkan terbentuknya Taman Nasional Zamrud seluas : 30.195 Ha. • Rehabilitasi hutan dan lahan kritis. • Pemberantasan illegal logging. • Kebijakan pembukaan lahan tanpa bakar (Zero Burning Policy). • Mendorong Peran Masyarakat Adat dalam pelestarian hutan seperti hutan adat Rumbio dan Taman Wisata Alam Buluh Cina, Kampar.

  26. Kolaborasi Managemen Pengelolaan Kawasan Harimau Senepis Dumai & Rokan Hilir seluas ± 96.111 Ha. • Menerapkan pola ekohydro dalam pengelolaan tata air pada areal HTI berdasarkan prinsip-prinsip kelestarian. • Pembentukan Pusat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (PUSDALKARHUTLA) Prov. Riau. • Membentuk Unit Organisasi Kesatuan Pengelolaan HutanProduksi (KPHP) Model Tasik Besar Serkap oleh Pemerintah Provinsi Riau. • 15.Mendukung Kegiatan Demonstration Activities (DA) pada Pengelolaan Lahan Gambut di Kabupaten Bengkalis. • Menyusun Strategi Pembangunan Beremisi Rendah di Provinsi Riau.

  27. PERKEMBANGAN TERKINI PENYUSUNAN SRAP IMPLEMENTASI REDD+ PROVINSI RIAU • Terbentuk Tim Penyusun SRAP Implementasi REDD+ Provinsi Riau • Fasilitasi Proses Penyusunan SRAP Implementasi REDD+ Provinsi Riau dari Satgas REDD+ Pusat/UKP4 telah dilaksanakan tanggal 15-16 Mei 2012.

  28. Lanjutan……… 3. Outline SRAP –Implemnetasi REDD+ Provinsi Riau. 4. Persiapan pengumpulan baseline data.

  29. TERIMA KASIH Green PON XVIII 2012

More Related