1 / 15

STRATEGI PENGUATAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH ( umkm )

STRATEGI PENGUATAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH ( umkm ).

denali
Download Presentation

STRATEGI PENGUATAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH ( umkm )

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. STRATEGI PENGUATAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH(umkm)

  2. Globalisasidanisu-isuperdaganganbebasmerupakantantanganeksternal Indonesia kedepan, disampingmasalah-masalahdalamnegerisepertikrisismultidimensi yang berkepanjangan, otonomidaerah, sertaisu-isudisintegrasibangsa. Ada 2 pelajaranpenting yang dapatdiambailsebagaipelajaran: a. Pembangunan yang tidakberbasis pd kekuatansendiri, tetapibertumpu pd utang & inpor, ternyatasangatrentanterhadapperubahanfaktoreksternal & membawanegarakedalamkrisisygberkepanjangan . b. Pendekatanpembangunanygserbasentralistik, seragam, & hanyaberpusat pd pemerintah, ternyatatidakmenghasilkanstruktursosialekonomiygmemilikifondasikukuh, tetapicendrungmenghasilkanstrukturekonomi yang didominasiusahaskalabesar (ygdihuniolehsekelompokkecilorang)dengankinerja yang rapuh. A. PROLOG & PENGERTIAN UMKM

  3. PENGERTIAN UMKM

  4. Sebagaikelompokkecilusaha, UMKM seringkaliterjebakpadabeberapapermasalahan, diantaranya : a. Keterbatasan modal. b. Teknikproduksi c. Pemasaran d. Manajemen e. Teknologi B. Gambaranumum & permasalahaN UMKM

  5. 2. Sebagaiupayauntukmeningkatkankemampuandanmemperluasperanannyadalamperekonomiannasional, diperlukanpembinaansecaraterpadudanberkelanjutanterutamapadamasalahketerbatasanpengetahuan, informasidanpermodalan. (Hafsah: 2000) 3. Adaduapermasalahandasar yang dihadapaioleh UMKM yaituINTERNAL & EKSTERNAL. A. Permasalahan INTERNAL meliputi : Rendahnyaprofesionalismetenagapengelola. Keterbatasanpermodalandankurangnyaaksesterhadapperbankandanpasar. Kemampuanpenguasaanteknologi yang masihkurang. B. Permasalahan EKSTERNAL meliputi : Iklimusahaygkurangmenguntunkanbagipengembanganusahakecil. Kebijakanpemerintahygbelumberjalansesuaidgnygdiharapkan. Kurangdukungan. Masihkurangnyapembinaan, bimbinganmanajemendanpeningkatankualitas SDM

  6. 4. Ciri-cirispesifik UMKM sebagaiorganisasiekonomi, diantaranyasebagaiberikut : a. Strukturorganisasinyasangatsederhana. b. Mempunyaikarakter yang khas c. Tanpastaf yang berlebihan. d. Pembagiankerja yang lentur e. Memilikihierarkimanajemen yang kecil f. Sedikitaktifitas yang diformalkan g. Sangatsedikit yang menggunakanprosesperencanaan. h. Jarangmelakukanpelatihanterhadapkaryawan i. Jumlahkaryawannyasedikit j. Pengusahasangatsulitmembedakanmanaasetpribadidanasetprusahaan. k. Sistemakuntansinyakurangbaik (bahkanbiasanyatidakdimiliki)

  7. 4. Dari hasilbeberapapenelitianmenyebutkanbahwafaktorpenyebabkegagalansektorusahakecildalamberkembangadalah : A. Scarboroug & Zimmerer : 1993) menyebutkan : Lemahnyakemampuandalammengambilkeputusan. (poor decision making ability) Ketidakmampuandidalammanajemen.(Management in comptence) Kurangpengalaman.(lack of experince) Lemahnyapengawasan. (poor financial control) B. Brom & Longenecker : 1979) menyatakan: Kemorosatanposisi modal kerja. (deterioration of working cafital) Penurunan volume penjualan. (declining sales) Penurunanlabaataukeuntungan (declining profits) Meningkatnyautang. (increasing debt)

  8. Fungsidanperanan UMKM saatinidirasakanbegitupenting, karenasektorinibukansajasebagaisumbermatapencarianorangbanyak, tetapijugamampumenyediakansecaralangsungtenagakerjabagimereka yang tingkatpengetahuandanketerampilannyarendah. Denganmencermatibatasanaktivitas UMKM secaramendalam, setidaknyaprofilperandankondisi UMKM diindonesiabisadiilustrasikansebagaiberikut : a. Dari sekitar 40 jutapelakuusahaindonesia39 jutadiantaranyamerupakanusahamikro, 460 ribu unit usahakecil, 70 ribuusahamenengahdan11 ribuusahabesar. Diantarausahamikrotersebut 93% diantaranyamerupakanusahatani & usaha lain ygterkaitdenganpertanian, termasukpetanipenyakapdanpenyewa . b. Dari sisipenyerapantenagakerja , UMKM dapatmenyediakan97% kesempatankerja, terkaitdgndistribusibarangmencapai 70% danmerupakanprodusendari 65% produksibarangdanjasa yang diterimamasyarakat. c. Adaketimpangandarisisidistribusiasetproduktif (formal) sekitar65% dikuasaioleh 1% pelakuusahaterbesarygmenyebabkankontribusinilaiprodukkegiatanekonomirakyathanya 32%. d. Secara internal UMKM lebihbanyakmenghadapiberbagaiketerbatasandaripadamasalah . C. PROFIL & PERAN UMKM DI INDONESIA

  9. Dalam GBHN 1999-2004 tercantumbeberapamisidiantaranya: Pemberdayaanmasyarakat & seluruhkekuatanekonominasional, terutamapengusahakecil, menengah & koperasidgnmengembangkansistemekonomikerakyatan. Tetapimisitersebutbelumberjalanseiringdgnsikappemerintahygmasihbelummenunjukkankeberpihakannyakeusahakecil. Fitanto (2003) menilaikebijakanpemerintahselamainicendrungmengikutialurteoriekonomi neo-klasikkenvensionalartinyakrisisekonomi Indonesia akanpulihdgnpertumbuhanekonomiygtinggi. D. TANTANGAN KE DEPAN

  10. 2. Ramli & Kuncoro (1997) menggambarkanstrukturperekonomiandi Indonesia seperti “PIRAMIDA” : Puncakpiramidatersebutdikuasaiolehperusahaanbesar. Sedangkandibagianbawahpiramidaberekrumunusahasekalakecil & menengah. Dengandemikian, sangattampakdialektikahubunganekonomiygterjadidi Indonesia menampakkanbanyakpendudukygmenggantungkanhidupnyadari UMKM beradadalamposisitertindas. Sementarapenguasaanindustridarihuluhinggakehilirdikuasaiolehperusahaanbesar. Pemerintahsendiridalammengambilkebijakanseringkalikurangberpihakpada UMKM

  11. Chambers & Nasution (1998) mengatakanbahwadalampemberdayaanmasyarakatada 2 polabudayadariluassistemmasyarakat yang seringkalimelahirkansalahpersepsidanmunculmitos-mitosditengahmasyarakat. a. Polabudayanegatifilmuwanygmelakukankajian-kajiankritis yang sepertinyatidakterbatasolehwaktu. b. Polabudaypositifparaagenpembangunan (baikpemerintahmaupun non pemerintahygumunyaterbatasiolehwaktu & harapanterhadaphasilnyataygcepat).

  12. 4. Adapunmitos-mitos yang seringmunculditengahmasyarakat yang terkaitdenganpemberdayaanmasyarakat (Kartasasmita : 1996) sebagaiberikut : a. Pembangunan masy. Lebihmembuthkanbantuan matrial (fisik) dr pd bantuanketrampilan & manajerial b. Kelembagaan lokalcendrungtidakefesienbahkantidak efektif serta menghambat prosespemberdayaanmasy. Itu sendiri . c. Masy dilapisanbawahtdktahuakanapaygdiperlukan& bagaimana memperbaiki nasib d. Kemiskinan terjadikarenaakibatdrketidakmampuan, kebodohan & kemalasan org miskinitusendiri. e. Efesiensi merupakantujuanutamapembangunan & tujuandr alokasi SD-SD masyarakat f. Sektor pertanian & pedesaanmerupakansektor inferior, tradisonal, kurang produktif & memilikimasapengembalian investasi yg panjang sehinggatdkperludiprioritaskan pengembangannya g. Keseimbangandalamakses & kepemilikansumberdaya pembangunan, merupakansyaratpentingutkmelakukan perubahan.

  13. 5. Salahsatusolusi, dalampemberdayaan UMKM di Indonesia adalahpemberdayaanperan LEMBAGA KEUANGAN MIKRO yang berfungsimemberikandukungan modal bagiperusahaanmikrountukmeningkatkanusahanya. Hal initerbuktidengan LKM lah yang mampumelayanimasyarakatmiskin. Olehkarenaitupadatanggal 24 Februari 1997 telahmendapatkanapresiasiduniadengandiresmikandandibukaMicrocredit Sumit (MS) di Washington sebagaidkungannyaterhadapkeberadaan LKM.

  14. WASSALAMU'ALAKUMTRIMA KASIH

More Related