Download

PENILAIAN KUALIFIKASI PENYEDIA BARANG






Advertisement
Download Presentation
Comments
delu
From:
|  
(928) |   (0) |   (0)
Views: 143 | Added: 13-10-2012
Rate Presentation: 0 0
Description:
PENGERTIANPenilaian Kualifikasi (Prakualifikasi/Pascakualifikasi) adalah proses penilaian kompetensi dan kemampuan usaha serta pemenuhan persyaratan lainnya dari penyedia barang/jasa dalam pengadaan barang/jasa . BAGAIMANA DAN SIAPA YANG BERWENANG MELAKUKAN PENILAIAN KUALIFIKASI Penilaian Kuali
PENILAIAN KUALIFIKASI PENYEDIA BARANG

An Image/Link below is provided (as is) to

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use only and may not be sold or licensed nor shared on other sites. SlideServe reserves the right to change this policy at anytime. While downloading, If for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.











- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -




1. PENILAIAN KUALIFIKASI PENYEDIA BARANG/JASA PEMERINTAH Emin Adhy Muhaemin TIM SOSIALISASI KEPPRES NO. 80 TAHUN 2003 BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL

2. PENGERTIAN Penilaian Kualifikasi (Prakualifikasi/Pascakualifikasi) adalah proses penilaian kompetensi dan kemampuan usaha serta pemenuhan persyaratan lainnya dari penyedia barang/jasa dalam pengadaan barang/jasa

3. PENGADAAN BARANG/JASA (PBJ) PEMERINTAH

7. HAL-HAL PENTING YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM MELAKUKAN PRAKUALIFIKASI DAN PASCAKUALIFIKASI Azas yang digunakan untuk pengklasifikasian bidang/sub bidang pekerjaan adalah same nature and complexity Dilarang menambah persyaratan prakualifikasi/pasca-kualifikasi yang sifatnya administratif (Psl 14 ayat [6]), kecuali untuk persyaratan teknis (Psl. 14 ayat [7]) Pengguna barang/jasa wajib menyederhanakan proses prakualifikasi (tidak meminta seluruh dokumen yang disyaratkan), tetapi cukup dengan mengisi formulir kualifikasi Penyedia barang/jasa wajib menandatangani surat pernyataan diatas materai. Isinya : bahwa semua informasi yang disampaikan dalam formulir isian kualifikasi adalah benar

8. Dalam proses pra/pasca kualifikasi panitia/pejabat pengadaan tidak boleh : melarang, menghambat, membatasi keikutsertaan peserta PBJ dari luar Propinsi/Kabupaten/kota lokasi pengadaan Departemen/Kementerian/Lembaga/TNI/Polri/Pemda/BI/BHMN/BUMN/BUM dilarang melakukan prakualifikasi massal untuk pengadaan dalam kurun waktu tertentu Pada setiap tahapan proses pemilihan penyedia barang/jasa, pengguna barang/jasa/panitia/pejabat pengadaan dilarang membebani atau memungut biaya apapun kepada penyedia barang/jasa, kecuali biaya penggandaan dokumen pengadaan.

9. PERSYARATAN PENYEDIA BERBENTUK BADAN USAHA

10. PERSYARATAN PENYEDIA BARANG/JASA Persyaratan penyedia barang/jasa dalam pelaksanaan pengadaan : Memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan untuk menjalankan usaha/kegiatan sebagai penyedia barang/jasa (Pasal 11 ayat (1) butir a)

19. 8) Utk pekerjaan khusus/spesifik/teknologi tinggi dapat ditambahkan persyaratan lain seperti peralatan khusus, tenaga ahli spesialis yg diperlukan, atau pengalaman tertentu 9) Memiliki surat keterangan dukungan permodalan dari Bank Umum (tidak termasuk BPR) dan tidak diperlukan lagi rekening koran bagi Badan Usaha 10% untuk jasa pemborongan, 5% untuk pemasokan barang/jasa lainnya Tidak dipersyaratakan untuk pengadaan jasa konsultansi Catatan : ketentuan dukungan keuangan ini tidak dipersyaratkan bagi badan usaha/koperasi kecil 10) Memiliki kemampuan menyediakan peralatan dan personil 11) Termasuk dalam penyedia barang/jasa yang sesuai dengan nilai paket pekerjaan

20. 12) Menyampaikan daftar perolehan pekerjaan yang sedang dilaksanakan (khusus jasa pemborongan) 13) Tidak membuat pernyataan tidak benar / dokumen palsu 14) Memiliki Sisa Kemampuan Keuangan dan Sisa Kemampuan Paket yang cukup (untuk jasa pemborongan)

21. PERSYARATAN PENYEDIA ORANG PERSEORANGAN

22. Tenaga ahli yang akan ditugaskan dalam pekerjaan jasa konsultansi, harus memenuhi syarat : Memiliki NPWP dan bukti penyelesaian kewajiban pajak. Lulusan PTN atau PTS yang telah diakreditasi instansi yang berwenang, atau lulus ujian negara atau PT luar negeri yang ijazahnya disahkan/diakui oleh instansi pemerintah yang berwenang di bidang pendidikan tinggi. Mempunyai pengalaman dibidangnya Tenaga ahli yang berasal dari Pegawai Negeri, Pegawai BI, Pegawai BHMN/BUMN/BUMD dilarang menjadi penyedia barang/jasa, kecuali yang bersangkutan mengambil cuti diluar tanggungan Negara/BI/BHMN/BUMN/BUMD.

23. PERSYARATAN LAIN-LAIN

24. Penyedia barang/jasa yang keikutsertaannya menimbulkan pertentangan kepentingan DILARANG menjadi penyedia barang/jasa. Terpenuhinya persyaratan penyedia barang/jasa dinilai melalui proses pra/pasca kualifikasi oleh panitia/pejabat pengadaan. Sertifikat Tenaga Ahli (SKA) /Sertifikat Tenaga Terampil (SKT) yang diterbitkan oleh Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Untuk pengerjaan khusus/spesifik/teknologi tinggi/kompleks, pejabat Eselon I dapat menambahkan persyaratan memiliki sertifikat mutu ISO.

25. DOKUMEN PRAKUALIFIKASI / PASCAKUALIFIKASI

26. DOKUMEN ISIAN ADMINISTRASI Surat pernyataan minat mengikuti pengadaan

27. Pakta integritas

28. Formulir penilaian kualifikasi yang telah diisi, terdiri dari: Surat pernyataan penyedia tentang kapasitas menandatangani kontrak & tidak bermasalah secara hukum

29. Data administrasi umum seperti : nama perusahaan, status badan usaha, alamat lengkap

30. Informasi singkat mengenai ijin usaha (Nomor surat ijin, masa berlaku surat ijin, instansi pemberi ijin)

31. Landasan hukum pendirian perusahaan, termasuk akta perubahannya (No akte pendirian, tanggal dan nama notaris)

32. Susunan pengurus (komisaris, direksi)

33. Susunan Kepemilikan Saham (untuk PT)/Susunan Persero (untuk CV/Firma)

34. Pajak

35. Neraca Perusahaan Terakhir Per Tanggal ? Bulan ? Tahun ?

36. Data personalia

37. Data Peralatan/Perlengkapan

38. Data Pengalaman Perusahaan

39. Data Pekerjaan Yang Sedang Dilaksanakan

40. Modal Kerja

41. Lanjutan Dokumen? DOKUMEN ISIAN TEKNIS (disesuaikan dengan jenis pengadaan/ kebutuhan/kompleksitas pekerjaan) LEMBAR PEMERIKSAAN KELENGKAPAN ADMINISTRASI LEMBAR PENILAIAN KELULUSAN PRA/PASCA KUALIFIKASI, yang isinya terdiri dari : Bidang Keuangan Bidang Teknik Bidang Pengalaman Kerja PENETAPAN KELULUSAN

42. TATA CARA PENILAIAN KUALIFIKASI UNTUK PENGADAAN JASA PEMBORONGAN KONSTRUKSI (BERDASARKAN KEPMEN KIMPRASWIL NOMOR : 257/KPTS/M/2004 TANGGAL : 29 April 2004)

43. PEMERIKSAAN ADMINISTRASI Penelitian administrasi dilakukan terhadap pemenuhan kelengkapan persyaratan kualifikasi penyedia jasa. Untuk pasca kualifikasi apabila data tidak lengkap dinyatakan gugur, sedangkan untuk prakualifikasi apabila data tidak lengkap dapat dilengkapi sampai dengan batas waktu yang ditentukan panitia pengadaan. Untuk penilaian prakualifikasi, apabila panitia pengadaan merasa kurang yakin terhadap kebenaran data dalam isian formulir kualifikasi, dapat mencari informasi dari pihak-pihak terkait kecuali dari penyedia jasa. Yang GUGUR pada penelitian administrasi tidak dilakukan penilaian selanjutnya.

44. PENILAIAN KEUANGAN (Sistem Skoring : Contoh : 10), terdiri dari : Dukungan Bank (DB) Apabila penyedia jasa menyerahkan dukungan keuangan yang dikeluarkan oleh bank pemerintah/swasta (tidak termasuk BPR) sekurang-kurangnya 10% dari nilai paket yang akan dilelangkan (perkiraan nilai pekerjaan dari pengumuman pelelangan) dinilai 2,5 Apabila dukungan bank (DB) kurang dari 10% atau tidak ada maka dinyatakan GUGUR dan selanjutnya tidak dinilai Untuk usaha kecil tidak diperlukan dukungan keuangan dari bank

45. Sisa Kemampuan Keuangan (SKK) Contoh : Nilai 10 untuk usaha kecil (karena DB tdk diperhitungkan Nilai 7,5 untuk usaha menengah dan besar SKK dihitung dengan rumus: SKK = KK - (NK - Prestasi) KK = Fp x MK MK = Fl x KB KB = (a+b+c) - (d+e), diambil dari neraca (untuk usaha kecil KB maksimum Rp.200 juta) dimana: KK = Kemampuan Keuangan Fp = Faktor perputaran modal Fp = 6 untuk penyedia jasa usaha kecil Fp = 7 untuk penyedia jasa usaha menengah Fp = 8 untuk penyedia jasa usaha besar MK = Modal Kerja (minimum 10% NP)

46. KB = Kekayaan Bersih a = aktiva lancar b = aktiva tetap c = aktiva lainnya d = utang jangka pendek e = utang jangka panjang Fl = Faktor likuiditas Fl = 0,3 untuk penyedia jasa usaha kecil Fl = 0,6 untuk penyedia jasa usaha menengah Fl = 0,8 untuk penyedia jasa usaha besar NK = Nilai Kontrak dalam pelaksanaan Prestasi = Nilai pekerjaan yang sudah dilaksanakan NP = Nilai Paket yang akan dilelangkan

47. Bagaimana Penilaian Kemampuan Keuangan ? Bila Nilai Paket (NP) sebesar X, maka: Untuk usaha kecil SKK > 0,2 X diberi bobot nilai 100% SKK < 0,2 X dinyatakan gugur Untuk usaha menengah SKK > 0,7 X diberi bobot nilai 100% SKK < 0,7 X dinyatakan gugur Untuk usaha besar SKK > 0,8 X diberi bobot nilai 100% SKK < 0,8 X dinyatakan gugur Untuk usaha kecil, bila nilai SKK < 10 dinyatakan GUGUR dan tidak dilakukan penilaian selanjutnya. Untuk usaha menengah dan besar, bila nilai SKK < 7,5 dinyatakan GUGUR dan tidak dilakukan penilaian selanjutnya. Bila total nilai Sisa Kemampuan Keuangan (SKK) dan Dukungan Bank (DB) < 10, dinyatakan GUGUR. Yang gugur pada penilaian keuangan tidak dilakukan penilaian selanjutnya.

48. PENILAIAN TEKNIS (Sistem Skoring : Contoh : nilai maksimum 90, nilai minimum 42,5) : Kemampuan Dasar (KD) KD dihitung dengan rumus: KD = 2 NPt Apabila KD kurang dari nilai paket yang akan dilelangkan, maka dinyatakan GUGUR Untuk usaha kecil KD tidak dihitung

49. Untuk menghitung Kemampuan Dasar : 1) Pengalaman pekerjaan dapat dilakukan konversi dengan menggunakan rumus : NPt = Nilai paket tertinggi 7 tahun terakhir NPt = Dapat dikonversi menjadi nilai pekerjaan sekarang dengan Present Value, menggunakan perhitungan sebagai berikut : NPs : Nilai Pekerjaan sekarang NPo : Nilai Pekerjaan keseluruhan termasuk eskalasi (Bila ada) saat penyerahan I/provisional Hand Over (PHO) Io : Indeks dari BPS pada Bulan PHO Is : Indeks dari BPS pada bulan penilaian kualifikasi

50. Indeks yang digunakan : Jasa Pemborongan Konstruksi dari index perdagangan besar barang-barang konstruksi, diambil komponen terbesar Jasa Konsultansi dari index biaya hidup Barang/Jasa Lainnya dari index perdagangan besar barang/jasa yang sesuai

51. Pengalaman Perusahaan (scoring) Contoh: nilai maksimum 60, nilai minimum 30 Tiga unsur yang dinilai, yaitu: Bidang pekerjaan Contoh: nilai maksimum 25 Pekerjaan yang bidang dan subbidangnya sama dengan pekerjaan yang akan dilelangkan mendapat bobot nilai 100%; Pekerjaan yang bidangnya sama, tetapi sub bidangnya berbeda dengan pekerjaan yang akan dilelangkan mendapat bobot nilai 50%; Pekerjaan yang bidangnya berbeda dengan pekerjaan yang akan dilelangkan tidak mendapat bobot nilai.

52. Penilaian besarnya nilai kontrak Contoh: nilai maksimum 25 Bila nilai pekerjaan yang akan dilelangkan sebesar X, maka untuk: Nilai kontrak > X, mendapat bobot nilai 100%; 0,5 X < Nilai kontrak < X , mendapat bobot nilai 50%; Nilai kontrak < 0,5 X, tidak mendapat bobot nilai. Status penyedia jasa Contoh: nilai maksimum 10 Sebagai penyedia jasa utama/lead firm J.O. mendapat bobot nilai 100%; Sebagai sub penyedia jasa/anggota J.O. mendapat bobot nilai 30%. Bila total nilai pengalaman yang diperoleh < 30, maka dinyatakan GUGUR dan tidak dilakukan penilaian selanjutnya.

53. Personil (scoring) Contoh: nilai maksimum 10, nilai minimum 5 Usaha Kecil Contoh : tenaga inti minimal yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan yang akan dilelangkan: STM Sipil 2 orang (nilai maksimum 7) Tenaga Administrasi 2 orang (nilai maksimum 3) Apabila tersedia STM Sipil 2 orang dan tenaga administrasi 2 orang mendapat nilai 10. Apabila tersedia STM Sipil 1 orang dan tenaga administrasi 1 orang mendapat nilai 5. Bagi yang tidak memiliki SKA/SKT tidak dinilai.

54. Usaha Menengah dan Besar Panitia pengadaan harus menyusun daftar tenaga inti minimal yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan yang akan dilelangkan; Penilaian personil ditentukan oleh panitia pengadaan; Tenaga ahli dan tenaga terampil yang disediakan oleh penyedia jasa harus memiliki sertifikat keahlian (SKA) dan sertifikat ketrampilan (SKT); Bagi yang tidak memiliki SKA/SKT tidak dinilai. Bila total nilai personil yang diperoleh < 5, maka dinyatakan GUGUR dan tidak dilakukan penilaian selanjutnya

55. Peralatan (scoring) Contoh: nilai maksimum 15, nilai minimum 7,5 Peralatan yang dinilai hanya yang kondisinya tidak kurang dari 70%. Kepemilikan peralatan dinilai sebagai berikut: Milik sendiri dengan bukti, mendapat bobot nilai 100%; Sewa beli dengan bukti, mendapat bobot nilai 100%; Sewa jangka panjang dengan bukti, mendapat bobot nilai 90%; Sewa jangka pendek dengan bukti, mendapat bobot nilai 50%. Untuk milik sendiri, sewa beli dan sewa yang tidak disertai bukti, tidak dinilai. Bila total nilai peralatan yang diperoleh < 7,5 maka dinyatakan GUGUR dan tidak dilakukan penilaian selanjutnya.

56. Manajemen Mutu Contoh: nilai 5 Untuk penyedia jasa yang menyampaikan program mutu diberi nilai 5, yang tidak menyampaikan dinilai 0 dan TIDAK GUGUR Program mutu minimal berisi: Informasi pengadaan; Organisasi proyek pengguna jasa dan penyedia jasa; Jadual pelaksanaan pekerjaan; Prosedur pelaksanaan pekerjaan; Prosedur instruksi kerja; Pelaksana kerja.

57. AMBANG LULUS (PASSING GRADE) Contoh : Nilai 75 untuk pekerjaan yang tidak kompleks; Nilai 60 untuk pekerjaan yang kompleks SISA KEMAMPUAN PAKET (SKP) Untuk penyedia jasa usaha kecil KP = 3 Untuk penyedia jasa usaha menengah KP= 5 Untuk penyedia jasa usaha besar KP = 8 atau KP = 1,2 N SKP = KP ? (jumlah paket yang sedang dikerjakan) dimana: KP = Kemampuan menangani paket pekerjaan N = Jumlah paket pekerjaan terbanyak yang dapat ditangani pada saat yang bersamaan selama kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir. Bagi penyedia jasa yang masih mempunyai SKP dinyatakan lulus penilaian kualifikasi

58. TATA CARA PENILAIAN KUALIFIKASI UNTUK PENGADAAN JASA KONSULTANSI

63. Penilaian tenaga ahli 1) Kualifikasi pendidikan S1, S2, S3 = 1,0 S0/D3 = 0,5 2) Pengalaman kerja profesional > 8 tahun = 1,0 < 8 tahun = 0,5 3) Pengalaman kerja profesional Sesuai dengan bidang/sub bidang paket pekerjaan = 1,0 Tidak sesuai = 0,5 Penyusunan rangking kelulusan 1) Memenuhi KD yang dipersyaratkan 2) Total nilai personil tenaga ahli yang diusulkan, diurut dari terbesar s.d terkecil 3) Bila total nilai personil tenaga ahli sama, ranking didasarkan pada nominal KD perusahaan yg bersangkutan

64. Penetapan Hasil Prakualifikasi Ditetapkan daftar pendek konsultan, min 5 konsultan, maksimal 7 konsultan Bila yang lulus > 7, daftar pendek = 7 Bila yang lulus < 5, dilakukan PQ ulang, dengan mengumumkan PQ kembali Bila setelah PQ ulang yang lulus Antara 2-4 konsultan, dilakukan seleksi umum Hanya 1 konsultan, dilakukan penunjukan langsung Yang diundang konsultan peringkat terbaik yang masuk daftar pendek


Other Related Presentations

Copyright © 2014 SlideServe. All rights reserved | Powered By DigitalOfficePro