1 / 19

Barcode

Barcode. Oleh : Dwi Bagus Yulianto 0806366945. Pendahuluan.

delila
Download Presentation

Barcode

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Barcode Oleh : DwiBagusYulianto 0806366945

  2. Pendahuluan Barcode adalahsusunangariscetakvertikalhitamputihdenganlebarberbedauntukmenyimpan data-data spesifiksepertikodeproduksi, nomoridentitas, dllsehinggasistemkomputerdapatmengidentifikasidenganmudahinformasi yang dikodekandalam barcode. Dewasaini barcode dapatdijumpaidimana-mana. Misalkansebuahprodukdi supermarket, terdapatbanyakgarishitamvertikalwarnahitam yang salingberdekatan. Itulah yang disebut barcode. Di dalam barcode tersebutterdapatinformasi (umumnyaberupaangka). Angkatersebutbiasanyajugatercantumdibawah barcode tersebut.

  3. Pendahuluan Untukmembacakode barcode dibutuhkansuatualat (ataukomputer). Kode barcode denganwarna contrast (biasanyahitamdiatasputih) sangatmudahdikenalioleh sensor optik CCD atau laser yang adapadaalatpemindah, untukkemudianditerjemahkanolehkomputermenjadiangka.

  4. Sejarah barcode Padatahun 1932, Wallace Flint membuatsistempemeriksaanbarangdiperusahaan retail. Awalnya, teknologi barcode dikendalikanolehperusahaan retail, laludiikutiolehperusahaan industry. Lalupadatahun 1948, pemiliktokomakananlokalmeminta Drexel Institute of Technology di Philadelphia untukmembuatsistempembacaaninformasiprodukselama checkout secaraotomatis. Kemudian Bernard Silver dan Norman Joseph Woodland, lulusan Drexel, bergabunguntukmencarisolusi. Woodland mengusulkantinta yang sensitifterhadapsinar ultraviolet. Prototype ditolakkarenatidakstabildanmahal. Tangal 20 Oktober 1949 Woodland dan Silver berhasilmembuatprototipe yang lebihbaik.

  5. Sejarah barcode Akhirnyapadatanggal 7 Oktober 1952, merekamendapathak paten darihasilpenelitianmereka. 1966: Pertamakalinya barcode dipakaisecarakomersialadalahpadatahun 1970 ketikaLogicon Inc. membuat Universal Grocery Products Identification Standard (UGPIC). Perusahaan pertama yang memproduksiperlengkapan barcode untukperdagangan retail adalahMonach Marking. Pemakaiandiduniaindustripertama kali oleh Plessey Telecommunications. Padatahun 1972, Toko Kroger di Cincinnati mulaimenggunakan bull’s-eye code. Selainitu, sebuahkomitedibentukdalam grocery industry untukmemilihkodestandar yang akandigunakandi industry.

  6. Sejarah barcode Padatanggal 3 April 1973: Komitememilihsimbol UPC (Uniform Product Code) sebagaistandar industry.

  7. Jenis barcode Standarjenis barcode yang seringdigumakan : • Code 39, sebagaisimbolik yang paling populerdidunia barcode non-retail, denganvariabel digit yang panjang. Namunsaatini code 39 makinsedikitdipergunakandandigantikandenganCode 128 yang lebihmudahdibacaolehpemindai. • Universal Product Code (UPC)-A, terdiridari 12 digit, yaitu 11 digit data, 1 check digit : untukkebutuhanindustri retail. • UPC-E, terdiridari 7 digit, yaitu 6 digit data, 1 check digit : untukbisnis retail skalakecil.

  8. Jenis barcode • European Articles Numbering (EAN)-8, terdiridari 8 digit, yaitu 2 digit kodenegara, 5 digit data, 1 check digit. • EAN-13 atau UPC-A versiEropa, terdiridari 13 digit, yaitu 12 digit data, 1 check digit Tipe barcode yang banyakdi Indonesia adalahEAN 13, yaitukode barcode dengan 13 digit. Dimana 3 kodeawalnyamerupakankodenegara Indonesia (899). Kemudianempatangkaberikutnyamenunjukkankodeperusahaan. Selanjutnya lima angkasecaraberturut-turutmerupakankodeprodukdanangkaterakhirberupavalidasiataucek digit.

  9. Tipedansimbol barcode Tipe-tipe barcode yang digunakantergantungdaribeberapa variable yaitu:* Standard daninstruksi* Tujuandanpenggunaan* Encoding data* Cetakataumetode decoding Adabeberapatipe barcode berbedauntuktujuan yang berbeda, halinidinamakandengansimbolatausymbology. Setiaptipesimbolatautipe barcode merupakan standard yang menjelaskansimbol yang tercetakdanbagaimanaperalatannyaseperti barcode scanner, membacadanmendecodingsimbol yang tercetaktersebut.

  10. Pencetakankode barcode Secaraumummencetakkode barcode dapatdilakukandenganberbagaicarayaitu: • Direct thermal, printer yang memilikisistemkerjadengancaramemanaskankertaskhusus yang dinamakandengankertas thermal (thermal paper) atauthermochromic paper melaluijarum (thermal print head) yang dipanasidandidekatkandiataskertas thermal inisehinggapermukaankertasiniakanmenghitam yang selanjutnyaterbentuklahsuatuobyekmisalnyatulisanataugambar.

  11. Pencetakankode barcode • Thermal transfer, menggunakanpanasuntuk 'menulis' diataskertas. Thermal transfer printer mempunyaiprinthead yang berisibanyak pin pemanasdimanatinta yang berbasis wax leburdikertasbiasa, sedangkanjikaprinthead 'membakar' padakertasdenganlapisan (coated) khususmakadinamakandengan direct thermal printer. • Dot matrix, mengahasilkangambardenganbanyakgerakanlintasanribbonnya. Gerakanlintasaninimenciptakanbaristitik-titikpada media. Printer dotmatrix serial menghasilkangambarkarakterdemikarakter, namun printer dotmatrixgarismencetakseluruhbarisdalamsatugerakanlintasan.

  12. Pencetakankode barcode • Ink jet, Teknologinyamenggunakanprintheadtetapdengansejumlahmulutkecil (tiny orifices) yang menetaskantintakedalammedianyauntukmenghasilkangambar yang sebenarnyadibuatdengantitik-titik yang bertumpangtindih. • Laser (Xerographic), NamaXerographiberasaldaribahasaYunani, xeros (kering) dangraphos (menulis), karenatidakadabahancairankimia yang dibutuhkandalamprosesnya. Xerographidigunakandalamsebagianbesarmesinfotokopibaik printer LED dan printer laser.

  13. Cara membaca barcode Cara Membaca Barcode : • Barcode terdiridarigarishitam dam putih. Ruangputihdiantaragarisgarishitamadalahbagiandarikode. • Ada perbedaan ketebalan garis. Garis paling tipis = “1”, yang sedang = “2”, yang lebih tebal = “3”, dan yang paling tebal = “4”. • Setiap digit angkaterbentukdariurutanempatangka. 0 = 3211, 1 = 2221, 2 = 2122, 3 = 1411, 4 = 1132, 5 = 1231, 6 = 1114, 7 = 1312, 8 = 1213, 9 = 3112

  14. Cara membaca barcode Standar barcode retail diEropadanseluruhduniakecualiAmerikadanKanadaadalah EAN (European Article Number) – 13. EAN-13 standarterdiri 13 digit, denganpembagiandigitnya : • Kodenegaraataukodesistem, 3 digit pertama barcode menunjukkannegaradimana manufacturer terdaftar • Manufacturer Code,Iniadalah 4 digit kode yang diberikanpada manufacturer dariwewenangpenomoran EAN • Product Code, 5 digit setelah manufacturer code. Nomorinidiberikan manufacturer untukmerepresentasikansuatuproduk yang spesifik • Check Digit atau Checksum, Digit terakhirdari barcode, digunakanuntukverifikasibahwa barcode telahdipindaidenganbenar

  15. Alatpembaca barcode Laser Scanner Barcode ScannerLaser scanner memberikanhasilbaca yang akurat, haliniakanbermanfaatbagi operator untukmencapaiproduktifitaskerjanya. Laser scanner cukuphandaluntukmendekoding barcode denganjangkauan yang lebardandapatmencapai 50% lebihdarijangkauan digital imager. Laser scanner memilikisejumlahkeuntungandalambanyakaplikasidanbisamenjadipilihanteknologi yang dapatdipertimbangkanyaitu:* Mendecodingpadajarak yang jauh* Mendecoding UPC/EAN dan barcode 1D lain yang dipakaidiswalayan* Aplikasi yang membutuhkantoleransigerakan* Tempat-tempatperbelanjaan

  16. Alatpembaca barcode Digital Imager Barcode TerminalLebihlanjuttentang barcode 1D, Digital imager yang kadangdinamakandengan area imager dapatmendecode barcode 2D. Barcode 2D dapatdi encode untukbanyakinformasidaripada barcode 1D, membuat digital imager untuktransportasi, logistikdanaplikasi tracking. Digital imager memungkinkanpembacaan barcode secaraomni-directional, mengurangikebutuhanmenampungperalatan scanning. Dalamhalpembacaan, digital imager berkinerjatinggidapatmengambildanmentranfergambardanmembacadokumen. Digital imager mempunyaikapabilitaspembacaan direct part marking (DPM) yaitusuatumetodemenandaisuatuproduksecarapermanen. DPM semakinpopulerdanmemungkinkansebuahprodukdapatdilacak.

  17. Alatpembaca barcode Digital Imager Digital imager memilikibanyakkeuntungandalamaplikasitertentuyaitu: • Mendekodingsemuajenisbarkode 1D dan 2D • Mendekoding DPM • Mendekodinginformasi tracking • Mengambil /capture gambaruntukmanagemen inventory • Mengkombinasi decoding barcode, capture gambardan capture tandatangandalamperalatantunggal

  18. Contohproduk

  19. Terimakasih

More Related