1 / 36

PENCEMARAN AIR

PENCEMARAN AIR. EKOTOKSIKOLOGI PERAIRAN FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS PADJADJARAN 2012. TERMINOLOGI. PENCEMAR/ POLLUTANT : Pencemar yang aktivitasnya menyebabkan suatu lingkungan (perairan) tercemar, mengganggu peruntukannya PENCEMARAN ( Gesamp, 1987 )

deiter
Download Presentation

PENCEMARAN AIR

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. PENCEMARAN AIR EKOTOKSIKOLOGI PERAIRAN FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS PADJADJARAN 2012

  2. TERMINOLOGI • PENCEMAR/POLLUTANT : Pencemar yang aktivitasnya menyebabkan suatu lingkungan (perairan) tercemar, mengganggu peruntukannya • PENCEMARAN (Gesamp, 1987) : masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan (perairan) baik secara langsung ataupun tidak langsung oleh kegiatan/ aktivitas manusia sehingga menyebabkan penurunan kualitas lingkungan (perairan) tersebut,

  3. KLASIFIKASI PENCEMAR • Menurut Sifatnya : (1) Pencemar Alami (Natural Pollutant) ex : limpasan Sulfur dari aktivitas Vulkanik (2) Pencemar Buatan (True Pollutant) ex : limbah domestik, limbah pertanian, limbah industri etc. • Menurut Tipenya : (1) Non-Degradable Pollutant (2) Degradable Pollutant

  4. Menurut Jenisnya : antara lain : (1) Inorganic Pollutant (2) Organic Pollutant (3) Toxic Pollutant (4) Thermal Pollutant : PLTU, BB: Cl, Tj, paiton (5) Radioactive Pollutant : BATAN, PLTN (6) Biological Pollutant : Mikroba • Menurut Pendadahan/Pemaparannya : (1) Langsung : Peracunan (Toxicity, Poisonous) (2) Tidak langsung : Penurunan kualitas perairan

  5. Pengaruh Pencemar terhadap lingkungan perairan dan sumberdaya hayati (ikan), ditentukan oleh : • Sifat alami pencemar : struktur, aktivitas, persistensi (2) Kondisi Sumberdaya Hayati : stadia, kesehatan, daya toleransi, imunitas (3) Kualitas Fisiko/Kimiawi Habitat : Antagonistic, Synergetic (4) Waktu Dedah/pemaparan(Periode terkena atau waktu kontak organisme dengan pencemar) (5) Efek Respon Organisme : Kelangsungan hidup, pertumbuhan, kepekaan thd lingkungan

  6. PENCEMARAN BAHAN ORGANIK(Organic Pollutant) Terdiri dari : • Organic Compound : Chemical having to do with compound, containing carbon • Organic Matter : matterial producted by plant or animal activities Sumber : • Allochthonous (dari luar badan air) • Autochtonous (dari dalam badan air)

  7. Sifat Urai (Degradability) Bahan Organik dalam perairan bersifat : (1) Sukar/tidak dapat diuraikan secara alami (Undegradable Organic Compounds/ Pops) ex : Lignin, Chlorinated Hydrocarbon etc. (2) Mudah/ dapat diuraikan secara alami (Degradable Organic Compounds/ Organic Matters) ex : Carbohydrate, Cellulose, Protein etc.

  8. Tipe Penguraian Bahan Organik (1) Oleh Kondisi Alami Sering disebut “Aging” (peluruhan) : Fotodegradasi, Hidrolisis (2) Oleh Biota Sering disebut Biodegradasi --- kondisi aerob maupun anaerob, --- oleh micro/macro Organism

  9. Status Bahan Organik di Perairan Di perairan senyawa/ bahan organik tersebut berada dalam keadaan : • Di permukaan air (mengapung) • Di dalam kolom air (terlarut, terkoloid, tersuspensi dan/atau terendap) Klasifikasi Bahan Organik menurut Ukuran (Padatan) • Terlarut : ≤ 0,001 µm • Koloid : 0,001 – 1,000 µm • Supra-Koloid : 1,000 – 10,000 µm • Suspensi : 10,000 – 100,000 µm • Terendap : ≥ 100,000 µm

  10. . • Bahan kuliah ekotoksikologi • 28 September 2011

  11. Non-Degradable Pollutant • Heavy Metal /logam berat: Hg, Cd, Pb, Cr • Radioactive Substance • Persistent organic pollutants (POPs): 12 POPs, aldrin, chlordane, DDT, dieldrin, dioxins, endrin, furans, hexachlorobenzene, heptachlor, mirex, PCBs, toxaphene The Most Dangerous Effect!!!!

  12. LOGAM BERAT • LOGAM adalah unsur yang bersifat sbg konduktor listrik dan isolator panas yang baik, umumnya dalam reaksi kimia sebagai ion positif atau kation, non-biodegradeble • Berdasarkan konstanta kesetimbangan pada pembentukan ion logam atau KOMPLEKS LOGAM dalam larutan, logam terdiri dari: • 1. Kelas A (oxygen seeking): mudah bereaksi dengan oksigen, misalnya Ca, Mg, Mn, Na, Sr, K.

  13. LOGAM BERAT • 2. Kelas B (Sulphur/Nitrogen Seeking): mudah bereaksi dengan unsur S atau N, misalnya Cd, Cu, Hg, Ag • 3. Kelas antara/Transisi: Zn, Pb, Fe, Cr, Co, Ni, As, V • LOGAM: • 1. Major Mineral Element: Ca, P, Na, Mg, K, Cl, S • 2. Trace Element: Fe, I, Cu, Mn, Zn, Co, Mo, Se, Cr, Ni, V, Silicon, As.

  14. LOGAM BERAT • 3. Non Essential: Hg, Cd LOGAM BERAT: • 1. Memiliki specific grafity yang besar (>5 g/cm3) • 2. Mempunyai respon biokimia specific pada organisme • EEC (Economic European Community), berdasarkan toksisitasnya LB, dibagi menjadi: • 1. BLACK (sangat beracun/diakumulasi): Hg, Cd • 2. GREY (kurang beracun): Zn, Cu, Ni, Cr, Pb, Se, As (20 unsur)

  15. TINGKAT TOKSISITAS LOGAM • 1. Konsentrasi dan Lamanya Pemaparan • 2. Bentuk Kimia: • * Senyawa anorganik merkuri: toksikan ginjal • * Metil dan Etil Merkuri: lebih toksik bagi susunan syaraf • * Kompleks Protein Logam: merupakan suatu mekanisme protektif, berbagai kompleks protein logam dibentuk dalam tubuh: • Fe + protein: ferifin larut dalam air • Kompleks Cd < toksik Cd

  16. TINGKAT TOKSISITAS LOGAM • 4. Tingkatan usia, jenis/species organisme: hewan lebih peka daripada manusia • 5. Faktor diet: defisiensi protein, Vit. C dan D, meningkatkan toksisitas Pb dan Cd. • LOGAM PENTING DALAM TOKSIKOLOGI • Hg: • Sumber: penambangan, peleburan, pembakaran bahan fosil, produksi baja, semen dan fosfat

  17. LB PENTING DALAM TOKSIKOLOGI • INDUSTRI PEMAKAI: pabrik alkali khlor, industri bubur kayu, perlengkapan listrik, penambangan emas • TOKSISITAS: • 1. Nelayan, makan ikan, kasus Minamata, Hg (dan Cd) • 2. Petani, padi disemprot fungisida merkuri, susunan syaraf pusat • 3. Otak janin manusis: rentan terhadap metil merkuri, mengganggu pembelahan sel dan migrasi sel. Keduanya penting dalam perkembangan otak.

  18. BAHAN KULIAH • TANGGAL : 10 OKTOBER 2012

  19. CIRI UMUM • LOGAM MEMPERLIHATKAN RENTANG TOKSISITAS YANG LEBAR • Hg DAN Pb BERSIFAT SANGAT TOKSIK, TITANIUM HAMPIR TIDAK BERACUN • MEMPUNYAI SIFAT TOKSIK TERTENTU • PADA SEBAGIAN LOGAM MEMPUNYAI SIFAT TOKSISITAS YANG SAMA PADA SUATU TINGKAT TERTENTU

  20. CIRI UMUM TOKSISITAS LOGAM DI PERAIRAN • 1. ION LOGAM DAN SENYAWANYA MEMPERLIHATKAN TOKSISITAS YANG LUAS TERHADAP ORGANISME LAUT DAN AIR TAWAR. PADA UMUMNYA MOLUSKA, CRUSTACEA, OLIGOCHAETA, JAMUR MERUPAKAN ORGANISME YANG PEKA TERHADAP ZN • 2. DAPAT MENGAKIBATKAN TERJADINYA PERUBAHAN STRUKTUR KOMUNITAS YANG NYATA, YAITU PENGURANGAN JUMLAH SPECIES, DAN HILANGNYA SPECIES YANG PEKA, KHUSUSNYA PADA SUNGAI (RELATIF SERING TERJADI) • 3. TERJADI PULA PENGURANGAN JUMLAH INDIVIDU, MENEKAN PERTUMBUHAN DAN JUMLAH ANAKAN, UKURAN.

  21. MEKANISME TOKSISITAS LOGAM • 1. MENGHAMBAT KERJA ENZIM. BANYAK LOGAM BERACUN YANG MEMPUNYAI AFINITAS YANG TINGGI DAN BEREAKSI LANGSUNG MENGUBAH SISTEM ENZIM DAN FUNGSINYA. MISALNYA PENGARUH HG DAN PB TERHADAP NA+, K+ ATPASE. • 2. PENGARUH TIDAK LANGSUNG. BANYAK LOGAM BERIKATAN DENGAN VITAMIN DAN SUBSTRATE, DENGAN CARA MENGUBAH KETERSEDIAAN SEL PENTING UNTUK FUNGSI BIOLOGI • 3. SUBSTANSI LOGAM ESENSIAL. LOGAM BERACUN YANG MEMPUNYAI SIFAT KIMIA YANG AGAK SAMA MENGGANTIKAN FUNGSI LOGAM ESENSIAL DALAM PROSES BIOLOGI • 4. KETIDAKSEIMBANGAN LOGAM. BANYAK LOGAM YANG MASUK MELALUI MAKANAN, LINGKUNGAN, AKAN BERPERANAN DALAM MENGURANGI ATAU MENGGANTI

  22. KARAKTERISTIK LOGAM

  23. KARAKTERISTIK BAHAN KIMIA ORGANIK

  24. TOKSISITAS & NILAI ACCEPTABLE DAILY INTAKE (ADI) PESTISIDA ORGANOKLORIN

  25. TOKSISITAS & NILAI ACCEPTABLE DAILY INTAKE (ADI) PESTISIDA ORGANOFOSFAT

  26. TOKSISITAS & NILAI ACCEPTABLE DAILY INTAKE (ADI) PESTISIDA CARBAMAT

  27. LOGAM BERAT PENYEBAB TUMOR PADA MANUSIA DAN HEWAN PERCOBAAN

  28. TERAPI ANTIDOTUM LOGAM BERAT PADA MANUSIA

  29. Lampiran 2. Baku Mutu Air Laut Untuk Wisata Bahari (Sumber: KEPMENLH Nomor: 51 Tahun 2004)

  30. Baku Mutu Air Laut Untuk Perairan Pelabuhan (Sumber: KEPMENLH Nomor: 51 Tahun 2004)

  31. Baku Mutu Air Laut Untuk Biota Laut (Sumber: KEPMEN LH Nomor: 51 Tahun 2004)

  32. Baku Mutu Sedimen Laut (Sumber: ANZECC/ARMCANZ, 2000)

  33. BUYAT BAY TRAGEDY • Kontrak Karya asli seluas : 527.448 ha (30 thn) • Luas wilayah Eksploitasi: 26.806,30 ha • Penambangan di Messel Ratatotok • AMDAL tahun 1992 • Maret 1996 mulai menggali emas dan membuang tailing ke laut (kedalaman 82 m) di teluk Buyat 2.000 ton/hari • Juli – Oktober 1996, terjadi 13 x ratusan ikan-ikan mati terapung. • Juli – Agustus 1998: Pipa limbah bocor

  34. Masyarakat mulai merasakan penyakit: Kram-kram, sakit kepala berkepanjangan, sakit persendian, kelumpuhan, benjolan, batuk panas, gatal-gatal, tremor, dll

  35. PENDEKATAN PARTISIPASI DALAM UPAYA PREVENTIF DAN KURATIF PENCEMARAN • Pendekatan “Top – Down” • Membangun kesadaran umum • Mengintegrasikan adaptasi didalam kebijakan nasional yang baru atau yang telah ada, program dan proyek pembangunan. • Merevisi kebijakan, rencana dan program yang ada untuk meniadalan elemen-elemen yang tidak menunjang adaptasi. • Pendekatan “Bottom – Up” • Membangun kesadaran umum • Mengintegrasikan adaptasi dalam perencanaan, program dan proyek pembangunan komunitas lokal. • Merevisi perencanaan, program dan hal-hal lain yang mengurangi kemampuan adaptasi.

  36. SAVE OUR ENVIRONMENT !

More Related