1 / 33

SENGKETA KONSTRUKSI

FTS-045 Aspek Hukum dan Administrasi Proyek Konstruksi. SENGKETA KONSTRUKSI. Febriyanti Maulina, ST., MT. Fakultas Teknik Jurusan Teknik Sipil Universitas Syiah Kuala. Pengertian (1).

dannon
Download Presentation

SENGKETA KONSTRUKSI

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. FTS-045 Aspek Hukum dan Administrasi Proyek Konstruksi SENGKETA KONSTRUKSI Febriyanti Maulina, ST., MT FakultasTeknik JurusanTeknikSipil UniversitasSyiah Kuala

  2. Pengertian (1) • Perselisihanataukonflikadalahpertentanganatauketidaksesuaianantaraparapihak yang akandansedangmengadakanhubunganataukerjasama. Perselisihandapatterjadiantaraduapihakataulebih. • Wujudperselisihandapatdalamberbagaibentuk. Dimanabentuk-bentukperselisihandapatberkaitandengan : • evident • kekuasaan (authority) • kepentingan (interests) • hukum (law) • sosial (personal law)

  3. Pengertian (2) Secaraumum, berbagaifaktorpenyebabperselisihanyaitu: • PerbedaanInformasiatau Data: disebabkanolehkurangnyainformasi, kesalahaninformasi, perbedaanpandanganatauinterpretasi. • PerbedaanKepentingan: adanyaperbedaankepentinganpsikologi, kepentinganprosedural, dankepentingansubstansi. • Relationship: dipengaruhiolehemosi, persepsi yang berbeda, komunikasi yang burukdanperilakunegatif. • Struktural: berhubungandenganmasalahsumberdaya, waktu, faktorgeografis, kewenangan, danpembuatankeputusan. • PerbedaanNilai: adanyaperbedaanperilaku yang dipengaruhiberbagainilai, pandanganhidup, ideologi, agama, dst.

  4. Pengertian (3) • Sengketa konstruksi adalah sengketa yang terjadi sehubungan dengan pelaksanaan suatu usaha jasa konstruksi antara para pihak tersebut dalam suatu kontrak konstruksi • Disebut juga Construction Dispute • Sengketa di bidang perdata sesuai UU No. 30/1999 Pasal 5 diijinkan penyelesaian melalui arbitrase

  5. Mekanisme Terjadinya Perselisihan (Sengketa) Sumber Penyebab Klaim • Informasi desain tidak tepat • Informasi desain tidak sempurna • Investigasi lokasi tidak sempurna • Reaksi klien yang terlambat • Komunikasi yang buruk • Sasaran waktu yang tidak realistis • Administrasi kontrak yang tidak sempurna • Kejadian eksternal yang tidak terkendali • Informasi tender yang tidak lengkap • Alokasi resiko yang tidak jelas • Keterlambatan pembayaran • Keterlambatan waktu pelaksanaan • Keterlambatan kedatangan material Perselisihan atau Sengketa (Dispute) Tuntutan atau Klaim (Claim) Tidak disetujui

  6. Hubungan Antara Klaim dan Sengketa

  7. Alternatif Dispute Resolution (ADR) • Alternatif penyelesaian sengketa meliputi: • Negosiasi • Mediasi • Arbitrase • Litigasi Makin komplek, butuhwaktudanbiaya substansimakinkecil Dispute are costly, but resolving disputes may even be costlier…

  8. Alternative Dispute Resolution (ADR) • Sekumpulanteknikpenyelesaiansengketasecaracepatdanmurah, tanpamelaluiproseslitigasiatauarbitrase yang panjang • ADR tidakselaluditerapkandalamberbagaikasus • LatarBelakangmunculnya ADR: • Penyelesaianperselisihanmelaluilitigasisangatmemakanwaktudanbiaya • Penyelesaianseringtidakmemuaskankeduabelahpihakkarenakeputusanseringkalidiambilolehpihak yang seringtidakmenguasaimasalahteknisproyek • Penyelesaianmelaluiarbitraseseringberlarut-larut

  9. ADR – UU RI No. 30/1999 • Negosiasi (independent) • Ps 6 (2) – max 14 hari (penyelesaian) • Mediasi (independent) • Ps 6 (4) – max 14 hari (penyelesaian) • Mediasi (involvement dari lembaga arbitrase & ADR dalam penentuan arbiter) • Ps 6 (5) – max 7 hari (penentuan) • Ps 6 (6) – max 30 hari (penyelesaian) • Ps 6 (7) – wajib didaftarkan ke PN dalam 30 hari setelah sepakat • Arbitrase • Ps 48 (1) – max 180 hari (penentuan) • Ps 62 (1) – wajib didaftarkan ke PN dalam 30 hari

  10. Negosiasi • Mekanisme penyelesaian perselisihan atau sengketa (dispute) dimana kedua belah pihak bertemu untuk bermusyawarah. • Negosiasi pada dasarnya adalah mencari jalan keluar, bukan saling menyalahkan. • Penyelesaian perselisihan bertujuan untuk saling menguntungkan atau mengurangi kerugian kedua belah pihak. • Negosiasi tidak melibatkan pihak ketiga namun memerlukan orang yang tepat untuk bernegosiasi. • Bila tidak dicapai kesepakatan maka kedua belah pihak dapat mencoba mekanisme mediasi.

  11. MENGAPA MEDIATION • Penyelesaian melalui mediasi tidak hanya dilakukan di luar pengadilan saja, akan tetapi Mahkamah Agung berpendapat prosedur mediasi patut untuk ditempuh bagi para pihak yang beracara di pengadilan. • Langkah ini dilakukan pada saat sidang pertama kali digelar. • Adapun pertimbangan dari Mahkamah Agung, mediasi merupakan salah satu solusi dalam mengatasi menumpuknya perkara di pengadilan. • Proses ini dinilai lebih cepat dan murah, serta dapat memberikan akses kepada para pihak yang bersengketa untuk memperoleh keadilan atau penyelesaian yang memuaskan atas sengketa yang dihadapi. • Di samping itu institusionalisasi proses mediasi ke dalam ststem peradilan dapat memperkuat dan memaksimalkan fungsi lembaga pengadilan dalam penyelesaian sengketa di samping proses pengadilan yang bersifat memutus (ajudikatif).

  12. MEDIATION • DEFINISI • Upaya penyelesaian sengketa secara damai dimana ada keterlibatan pihak ketiga yang netral (mediator) , yang secara aktif membantu pihak-pihak yang bersengketa untuk mencapai suatu kesepakatan yang dapat diterima oleh semua pihak (MEDIASI). • Kovach • Facilitated negotiation. It is a process by which a neutral third party, the mediator, assist disputing parties in reaching a mutually satisfactory resolution. • Nolan Haley • A short term, structured, task, oriented, participatory intervention process. Disputing parties work with a neutral third party, the mediator, to reach a mutually acceptable agreement

  13. MEDIASI DI PENGADILAN • Peraturan Mahkamah Agung (Perma) Nomor 2 Tahun 2003 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan memberikan definisi sebagai: • “penyelesaian sengketa melalui proses perundingan para pihak dengan dibantu oleh mediator”. • Mediasi dilaksanakan melalui suatu perundingan yang melibatkan pihak ketiga yang bersikap netral (non intervensi) dan tidak berpihak (impartial) kepada pihak-pihak yang bersengketa serta diterima kehadirannya oleh pihak-pihak yang bersengketa.

  14. MEDIASI DI PENGADILAN • Pihak ketiga tersebut adalah “mediator” atau “penengah” yang tugasnya hanya membantu pihak-pihak yang bersengketa dalam menyelesaikan masalahnya dan tidak mempunyai kewenangan untuk mengambil keputusan. • Dapat dikatakan seorang mediator hanya bertindak sebagai fasilitator saja. • Melalui mediasi diharapkan dicapai titik temu penyelesaian masalah atau sengketa yang dihadapi para pihak, yang selanjutnya dituangkan sebagai kesepakatan bersama. • Pengambilan keputusan tidak berada di tangan mediator, tetapi berada di tangan para pihak yang bersengketa.

  15. UNSUR-UNSUR MEDIASI • Sebuahprosespenyelesaiansengketaberdasarkanperundingan. • Adanyapihakketiga yang bersifatnetral yang disebutsebagai mediator (penengah) terlibatdanditerimaolehparapihak yang bersengketadalamperundinganitu. • Mediator tersebutbertugasmembantuparapihak yang bersengketauntukmencaripenyelesaianatasmasalah-masalahsengketa. • Mediator tidakmempunyaikewenanganmembuatkeputusan-keputusanselamaprosesperundinganberlangsung. • Mempunyaitujuanuntukmencapaiataumenghasilkankesepakatan yang dapatditerimapihak-pihak yang bersengketagunamengakhirisengketa.

  16. KEUNTUNGAN MEDIASI • Para pihak yang bersengketadapattetapberhubunganbaik. Hal inisangatbaikbagihubunganbisniskarenapadadasarnyabertumpupadagood relationshipdanmutual trust • Lebihmurahdancepat • Bersifatrahasia (confidential), sengketa yang timbultidaksampaidiketahuiolehpihakluar, pentinguntukmenjagareputasipengusahakarenaumumnyatabuuntukterlibatsengketa • Hasil-hasilmemuaskansemuapihak • Kesepakatan-kesepakatanlebihkomprehensif • Kesepakatan yang dihasilkandapatdilaksanakan

  17. Fungsi Mediator • Sebagai katalisator (mendorong suasana yang kondusif). • Sebagai pendidik (memahami kehendak, aspirasi, prosedur kerja, dan kendala usaha para pihak). • Sebagai penerjemah (harus berusaha menyampaikan dan merumuskan usulan pihak yang satu kepada pihak yang lain). • Sebagai nara sumber (mendaya gunakan informasi). • Sebagai penyandang berita jelek (para pihak dapat emosional). • Sebagai agen realitas (terus terang dijelaskan bahwa sasarannya tidak mungkin dicapai melalui suatu proses perundingan). • Sebagai kambing hitam (pihak yang dipersalahkan)

  18. PROSES MEDIASI • Tahap pertama: menciptakan forum. • Dalam tahap ini kegiatan-kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut: • Rapat gabungan. • Pernyataan pembukaan oleh mediator, dalam hal ini yang dilakukan adalah: • mendidik para pihak; • menentukan pokok-pokok aturan main; • membina hubungan dan kepercayaan. • Pernyataan para pihak, dalam hal ini yang dilakukan adalah: • dengar pendapat (hearing); • menyampaikan dan klarifikasi informasi; • cara-cara interaksi.

  19. PROSES MEDIASI • Tahap kedua: mengumpulkan dan membagi-bagi informasi. • Dalam tahap ini kegiatan-kegiatan yang dilakukan dengan mengadakan rapat-rapat terpisah yang bertujuan untuk: • Mengembangkan informasi selanjutnya; • Mengetahui lebih dalam keinginan para pihak ; • Membantu para pihak untuk dapat mengetahui kepentingannya ; • Mendidik para pihak tentang cara tawar menawar penyelesaian masalah.

  20. PROSES MEDIASI • Tahap ketiga: pemecahan masalah. • Dalam tahap ketiga yang dilakukan mediator mengadakan rapat bersama atau lanjutan rapat terpisah, dengan tujuan untuk: • Menetapkan agenda. • Kegiatan pemecahan masalah. • Menfasilitasi kerja sama. • Identifikasi dan klarifikasi isu dan masalah. • Mengembangkan alternatif dan pilihan-pilihan. • Memperkenalkan pilihan-pilihan tersebut. • Membantu para pihak untuk mengajukan, menilai dan memprioritaskan kepentingan-kepentingannya.

  21. PROSES MEDIASI • Tahap keempat: pengambilan keputusan. • Dalam tahap ini, kegiatan-kegiatan yang dilakukan sebagai berikut: • Rapat-rapat bersama. • Melokalisasikan pemecahan masalah dan mengevaluasi pemecahan masalah. • Membantu para pihak untuk memperkecil perbedaan-perbedaan. • Mengkonfirmasi dan klarifikasi kontrak.

  22. PROSES MEDIASI • Tahap keempat: pengambilan keputusan. • Membantu para pihak untuk memperbandingkan proposal penyelesaian masalah dengan alternatif di luar kontrak. • Mendorong para pihak untuk menghasilkan dan menerima pemecahan masalah. • Mengusahakan formula pemecahan masalah berdasarkan “win-win solution” dan tidak ada satu pihakpun yang merasa kehilangan muka. • Membantu para pihak untuk mendapatkan pilihannya. • Membantu para pihak untuk mengingat kembali kontraknya.

  23. Ketrampilan dan Teknik Mediator • Ketrampilan pengorganisasian perundingan. • Merencanakan dan menjadwalkan pertemuan. • Tepat waktu. • Menyambut kedatangan para pihak dalam perundingan. • Dll. • Ketrampilan perundingan. • Mengarahkan pertemuan. • Mengingatkan penyelesaian perundingan bukan mediator. • Menentukan siapa yang memulai pembicaraan. • Kapan kaukus diasakan dan skorsing.

  24. Ketrampilan dan Teknik Mediator • Ketrampilan menfasilitasi • Mengubah posisi menjadi isu-isu yang diperlukan. • Mengatasi emosi. • Menghadapi kemungkinan jalan buntu (deadlock). • Melintasi halangan terakhir (the last gap). • Ketrampilan komunikasi. • Komunikasi verbal. • Mendengar secara efektif. • Membingkai ulang. • Komunikasi non verbal. • Kemampuan bertanya. • Mengulang pertanyaan. • Menyimpulkan. • Membuat catatan. • Empati. • Humor.

  25. KAUKUS Definisi • Caucus (USA: Separate meetings) Australia : Private Meetings • Merupakanproses paling pentingdanmerupakancirikhasdarimediasi. • Bisadilakukandengansalahsatupihakdanpengacaranyaatauhanyadengansalahsatupihak.

  26. FUNGSI KAUKUS • Memungkinkan salah satu pihak untuk mengungkapkan kepentingan yang tidak ingin mereka ungkapkan didepan mitra rundingnya. • Mediator mencari informasi tambahan. • Membantu mediator dalam memahami motivasi dan prioritas para pihak dan membangun empati serta kepercayaan secara individual. • Memberikan pada para pihak waktu dan kesempatan untuk menyalurkan emosi kepada mediator tanpa membahayakan kemajuan mediasi. • Memungkinkan mediator untuk menguji seberapa realistis opsi-opsi yang diusulkan.

  27. FUNGSI KAUKUS • Memungkinkan mediator untuk mengarahkan para pihak untuk melaksanakan perundingan yang konstruktif. • Memungkinkan mediator dan para pihak untuk mengembangkan dan mempertimbangkan alternatif-alternatif baru. • Memungkinkan mediator untuk mempengaruhi para pihak untuk menerima penyelesaian.

  28. WAKTU KAUKUS • Di awal mediasi • Bertujuan untuk menumpahkan emosi, merancang prosedur negosiasi, mengidentifikasikan isu. • Di tengah mediasi • Mencegah komitmen yang prematur. • Di akhir mediasi • Mengatasi kebuntuan, merancang proposal, menformulasikan kesepakatan.

  29. Arbitrase • Arbitrase adalah: • Mekanisme penyelesaian perselisihan dengan melibatkan badan arbitrase. • Badan arbitrase terdiri dari arbitrator: pengacara, kontraktor, konsultan (engineer), dankonsultan klaim. • Arbitrator harus memiliki pengetahuan bidang konstruksi dan memahami permasalahan sengketa yang dihadapinya. • Apabila tidak mencapai penyelesaian maka kedua belah pihak dapat menempuh jalur hukum melalui proses pengadilan(litigasi)

  30. Definisi Arbitrase • Prof. R. Subekti (ArbitrasePerdagangan, 1992) Penyelesaianataupemutusansengketaolehseorang arbiter (para arbiter) berdasarkanpersetujuanbahwaparapihakakantundukpadaataumentaatikeputusan yang diberikanoleh arbiter (para arbiter) yang merekapilihatautunjuktersebut • UU Arbitrase & PenyelesaianPerselisihan No. 30/1999 Ps 1 (1) Cara penyelesaiansatusengketaperdatadiluarperadilanumum yang berdasarkanpadaperjanjianarbitrase yang dibuatsecaratertulisolehparapihak yang bersengketa

  31. Syarat (Material Arbiter) • Cakap melakukan tindakan hukum • Berumur paling rendah 35 tahun • Tidak mempunyai hubungan keluarga sedarah atau saudara sepupu • Tidak mempunyai kepentingan finansial atau kepentingan lain atas putusan arbitrase • Memiliki pengalaman serta menguasai secara aktif di bidangnya paling sedikit 15 tahun

  32. ObyekArbitrase – UURI 30/1999 • Ps 5 (1) : “ sengketa yang dapat diselesaikan melalui arbitrase hanya sengketa di bidang perdagangan dan hak yang menurut hukum dan peraturan perundang – undangan dikuasai sepenuhnya oleh pihak yang bersengketa. “ • Ps 5 (2) : “ sengketa yang tidak dapat diselesaikan melalui arbitrase adalah sengketa yang menurut peraturan perundang – undangan tidak dapat diadakan perdamaian. “

  33. Klausula Arbitrase standar dalam kontrak • Kesepakatan (komitmen) para pihak untuk melaksanakan arbitrase jika terjadi sengketa dalam pelaksanaan kontrak • Ruang lingkup arbitrase (dalam kontrak konstruksi dapat juga diatur untuk penyelesaian sengketa bersifat teknis) • Lembaga arbitrase yang digunakan (apakah arbitrase institusi atau ad – hoc, jika yang digunakan adalah ad – hoc maka kalusula harus mengatur cara penunjukan arbiter atau majelis arbiter) • Ketentuan prosedural yang digunakan (mis. BANI, ICC, AAA) • Tempat dan bahasa yang digunakan dalam arbitrase • Pilihan terhadap hukum substansi yang berlaku

More Related