1 / 115

BAHAN AJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

BAHAN AJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM. OLEH : DR. AMINUDDIN, M. Ag.dkk ISI SURAKARTA 201 4.

dacia
Download Presentation

BAHAN AJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. BAHAN AJARPENDIDIKAN AGAMA ISLAM OLEH : DR. AMINUDDIN, M. Ag.dkk ISI SURAKARTA 2014

  2. SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP)Mata Kuliah : Pendidikan Agama IslamSemester : Genap/GanjilKompetensi : Menjadiilmuandanprofesional yang berimandanbertakwakepada TuhanYME, berakhlakmuliadanmemilikietoskerja, sertamenjunjungtingginilai-nilaikemanusiaandankehidupan.

  3. Tambahan • MateriPerkuliahan • 1. TermasukastronomidanIsra’ Mi’raj • 2. Aqidah, Syariah, danAkhlak

  4. 3. Alasanmengapamasukislam4. TipologiKeagamaanMasyarakat (ekslusivisme, inklusivisme, pluralisme, eklektivisme, universalisme)5. Siapakahmanusia, persamaandankelebihanmanusiadarimakhluk lain6. Tujuanpenciptaanmanusia, fungsidanperan yang diberikan Allah kepadamanusia7. Pengertian : Hukum Islam, Syariah, Syara’, Fiqh, Qanun8 Persamaan HAM menurutBarat, Islam danPancasila /UUD 19459. Demokrasimenurutbarat, Islam danPancasila / UUD 194510. - PeraturanbersamaMenagdanMendagri No.9 Tahun 2006 tgl. 21 Maret 2006 tentangpendiriantempatibadah - SKB Menag, MendagridankejaksanaanAgungtentangAhmadiyahB. MetodePerkuliahanmenggunakanmetodependekatanfilologi, phenomenologi, semantik, histerografi, hermaunitik, deskriptif. C. Tugas, UTS, UASPembuatantugas, UTS, UAS dilaksanakandengandiskusi, pembuatan resume perkuliahan, makalahdanpresentasi

  5. MODUL I PENDAHULUAN A. Pengertian Pendidikan Agama Islam adalah usaha untuk memperkuat iman dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan ajaran Islam, bersikap inklusif, rasional dan filosofis dalam rangka menghormati orang lain dalam hubungan kerukunan dan kerjasama antar umat beragama dalam masyarakat untuk mewujudkan persatuan nasional (UU No. 2 Tahun 1989). B. Landasan dan kedudukan 1. Landasan - Landasan filosofis berupa butir-butir yang terdapat dalam Pancasila dan kandungan yang termaktub dalam Pembukaan Undang-undang Dasar 1945. - Landasan yuridis adalah Undang-undang Dasar 1945 terutama pasal 29 ketetapan yang dihasilkan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat. - Landasan historis berupa politik pendidikan nasional yang bertujuan menciptakan insane akademis yang beriman dan bertakwa terhadapTuhan Yang Maha Esa.

  6. 2. Kedudukan a. Sebagai komponen MKPK (Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian) b. Wajib diambil oleh setiap mahasiswa Program Sarjana

  7. C. Tujuan & Kompetensi yang diharapkan 1) Tujuan Berkembangnya potensi anak didik agar menjadi manusia yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, cakap, kreatif,mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung ,jawab(UU SPN No. 20 Tahun 2003 pasal 3) 2) Kompetensi yang diharapkan Membuahkan sikap mental cerdas, penuh tanggung jawab dengan perilaku: 1. Beriman dan bertakwa kepada Allah SWT 2. Berbudi luhur, berpikir logis 3. Bersikap rasional, dinamis 4. Berpandangan luas, partisipasi antar umat beragama 5. Aktif memanfaatkan iptek dan seni untuk kepentingan nasional D. Metode dan materi 1. Metode a. Ilmiah (filologi, phemomenologi, semantik, misterografi, hermeunitik dan deskriptif. ) b. Teologis, c. Aktisisme Ketiganya diberikan secara holistik.

  8. 2. Materi kuliah 1. Pendahuluan : Pengertian, landasan dan kedudukan, tujuan dan kompetensi, metode dan materi. 2. Ketuhanan dan alam semesta : Kecenderungan manusia untuk bertuhan, konsep ketuhanan, konsep ketuhanan dalam Islam, konsep alam semesta. 3. Agama dan agama Islam : Pengertian agama dan agama Islam, klasifikasi agama, pokok-pokok ajaran agama Islam, peran agama dalam kehidupan sehari-hari 4. Sumber ajaran agama Islam : Al-Qur’an, Al Sunnah dan Ijtihad. 5. Hakikat manusia menurut Islam : Konsep manusia, (siapakah manusia, persamaan dan perbedaan manusia dengan makhluk lain), eksistensi dan martabat manusia (tujuan penciptaan manusia, fungsi dan peranan yang diberikan Allah kepada manusia), tanggung jawab manusia sebagai hamba dan khalifah Allah (tanggung jawab manusia sebagai hamba Allah, dan sebagai khalifah Allah).

  9. 6. HukumdanSyariah :Pengertianhukumdanhukum Islam, fungsidantujuan, prinsipsyariah, karakteristik, danruanglingkup.7. Pernikahandanpembentukankeluargasakinah :Pengertian, tujuandanfungsi, mencarijodohdanmeminang, hukumdandasarpernikahan, rukundansyarat, al muharramat, thalaq, kasus-kasuspernikahan (ta’liqthalaq, perkawinancampuran, nikahhamil, perjanjianpernikahan, kawinkontrak), danpokok-pokokpembentukankeluargasakinah.8. Akhlak :Pengertian , etika, moral danakhlak, pembagianakhlak, ruanglingkup, kedudukanakhlak, pembinaanakhlakdalamkehidupansehari-hari.9. Akhlakdalamberbisnis :Pengertiandanprinsipdasrekonomi Islam, akhlakdalamproduksi, sirkulasi, konsumsidndistribusi, jualbeli, gadai, asuransi, bank, koperasi, danundianmenurut Islam10. HAM dandemokrasidalam Islam :Pengertian HAM dandemokrasi, HAM menurut Islam danBarat, Demokrasimenurut Islam danBarat, Musyawarahdalam Islam11. Islam, iptekdanseni :Pengertian, Islam danIlmupengetahuan, iptekdalamnarasi Al QurandanHadis, perkembanganiptekdidunia Islam, Islam daniptekkontemporer, Islam danseni.

  10. 12. Kerukunan umat beragama :Pengertian, tujuan, latar belakang, landasan dan pola pembinaan, kondisi keberagamaan di Indonesia, ktentuan-ketentuan dan pelaksanaan kerukunan umat beragama, pokok-pokok ajaran Islam tentang KUB13. Sistem politik Islam :Pengertian, prinsip dasar, sistim politik Islam, kepemimpinan dalam Islam, kontribusi umat Islam dalam perpolitikan Nasional14. Taqwa :Pengertian dan kedudukan, ciri-ciri orang bertakwa, ruang lingkup

  11. MODUL II KETUHANAN DAN ALAM SEMESTA • KecenderunganManusiaUntukBertuhan • Fitrah • MasalahTauhidatauketuhanandianggapsebagaimasalahfitrah, sehinggatidakperlulagidicaridalilnya, karenaiamerupakanbagiandarifitrah (ciptaan) manusia. 1. Surat Rum 30 : 30 : “Makahadapkanlahwajahmudenganluruskepada agama sebagaifitrah Allah, yang telahmenciptakanmanusiaatasnya. Tidakadaperubahanpadaciptaan (fitrah) Allah.” • Surat Al-Araf7 : 172 : “Dan (ingatlah) ketikaTuhanmumengeluarkandarisulbianak-anak Adam keturunanmerekadanmengambilkesaksiandarimerekaatasdirimerekasendiri, BukankahAkuiniTuhan kalian ? Serayamerekamenjawab, Benar (EngkauTuhankami), Kamimenjadisaksi. (Hal iniKamilakukan), agar diharikiamatnanti kalian tidakmengatakan, Sesungguhnyakamilengahatasini (wujud Allah).” • Lihat pula QS. Al-An’am6 : 74-79; tentangkisahNabi Ibrahim tentangpengembaraanrasionalnyadalammencariTuhan. B. KonsepTuhan • Tuhandisebut "ilahun", artinyapenggerak, motivator, yang dipatuhidanditaati. KataTuhanjugamerujukkepadasuatuZatAbadidan Supernatural, biasanyadikatakanmengawasidanmemerintahmanusiadanalamsemestaataujagatraya. • بَعْدِ اللَّهِ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ. (الجاثية (45:23)

  12. DitinjaudarisudutPerbandingan Agama Tuhanialahsesuatu, apaatausiapa yang dipentingkansedemikianrupaolehmanusia, sehinggaiamembiarkandirinyadikuasai (didominir) oleh yang dipentingkannyaitu. • أَفَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَهَهُ هَوَاهُ وَأَضَلَّهُ اللَّهُ عَلَى عِلْمٍ وَخَتَمَ عَلَى سَمْعِهِ وَقَلْبِهِ وَجَعَلَ عَلَى بَصَرِهِ غِشَاوَةً فَمَنْ يَهْدِيهِ مِنْ بَعْدِ اللَّهِ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ. (الجاثية: 23) • Allah – Islam. (QS. Al-Ikhlas 112). Lihat pula 99 Asma Allah. • YehowaatauYahwe – salahsatuistilah yang dipakaiAlkitab. Istilahiniberasaldariistilahber-bahasaIbrani YHVH. • Sang Hyang Tri TunggalMahasuci yang artinyaadalahBapa, Putra, danRoh Kudus, terutamadipakaidalamGerejaKatolikdanGerejaOrtodoks. KonsepinidipakaisejakKonsiliNiceapadatahun 325 M. • KonsepTuhanMenurutPemikiranBarat: • 1. TuhanDinamisme • Manusia sejak zaman primitif sudah mengenal dan mengakui adanya kekuatan gaib yang mempengaruhi hidup manusia. Yang dimaksud berpengaruh di sini adalah “sebuah benda”. Benda tersebut bisa berpengaruh negatif – positif. Namun “kekuatan benda” tersebut juga di sebut bermacam-macam, ada namanya “mana”, “tuah”, “Syakti”. Semua kekuatan tersebut tidak dapat di cerna oleh panca indera manusia, namun ia dapat di rasakan pengaruhnya.

  13. 2.TuhanAnimisme Setiap benda dianggap mempunyai roh. Roh bagi masyarakt primitif bisa bersifat aktif meski benda tersebut kelihatan mati. Oleh karena itu, roh dianggap sesuatu yang hidup (rasa senang dan kebutuhan-kebutuhan). Karena roh mempunyai kebutuhan, masyarakat primitif menyediakan sesajian sebagai salah satu wujud memenuhi kebutuhan roh, jika tidak, manusia bisa terkena dampak negatif dari roh tersebut. 3. Tuhan Politeisme Bagi “Tuhan politeisme”, eksistensi “Tuhan Dinamisme dan Animisme” belum dapat memberikan konsep ketuhanan yang sebenarnya karena masih bersifat sanjungan dan pujaan saja. Baginya, dari sekian banyak roh-roh ada beberapa saja yang dianggap unggul, punya karakter dan punya pengaruh terhadap hidup manusia. Di antara roh yang unggul tersebut disebut sebagai dewa-dewa yang bertanggungjawab terhadap cahaya, air, angin dan sebagainya. 4. Tuhan Henoteisme HenoteisemengakusatuTuhanuntuksatubangsa. Bangsa lain mempunyaiTuhansendiri. TuhanmerekadisebutTuhannasional. Pahaminiseperti agama Yahudi yang mengakui Yahweh sebagaiTuhannasionalmereka.

  14. 5. TuhanMonoteisme Dalam monoteisme hanya mengakui satu Tuhan untuk seluruh bangsa dan bersifat internasional. Bentuk monoteisme di tinjau dari segi filsafat ketuhanan terbagi menjadi 3: Deisme ( Tuhan bersifat transenden: setelah pencipataan alam, Tuhan tidak terlibat lagi dengan hasil ciptaannya). Panteisme ( Tuhan bersifat imanen: Tuhan menampakkan diri dalam berbagai fenomena alam). Teisme ( Tuhan pada prinsip bersifat transenden, mengatasi semesta kenyataan, tetapi Tuhan juga selalu terlibat dengan alam semesta). C. TuhanSebagaiWajibulWujud Segala yang ada, yang dapatdicapaidanditerimaakalmenurutfalsafahdibagitigamacam, yaitu: 1. MumkinulWujudadalahsegalasesuatu yang bermuladaritidakadakemudianmenjadiada, jikaadapenyebab (penciptamenghendakiadanya). Sesudahitudapatkembalitidakada, jikapenyebab yang mendukungadanyatidakberfungsi (penciptatidakmenghendakiadanya). Kemudianadaterusjikapenyebab yang mendukungnyaberfungsi (penciptamenghendakiadanya). Bermuladaritidakadakemudianadadankembalitidakadasepertinyawamanusia, danadaterussepertiruhmanusia.

  15. 2. MustahilWujudadalahsegalasesuatu yang tidakmungkinwujud, yang tidakmungkinterjadimenurutakal, sepertigajahbertelur, dll. MustahilWujuditusejakdaridulutidakadasekarangtidakadadanseterusnyatidakada. Andaikatasesuatu yang mustahilterjadi, adawujudnya, makabukanmustahilwujudlaginamanyatetapimumkinulwujud. Olehkarenaituakalmewajibkanbahwa yang menciptakanalamsemestainitentuwujud yang diluarmumkinulwujuddanmustahilwujud. • WajibulWujud, yaituwujud yang wajibadadengansendirinya. Wajibulwujudadalahwujud yang tidakbermuladaritidakada. Dari dahuluadasekarangada, seterusnyaada. Diaadalahsumberdarisegalasumber, penciptaalamsemestadengansegalaisinya. Karenaakalmenolakhukumdaur (hukumberputar-putar). Karenasifat Allah yang pertamaadalahwujud, wajibulwujud (wujud yang wajibadadengansendirinya). Kedua, adalah “Qidam” atauterdahulu, karenaiaada den sendirinya. Sifatketiga, “Baqa”, artinyamutlakkekal, karenaiatidakbermuladaritidakada, dahuluada, sekarangadadanseterusnyaada, sedangkanruhmanusia relative kekal, karenabermuladaritidakada, sekarangadadanseterusnyaada. Keempatsifat-NyaadalahEsa. Buktiwujud Allah padaalamdandirimanusiaadalah: • Wujudalamsemesta • Susunan • Aturan

  16. 4. Pergerakan 5. Adanyanilai moral padamanusia (adanyakebaikandankeburukan) 6. Tawadantangismanusia • Tantangan D. KeesaanTuhan • MenurutajaranmonoteismeadalahTuhanTunggal, TuhanMahaEsa, PenciptaAlamSemesta. TentangTuhan, dalam Islam dikenaldengankonsepTauhidyang tentunyasudahmelekatdalamhatiumat Islam • KeesaanTuhanberartisegalasesuatu yang berhubungandenganEsa-NyaTuhan: • Tuhan (Allah) ituEsaWujud-Nya • Tuhan (Allah) ituEsaZat-Nya • Tuhan (Allah) ituEsaSifat-Nya • Tuhan (Allah) ituEsaPerbuatan-Nya E. KonsepAlamSemesta • Alaminiadalahmakhluq = diciptakan Allah (QS. al-Baqarah 2: 117). • Alaminiakanrusakdanberakhir (QS. al-Qoshosh 28 : 88). • Alamini rill, nyata, konkrit, bukanmaya (QS. al-An'am 6 : 73; QS. Shod 38 : 27). • Alaminiteratur (QS. al-Mulk 67 : 3 dan 4).

  17. 5. Alamterikatdenganhukum-hukumtertentu yang pasti (QS. al-Furqon 25: 2; QS. ar-Ro'du 13: 8; QS. ar-Rahman 55: 5). 6. Alaminidapatdipikirkandandipelajari (QS. al-Jasiyah 45: 13). • SeluruhalaminipatuhkepadaketentuanTuhan (QS. Ali-'Imran 3: 83; QS. an-Nahl 16: 49 dan 50; QS. al-Isra‘17:44). Penciptaanalambertujuan : Membuktikankebesaran Allah (QS. Ali-Imran 3: 190). Disiapkanuntukkesejahteraandankebahagiaanmanusia (QS. Luqman 31: 20). Ujianuntukmanusia (QS. Hud 11: 7; QS. al-Mulk 67: 2). Alaminiberpasang-pasangan (QS. adz-Dzariyat 51: 49).  Buah-buahan (QS. ar-Ro'du 13: 3).  Ternakdanmanusia (QS. asy-Syura 42: 11).  Yang tidakdiketahui (QS. Yasin 36: 36). Proseskejadianalam : Berkembangdarisatudzatseperti gas (QS. Fushshilat 41: 9-12). Dipisah-pisahkanmenjadibenda-bendalangit, galaksi, planet dan lain-lain (QS. al-Anbiya 21: 30; QS. adz-Dzariyat 51: 7). Perkembangannyamelalui 6 masa (QS. Fushshilat 41: 9 dan 10).

  18. MODUL III • AGAMA DAN AGAMA ISLAM • A. Pengertian Agama dan Agama Islam • Pengertian Agama • Secaraetimologiskata“agama”berasaldaribahasaSansekerta yang berarti“tradisi“. • Kata lain untukmenyatakankonsepiniadalahreligi yang berasaldaribahasa Latin danberasaldarikatakerja“re-ligare“ yang berarti“mengikatkembali“. • MenurutKamusBesarBahasa Indonesia “agama”adalahsistematauprinsipkepercayaankepadaTuhan, ataujugadisebutdengannamaDewaataunamalainnyadenganajarankebhaktiandankewajiban-kewajiban yang bertaliandengankepercayaantersebut. • Dalambahasa Arab agama disebut“ad-din”, berartiketaatan, paksaan, penghambaan, kekuasaan, balasan, adat, perhitunganamal, dll. • Sinonimkata“din”dalambahasaarabialah“milah”. Bedanya, milahlebihmemberikantitikberatpadaketetapan, aturan, hukum, tatatertib, ataudoktrindari din itu.

  19. Secaraepistimologi agama adalahrisalah yang disampaikanTuhankepadaNabisebagaipetunjukbagimanusiadanhukum-hukumsempurnauntukdipergunakanmanusiadalammenyelenggarakantatacarahidup yang nyatasertamengaturhubungandengandantanggungjawabkepada Allah, kepadamasyarakatsertaalamsekitarnya. • Ruanglingkupajaran agama mengandungunsur: Keyakinan; Peribadatan; danSistemnilai. • Tujuan agama adalahmembawamanusiakepadakehidupan yang lebihbaik, kebahagiaandiduniadanakhirat, danmembebaskanmanusiadarikehidupansesat. • Fungsi agama bagimanusia: • Dapatmendidikjiwamanusiamenjaditenteram, sabar, tawakkaldansebagainya. • Dapatmendidikmanusiaberanimenegakkankebenarandantakutuntukmelakukankesalahan. • Dapatmemberisugestikepadamanusia agar dalamjiwamerekatumbuhsifat-sifatutamasepertirendahhati, sopansantun, hormat-menghormatidansebagainya.

  20. Jenis-Jenis Agama • Dari segi penyebaran • Agama Universal, merupakan agama-agama yang "besar" dan mempunyai minat untuk menyebarkan ajaran untuk keseluruhan umat Manusia. Sasaran agama jenis ini adalah kesemua manusia tanpa mengira kaum dan bangsa. Contohnya: Agama Islam, Kristian dan Buddha. • Agama Folk, merupakan agama yang kecil dan tidak mempunyai sifat dakwah seperti agama universal. Amalannya hanya terhad kepada etnik tertentu. Contohnya: Agama Rakyat China/Taoisme. • b. Dari segi sumber rujukan • Agama WahyuatauSamawiatauLangit, yaitu agama yang diturunkandariTuhanmelaluiseorangRasul. Contohnya: agama Islam, Nasrani, danYahudi. • Agama Budaya atau Ardhi atau Bumi, yaitu agama yang berasal dari ajaran seorang manusia dan merujuk kepada pelbagai sumber seperti pembuktian, tradisi, falsafah dan sebagainya. Contohnya: agama Budha, dan Hindu. • Perbedaan agama wahyudengan agama budayaterletakpadaaspek: waktupenyampaiankepadmanusia, disampaikanmelaluiRasul, kitabsuci, sifatkemutlakankebenarannya, konsepketuhanannya, sifatuniversalitaskeberlakuannya.

  21. c. Dari segi tanggapan ketuhanan • Agama Monoteisme, merupakan agama yang menganggap Tuhan hanya satu, yakni mendukung konsep ketauhidan Tuhan. Contohnya, agama Islam. • Agama Politeisme, merupakan agama yang menganggap bahwa Tuhan wujud secara berbilangan, yakni ada banyak Tuhan atau Tuhan boleh berpecah kepada banyak bentuk. Contohnya, agama Hindu, Agama Rakyat China. • Berdasarkancaraberagamanya: • Tradisional, yaitucaraberagamaberdasartradisi. Cara inimengikuticaraberagamanyanenekmoyang, leluhuratauorang-orangdariangkatansebelumnya. • Formal, yaitucaraberagamaberdasarkanformalitas yang berlakudilingkungannyaataumasyarakatnya. Cara inibiasanyamengikuticaraberagamanyaorang yang berkedudukantinggiataupunyapengaruh. • Rasional, yaitucaraberagamaberdasarkanpenggunaanrasiosebisanya. Untukitumerekaselaluberusahamemahamidanmenghayatiajaranagamanyadenganpengetahuan, ilmudanpengamalannya. • MetodePendahulu, yaitucaraberagamaberdasarkanpenggunaanakaldanhati (perasaan) dibawahwahyu. Untukitumerekaselaluberusahamemahamidanmenghayatiajaranagamanyadenganilmu, pengamalandanpenyebaran (dakwah).

  22. 2. Pengertian Agama Islam • Pengertian Islam, berasal dari kata “salama-salamun” berarti keselamatan, “sallama-taslim” berarti penyerahan, “salima-silmun” berarti perdamaian, “saluma-sulamun” berarti tangga. • Menurut istilah, agama Islam adalah agama wahyu, yaitu agama yang berasal dari Allah swt diwahyukan kepada manusia yang dipilih-Nya (Rasul). Kemudian wahyu-wahyu itu diwujudkan menjadi kitab suci yang menjadi pedoman hidup umat manusia agar mereka berbahagia dunia dan akhirat. • Turunnya Agama Islam. Pada malam 17 Ramadhan, bertepatan dengan 6 Agustus tahun 610 M, Nabi Muhammad menerima wahyu dari Allah SWT yang disampaikan melalui perantara Malaikat Jibril a.s. Ayat pertama yang diturunkan oleh Allah SWT adalah surat Al-Alaq 96: 1-5. • Tujuan Agama Islam.Allah swt menurunkan agama Islam sebagai rahmat kepada semesta alam (QS. Al-Anbiya 21: 107), karena tujuan agama Islam adalah agar umat manusia memperoleh rida Allah , bahagia dunia-akhirat.

  23. D. Pendekatan Studi Islam 1. metode filologi. Merupakan aktivitas mengamati atau meneliti terhadap teks yang terdapat pada kitab kitab suci dalam memahami terhadap kebenaran yang di berikan oleh teks atau suatu peristiwa dan mempelajarinya serta mencari rumpun dari bahasa teks ( Az- Zumar 39 : 52 ). 2. metode phenomenologi. Ialah meneliti dan memahami sesuatu dari berbagai gejala yang diberikan dengan tidak mempermasalahkan darimana datangnya gejala itu, misalnya adanya pengulangan terhadap gejala yang di berikan antara ummat sebelumnya dan ummat sesudahnya, .3.Pendekatan metode semantik. Ialah meneliti dalam bentuk makna yang di berikan oleh teks maupun peristiwa yang berupa simbol simbol yang di berikan sebagai cabang linguistik dalam logika, sebagai contoh dalam pendekatan semantik dari perkataan ”mengetahui dan tidak mengetahui” . ( Az-Zumar 39 : 9 )

  24. 4.Pendekatan histerografi, Adalah meneliti suatu permasalahan melalui sejarah ummat maupun Individuyang di jelaskan pada ayat ayat Qur-an, misalnya keingkaran kaum a’d pada ayat-ayat Allah dan pada rasul Allah. ( Hud 11 : 59 ) 5.Pendekatan hermeunitik Ialah suatu bentuk pendekatan untuk memberikan suatu jawaban pada suatu permasalahan dan kemudian menghubungkan dengan permasalahan yang lainnya dari keseluruhan masalah yang berkaitan. Tindakan pengamat atau penulis dalam pendekatan hermeuninitik dapat mengambil bentuk bentuk : a.To express (To say) ; pengamat atau penulis bertindak sebagai pengungkap. b.To explain ; pengamat atau penulis betindak sebagai penjelas. c.To translate ; pengamat atau penulis bertindak sebagai sebagai penterjemah dari suatu masalah. 6.Pendekatan yang bersifat deskriftif, yaitu pendekatan dimana pengamat atau penulis mendekati Permasalahanbertindak sebagai penutur, penganalisa, dan pengkelassifikasian melalui studi komperatif (perbandingan).

  25. B. Pokok-pokok Ajaran Agama Islam: Aqidah, yatu kepercayaan terhadap Allah, malaikat, kitab-kitab Allah, Rasul-Nya, hari akhir, dan qadha dan qadar Allah. Syari’ah, yaitu segala bentuk peribadatan baik ibadah khusus, seperti thaharah, shalat, zakat, puasa dan haji, maupun ibadah umum (mu’amalah), seperti hukum publik dan hukum perdata. Akhlak, sifat yang tertanam dalam jiwa manusia yang menimbulkan perbuatan dengan gampang dan mudah tanpa memerlukan pertimbangan dan pemikiran terlebih dahulu. C. Fungsi Agama Islam: Menyempurnakan agama yang terdahulu Agama fitrah. Fitrah artinya sifat asal, bakat, pembawaan dari asal muasal kejadian manusia dan suci bersih dari dosa Pendorong kemajuan. Agama Islam menghendaki dan memerintahkan setiap muslim untuk menjadi sebaik-baik manusia, dan unggul dalam segala bidang (Ali Imran 3: 110) Memberikan pedoman hidup bagi manusia. Agama Islam merupakan sumber sistem nilai yang harus dijadikan pedoman hidup oleh manusia.

  26. E. Islam rahmatan lil’alamin Kata rahmatan lil alamin berarti mengasihi segala ciptaan dari Allah yang berada di langit dan di bumi selain Allah, untuk di kasihi sebagaimana menga sihi Allah, baik sahabat ataupun musuh Allah ; dan mengapa Islam di katakan rahmatan lil alamin, maka terhadap pembahasan pada masalah yang demikian perlu di perhatikan, rekomendasi firman Allah tentang masalah penciptaanNya seperti yang di ungkapkan dalam wahyu Nya : 1) Realitas keseimbangan bagi kehidu pan alam semesta sebagaimana telah di ciptakan oleh Allah dalam sunnah yang merupakan ketetapan hukum bagi alam semesta ( Al-Mulk 67:3 ) 2) Manusia sebagai khalifah Allah di muka bumi ( Al-Infitar 82:7) 3) Allah telah mengkons truksikan realita lembaga taubatan nasuha sebagai pamungkasnya ( Al-Quran Surat 14 Ibrahim : 14 )

  27. F.` Alasan mengapa Masuk Islam Untuk memberikan jawaban alasan mengapa masuk islam ? Dapat dijawab melalui : • Kebenaran mutlak dan ungkpan kebenaran relatif dan termasuk dalam masalah seperti ungkapan judul di maksud , maka terhadap ungkapan ini dapat diamati melalui tuturan wahyu (Al-Quran Surat 16 An-Nahl Ayat 89) Kebenaran mutlak ini merupakan kebenaran yang mesti di imani bagi setiap muslim dan konsekuensi bagi yang menafsirkan adalah kekufuran terhadap Allah. • Kebenaran relatif Ialah kebenaran yang di teorikan atau didalilkan oleh manusia dianggap benar selama belum ada fakta dan data baru yang merevisinya. Contoh pendapat para alim ulama dan cendekiawan. • Kebenaran konsistensi, yaitu sebagai bentuk dari konsistensi beriman kepada Allah. Otomatis harus membenarkan segala yang datang dari Allah. • Kebenaran pragmatisme Ialah kebenaran berdasarkan kemanfaatan bagi teori atau dalil yang diberikan. Ketiga teori ini tidak di dapati satupun dari ketiganya yang bertentangan dengan kebenaran mutlak. ( Al –An-Nam 6:125). (Az-zumar 39:22 dan ( Al-Isra’ 54 : 105 )

  28. MODUL IV • SUMBER AJARAN ISLAM • AL-QUR'AN • Pengertian al-Qur’an • Al-Qur’anberasaldarikata“qara’a”, berartimengumpulkandanmenghimpun, jugaberarti“qur’anah”, artinyabacaan. (QS. Al-Qiyamah 75 : 17-18) • Al-Qur’anadalahkalamataufirman Allah yang diturunkankepada Muhammad saw. Secaralafaz, maknadangayabahasa, yang termaktubdalammushaf yang dinukilsecaramutawatir, yang bagipembacaannyamerupakanibadah. • Nama-nama Al-Qur’an: • Al-Kitab = Tulisan yang Lengkap (QS. Al-Baqarah2:2), Al-Furqan = Memisahkan yang Haqdari yang Bathil (QS. Al-Furqon25:1), Al-Mau’idhah = Nasihat (QS. Yunus 10:57), Asy-Syifa’ =Obat (QS. Yunus 10:57), Al-Huda = Yang Memimpin (QS. Al-Jin 72:13), Al-Hikmah = Kebijaksanaan (QS. Al-Isra 17:39), Adz-Dzikru = Peringatan (QS. Al-Hijr 15:9). 2. Kedudukan Al-Qur’an: • Al-Qur’ansebagaisumberutamadanpertamadariseluruhajaranIsam, berturut-turut Al-SunnahdanIjtihad.

  29. 3. Fungsi Al-Qur’an: • SebagaiMukjizatNabi Muhammad SAW (QS. Al-Isra 17: 88) • Pedomandanpetunjukhidupbagimanusia (QS. An-Nisa 4: 105) • Pemisah yang hakdengan yang batil (QS. Asy-Syura 42: 24) • Peringatanbagimanusia (QS. Al-Furqon 25: 1) • Sebagaikorektordanpenyempurnaterhadapkitab-kitab Allah yang sebelumnya ( QS. Al-Maidah 5: 48) 4. Isikandungan al-Qur’an: • Keimanandankeyakinan • Tuntunanibadahdanhukum • Berisidayatarikdanancaman • Berisitataaturan yang diperlukanmanusiadalamhubungannyadengan Allah, manusia, hewan, danalamsekitardemikebahagiaanduniadanakhirat • Berisiriwayat-riwayatorangterdahulubaik yang taatmaupun yang mengingkari. 5. Kodifikasi Al-Qur’an: • WahyuturunkepadaNabi, Nabilangsungmemerintahkanparasahabatpenuliswahyuuntukmenuliskannyasecarahati-hati. Begitumerekatulis, kemudianmerekahafalkansekaligusmerekaamalkan • Padaawalpemerintahankhalifah yang pertamadariKhulafaurRasyidin, yaitu Abu BakarShiddiq, Qur’antelahdikumpulkandalammushhaftersendiri

  30. Pada zaman khalifah yang ketiga, ‘Utsman bin ‘Affan, Qur’an telah sempat diperbanyak • Dalam perkembangan selanjutnya, tumbuh pula usaha-usaha untuk menyempurnakan cara-cara penulisan dan penyeragaman bacaan, dalam rangka menghindari adanya kesalahan-kesalahan bacaan maupun tulisan. 6. Pembagian Isi Al-Qur’an: • Al-Qur’an terdiri dari 114 surat; 91 surat turun di Makkah dan 23 surat turun di Madinah. Ada pula yang berpendapat, 86 turun di Makkah, dan 28 di Madinah • Surat/ayat yang turun sebelum Nabi Hijrah dinamakan surat Makkiyyah, pada umumnya suratnya pendek-pendek, menyangkut prinsip-prinsip keimanan dan akhlaq, panggilannya ditujukan kepada manusia • Surat/ayat yang turun etelah Nabi Hijrah ke Madinah disebut surat Madaniyyah, pada umumnya suratnya panjang-panjang, menyangkut peraturan-peraturan yang mengatur hubungan seseorang dengan Tuhan atau seseorang dengan lainnya ( syari’ah ). • Atas inisiatif para ulama maka kemudian Al-Qur’an dibagi-bagi menjadi 30 juz. Dalam tiap juz dibagi-bagi kepada setengah juz, seperempat juz, maqra dan lain-lain.

  31. B. Al-HADIS/SUNNAH • Pengertian al-Hadisdan as-Sunnah • Secarabahasahadisberartibaru, dekat, daninformasi. Sedangkan as-Sunnahberarticara, jalan, undang-undang, kebiasaandantradisi. • Secaraistilahhadisberartisegalaperbuatan (af’al), perkataan (aqwal), dankeizinanNabi Muhammad saw (taqrir). 2. Fungsi al-Hadisterhadap al-Qur’an: • BayanTafsir, yaitumenerangkanayat-ayat yang sangatumum, mujmaldanmusytarak. Sepertihadits : “Shallukamaro-aitumuniushalli“. (Shalatlahkamusebagaimanakamumelihatkushalat) adalahmerupakantafsirandaripadaayat Al-Qur’an yang umum, yaitu :“Aqimush- shalah“, (Kerjakanshalat) b. BayanTaqrir, yaitu as-Sunnahberfungsiuntukmemperkokohdanmemperkuatpernyataan al-Qur’an. Sepertihadits yang berbunyi : “Shoumuliru’yatihiwafthiruliru’yatihi“ (Berpuasalahkarenamelihatbulandanberbukalahkarenamelihatnya) adalahmemperkokohayat Al-Qur’an dalamsurat Al-Baqarah 2: 185.

  32. c. BayanTaudhih, yaitumenerangkanmaksuddantujuansesuatuayat al-Qur’an, sepertipernyataanNabi : “ Allah tidakmewajibkanzakatmelainkansupayamenjadibaikharta-hartamu yang sudahdizakati“, adalahtaudhih (penjelasan) terhadapayat Al-Qur’an dalamsurat at-Taubah 9: 34. 3. PerbedaanAntara Al-Qur'andan Al-HaditssebagaiSumberHukum • Al-Qur’annilaikebenarannyaadalahqath’I (absolut), sedangkan al-Haditsadalahzhanni (kecualihaditsmutawatir) • Seluruhayat al-Qur’anmestidijadikansebagaipedomanhidup. Tetapitidaksemuahaditsmestikitajadikansebagaipedomanhidup • Al-Qur’ansudahpastiotentiklafazhdanmaknanyasedangkanhaditstidak • Apabila Al-Qur’anberbicaratentangmasalah-masalahaqidahatauhal-hal yang ghaib, makasetiapmuslimwajibmengimaninya. 4. KodifikasiHadis • Padazaman‘Umar bin Abdul Azis, khalifah ke-8 daridinastiBaniUmayyah (99-101 H) timbulinisiatifsecararesmiuntukmenulisdanmembukukanhadits • KodifikasiHaditsdilatarbelakangiolehadanyausaha-usahauntukmembuatdanmenyebarluaskanhadits-haditspalsudikalanganummat Islam, baik yang dibuatolehummat Islam sendirikarenamaksud-maksudtertentu, maupunolehorang-orangluar yang sengajauntukmenghancurkan Islam daridalam.

  33. 5. Macam-MacamHadis • Dilihatdarisegijumlahorang yang menyampaikan: • Haditsmutawatir, yaituhadits yang diriwayatkanolehbanyakorangkepadabanyakorangdanseterusnyasehinggatercatatdenganbanyaksanad. Dan mustahilorang yang banyakitusepakatuntukberdusta • Haditsmasyhur, yaituhadits yang diriwayatkanolehtigaorangataulebihhinggatercatatdengansanadsekurang-kurangnyatigaorang • Haditsaziz, yaituhadits yang diriwayatkanolehduaorangsanadhinggatercatatdenganduasanad • Haditsgharib, yaituhadits yang diriwayatkanseorangsanadhinggatercatatsatusanad. b. Dilihatdarisegikualitasnya: • HaditsShahih. Yaitusunnah/hadits yang diriwayatkanolehorang-orang yang adil(baik), kuathafalannya, sempurnaketelitiannya, sanadnyabersambungsampaikepadaRasul, tidakmempunyaicacat, dantidakbertentangandengandalilperiwayatan yang lebihkuat (Al Qur’an) • HaditsHasan. Yaitusunnah/hadits yang diriwayatkanolehorang-orang yang adil(baik), sanadnyabersambungsampaikepadaRasul, tidakmempunyaicacat,dantidakbertentangandengandalil yang lebihkuat (Al Qur’an), tapikekuatanhafalanatauketelitianperawinyakurangbaik.

  34. Hadits Dha’if. Yaitu sunnah/hadits lemah karena perawinya tidak adil, terputussanadnya, punya cacat, bertentangan dengan dalil atau periwayatan yanglebih kuat, atau cacat lainnya • Hadits Maudhu’. Yaitu sunnah/hadits yang dibuat oleh seseorang (karangan sendiri)kemudian dikatakan sebagai perkataan atau perbuatan Rasulullah saw. c. Dilihat dari segi diterima atau ditolaknya: • Hadis Maqbul, ialah hadis yang diterima dan dapat dijadikan hujjah/sumber hukum • Hadis Mardud,ialah hadis yang ditolak dan tidak boleh dijadikan sumber hukum. d. Dilihat dari siapa yang berperan dalam berbuat atau bersabda: • Hadis Marfu’, ialah hadis yang disandarkan kepada Nabi saw • Hadis Mauquf, ialah hadis yang disandarkan kepada sahabat • Hadis Maqthu’, ialah hadis yang disandarkan kepada tabi’in. 6. Kitab-kitab hadis yang dinilai terbaik: • Ash-Shahih Bukhari; Ash-Shahih Muslim; Ash-Sunan Abu-Dawud; As-Sunan Nasai ; As-Sunan Tirmidzi; As-Sunan Ibnu Majah ; dan Al-Musnad Imam Ahmad.

  35. C. IJTIHAD • PengertianIjtihad • Secarabahasaijtihadberartipencurahansegenapkemampuanuntukmendapatkansesuatu. • Menurutistilahialahmengerahkansegalapotensiakalpikirandankemampuansemaksimalmungkinuntukmenetapkanhukum-hukumsyari’ah. • Dasarkeharusanberijtihadialah QS. A-Nisa 4: 59. 2. KedudukanIjtihad • Padadasarnya yang ditetapkanolehijtihadtidakdapatmelahirkankeputusan yang mutlakabsolut. Sebabijtihadmerupakanaktifitasakalpikiranmanusia yang relatif • Sesuatukeputusan yang ditetapkanolehijtihad, mungkinberlakubagiseseorangtapitidakberlakubagiorang lain • Ijtihadtidakberlakudalamurusanpenambahanibadahmahdhah. Sebaburusanibadahmahdhahhanyadiaturoleh Allah danRasulullah • Keputusanijtihadtidakbolehbertentangandengan al-Qur’andan as-Sunnah • Dalamprosesberijtihadhendaknyadipertimbangkanfaktor-faktormotifasi, akibat, kemaslahatanumum, kemanfaatanbersamadannilai-nilai yang menjadiciridanjiwadaripadaajaran Islam.

  36. 3. Bentuk-BentukIjtihad • Ijma’ = konsensus = ijtihadkolektif. Yaitupersepakatanulama-ulama Islam dalammenentukansesuatumasalahijtihadiyah • Qiyas= reasoning by analogy. Yaitumenetapkansesuatuhukumterhadapsesuatuhal yang belumditerangkanoleh al-Qur’andan as-Sunnah, dengandianalogikankepadahukumsesuatu yang sudahditerangkanhukumnyaoleh al-Qur’an/as-Sunnah, karenaadasebab yang sama • Istihsan= preference. Yaitumenetapkansesuatuhukumterhadapsesuatupersoalanijtihadiyahatasdasarprinsip-prinsipumumajaran Islam sepertikeadilan, kasihsayangdan lain-lain. • MashalihulMursalah= utility, yaitumenetapkanhukumterhadapsesuatupersoalanijtihadiyahataspertimbangankegunaandankemanfaatan yang sesuaidengantujuansyari’at. • SaddudzDzari'ah, yaitumenetapkanhukumatasdasarkehilangankerusakan/kemadorotanbagiseseorangatausegolonganorang. • Istishab,yaitumenetapkanhukumatashukum yang telahberlakusampaiadahukum yang merubahnya. • 'Urf,yaitumenetapkansuatuhukum yang telahmenjadikebiasaanmasyarakat.

  37. MODUL V • HAKEKAT MANUSIA MENURUT ISLAM • KonsepManusia • Teoripsikoanalisismenyebutmanusiasebagai homo valens (manusiaberkeinginan) • Teoribehaviorismemenyebutmanusiasebagai homo mechanicus (manusiamesin) • Teorikognitifmenyebutmanusiasebagai homo sapiens (manusiaberpikir) • Teorihumanismemenyebutmanusiasebagai homo ludens (manusiabermain). • Manusiatidakberbedadenganbinatangdalamkaitandenganfungsitubuhdanfisiologisnya. • Dalamdirimanusiaterdapatsesuatu yang tidakternilaiharganya, sebagaianugerahTuhan yang tidakdiberikankepadamakhluklainnyayaituakal. • Adaduakomponenesensial yang membentukhakikatmanusia yang membedakannyadaribinatang, yaitupotensimengembangkanimandanilmu. • ManusiaMenurut Al-Qur’an • Al Qur’antidakmenggolongkanmanusiakedalamkelompokbinatang (animal) selamamanusiamempergunakanakalnyadankaruniaTuhanlainnya. (QS. Al-A’raf 7: 179)

  38. Manusiadalam al-Qur’andisebut;  • Al-Insan: Potensiuntukberkembang, tumbuhsecarafisikdan mental menghasilkankreatifitasdankeseniaan (al-Insan 76: 1).  • Al-Basyar: Jasad, tubuh, jasmanidanbiologis (al-Hijr 15: 28).  • Bani Adam: Kemanusiaan, tidaktergodasyaitan, keluargabersaudara (al-Isra’ 17: 70). • An-Nas: Sebagaimakhluksosial (an-Nas 114: 1). • Al-Ins, Abdun: Pengabdi Allah, hamba Allah yang harustundukdanpatuhkepada-Nya (Az-Zariyat 51: 56, Saba’ 34: 9). • Khalifah: Pemeliharaalamdanbertanggungjawabkepada Allah (Al-Baqarah 2: 30). • Aspekmanusiaterdiridari: • Aspek material (jasmaniah); • Manusiaberasaldari: tanahkasar (turab): Ali Imran3: 59, Al-Kahfi 18: 37; menjadi sari pati (sulalah): Al-Mukminun 23: 12; ataudaritanahliat (tin) Al-A’raf7: 12, Al-An’am 6: 2; lalumenjadi air mani (nuthfah) Al-Mukminun 23: 13, lalumenjadisegumpaldarah (‘alaqah), lalumenjadidaging (mudghah), lalumenjaditulang (‘idhamah), lalutulangitudibungkusdaging (janin) Al-Mukminun 23: 14, kemudian Allah meniupkanroh (manusia).

  39. 2. Aspek immaterial (rohani) • Roh, berupadayamanusiamengenaldirinya, mengenaltuhannya, danibadahlainnya • Nafs, berupapanasalamipadapembuluhnadi, ototsyaraf, tandakehidupan. • Segi-segi positif manusia: • Manusia adalah khalifah Tuhan di bumi. (Al Baqarah 2: 30) • Manusia mempunyai kapasitas intelegensia yang paling tinggi. (Al-Baqarah 2: 31-33) • Manusia mempunyai kecenderungan dekat dengan Tuhan. (Al-A’raf 7: 172) • Manusia dikaruniai pembawaan yang mulia dan martabat. (Al-Isra 17: 70) • Manusia memiliki kesadaran moral. (Asy-Syams 91: 7-8) • Tuhan menciptakan manusia agar mereka menyembah-Nya; dan tunduk patuh kepada-Nya menjadi tanggungjawab utama mereka. (Adz-Dzariyat 51: 56) • Segi-seginegatifmanusia: • Bersifattergesa-gesa (Al-Isra 17: 11) • Seringmembantah (Al-Kahfi 18: 54) • IngkardantidakberterimakasihkepadaTuhan (Al-Adiyat 100: 6) • Keluhkesah, gelisahdankikir (Al-Ma’arij 70: 19) • Amatzalimdanbodoh (Al-Ahzab 33: 72) • Putusasabilaadakesalahan (Al-Ma’arij 70: 20)

  40. Dimensi-dimensiManusia • Secarafisikmanusiahampirsamadenganhewan, membutuhkanmakan, minum, istirahatdanmenikah, supayaiadapathidup, tumbuhdanberkembang. • Manusiamemilikisejumlahemosi yang bersifatetis, yaituinginmemperolehkeuntungandanmengindarikerugian. • Manusiamempunyaiperhatianterhadapkeindahan. • ManusiamemilikidoronganuntukmenyembahTuhan. • Manusiamempunyaikemampuandankekuatan yang berlipatganda, karenaiadikaruniaiakal, pikiran, dankehendakbebas. • Manusiamampumengenaldirinyasendiri. • B. EksistensidanMartabatManusia • TujuanPenciptaanManusia • Manusiadiciptakanoleh Allah diduniainitidak lain supayamerekamenyembah Allahdanbersetatuspengabdi Allah. (QS. Az-Zariyat 51: 56) • FungsidanPerananPenciptaanManusia • ManusiaadalahkhalifahTuhandimukabumi. (QS. Al-Baqarah 2: 30) • KhalifahadalahwakilTuhandiatasmukabumiinidengantuntunan al-Qur’anberfungsisebagaipenterjemahsifat-sifatTuhankedalamkenyataankehidupandanpenghidupanmanusiasehari-haridalambatas-bataskemanusiaan yang diridhoi Allah.

  41. Tugas atau fungsi manusia sebagai khalifah Allah: • Mewujudkan kemakmuran: “Dia (Allah) telah menciptakan kamu (manusia) dari tanah dan meminta kamu untuk memakmurkannya”. (QS. Hud 11: 61) • Mewujudkan kebahagiaan: “Allah hendak membimbing orang yang mengikuti keridhaan-Nya dengan al-Qur’an itu kejalan kebahagiaan”. (QS. Al-Maidah 5: 16) • 3. Tanggungjawab Manusia sebagai Hamba dan Khalifah Allah • Sebagai khalifah senantiasa haruslah bekerja, mengambil dan memanfaatkan kekayaan alan ini sebaik-baiknya dalam bentuk yang positif yang berpedoman kepada ajaran-ajaran yang terdapat dalam al-Qur’an dan al-Hadits. • Menurut Prof. Abbas Mahmud al-Aqqad mendefinisikan: manusia adalah makhluk yang bertanggung jawab, yang diciptakan dengan sifat-sifat ketuhanan.

  42. MODUL VI • HUKUM DAN SYARIAH • Pengertian hukum dan hukum Islam • Pengertian hukum • Hukum adalah kumpulan peraturan-peraturan yang terdiri dari norma dan snksi • Ciri-ciri hukum : • a. Adanya perintah dan atau larangan • b. Perintah dan atau larangan tersebut harus dipatuhi dan ditaati oleh semua orang. • 2. Pengertian hukum islam • Hukum Islam merupakan koleksi daya upaya tuqaha dalam menerapkan syariah islam sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dan pengertian ini mendekati kepada makna fiqih. • Apabila kata hukum dikaitkan dengan islam, maka hukum islam bermakna seperangkat peraturan yang berdasarkan wahyu Allah dan sunnah rasul tentang tingkah laku manusia yang diakui dan diyakini berlaku dan mengikat untuk semua umat yang beragama islam. • Hukum islam adalah hukum yang ditetapkan Allah di dalam Al Quran, dijelaskan oleh nabi dalam hadis serta dikembangkan oleh ulama dalam ijtihad. • Dalam susunan ajaran pokok islam hukum islam disebut dengan syariah. Syariah adalah undang-undang atau aturan yang diturunkan Allah untuk mengatur hubungan manusia dengan Allah dan manusia dengan sesama manusia dan alam semesta

  43. . Syariahdibagimenjadidua, yaituibadah (ibadahmahdhoh) danmuamalah (ibadahghairumahdhoh) • Syariahsecarabahasaberasaldarikata “syara’a” berartimenjelaskanataumenyatakansesuatu, atau “asysyar’u” berartisuatutempat yang dapatmenghubungkansesuatu yang lain. Secaraistilahsyariahberartiaturanatauundang-undang yang diturunkan Allah unutkmengaturhubunganmanusiadenganAllah,hubungansesamamanusia, danhubunganmanusiadenganalamsemesta. • Hukum yang dihasilkandaripendalaman Al Qurandanhadisolehparaulamatersebutdisebutfiqh. • Fiqh • Fiqhadalahpengembangandarisyariah. • Fiqhdapatberubah-ubah, tidakmutlakdanbersifatlokal. • Perbedaansyariahdenganfiqhadalah : • Syariahterdapatdalam Al Qurandan Al Hadits, sedangfiqhterdapatdalambuku-bukufiqhmazhab. • Syariahbersifat fundamental dan universal, sedangfiqhbersifat instrumental, danruanglingkupnyaterbatas. • Syariahbersifatabadi, fiqhdapatberubah, ataudiubah • Syariahhanyasatu, fiqhbanyaksesuaimazhabnya. • Syareiahmenunjukkankesatuan Islam, Fiqhmenunjukkankeanegaragaman.

  44. Hukum syara’ merujuk pada satuan norma atau kaidah. Himpunan norma atau • hukum syara’ ini membentuk fiqh. Norma atau hukum syara’ yang membentuk fiqh ini • meliputi baik norma taklifi seperti wajib, sunah, mubah, makruh, dan haram, maupun • norma wadh’I seperti sebab,syarat dan mani’ ( penghalang). • Qanum(hukum positif),menggambarkan dari syariah yang telah diintegrasikan oleh • pemerintahmenjadi hukum Negara. Misalnya undang-undang Nomer I Tahun 1974 • tentang perkawinan, Undang-undang Nomer 41 tahun 2004 tentnag wakaf dan • sebagainya. Selain itu qanun juga merujuk kepada berbagai peraturan perundangan • yang dikeluarkan oleh suatu pemerintah di negeri muslim dalam rnagka mengisi • kekosongan dan melengkapi syariah. • Tujuan hukum islam adalah untuk memberikan kemaslahatan bagi manusia dan • mencegah kemadharatan, mengarahkan kepada kebenaran, unutk menuju • kebahagiaan dunia dan akhirat. • B. Fungsi dan Tujuan • 1. Menegakkan kemaslahatan dan menolak kemafsadatan. • Menyeimbangkan kepentingan individu dengan kepentingan masyarakat. • Menegakkan nilai-nilai kemasyarakatan • C. Prinsip Syariah • Dilandasi iman ikhlas • Membentuk kesejahteraan manusia • Ketentuan pelaksanaannya diserahkan kepada manusia

  45. C. Karakteristik Syariah 1. Bersifat rabbaniyah dan diniyyah Mencerminkan kesucian syariah, dan rasa cinta dan penghargaan terhadapnya. 2. Menghormati dan mentaati hukummijtihad dan peraturan negara. 3. Membentuk akhlak dan moral Syariah memelihara hubungan masyarakat, menjaga nilai-nilai luhur masyarakat, dan manjujung tinggi nilai-nilai akhlak. 4. Bersifat realistis Syariah diturunkan Allah sesuai kejadian yang dialami manusia, menetapkan qishah bagi pembunuh secara sengaja, dan prinsip keadilan lainnya. Penerapan hukum secara bertahap dan berproses Misalnya mengenai haramnya hamr. D. Ruang Lingkup Syariah terdiri atas ibadah mahdhoh dan ibadah ghairu mahdhah. Ibadah mahdhah terdiri atas: Syahadat, shalat, zakat, puasa, dan haji. Ibadah ghairu mahdhah terdiri atas hubungan manusia dengan manusia lain, dengan dirinya sendiri dan dengan alam sekitar. Ibadah ghairu mahdhah seperti: perkawinan, perwalian, warisan, wasiat, hibah, tijarah, perburuhan, koperasi, sewa menyewa, pinjam meminjam, pemerintahan, hubungan antar bangsa, dan hubungan antar golongan.

  46. F. KeleluasaanMuamalah Dalammelaksanakanmuamalahmanusiadiberikeleluasaansesuaikondisidansituasimanusia, tetapiharusbersandarkepada Al Qurandan As Sunnah. Apabilatidakadadalam Al-Qurandan As-Sunanahmakadapatmenggunakanijtihad. Ijtihadmengahasilkan : 1. Sistemkekeluargaan 2. Sistemekonomi 3. Sistemsosial 4. Sistemilmupengetahuandanteknologi G. Pokok-pokokAjaran Islam a. Aqidah (RukunIman) terdiridariImankepada Allah, imankepadamalaikat, imankepadakitab-kitab Allah, imankepadaRasul, imankepadaharikiamat, imankepadaQadladanQadar. b. Syariah, terdiridari: 1) Ibadahkhusus (Mahdhah) ataurukun Islam yaitusyahadat, shalat, puasa, zakat, haji. 2) Ibadahumum (Muamalah), yaituhubunganantarsesamamanusia, hubunganantarmanusiadengankehidupannya, hubunganantarmanusiadenganalamsekitar / alamsemesta.

  47. c. Akhlak Akhlak kepada Allah, akhlak kepada makhluk, akhlak kepada diri sendiri, keluarga, orang lain dan lingkungan masyarakat luas, akhlak terhadap alam sekitar ( ekosistem )

  48. MODUL VII • PERKAWINAN DAN PEMBENTUKAN KELUARGA SAKINAH • Perkawinan • 1. Pengertian • Perkawinan adalah suatu akad atau perikatan untuk menghalalkan hubungan kelamin antara laki-laki dengan perempuan, dalam rangka mewujudkan kebahagiaan hidup berkeluarga, yang diliputi ketenteraman, kasih sayang dengan cara yang diridhoi Allah SWT. • 2. Dalil • An Nisa 4: 1, Yasin 36:36, Adz Dzariyat 51: 49, Hadis Nabi. • Mencari jodoh,meminang • Mencari calon isteri • Islam menganjurkan memiliki isteri yang sholihah, yaitu: mematuhi ketentuan agama, jujur, bersikap luhur, memperhatikan hak suami dan memelihara anak dengan baik. Memilih wanita karena empat hal: kecantikannya, keturunannya, hartanya dan agamanya. Pilihlah yang beragama, supaya selamat dirinya. Wanita sholihah adalah wanita yang cantik, patuh, baik dan amanah. • Perhatikan juga kufunya: umur, kedudukan sosial, dan pendidikan.

More Related