Pengertian puisi
This presentation is the property of its rightful owner.
Sponsored Links
1 / 21

PENGERTIAN PUISI PowerPoint PPT Presentation


  • 524 Views
  • Uploaded on
  • Presentation posted in: General

PENGERTIAN PUISI. Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Oleh : Khairil Usman , S. Pd. Sastra Puisi. Secara etimologi istilah puisi berasal dari bahasa yunani “poeima” = membuat atau “poeisis” = pembuatan. Sedangkan dalam bahasa Inggris disebut “poem” atau “poetry”. Sastra Puisi (Lanjutan).

Download Presentation

PENGERTIAN PUISI

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Presentation Transcript


PENGERTIAN PUISI

Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia

Oleh : Khairil Usman, S. Pd.


Sastra Puisi

Secara etimologi istilah puisi berasal dari bahasa yunani “poeima” = membuat atau “poeisis” = pembuatan.

Sedangkan dalam bahasa Inggris disebut “poem” atau “poetry”.


Sastra Puisi (Lanjutan)

Pendapat ahli (Sastrawan) mengenai puisi :

  • Hudson (mengutip McCaulay) : puisi adalah salah satu cabang sastra yang menggunakan kata-kata sebagai media penyampaian untuk membuahkan ilusi dan imajinasi, serta menggunakan garis dan warna dalam menggambarkan gagasan pelukisnya.


…..Lanjutan

  • Samuel Taylor Coleridge : Puisi adalah kata-kata terbaik dalam susunan terbaik, sehingga nampak seimbang, simetris, dan memiliki hubungan yang erat antara satu unsur dengan unsur lainnya.

  • William Wordsworth : Puisi adalah pengucapan yang imajinatif dari perasaan yang mendalam, biasanya berirama. Pengucapan secara spontan tentang perasaan yang memuncak timbul dari daya ingatan ketika berada dalam keadaan tenang.


…..Lanjutan

  • H. B. Jassin : Puisi merupakan pengucapan dengan perasaan yang didalamnya mengandung pikiran-pikiran dan tanggapan-tanggapan.

  • Shahnon Ahmad : Puisi adalah record dan interpretasi pengalaman manusia yang penting dan digubah dalam bentuk yang paling berkesan.


Apresiasi Puisi

Seperti bentuk karya sastra lain, puisi mempunyai ciri-ciri khusus. Pada umumnya penyair mengungkapkan gagasan dalam kalimat yang relatif pendek-pendek serta padat, ditulis berderet-deret ke bawah (dalam bentuk bait-bait), dan tidak jarang menggunakan kata-kata/kalimat yang bersifat konotatif.


…..Lanjutan

Struktur dan ragam puisi sebagai karya cipta kreatif jika dilihat dari ciri-cirinya terus mengalami perubahan zaman.

Misal di masa lampau, penciptaan puisi harus memenuhi ketentuan jumlah baris, ketentuan rima dan persyaratan lain (Wirjosoedarmo:karangan terikat).

Definisi tersebut tentu saja tidak tepat lagi untuk masa sekarang karena saat ini penyair sudah lebih bebas dan tidak harus tunduk pada persyaratan-persyaratan tertentu.


Catatan

Hal ini mengakibatkan pembaca tidak dapat lagi membedakan antara puisi dengan prosa hanya dengan melihat bentuk visualnya


Langkah Mengapresiasi Puisi

  • Membaca puisi berulang kali

  • Melakukan pemenggalan dengan membubuhkan : garis miring satu (/) untuk menandakan koma dan garis miring dua (//) untuk titik

  • Melakukan parafrase dengan menyisipkan atau menambahkankata-kata yang dapat memperjelas maksud kalimat dalam puisi

  • Menentukan makna kata/kalimat yang konotatif (jika ada)

  • Menceritakan kembali isi puisi dengan kata-kata sendiri dalam bentuk prosa.


Prosa

Prosa ialah karya sastra yang berbentuk cerita yang bebas, tidak terikat oleh rima (bunyi yang berselang/berulang di dalam/akhir larik), irama, dan kemerduan bunyi (meliputi euphony/mengambarkan keriangan, cacophony/bernuansa ketertekanan batin, kebekuan dan kesedihan, onomatope/sugesti suara yang sebenarnya).


Perbedaan Puisi dan Prosa


Analisis Puisi (Strata Norma)

Rene Wellek : Puisi merupakan karya sastra yang memiliki struktur yang sangat kompleks yang terdiri dari beberapa strata (lapis) norma. Masing-masing norma menimbulkan lapis norma di bawahnya.


Lapisan Strata Norma

  • Lapis norma pertama adalah lapis bunyi (sound stratum) yang bersifat “istimewa”. Bila orang membaca puisi, maka yang terdengar adalah serangkaian bunyi yang dibatasi jeda pendek, agak panjang, dan panjang.


…..Lanjutan

  • Lapis pertama tersebut mendasari timbulnya lapis kedua, yaitu lapis arti (units of meaning), karena bunyi-bunyi yang ada bukanlah bunyi tanpa arti. Bunyi-bunyi itu disusun sedemikian rupa menjadi satuan kata, frase, kalimat, dan bait yang menimbulkan makna yang dapat dipahami oleh pembaca.


…..Lanjutan

  • Rangkaian satuan-satuan arti tersebut menimbulkan lapis ketiga berupa unsur intrinsik dan ekstrinsik puisi, misalnya latar, pelaku, lukisan-lukisan, objek-objek yang dikemukakan, makna implisit, sifat-sifat metafisis, dunia pengarang dan sebagainya.


Jenis-Jenis Puisi

Menurut zamannya puisi dibagi dalam dua kategori :

  • Puisi Lama

  • Puisi Baru


Puisi Lama

Ciri-ciri

  • Merupakan puisi rakyat yang tak dikenal nama pengarangnya

  • Disampaikan lewat mulut ke mulut, jadi merupakan sastra lisan

  • Sangat terikat oleh aturan-aturan seperti jumlah baris tiap bait, jumlah suku kata maupun rima


…..Lanjutan

Yang termasuk puisi lama adalah

  • Mantra, adalah ucapan-ucapan yang dianggap memiliki kekuatan gaib.

  • Pantun, adalah puisi yang bercirikan bersajak a-b-a-b, tiap bait 4 baris, tiap baris terdiri dari 8-12 suku kata, 2 baris awal sebagai sampiran, 2 baris berikutnya sebagai isi. Pembagian pantun menurut isinya terdiri dari pantun anak, muda-mudi, agama/nasihat, teka-teki, jenaka.

  • Karmina, adalah pantun kilat seperti pantun tetapi pendek.

  • Seloka, adalah pantun berkait.

  • Gurindam, adalah puisi yang berdirikan tiap bait 2 baris, bersajak a-a-a-a, berisi nasihat.

  • Syair, adalah puisi yang bersumber dari Arab dengan ciri tiap bait 4 baris, bersajak a-a-a-a, berisi nasihat atau cerita.

  • Talibun, adalah pantun genap yang tiap bait terdiri dari 6, 8, ataupun 10 baris.


Puisi Baru

Ciri-ciri : bentuknya lebih bebas daripada puisi lama, baik dalam segi jumlah baris, suku kata, maupun rima

Menurut isinya, puisi baru dibedakan atas:

  • Balada, adalah puisi berisi kisah/cerita.

  • Himne, adalah puisi pujaan untuk Tuhan, tanah air, atau pahlawan.

  • Ode, adalah puisi sanjungan untuk orang yang berjasa.

  • Epigram, adalah puisi yang berisi tuntunan/ajaran hidup.

  • Romance, adalah puisi yang berisi luapan perasaan cinta kasih.

  • Elegi, adalah puisi yang berisi ratap tangis/kesedihan.

  • Satire, adalah puisi yang berisi sindiran/kritik


Tamat

Semoga dapat melakukan pembelajaran dengan baik dan menyenangkan


  • Login