Instrumen keuangan kas dan piutang
This presentation is the property of its rightful owner.
Sponsored Links
1 / 144

INSTRUMEN KEUANGAN, KAS DAN PIUTANG PowerPoint PPT Presentation


  • 127 Views
  • Uploaded on
  • Presentation posted in: General

INSTRUMEN KEUANGAN, KAS DAN PIUTANG. Pertemuan 12. INSTRUMEN KEUANGAN. KAS DAN PIUTANG ADALAH ASET KEUANGAN DAN DISEBUT INSTRUMEN KEUANGAN ATAU LIABILITAS KEUANGAN. Standar yang mengatur : PSAK 50 Instrumen keuangan :Penyajian Revisi 2010

Download Presentation

INSTRUMEN KEUANGAN, KAS DAN PIUTANG

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Presentation Transcript


Instrumen keuangan kas dan piutang

INSTRUMEN KEUANGAN, KAS DAN PIUTANG

Pertemuan 12


Instrumen keuangan kas dan piutang

INSTRUMEN KEUANGAN

KAS DAN PIUTANG ADALAH ASET KEUANGAN DAN DISEBUT INSTRUMEN KEUANGAN ATAU LIABILITAS KEUANGAN


Instrumen keuangan kas dan piutang

Standar yang mengatur :

PSAK 50 Instrumen keuangan :Penyajian Revisi 2010

PSAK 55 Instrumen keuangan : Pengakuan dan Penilaian Revisi 2010.

Psak 60 Instrumen Keuangan : Pengungkapan ()revisi 2010


Instrumen keuangan kas dan piutang

STANDAR PENILAIAN

STANDAR AKUNTANSI BERDASARKAN IFRS MENGGUNAKAN DASAR PENILAIAN WAJAR DAN DAMPAKNYA MEMBAWA PERUBAHAN BESAR DALAM PENERAPAN ATAU PRAKTIK


Instrumen keuangan kas dan piutang

CONTOHNYA

PERHITUNGAN AMORTISASI PREMIUM ATAU DISKON HARUS MENGGUNAKAN METODE BUNGA EFEKTIF JIKA BERSTANDAR IFRS


Instrumen keuangan kas dan piutang

BUNGA EFEKTIF

BUNGA YANG MENYAMAKAN NILAI WAJAR ASET KEUANGAN DENGAN NILAI KINI DARI PEMBAYARAN PEMBAYARAN/PENERIMAAN ASET KEUANGAN DIMASA DEPAN


Instrumen keuangan kas dan piutang

BENTUK INSTRUMEN KEUANGAN

PSAK 50 REVISI 2010: BERBENTUK ASET KEUANGAN, LIABILITAS KEUANGAN DAN INSTRUMEN EKUITAS


Instrumen keuangan kas dan piutang

ASET KEUANGAN

ASET KEUANGAN TERDIRI DARI:

Kas, baik dalam perusahaan maupun di bank.

Instrumen ekuitas yang diterbitkan oleh entitas lain. Biasanya dalam bentuk investasi dalam saham.

Hak Kontraktual


Instrumen keuangan kas dan piutang

1. Kas (diperusahaan/

Bank)

2. Instrumen ekuitas yang diterbitkan perusahaan lain (Investasi dalam Saham)

ASET KEUANGAN

4. Kontrak yang akan atau mungkin diselesaikan menggunakan instrumen ekuitas yang diterbitkan oleh entitas

3. Hak Kontraktual/Klaim entitas pada entitas lain.


Instrumen keuangan kas dan piutang

1. KAS

Kas yang dimiliki oleh perusahaan dalam bentuk tunai baik didalam perusahaan maupun di bank


Instrumen keuangan kas dan piutang

2. INSTRUMEN EKUITAS DITERBITKAN EKUITAS LAIN

Bentuk investasi dalam saham (yang akan dijual dalam waktu dekat dan tidak ditujukan untuk penyertaan saham dalam jangka panjang)


Instrumen keuangan kas dan piutang

3. HAK KONTRAKTUAL

A. Hak untuk menerima aset keuangan dari entitas lain. Contoh: Piutang, Investasi dlm obligasi dan perjanjian pemberian pinjaman


Instrumen keuangan kas dan piutang

HAK KONTRAKTUAL

Perjanjiannya bisa berbentuk perjanjian formal spt perjanjian kredit yang dikeluarkan oleh bank atau perjanjian kredit pembelian aset tetap


Instrumen keuangan kas dan piutang

HAK KONTRAKTUAL

Atauperjanjian tidak formal dan hanya didasarkan bukti pengriman barang dan faktur penagihan. Contoh piutang dagang.


Instrumen keuangan kas dan piutang

HAK KONTRAKTUAL

B. Hak untuk Mempertukarkan aset keuangan dengan entitas lain dengan kondisi berpotensi untung


Instrumen keuangan kas dan piutang

HAK KONTRAKTUAL

Contohnya

Forward, future atau bentuk opsi untuk mempertukarkan aset keuangan.


Instrumen keuangan kas dan piutang

MISALNYA:

Entitas memiliki kontrak untuk menukarkan piutang dalam mata uang USD sebesar $ 100.000, pada mata uang rupiah 5 bulan yad dengan kurs ditetapkan Rp 9.000 per $. Jika dalam 3 bulan yad kurs naik menjadi $ 9.300 maka entitas berpotensi untung.


Instrumen keuangan kas dan piutang

MISALNYA:

Kontrak dibuat tanggal 1 Oktober 20X1 dan jatuh tempo pada 1 Maret 20X2. Jika pada 31 Desember kurs $9.300 maka entitas akan mengakui potensi keuntungan sebesar 300 x $100.000 dan dicatat sebagai aset keuangan dan diakui sebagai keuntungan.


Instrumen keuangan kas dan piutang

4. KONTRAK YANG AKAN ATAU MUNGKIN DISELESAIKAN MENGGUNAKAN INSTRUMEN YANG DITERBITKAN OLEH ENTITAS

Non Derivatif.

Entitas harus atau mungkin diwajibkan untuk menerima sejumlah yang bervariasi dari instrumen keuangan yang diterbitkan entitas lain atau .............


Instrumen keuangan kas dan piutang

4. KONTRAK YANG AKAN ATAU MUNGKIN DISELESAIKAN MENGGUNAKAN INSTRUMEN YANG DITERBITKAN OLEH ENTITAS

Derivatif.

Derivatif yang akan atau mungkin diselesaikan selain dengan mempertukarkan sejumlah tertentu kas atau aset keuangan lain dengan sejumlah tertentu instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas (tidak termasuk instrumen keuangan yang mempunyai opsi jual)


Instrumen keuangan kas dan piutang

LIABILITAS


Instrumen keuangan kas dan piutang

ASET KEUANGAN

PSAK NO 55 Klasifikasi aser keuangan

Aset keuangan diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi (Fair value to profit and loss (FVPL).

Investasi dipegang hingga jatuh tempo (hel to maturities).

Pinjaman diberikan atas piutang (loans or receivable)

Aset keuangan tersedia untuk dijual (available to sale).


Instrumen keuangan kas dan piutang

Aset keuangan diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi

FVLP adalah aset keuangan yang dimaksudkan untuk tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat, disebut surat berharga diperdagangkan.

Bagi perusahaan : yang kegiatan utamanya menjual beli sekuritas aset ini merupakan aset utama perusahaan.

Dan bagi entitas lain : aset ini merupakan investasi sementara untuk memanfaatkan kelebihan likuiditas perusahaan


Instrumen keuangan kas dan piutang

KLASIFIKASI ASET KEUANGAN

Menurut PSAK 55 (Rev 2011) aset keuangan diklasifikasi sebagai Aset keuangan diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi (Fair value to profit and loss (FVPL) jika :

Diklasifikasi dalam kelompok diperdagangkan, diperoleh atau dimiliki untuk dijual kembali., merupakan bagian dari portofolio instrumen keuangan, merupakan derivatif yang bukan instrumen lindung nilai.

Pada saat pengakuan awal telah diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. Entitas menggunakan penetapan ini jika ketika melakukannya akan menghasilkan informasi yang lebih relevan.


Instrumen keuangan kas dan piutang

Investasi dipegang hingga jatuh tempo

(hel to maturities).

Aset non keuangan non derivatif dengan pembayaran tetap atau teloah ditentukan dan jatuh temponya telah ditetapkan serta entitas mempunyai intensif positif dan kemampuan untuk memiliki aset keuanga tersebut hingga jatuh tempo.


Instrumen keuangan kas dan piutang

Entitas harus menghitung tingkat suku bunga efektif untuk investasi ini.

Bunga efektif adalah: suku bunga yang secara tetap mendiskontokan pendapatanngan atau beban bunga selama eatimasi pembayaran atau penerimaan kas dimasa depan selama perkiraan umur dari instrumen keuangan untuk memperoleh nilai tercatat neto aset atau liabilitas keuangan.


Instrumen keuangan kas dan piutang

Pinjaman yang diberikan atau piutang

Aset keuangan non derivatif dengan pembayaran yang telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi pasar aktif kecuali yang termasuk dalam tiga kategori aset keuangan lain.

Kepemilikan aset keuangan kelompok aset yang bukan pinjaman yang diberikan atau piutang misalnya kepemilikan atas reksa dana tidak dapat diklasifikasikan sebagai pinjaman dan piutang.


Instrumen keuangan kas dan piutang

Pinjaman yang diberikan atau piutang...

Pada saat pengakuan awal pinjaman yang diberikan dan piutang diakui sebesar harga perolehan ditambah dengan biaya transaksi yang dapat diatribusikan langsung dengan perolehan pinjaman.

Setelah pengakuan awal pinjaman yang diberikan dan piutang ini akan diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif.


Instrumen keuangan kas dan piutang

Aset keuangan tersedia untuk dijual

Merupakan aset keuangan non derivatif yang ditetapkan tersedia untuk dijual atau tidak diklasifikasikan sebagai FVPL, HTM, dan LR. Jika tidak termasuk dalam tiga kategori keuangan sebelumnya maka akan diklasifikasikan sebagai Aset Keuangan tersedia untuk dijual / AFS.


Instrumen keuangan kas dan piutang

PENURUNAN NILAI

Aset keuangan yang diukur dengan harga perolehan diamortisasi serta aset keuangan tersedia untuk dijual dapat mengalami penurunan nilai.

Untuk aset keuangan yang dinilai dengan nilai wajar melalui laba rugi secara otomatis akan menurun nilainya mengikuti harga pasarnya sehingga tidak diperlukan evaluasi penurunan nilai.


Instrumen keuangan kas dan piutang

PENURUNAN NILAI

Aset keuangan atau kelompok aset keuangan yang mengalami penurunan nilai apabila nilai tercatat atau biaya perolehan dimaortisasi lebih tinggi daripada nilai yang dapat diperoleh kembali.

Evaluasi atas apakah terdapat bukti objektif penurunan nilai harus dilakukan setiap tanggal laporan posisi keuangan.


Instrumen keuangan kas dan piutang

Bukti Objektif penurunan nilai

Bila terdapat bukti objektif penurunan nilai, maka harus dilakukan estimasi nilai yang dapat diperoleh kembali dan mengakui kerugian penurunan nilai, sebesar selisih nilai tercatat dan nilai yang dapat diperoleh kembali.

TETAPI KERUGIAN YANG DIPERKIRAKAN AKAN TIMBUL DARI PERISTIWA DIMASA DEPAN TIDAK DIAKUI.


Instrumen keuangan kas dan piutang

Bukti objektif dapat dilihat dari :

Kesulitan Keuangan signifikan yang dialami penerbit atau peminjam.

Pelanggaran kontrak, seperti terjadinya wanprestasi atau tunggakan pembayaran pokok bunga.

Restruktisasi atau keringanan (konsesi) akibat pihak peminjam mengalami kesulitan.

Peminjam akan dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi keuangan lainnya.

Hilangnya pasar aktif dari aset keuangan akibat kesulitan keuangan.

Kemungkinan besar bangkrut.


Instrumen keuangan kas dan piutang

KAS

Kas adalah aset keuangan yang digunakan untuk kegiatan operasional perusahaan.

Kas aset yang paling likuid yang dapat digunakan untuk membayar kewajiban perusahaan.

Kas dibahas dalam instrumen keuangan karena tidak ada standar khusus yang terkait dengan kas.

Kas terdiri atas :

Uang kartal yang tersimpan di dalam entitas.

Uang yang tersimpan din dalam rekening bank

Setara kas.


Instrumen keuangan kas dan piutang

GUNA KAS

SEBAGAI ALAT PEMBAYARAN UNTUK AKTIVITAS OPERASI PERUSAHAAN TANPA PEMBATASAN (ASET LANCAR).

2. DIGUNAKAN UNTUK TUJUAN TERTENTU, SEHINGGA TIDAK BEBAS UNTUK DIGUNAKAN.

Kas yang disimpan untuk tujuan tertentu tidak boleh dianggap kas tapi dikalsifikasikan sebagai dana cadangan. (ASET TIDAK LANCAR.)


Instrumen keuangan kas dan piutang

KAS DALAM MATA UANG ASING

KAS DALAM MATA UANG ASING = TETAP DIANGGAP KAS.

PELAPORAN DALAM MATA UANG ASING MENGGUNAKAN KURS SPOT YANG BERLAKU DALAM TANGGAL NERACA.

KUR DIANGGAP KAS : KURS JUAL, KURS BELI DAN KURS TENGAH.


Instrumen keuangan kas dan piutang

SETARA KAS (KAS EKUIVALEN) PSAK 2

Setara kas termasuk kategori instrumen keuangan. Setara kas adalah investasi jangka pendek yang sangat likuid.

Agar dapat diklasifikasikan dalam setara kas harus memenuhi karateristik:

Dapat dikonversi menjadi kas pada jumlah tertentu tanpa risiko perubahan nilai dan jatuh temponya sangat dekat.


Instrumen keuangan kas dan piutang

CONTOH SETARA KAS

Deposito dengan jangka waktu kurang dari tiga bulan serta tidak dijaminkan. Dan instrumen pasar uang yang diperoleh dan akan dicairkan dalam jangka waktu kurang dari tiga bulan.

Saham tidak termasuk dalam instrumen keuangan, karena saat dijual tidak diketahui jumlah kas yang akan diterima saat dijual.


Instrumen keuangan kas dan piutang

Compensating Balance

Entitas yang melakukan perjanjian dengan bank terkait dengan pinjaman atau kredit. Dalam perjanjian disebutkan bahwa pinjman yang diberikan tidak dapat diambil semua namun harus menyisakan saldo minimum dalam rekening bank tersebut.

Pelaporannya dalam laporan keuangan disajikan terpisah dapat sebagai aset lancar maupun tidak lancar, tergantung lamanya waktu pinjaman.

Jika pinjman jangka panjang maka disajikan sebagai aset lancar.


Instrumen keuangan kas dan piutang

BANK OVERDRAFF

KONDISI DIMANA JUMLAH CEK YANG DITARIK DALAM REKENING MELEBIHI SALDO KAS.

BANK OVERDRAFF DIKLASIFIKASIKAN SEBAGAI UTANG DAGANG (ACCOUNT PAYABLE), JIKA JUMLAHNYA MATERIAL DISAJIKAN TERSENDIRI.


Instrumen keuangan kas dan piutang

PENGENDALIAN KAS

Kas adalah aset yang paling likuid, mudah diselewengkan, oleh karena itu harus dikendalikan.

Perlindungan terhadap kas dapat dilakukan secara fisik maupun perlindungan untuk menjaga agar kas tidak digunakan untuk kepentingan yang tidak seharusnya.


Instrumen keuangan kas dan piutang

BENTUK PENGENDALIAN TERHADAP KAS

1. Terdapat pemisahan tugas antara pihak yang melakukan otorisasi dengan pembayaran, pihak pengelola dengan pencatatan, pihak pengguna dan pembayar. Tingkat pemisahan disesuaikan dengan kebutuhan entitas. Utamanya harus ada krosscek dan kontrol dari pihak lain sehingga penyalahgunaan wewenang dapat dihindari.


Instrumen keuangan kas dan piutang

BENTUK PENGENDALIAN TERHADAP KAS

2. Penggunaan lemari besi (brankas) dan ruang tertutup dengan akses terbatas.

3. Penerimaan dan pengeluaran kas menggunakan rekening berbeda.

4. Pengeluaran kas menggunakan cek, sehingga terdapat pengendalian pencatatan oleh pihak lain.

5. Penerimaan kas dilakukan melalui bank, untuk keamanan dan pengendalian catatan.

6. Penggunaan sistem imprest kas kecil untuk memenuhi kebutuhan kas kecil.

7. Rekonsiliasi antara pencatatan perusahaan dengan rekening koran bank.


Instrumen keuangan kas dan piutang

SISTEM IMPRES KAS KECIL

KAS KECIL DIBENTUK UNTUK KEPERLUAN DALAM JUMLAH KECIL DAN JUMLAHNYA DISESUAIKAN DENGAN KEBUTUHAN ENTITAS, MAKIN BESAR UKURAN ENTITAS MAKA MAKIN BESAR PULA JUMLAH KAS KECILNYA.

TERDAPAT 2 SISTEM KAS KECIL YAITU : SISTEM IMPREST (DANA TETAP) DAN FLUCTUATING SYSTEM (DANA TIDAK TETAP).


Instrumen keuangan kas dan piutang

SYSTEM IMPREST (DANA TETAP)

  • MEKASNISME KAS KECIL DENGAN MEMPERTAHANKAN DANA TETAP.

  • AWALNYA DIBENTUK DANA KAS KECIL DALAM JUMLAH TERTENTU.

  • SETIAP PENGELUARAN HARUS ADA BUKTINYA TAPI TIDAK DIJURNAL

  • JIKA JUMLAH KAS KECIL BERKURANG MAKA AKAN DI GANTI DAN DIBUATKAN JURNALNYA

  • SETELAH PENGGANTIAN MAKA SALDO KAS KECIL AKAN KEMBALI SEPERTI SEMULA.


Instrumen keuangan kas dan piutang

FLUCTUATING SYSTEM

  • JUMLAH DANA KAS KECIL TIDAK DITETAPKAN DALAM JUMLAH TERTENTU.

  • SALDO BERVARIASI DARI WAKTU KE WAKTU

  • PENGGANTIAN TIDAK DIDASAR JUMLAH TERPAKAI TAPI DITETAPKAN SEJUMLAH TERTENTU.

  • MISALNYA : PERTAMA KALI DANA KAS KECIL RP 500.000 SETIAP BULAN DIGANTI DENGAN JUMLAH YANG SAMA TANPA MEMPERHATIKAN JUMLAH TERPAKAI SEHINGGA SALDO KAS KECIL SELALU BERUBAH-UBAH.


Instrumen keuangan kas dan piutang

ILUSTRASI KAS KECIL

Perusahaan ABC menunjuk kasir untuk mengelola pengeluaran kas untuk keperluan operasional. Kas kecil ditentukan Rp 10.000.000. dan jumlah minimal kas kecil Rp 1.000.000 untuk itu perusahaan menarik kas di bank, dan dikelola oleh kasir. Jurnalnya adalah :

Kas kecil 10.000.000.

Kas dibank10.000.000.


Instrumen keuangan kas dan piutang

ILUSTRASI KAS KECIL

Kas kecil digunakan untuk :

Membayar konsumsi rapat 1 Desember 2011 Rp 500.000.

Membayar biaya honor tenaga tidak tetap 10 Desember 2011 Rp 2.500.000.

Membayar biaya transfortasi untuk pengiriman tgl 12 Desember 2011 Rp 3.000.000.

Membayar biaya pemeliharaan tgl 15 Desember 2011 Rp 2.000.000.

(saat pengeluaran tidak dijurnal, tapi dibuat bukti pengeluarannya)


Instrumen keuangan kas dan piutang

ILUSTRASI KAS KECIL

Tanggal 20 Desember dilakukan penggantian uang kas kecil Rp 8.000.000. dana yang tersisa Rp 2.000.000. untuk itu dibuat cek untuk mengganti dana kas kecil, pada saat penggantian dibuat jurnal pengeluaran kas yang terjadi dan kas bank.

Beban Konsumsi500.000

Beban gaji2.500.000

Beban Transfortasi3.000.000

Beban Pemeliharaan2.000.000

Kas di bank8.000.000


Instrumen keuangan kas dan piutang

JIKA MENGGUNAKAN MATA UANG ASING

JIKA KAS KECIL DITETAPKAN MENGGUNAKAN MATA UANG ASING, MAKA PENCATATAN AKAN DILAKUKAN MENGGUNAKAN MATA UANG FUNGSIONAL SESUAI PSAK 10 (PENGARUH PERUBAHAN KURS MATA UANG ASING). SETIAP TRANSAKSI DICATAT KE DALAM MATA UANG FUNGSIONAL DENGAN MENGGUNAKAN KURS SPOT. JIKA PADA TANGGAL PELAPORAN MASIH MENGGUNAKAN MATA UANG ASING MAKA MENGGUNAKAN MATA UANG FUNGSIONAL DENGAN KURS SPOT SAAT PELAPORAN.


Instrumen keuangan kas dan piutang

REKONSILIASI BANK

  • Rekonsiliasi digunakan untuk kas yang ada dibank

  • Dilakukan setiap akhir periode


Instrumen keuangan kas dan piutang

Tujuan Rekonsiliasi Bank

  • Untuk mencocokkan antara pencatatan di perusahaan dengan pencatatan yang dilakukan oleh bank yang mengelola uang perusahaan.

  • Rekonsiliasi dapat mengurangi potensi timbulnya kesalahan pencatatan dan potensi hilangnya uang perusahaan.

  • Namun untuk tujuan pengendalian, rekonsiliasi dapat dilakukan setiap bulan.


Instrumen keuangan kas dan piutang

PENYEBAB PERBEDAAN SALDO BANK DENGAN SALDO PERUSAHAAN

Penerimaan dilakukan oleh bank, belum diketahui oleh entitas.

Misalnya: pelanggan melakukan pelunasan piutang dengan transfer ke rekening bank, namun belum diberitahukan ke entitas.

Maka penerimaan ini harus ditambahkan ke saldo kas entitas, jurnal penyesuaiannya dengan mendebit kas dan mengkredit piutang usaha/pendapatan (tergantung transaksinya)


Instrumen keuangan kas dan piutang

2. Penerimaan yang diketahui oleh entitas tapi belum disetor oleh entitas atau sudah disetor tapi belum terlihat dalam rekening koran bank.

Misalnya: setoran tanggal 31 Januari baru terlihat di rekening koran bank tanggal 1 Februari atau bulan februari.

Penerimaan ini harus ditambahkan ke dalam rekening bank, karena kas tersebut sudah menjadi hak entitas. Penerimaan ini sudah dicatat entitas dan tidak perlu lagi jurnal penyesuaian


Instrumen keuangan kas dan piutang

3. Pengeluaran yang dilakukan oleh bank tapi belum namun belum diketahui oleh entitas. Seperti beban adminstrasi bank, pembayaran angsuran, telepon yang dilakukan dengan auto debet dari rekening bank.

Pengeluaran ini harus dikurangkan dari saldo kas entitas. Jurnal penyesuaiannya dengan mendebit beban administrasi dan mengkredit kas.


Instrumen keuangan kas dan piutang

4. Pengeluaran yang dilakukan oleh entitas tetapi belum diambil oleh pemegang ce.

Entitas melakukan pengeluaran dengan mengeluarkan cek, tetapi pemegang cek belum mencairkan cek tersebut. Cek tersebut disebut cek beredar atau out standing cek. Cek ini menunjukkan kas bukan lagi milik entitas.


Instrumen keuangan kas dan piutang

Saldo kas dalam rekening bank harus dikurangkan sejumlah cek yang masih beredar untuk mendapatkan saldo kas entitas yang sebenarnya. Tidak perlu dibuat penyesuaian karena entitas telah mencatat transaksi ini


Instrumen keuangan kas dan piutang

5. Kesalahan mencatat baik oleh bank maupun entitas.

Jika terdapat perbedaan nilai transaksi dengan bukti yang sama, maka harus ditelusuri pihak mana yang melakukan kesalahan.


Instrumen keuangan kas dan piutang

Jika kesalahan tersebut dilakukan oleh entitas maka dibuat jurnal penyesuaian untuk memperbaiki kesalahan tersebut.

Jika kesalahan dilakukan oleh bank maka entitas harus melaporkannya kebank sehingga bank dapat menindaklanjuti dengan melakukan koreksi atas kesalahan tersebut.


Instrumen keuangan kas dan piutang

ILUSTRASI REKONSILIASI BANK

Entitas A, dalam catatan kasnya menunjukkan saldo Rp 20.502.000 pada 31 Januari 20X1, sedangkan menurut rekening koran bank menunjukkan saldo akhir Rp 22.190.000.. Berikut item-item yang berbeda antara mutasi pencatatan di entitas dan rekening koran yang perlu mendapat perhatian:

Setoran sebesar Rp 3.680.000 dilakukan pada 31 Januari namun belum muncul pada laporan bank.

Cek yang ditulis pada bulan Januari, namun belum belum dicairkan berjumlah Rp 5.001.000.

Bunga pinjaman sebesar Rp 600.000 langsung didebit dari rekening bank belum diketahui entitas.

Bank mengenakan beban administrasi Rp 18.000 belum dicatat oleh entitas.


Instrumen keuangan kas dan piutang

ILUSTRASI REKONSILIASI BANK

2. Cek yang ditulis pada bulan Januari, namun belum dicairkan berjumlah 5.001.000.

3. Bunga pinjaman sebesar Rp 600.000 langsung didebit dari rekening bank belum diketahu entitas.

4. Bank mengenakan beban administrasi Rp 18.000 dan belum dicatat oleh entitas.

5. Cek dari pelanggan sebesar Rp 220.000, tidak dapat diuangkan karena dananya tidak cukup.

6. Perusahaan melakukan kesalahan pencatatan, cek untuk pembayaran hutang sebesar Rp 131.000, namun dicatat Rp 311.000.

7. Bank salah mencairkan cek sebesar Rp 175.000 dimana seharusnya merupakan cek dari rekening entitas lain bukan entitas A.


Instrumen keuangan kas dan piutang

ILUSTRASI REKONSILIASI BANK (lanjutan..)

Cek dari pelanggan sebesar Rp 220.000 tidak dapat diuangkan karena dananya tidak cukup.

Perusahaan melakukan kesalahan pencatatan, cek untuk pembayaran hutang sebesar Rp 131.000, namun dicatat Rp 311.000.

Bank salah mencairkan cek sebesar Rp 175.000, dimana seharusnya merupakan cek dari rekening entitas lain, bukan entitas A.


Instrumen keuangan kas dan piutang

JURNAL REKONSILIASI

Kas Rp 600.000

Pendapatan BungaRp 600.000

(Mencatat bunga yang diterima dari bank)

KasRp 180.000

Utang Usaha Rp 180.000

(Kesalahan pencatatan angka cek oleh perusahaan)

Beban Adminstrasi Bank18.000

Kas18.000

(Pencatatan beban administrasi dari bank)

Piutang UsahaRp 220.000

Kas220.000

(cek dari konsumen yang tidak dapat diuangkan).


Instrumen keuangan kas dan piutang

Penjelasan

Dalam proses audit, rekonsiliasi tidak hanya dilakukan untuk mendapatkan saldo kas yang sebenarnya harus disajikan dalam laporan keuangan. Auditor juga perlu melakukan rekonsiliasi pembuktian.

Rekonsiliasi ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi perbedaan antara saldo tersebut. Rekonsiliasi pembuktian dilakukan dalam rangka audit namun tidak dilakukan dalam rangka menentukan saldo kas dalam laporan keuangan.


Instrumen keuangan kas dan piutang

PENYAJIAN

Kas di laporan keuangan disajikan dalam kelompok Aset Lancar diurutan paling atas, namun dalam IFRS 1 Presentation of Financial Statement meletakkan aset lancar pada bagian bawah sehingga kas diletakkan pada bagian paling bawah dalam laporan posisi keuangan.

Kas dapat disajikan dalam laporan keuangan sebagai berikut:

Kas dan setara kas (Cah and Equivalent Cash)

(contoh penyajian di entitas terdaftar di BEI)


Instrumen keuangan kas dan piutang

Penyajian

Kas xxx

Giro pada bank Indonesiaxxx

Giro Pada Bank Lainxxx

(Penyajian di entitas bank )

Kas xxx

Setara Kasxxx

4. Kasxxx

Kas dibankxxx

Setara Kasxxx


Instrumen keuangan kas dan piutang

PIUTANG DAN PINJAMAN YANG DIBERIKAN

DEFENISI :

Piutang merupakan klaim suatu perusahaan pada pihak lain.

Perusahaan Dagang

Perusahaan

Manufaktur

Yang muncul

Piutang Dagang dan

Piutang Lainnya

Di lap keu

disebut

Disebut Piutang

Usaha


Instrumen keuangan kas dan piutang

PIUTANG DAN PINJAMAN YANG DIBERIKAN

DEFENISI :

Piutang merupakan klaim suatu perusahaan pada pihak lain.

PERBANKAN

Yang muncul

Kredit yang

disalurkan

diLap keu disebut

Pinjaman yang

diberikan


Instrumen keuangan kas dan piutang

PIUTANG DAN PINJAMAN YANG DIBERIKAN

DEFENISI :

Piutang merupakan klaim suatu perusahaan pada pihak lain.

PERUSAHAAN PEMBIAYAAN SELAN BANK

Muncul dari

Jenis Pembiayaan

diLap keu disebut

Piutang Pembiayaan

(konsumen), pembiayaan sewa, kartu kredit dan lain-lain


Instrumen keuangan kas dan piutang

BENTUK KLAIM

BERDASARKAN PERJANJIAN TERTULIS (WESEL TAGIH) / PROMISSORY NOTE / NOTES RECEIVABLE.

PERJANJIAN ATAU KOMITMEN TIDAK TERTULIS (FAKTUR) / INVOICEDARI TRANSAKSI PENJUALAN YANG DISEBUT PIUTANG DAGANG ATAU ACCOUNT RECEIVABLE ATAU TRADE RECEIVABLE.


Instrumen keuangan kas dan piutang

PENYAJIAN

DALAM PENYAJIAN DISEBUT : PIUTANG DARI PIHAK BERELASI (PSAK 7 PENGUNGKAPAN PIHAK BERELASI) DAN PIUTANG DARI PIHAK KETIGA

PIUTANG DAGANG MUNCUL DARI TRANSAKSI PENDAPATAN DAN PENJUALAN YANG DILAKUKAN SECARA KREDIT. BIASANYA TIDAK BERBUNGA DAN WAKTU PELUNASAN SINGKAT TERGANTUNG KEBIJAKAN KREDIT YANG DIBERIKAN.


Instrumen keuangan kas dan piutang

PIUTANG LAINNYA

PIUTANG YANG TIDAK TERKAIT DENGAN PENJUALAN ATAU PENDAPATAN DISEBUT PIUTANG LAINNYA (NON TRADE RECEIVABLE). SEPERTI

JUMLAHNYA TIPIUTANG KARYAWAN, PERUSAHAAN AFILIASI, PEMEGANG SAHAM, PIUTANG PAJAK, PIUTANG KLAIM ASURANSI, PIUTANG BUNGA, PIUTANG DIVIDEN, PIUTANG JAMINAN PELANGGAN DAN PIUTANG JAMINAN PENGEMBALIAN BARANG DARI PELANGGAN.DAK SIGNIFIKAN JIKA DIBANDINGKAN DENGAN PIUTANG DAGANG ATAU PIUTANG USAHA.


Instrumen keuangan kas dan piutang

KREDIT YANG DISALURKAN OLEH BANK

Kredit yang disalurkan oleh bank adalah bentuk piutang atau pinjaman yang disalurkan dan ada bunganya.

Memiliki dokumen perjanjian yang lengkap yang berisi tingkat suku bunga, jangka waktu peminjaman, tata cara pelunasan dan jaminan atas kredit tersebut.


Instrumen keuangan kas dan piutang

BEDA WESEL TAGIH DENGAN KREDIT

BEDA WESEL TAGIH DENGAN KREDIT : TERLETAK PADA PERJANJIANNYA.

PERJANJIAN KREDIT BANK : DALAM BENTUK KONTRAK PERJANJIAN FORMAL.

WESEL TAGIH : BENTUK JANJINYA DALAM SELEMBAR SURAT BERHARGA.


Instrumen keuangan kas dan piutang

Wesel tagih

Wesel tagih (promissory notes/notes receivable):

Klaim perusahaan kepada pihak ketiga yang didukung janji tertulis untuk membayar sejumlah tertentu dan dalam jangka waktu tertentu.

PENERBIT WESEL DISEBUT WESEL BAYAR

PENERIMA WESEL DISEBUT WESEL TAGIH (KARENA MEMILIKI HAK KLAIM) UNTUK MENAGIH.


Instrumen keuangan kas dan piutang

Karakteristik Wesel Tagih

  • Wesel tagih tidak bersyarat.

  • Dibuat oleh pihak yang satu untuk pihak yang lain.

  • Ditandatangi oleh pihak pembuatnya

  • Untuk membayar sejumlah uang atas permintan atau tanggal yang ditetapkan dimasa yang akan datang kepada pihak yang memerintahkan atau membawanya.


Instrumen keuangan kas dan piutang

WESEL TAGIH ...........lanjutan

  • Janji untuk membayar ini dituangkan dalam selembar surat berharga yang didalamnya menyebutkan:

  • Tanggal Penerbitan

  • Tanggal Pembayaran

  • Jumlah Nominal

  • Tingkat Bunga

  • Pihak yang akan membayar

  • Bank yang ditunjuk untuk melakukan pembayaran.

  • Biasanya memiliki bunga


Instrumen keuangan kas dan piutang

DISKON

Wesel Tagih biasanya berbunga, namun ada juga yang tidak berbunga, yang tidak berbunga akan dijual dengan DISKON (lebih rendah dari nilai nominal) dan pihak penerbit akan menerima uang lebih rendah di masa yang akan datang.

Diskon merupakan bentuk bunga yang diterima dimuka

Wesel tagih dapat dijual oleh pemegangnya sebelum tanggal jatuh tempo.


Instrumen keuangan kas dan piutang

BEDA WESEL TAGIH DENGAN OBLIGASI

  • TERLETAK PADA KEBERADAAN PASAR.

  • WESEL TAGIH DAPAT DIPERJUALBELIKAN NAMUN TIDAK ADA PASAR SEPERTI HALNYA JUAL BELI OBLIGASI (PASAR MODAL).

  • OBLIGASI BIASANYA DITERBITKAN DALAM JUMLAH BESAR DAN DIJUAL DIPASAR MODAL DAN MEMILIKI REGULASI ATAU KETENTUAN KHUSUS.

  • WESEL TAGIH TIDAK MEMILIKI REGULASI KARENA DASARNYA LEBIH PADA PERIKATAN PERJANJIAN ANTARA PIHAK PENERBIT, PENERIMA DAN PEMBAYAR.


Instrumen keuangan kas dan piutang

GUNA WESEL TAGH

  • WESEL TAGIH DAPAT DITERBITKAN GUNA:

  • MEMBAYAR PENJUALAN

  • MEMBAYAR PIUTANG YANG TELAH JATUH TEMPO

  • DITERBITKAN DALAM RANGKA MEMPEROLEH PINJAMAN.


Instrumen keuangan kas dan piutang

PENERIMAAN WESEL TAGIH

WESEL TAGIH DAPAT DITERIMA SETELAH TANGGAL PENERBITAN, SEHINGGA WESEL TAGIH BERBUNGA HARUS DIPERHITUNGKAN PENDAPAT BUNGA YANG HARUS DITERIMA DAN MENAMBAH KAS PIHAK YANG MENERIMA.

PADA SAAT PEMBAYARAN BUNGA PIHAK PENERIMA AKAN MENERIMA PEMDAPATAN BUNGA PENUH SESUAI JANGKA WAKTU WESEL TAGIH.


Instrumen keuangan kas dan piutang

ILUSTRASI

TRANSAKSI WESEL TAGIH

PT Sakura menerima wesel tagih dari PT Lili untuk melunasi piutang dagang yang telah jatuh tempo. Wesel tagih tersebut memiliki nilai nominal RP 30.000.000 dan bunga 12 %. Wesel tersebut diterbitkan tanggal 1 Nopember 2011 dengan jangka wakti 120 hari. Bunga dan pokok akan dibayarkan pada saat jatuh tempo.

Wesel tersebut akan jatuh tempo tanggal

29 Februari 2011


Instrumen keuangan kas dan piutang

Ilustrasi wesel tagih..............

Wesel tersebut akan jatuh tempo tanggal

29 Februari 2011

Jangka waktu wesel tagih 120 hari diterbitkan tanggal 1 Nopember 2011

BulanJumlah HariAkumulasi waktu

Nopember 30 - 129

Desember3160

Januari3191

Februari29120


Instrumen keuangan kas dan piutang

JURNALNYA

Jurnal pada saat penerbitan oleh PT Sakura:

Wesel Tagih30.000.000

Piutang Dagang30.000.000

Jurnal penyesuaian untuk pengakuan bunga berjalan dari 1 Nopember hingga 31 Desember 2012

30.000.000 x 12% x 60/360 =600.000

Piutang Bunga600.000

Pendapatan Bunga600.000


Instrumen keuangan kas dan piutang

JURNAL PADA SAAT PELUNASAN

Bunga dari 1 Januari sampai 29 Februari 2012

30.000.000 x 12% x 60/360 = 600.000

Kas yang diterima adalah :

Jumlah pokok wesel tagih Rp 30.000.000

Ditambah bunga selama 120 hariRp 1.200 .000

TotalRp 31.200.000

Jurnalnya:

Kas31.200.000

Pendapatan Bunga600.000

Piutang Bunga600.000

Wesel Tagih30.000.000


Instrumen keuangan kas dan piutang

ILUSTRASI

WESEL TAGIH

PT Tiara menjual tanah pada PT Bintang Laut tanggal 2 Januri 2011. Penjualan ini tidak dilakukan secara tunai tetapi untuk pembayarannya PT Bintang Laut menerbitkan wesel tagih dengan nilai nominal Rp 500.000.000 dan akan jatuh tempo 5 tahun yang akan datang.


Instrumen keuangan kas dan piutang

Ilustrasi wesel tagih lanjutan.....

Harga pasar tanah tersebut pada tanggal penjualan pasti lebih rendah dari Rp 500.000.000 karena nilai Rp 500.000.000 telah memperhitungkan jangka waktu pembayaran yang akan dilakukan 5 tahun mendatang.

Bunga pasar yang berlaku sebesar 10%. Nilai tanah dalam PT Tiara tercatat Rp 250.000.000


Instrumen keuangan kas dan piutang

Ilustrasi wesel tagih lanjutan.....

Nilai kini wesel tagih mencerminkan nilai wajar tanah tersebut pada tanggal penjualan adalah :

Rp 500.000.000 x 0,62092 (PV n=5, i = 10% tabel bunga buku Niswonger halaman A-3) = 319.460.000

Diskon atas wesel tagih 500.000.000 -319.460.000 = 189.540.000

Keuntungan penjualan tanah Rp 310.460.000 – 50.000.000 = 60.460.000


Instrumen keuangan kas dan piutang

JURNALNYA

SAAT PENJUALAN TANAH:

Wesel Tagih500.000.000

Tanah250.000.000

Diskon189.540.000

Keuntungan Penjualan Tanah60.460.000

JURNAL PENYESUAIAN UTK AMORTISASI DISKON TANGGAL 31 DESEMBER 2011:

Diskon 31.046.000

Pendapatan Bunga 31.046.000


Instrumen keuangan kas dan piutang

SeteLah jurnal penyesuaian tersebut didiskon akan menjadi Rp 189.540.000 - 31.046.000 = 158.494.000. Jurnal penyesuaian tersebut dibuat setiap akhir tahun sampai tahun ke 5. pada akhir tahun ke 5 nilai diskon menjadi nol.

JURNAL PADA tahun ke lima adalah :

Jurnal amortisasi diskon dan

Jurnal pelunasan wesel tagih.


Instrumen keuangan kas dan piutang

SKEDUL AMORTISASI DISKON

ATAS WESEL TAGIH


Instrumen keuangan kas dan piutang

KETERANGAN

WESEL TAGIH DAPAT DILUNASI SEKALIGUS ATAUPUN ANGSURAN.

PEMBAYARAN DAPAT DILAKUKAN DALAM JUMLAH TERTENTU DARI NILAI POKOK DITAMBAH BUNGA.


Instrumen keuangan kas dan piutang

WESEL TAGIH DENGAN PEMBAYARAN POKOK WESEL TETAP

PT Melati menerima wesel tagih dari PT Seruni untuk melunasi penjualan mobil. Harga pokok penjualan mobil tsb Rp 100.000.000. Wesel tagih tersebut memiliki nilai nominal Rp 120.000.000, bunga 12 %. Wesel tersebut diterbitkan pada tanggal 31 Desember 2011 dan jangka waktunya 12 bulan. Pokok wesel akan diangsur 12 kali masing-masing Rp 10.000.000 ditambah dengan bunga yang dihitung dari pokok yang masih tersisa. Pembayaran dilakukan setiap akhir bulan.


Instrumen keuangan kas dan piutang

JURNALNYA :

JURNAL SAAT MENERIMA WESEL TAGIH DARI PT SERUNI:

Wesel Tagih 120.000.000

Penjualan120.000.000

MENCATAT HARGA POKOK PENJUALAN DAN MENGURANGI NILAI PERSEDIAAN:

Harga Pokok Penjualan100.000.000

Persediaan100.000.000


Instrumen keuangan kas dan piutang

JURNAL angsuran pertama :

Jurnal pada saat pembayaran angsuran pertama ditambah bunga pada 31 Januari 2012.

Bunga dari 30 Desember sampai 31 Januari dihitung bulanan Rp 120.000.000 x 12% x 1/12 = 1.200.000

Kas 11.200.000

Pendapatan Bunga1.200.000

Wesel Tagih10.000.000


Instrumen keuangan kas dan piutang

JURNAL angsuran kedua:

Jurnal pada saat angsuran ke 2 ditambah bunga tanggal 29 Pebruari 2012.

Bunga dari tanggal 31 Januari sampai 29 Februari dihitung bulanan 110.000 x 12 % x 1/12 = 1.100.000.

Kas11.100.000

Pendapatan Bunga1.100.000

Wesel tagih10.000.000


Instrumen keuangan kas dan piutang

JURNAL ANGSURAN TERAKHIR

Jurnal pembayaran angsuran terakhir ditambah bunga 31 Desember 2012, bunga dari tanggal 30 Nopember 2012 sampai 31 Desember 2012

10.000.000 x 12% x 1/12 = 100.000

Kas 10.100.000

Pendapatan Bunga100.000

Wesel Tagih10.000.000


Instrumen keuangan kas dan piutang

WESEL TAGIH DENGAN PEMBAYARAN ANGSURAN TETAP

PT Matahari menerima wesel tagih dari PT Edelweis untuk melunasi penjualan mesin sebesar Rp 300.000.000. Harga pokok mesin tersebut Rp 250.000.000. Wesel tersebut berbunga 12 % dan diterbitkan tanggal 31 Desember 2011 dengan jangka waktu 12 bulan. Pokok akan diangsur selama 3 kali dengan jumlah angsuran yang sama dan pembayar dilakukan setiap akhir tahun.


Instrumen keuangan kas dan piutang

PERHITUNGAN JUMLAH ANGSURAN

Nilai pokok = nilai kini Rp 300.000.000. PVA, n=3, i = 12% adalah Rp 2.40183.

Nilai angsuran adalah Rp 300.000.000 : 2,40183 (PVA, n=3, i=12%) = 124,904,690.

Jurnal yang dibuat oleh PT Matahari pada saat penerimaan wesel tagih dari PT Edelweis 31 Desember 2011 adalah :


Instrumen keuangan kas dan piutang

JURNALNYA...

Jurnal PT Matahari saat penerimaan wesel tagih:

Wesel Tagih300.000.000

Penjualan300.000.000

Mencatat harga pokok penjualan dan pengurangan nilai persediaan:

Harga pokok persediaan250.000.000

Persediaan250.000.000


Instrumen keuangan kas dan piutang

Jurnalnya......

  • Saat pembayaran angsuran pertama (1) :

  • Bunga dihitung sebesar Rp 300.000.000 x 12% = 36.000.000.

  • Jumlah angsuran atas pokok dihitung dari jumlah angsuran dikurangi dengan bunga :

  • 124.904.690 – 36.000.000 = 88.904.690

  • Skedul bunga dan pengurangan pokok sbb:


Instrumen keuangan kas dan piutang

SKEDUL BUNGA

  • Skedul bunga dan pengurangan pokok sbb:


Instrumen keuangan kas dan piutang

JURNALNYA:

Kas 124.904.690

Pendapatan Bunga 36.000.000

Wesel Tagih88.904.690


Instrumen keuangan kas dan piutang

Jurnal saat pembayaran angsuran ke 2, 31 Des 2013:

Saldo wesel pada akhir tahun ke 2 setelah pembayaran bunga adalah saldo awal dikurangi angsuran pokok tahun pertama:

Rp 300.000.000 – 88.904.690 = 211.095.310

Bunga dihitung sebesar Rp 211.095.310 x 12% = 25.331.437

Jumlah angsuran atas pokok dihitung dari jumlah angsuran dikurangi dengan bunga :

124.904.690 – 25.331.437 = 99.573.253


Instrumen keuangan kas dan piutang

JURNALNYA

Kas124.904.690

Pendapatan Bunga 25.331.437

Wesel Tagih99.573.253


Instrumen keuangan kas dan piutang

Jurnal saat pembayaran angsuran ke tiga tgl 31 Desember 2014:

Saldo wesel akhir tahun ke dua setelah pembayaran bunga adalah saldo awal dikurangi angsuran pokok tahun pertama:

Rp 211.095.310 – 99.573.253 = 111.522.057

Bunga dihitung sebesar 111.522.057 x 12% = 13.382.633

Jumlah angsuran atas pokok dihitung dari jumlah angsuran dikurangi dengan bunga :

Rp 124.904.690 – 13.382.633 = 99.573.253


Instrumen keuangan kas dan piutang

JURNALNYA :

Kas 124.904.690

Pendapatan Bunga13.382.633

Wesel Tagih111.522.057


Instrumen keuangan kas dan piutang

Transaksi wesel tagih dengan pemberian pinjaman tidak berbeda. Transaksi pemberian kredit oleh bank atau lembaga keuangan, pencatatanta tidak berbeda secara konsep dengan wesel tagih.

Perbedaanya terletak pada nama perkiraan yang digunakan.


Instrumen keuangan kas dan piutang

Utk kredit bank selain pendapatan bunga, bank terkadang harus mengeluarkan biaya administrasi atau membebankan biaya transaksi kepada nasabah yang meminjam, biaya transaksi ini harus diperhitungkan dalam menentukan suku bunga efektif.


Instrumen keuangan kas dan piutang

PENGAKUAN AWAL piutang

Piutang diakui pada laporan keuangan jika entitas tersebut menjadi bagian dalam kontrak piutang tersebut.

Dalam transaksi pengakuan piutang dikaitkan dengan pengakuan pendapatan.

PSAK 55, Piutang diakui oleh entitas sebesar nilai wajar.

Nilai wajar adalah harga perolehan atau nilai pertukaran antara kedua belah pihak pada tanggal transaksi.


Instrumen keuangan kas dan piutang

PENGAKUAN AWAL piutang

Piutang dagang dan piutang usaha jarang sekali menetapkan bunga.

Jangka waktu waktu relatif pendek sehingga bunganya kecil dan tidak material.

Misal:

Penjualan terjadi tgl 1 Februari 2011, Rp 1.000.000, pembayaran dilakukan tgl 1 Maret 2011. Jika suku bunga 6% maka nilai kininya Rp 995.000 dan jika pembayaran lebih cepat lagi maka akan mendekati Rp 1.000.000.


Instrumen keuangan kas dan piutang

PENGAKUAN AWAL piutang Jangka Panjang

Piutang Dagang dan Piutang Usaha jangka panjang, maka harus dicatat sebesar nilai kini dari kas dimasa mendatang.

Jika Piutang tidak berbunga maka akan dihitung dengan menggunakan tingkat pasar pada saat pendapatan tersebut diterima.

Akibatnya: piutang tidak dicatat sebesar nilai faktur (invoice) tetapi ada diskon yang diperhitungkan.

Diskon tersebut akan diamortisasi sampai piutang dilunasi.


Instrumen keuangan kas dan piutang

REFERENSI MENENTUKAN BUNGA PASAR

Referensi yang digunakan dalam menentukan tingkat bunga pasar adalah suku bunga yang berlaku untuk piutang serupa dipasar.

Biasanya suku bunga Risk Free ditambah risk premium.

Asumsinya: jika uang tersebut diterima, entitas dapat memperoleh (pengembalian) return sebesar return yang diharapkan.


Instrumen keuangan kas dan piutang

REFERENSI MENENTUKAN BUNGA PASAR

Untuk piutang yang memiliki nilai wajar seperti wesel tagih, entitas dapat menggunakan nilai wajar pada saat pengukuran awal dan menggunakan pengukuran secara konsisten menggunakan nilai wajar.

namun jika tidak menggunakan nilai wajar saat pengakuan awal maka pada saat pengakuan selanjutnya tidak boleh menggunakan nilai wajar.


Instrumen keuangan kas dan piutang

REFERENSI MENENTUKAN BUNGA PASAR

Keuntungan/kerugian akibat perubahan nilai wajar piutang disajikan dalam laporan laba rugi.

Perubahan nilai wajar tersebut mencerminkan tingkat bunga yang sebenarnya belum tercatat sehingga dilaporkan dalam laba rugi.


Instrumen keuangan kas dan piutang

BIAYA TRANSAKSI

Standar mengatur, untuk aset keuangan yang tidak diukur mengunakan nilai wajar (termasuk) piutang, pengukuran awal sebesar nilai wajar ditambah dengan biaya transaksi.

Biaya transaksi : biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh piutang.

Piutang Dagang : tidak ada biaya transaksinya karena berkaitan dengan penjualan atau pendapatan yang diperoleh perusahaan.


Instrumen keuangan kas dan piutang

BIAYA TRANSAKSI...

Piutang dalam bentuk pemberian kredit (BANK) /LEMBAGA KEUANGAN akan muncul biaya transaksi untuk memperoleh piutang.

Biaya transaksi : dicatat menambah perolehan piutang dan mempengaruhi tingkat suku bunga efektif yang akan dikenakan.


Instrumen keuangan kas dan piutang

Ilustrasi..............

Biaya Transaksi mengurangi

Pinjaman Yang Diberikan

Bank ABC memberikan pinjaman kepada PT Mawar Rp 30.000.000.000 dengan tingkat bunga 8%.

Bunga dibayar setiap akhir tahun sebesar bunga dikali saldo kredit dalam kontrak.

Kredit tersebut dilunasi seluruhnya pada akhir tahun kelima.

Biaya Adminstrasi pinjaman PT Mawar Rp 971.916.000.


Instrumen keuangan kas dan piutang

Ilustrasi.............. Biaya Transaksi mengurangi

Pinjaman Yang Diberikan

Biaya adm tersebut mengurangi pinjaman yang diterima oleh PT Mawar.

Karena biaya transaksi mengurangi pinjaman yang diterima maka:

Rp 30.000.000.000 - 971.916.000 = 29.028.084.000.

Biaya transaksi akan mempengaruhi tingkat suku bunga efektif yang akan digunakan Bank ABC untuk mengakui bunga.


Instrumen keuangan kas dan piutang

Ilustrasi.............. Biaya Transaksi mengurangi

Pinjaman Yang Diberikan

Tingkat suku bunga efektif akan menjadi lebih besar, karena nilai uang yang diberikan lebih kecil, padahal perusahaan tetap akan memperoleh pembayaran bunga 8% dari nominal pinjaman Rp 30.000.000.000. Tingkat suku bunga efektif dihitung sebesar 9%.


Instrumen keuangan kas dan piutang

Jurnalnya :

Oleh Bank ABC saat Pemberian Pinjaman :

Pinjaman yang diberikan29.028.084.000

Kas 29.028.084.000

(Sebagai alternatif pinjaman dapat dicatat Rp 30.000.000.000. di kurangi diskon Rp 971.916.000.)

Pinjaman yang diberikan 30.000.000.000.

Diskon 971.916.000 Kas 29.028.084.000


Instrumen keuangan kas dan piutang

Jurnalnya.............

Jurnal Pembayaran Bunga akhir tahun pertama dan amortisasi biaya transaksi:

Kas 2.400.000.000

Pinjaman yang diberikan212.527.560

Pendapatan Bunga2.615.527.560

(2.615.527.560, adalah pendapatan bunga dari bunga efektif 9% dikalikan saldo pinjaman 29.028.084.000).

Amortisasi merupakan selisih antara pendapatan bunga dengan kas yang diterima yaitu 2.615.527.560 – 2.400.000 = 212.527.560. Jika dicatat diskon secara terpisah, debit pinjaman yang diberikan dapat diganti dengan diskon.


Instrumen keuangan kas dan piutang

Skedul / Tabel pembayaran bunga amortisasi dengan suku bunga efektif


Instrumen keuangan kas dan piutang

ILUSTRASI BIAYA TRANSAKSI........

BIAYA MENAMBAH PINJAMAN YANG DIBERIKAN

  • Bank ABC memberi pinjaman pada PT Kantil Rp 200.000.000

  • Tingkat Bunga sebesar 20 % dibayar tiap akhir tahun.

  • Pinjaman diangsur tiap tahun Rp 100.000.000.

  • Penghitungan bunga berdasar saldo kredit yang belum dibayar.

  • Biaya langsung pemberian pinjaman Rp 8.447.550 dibayar tunai oleh Bank ABC.

  • PT Kantil menerima kredit tanpa dipotong biaya Administrasi.


Instrumen keuangan kas dan piutang

ILUSTRASI BIAYA TRANSAKSI........

BIAYA MENAMBAH PINJAMAN YANG DIBERIKAN

  • Biaya transaksi akan menambah nilai perolehan pinjaman.

  • Karena hal itu maka biaya pokok kredit meningkat menjadi 408.447.550.

  • Biaya transaksi akan mempengaruhi tingkat bunga efektif yang akan digunakan Bank ABC untuk mengakui bunga.

  • Tingkat suku bunga efektif akan menjadi lebih kecil karena pinjaman yang diberikan lebih besar.

  • Perusahaan tetap memperoleh pembayaran bnga 10% dari nominal pinjaman Rp 400.000.000

  • Tingkat bunga efektif dihitung 9 %.


Instrumen keuangan kas dan piutang

JURNALNYA :

Jurnal saat pemberian pinjaman:

Pinjaman yang diberikan400.000.000

Kas400.000.000

Jurnal untuk mencatat biaya yang dikeluarkan (asumsi dibayar tunai):

Pinjaman yang diberikan8.447.550

Kas 8.447.550

Kedua pinjaman tesebut membuat pinjaman meningkat jadi Rp 408. 447.550.


Instrumen keuangan kas dan piutang

JURNALNYA:

Jurnal pembayaran bunga akhir tahun pertama, pembayran bunga dan angsuran pertama:

Kas 140.000.000.

Pinjaman yang diberikan103.239.721

Pendapatan Bunga36.760280

(Rp 36.760280 adalah pendapatan bunga yang dihitung dari bunga efektif 9% dikalikan saldo pinjaman Rp 408.447.550. Kas sebesar Angsuran Rp 100.000.000 ditambah dengan bunga yang dihitung berdasar nominal utang dan tingkat suku bunga kontrak Rp 400.000.000. x 10%. Pengurangan pinjaman merupakan selisih antara kas yang diterima dengan pendapatan bunga yang dihitung).


Instrumen keuangan kas dan piutang

Jurnal pembayaran bunga akhir tahun ke 2

  • Jurnal pembayran bunga akhir tahun ke2, pembayaran bunga dan angsuran ke 2

  • Kas 130.000.000

  • Pinjaman yg diberikan102.239.295

  • Pendapatan Bunga 27.468.705

  • Jurnal pembayaran bunga akhir tahun ke empat, pembayaran bunga dan pelunasan

  • Kas120.000.000

  • Pinjaman yang diberikan101.759.112

  • Pendapatan Bunga18.240.888


Instrumen keuangan kas dan piutang

Jurnal pembayaran bunga akhir tahun ke empat, pembayaran bunga dan pelunasan :

Kas110.000.000

Pinjaman yang diberikan100.917.422

Pendapatan Bunga9.082,578


Instrumen keuangan kas dan piutang

TABEL BIAYA MENAMBAH PINJAMAN

YANG DIBERIKAN


Instrumen keuangan kas dan piutang

ENTITAS DAPAT MENGHENTIKAN PENGAKUAN KEUANGAN JIKA :

Hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir.

Entitas mentransm fer aset keuangan yang memenuhi kriteria penghentian pengakuan.


Instrumen keuangan kas dan piutang

ASET KEUANGAN

Aset yang tidak berwujud. Nilai dari aset ini tergantung dari nilai arus kas/uang yang akan kita terima dimasa yang akan datang


Instrumen keuangan kas dan piutang

CONTOH ASET KEUANGAN

Pinjaman / kredit yang diberikan oleh bank pada perusahaan atau perorangan

ORI (Obligasi Ritel Republik Indonesia) oleh Bank Indonesia


Instrumen keuangan kas dan piutang

CONTOH ASET KEUANGAN

c. Obligasi yang dikeluarkan oleh perusahaan

d. Saham biasa yang diterbitkan oleh PT Telkom

e. Saham Preferen


  • Login