1 / 40

TEKNIK SIPIL UNSOED 2010 Pertemuan X

PENULANGAN GESER. TEKNIK SIPIL UNSOED 2010 Pertemuan X. 1. PENDAHULUAN. BALOK YANG MENAHAN LENTUR SECARA BERSAMAAN JUGA MENAHAN GAYA GESER AKIBAT LENTURAN

coby
Download Presentation

TEKNIK SIPIL UNSOED 2010 Pertemuan X

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. PENULANGAN GESER TEKNIK SIPIL UNSOED 2010 Pertemuan X 1

  2. PENDAHULUAN • BALOK YANG MENAHAN LENTUR SECARA BERSAMAAN JUGA MENAHAN GAYA GESER AKIBAT LENTURAN • KOMPONEN STRUKTUR BETON BERTULANG APABILA GAYA GESER YG BEKERJA SEDEMIKIAN BESAR HINGGA DILUAR KEMEMPUAN BETON UT MENAHANYA, PERLU MEMASANG BAJA TULANGAN TAMBAHAN UT MENAHAN GESER TSB. 2

  3. Untuk memahami mekanisme geser, kita tinjau suatu balok sederhana yang homogen, isotropis, dan linier elastis dengan pembebanan merata. Kita tinjau dua elemen kecilA1 dan A2 pada balok tersebut, maka tegangan.lentur (f) dan tegangan geser (v) pada elemen-elemen tersebut adalah : 3

  4. 4

  5. PERILAKU BETON TIDAK HOMOGEN, KEKUATAN TARIK BETON KIRA-KIRA HANYA 1/10 DARI KEKUATAN TEKANNYA, SEHINGGA MUDAH SEKALI TERJADI KERETAKAN AKIBAT TEGANGAN UTAMA TARIK. PADA ELEMEN A2 (DIATAS GARIS NETRAL), KERETAKAN TIDAK AKAN TERJADI KARENA TEGANGAN UTAMA MAKSIMUM YANG TERJADI ADALAH TEKAN. UNTUK ELEMEN A1 (DI BAWAH GARIS NETRAL), TEGANGAN UTAMA MAKSIMUM YANG TERJADI ADALAH TARIK, SEHINGGA RETAK BISA TERJADI. SEMAKIN DEKAT KE PERLETAKAN, TEGANGAN LENTUR f AKAN MENGECIL SEDANGKAN TEGANGAN GESER v AKAN MEMBESAR, SEHINGGA DI DAERAH PERLETAKAN. TEGANGAN UTAMA TARIK BEKERJA PADA SUDUT SEKITAR 45°. 5

  6. PERILAKU BALOK TANPA TULANGAN GESER • UNTUK BALOK YANG MEMPUNYAI TULANGAN MEMANJANG, YAITU TULANGAN YANG DIRENCANAKAN UNTUK MEMIKUL GAYA-GAYA LENTUR TARIK DAN TEKAN YANG DITIMBULKAN OLEH MOMEN LENTUR, TEGANGAN GESER YANG TINGGI MENIMBULKAN RETAK MIRING. UNTUK MENCEGAH PEMBENTUKAN RETAK MIRING, MAKA DIGUNAKAN PENULANGAN TRANSVERSAL (DIKENAL DENGAN PENULANGAN GESER), YANG BERBENTUK SENGKANG TERTUTUP ATAU YANG BERBENTUK U DI ARAH VERTICAL ATAU MIRING UNTUK MENUTUPI PENULANGAN MEMANJANG UTAMA DI SEKELILING MUKA BALOK. 6

  7. KERETAKAN PADA BALOK PADA DASARNYA ADA TIGA JENIS KERETAKAN PADA BALOK : • RETAK LENTUR (FLEXURAL CRACK), terjadi di daerah yang mempunyai harga momen lentur besar. arah retak hampir tegak lurus.pada sumbu balok. • RETAK GESER LENTUR ( FLEXURAL SHEAR CRACK), terjadi pada bagian balok yang sebelumnya telah terjadi keretakan lentur. jadi retak geser lentur merupakan perambatan retak miring dari retak lentur yang sudah terjadi sebelumnya. • RETAK GESER BADAN / RETAK TARIK DIAGONAL (WEB SHEAR CRACK), terjadi pada daerah garis netral penampang dimana gaya geser maksimum dan tegangan aksial sangat kecil. 7

  8. Type keretakan (NAWY) 8

  9. KERUNTUHAN GESER PADA BALOK KERUNTUHAN GESER PADA BALOK DIBAGI MENJADI EMPAT KATEGORI 1. BALOK TINGGI DENGAN RASIO a/d < 1/2 untuk jenis ini, tegangan geser lebih menentukan dibanding tegangan lentur. setelah terjadi keretakan miring, balok cenderung berperilaku sebagai suatu busur dengan beban luar ditahan oleh tegangan tekan beton dan tegangan tarik ada tulangan memanjang. begitu keretakan miring terjadi balok segera berubah menjadi suatu busur yang memiliki kapasitas yang cukup besar. 9

  10. 10

  11. 2. BALOK PENDEK DENGAN 1 < a/d < 2,5 kekuatan gesernya melampaui kapasitas keretakan miring. seperti balok tinggi kapasitas, kapasitas geser ultimit juga melampaui kapasitas keretakan geser. keruntuhan akan terjadi pada tingkat beban tertentu yang lebih tinggi dari tingkat beban yang menyebabkan keretakan miring. setelah terjadi retakan geser-lentur, retakan ini menjalar ke daerah tekan beton bila beban terus bertambah 11

  12. 3. BALOK DENGAN 2,5 < a/d < 6, KEKUATAN GESER SAMA DENGAN BESAR KAPASITAS KERETAKAN MIRING. PADA JENIS INI LENTUR MUIAI BERSIFAT DOMINAN, DAN KERUNTUHAN GESER SERING DIMULAI DENGAN RETAK LENTUR MURNI YANG VERTICAL DI TENGAH BENTANG DAN AKAN SEMAKIN MIRING JIKA SEMAKIN DEKAT KE PERLETAKAN YANG TEGANGAN GESERNYA SEMAKIN BESAR. 12

  13. 4. BALOK PANJANG DENGAN RASIO a/d>6, KEKUATAN LENTUR LEBIH KECIL DIBANDING KEKUATAN GESERNYA, ATAU DENGAN KATA LAIN KERUNTUHAN AKAN SEPENUHNYA DITENTUKAN OLEH RAGAM LENTUR 13

  14. PENGARUH KELANGSINGAN TERHADAP POLA KETUNTUHAN lc = bentang geser beban terdistribusi / merata 14

  15. VARIASI KEKUATAN GESER MENURUT NILAI a/d (Chu Kia Wang) 15

  16. PERILAKU BALOK DENGAN TULANGAN GESER JENIS TULANGAN PLAT BADAN YANG UMUM DIKENAL ADALAH SENGKANG VERTICAL (VERTICAL STIRRUP) • BERUPA BAJA TULANGAN DGN BERDIAMETER KECIL ATAU JARINGAN KAWAT BAJA LAS • DIPASANG TEGAK LURUS TERHADAP SUMBU AKSIAL PENAMPANG, DAN SENGKANG MIRING. • SENGKANG BIASANYA TERBUAT DARI TULANGAN BERDIAMETER KECIL, SEPERTI DIAMETER 8, 10, ATAU 12 MM YANG MENGIKAT TULANGAN LONGITUDINAL. • SENGKANG MIRING UNTUK KOMPONEN STRUKTUR NON PRATEKAN DAPAT BERUPA TULANGAN LONGITUDINAL YANG DIBENGKOKKAN MEMBENTUK SUDUT 300 ATAU LEBIH TERHADAP ARAH TULANGAN TARIK LONGITUDINAL. 16

  17. FUNGSI TULANGAN BADAN / SENGKANG • MENAHAN SEBAGIAN GAYA GESER PADA BAGIAN YANG RETAK • MENCEGAH PENJALARAN RETAK DIAGONAL SEHINGGA TIDAK MENERUS KE BAGIAN TEKAN BETON DAN IKUT MENJAGA TERPELIHARANYA LEKATAN ANTARA AGREGAT. • MENGIKAT BATANG TULANGAN MEMANJANG UT TETAP DI TEMPATNYA DAN DEMIKIAN MENINGKATKAN AKSI PASAK DR SENGKANG. 17

  18. MACAM SENGKANG 18

  19. 19

  20. PERENCANAAN PENULANGAN GESER GESER MAKSIMUM Vu BALOK TDK BOLEH MELEBIHI KAPASITAS GESER RENCANA DR PENAMPANG BALOK ØVn. DIMANA Ø ADL 0,6 DAN Vn ADL KEKUATAN GESER NOMINAL DR BETON DAN TULANGAN GESER. Vu ≤ ØVn Vu ≤ ØVc + ØVs ØVc geser rencana beton ØVs geser rencana tulangan 20

  21. Tujuan pemasangan sengkang adl meminimasi ukuran retak tarik diagonal ut memikul tegangan tarik diagonal dr satu sisi retak lainya. Kekuatan geser nominal dr sengkang Vs yg melintasi retak dapt di hitung dgn rumus beruikut. Dimana n adl jumlah sengkang yang melintasi retak, Av adl luas penampang yang melintasi retak. Sengkang U  Av = 2x luas penampang Sengkang m terbalik  3x Vs = Av.fy.n 21

  22. Jk secara konservatif diasumsikan bhw proyeksi horizontal dr retak sama dgn tinggi efektif penampang d (retak 45˚), jumlah sengkang yang melintas retak dpt ditentukan : Dimana : s adl jarak sengkang pusat ke pusat. Maka : 22

  23. Jarak sengkang yg diperlukan adl : • Nilai Vs dpt ditentukan : Vu = ØVc + ØVs 23

  24. PERENCANAAN GESER MENURUT ACI • Untukkombinasigeserdanlentur: bw b Ataudenganperhitungan yang lebihrinci :

  25. b) Untuk kombinasi geser dan aksial tekan : c) Untuk kombinasi geser dan aksial tarik :

  26. Untuk SI dalam bila f’c dlm MPa menggantikan :

  27. PERENCANAAN GESER MENURUT SNI

  28. 3.

  29. JARAK SENGKANG MAXS Jarak maximum tulangan geser adalah : • Bila Vs < 1/3.bw.d.√(f’c), jarak maximum d/2 atau 600 mm. • Bila Vs > 1/3.bw.d.√(f’c), jarak maximum d/4 atau 300 mm.

  30. BEBERAPA HAL PENTING Adabeberapahalpenting yang dituliskandidalam SNI-Beton-2003 mengenai perencanaan terhadap geser ini. • Menurutbutir 11.1(2(3)), gayagesermaksimum Vu dihitungpadapenampangkritis, yaitupenampang yang berjarak d darimukatumpuan, dantidakadabebanterpusat yang bekerjadiantaramukatumpuandanpenampangkritistersebut. • Dari gambar di atas, Vu yang digunakan dalam desain adalah gaya geserpadajarak d darimukakolom, bukanVmaks

  31. Jika di antara muka tumpuan dan penampang kritis terdapat beban terpusat yang besar, maka Vu diambil pada penampang balok tepat di muka tumpuan

  32. Vu PD PENAMPANG KRITIS Perhitungan Vu harus dilakukan pada penampang kritis. Letak penampang kritis pada tumpuan balok yang menghasilkan tegangan tekan dapat dievaluasi pada jarak d dari perletakan, gambar 4.10.(a),(b),(c). Sedangkan untuk tumpuan yang memberikan tegangan tarik, penampang kritis harus dievaluasi pada muka kolom, gambar 4.10.(d),(e),(f). 37

  33. 38

  34. Contoh Soal 39

  35. 40

More Related