slide1
Download
Skip this Video
Download Presentation
Persentase Penduduk yang Mempunyai Keluhan Kesehatan

Loading in 2 Seconds...

play fullscreen
1 / 40

Persentase Penduduk yang Mempunyai Keluhan Kesehatan - PowerPoint PPT Presentation


  • 134 Views
  • Uploaded on

Beberapa Indikator Kesehatan yang Dapat Dihasilkan dari SUSENAS Blok V.A. Keterangan Kesehatan (Untuk Semua Umur). Persentase Penduduk yang Mempunyai Keluhan Kesehatan

loader
I am the owner, or an agent authorized to act on behalf of the owner, of the copyrighted work described.
capcha
Download Presentation

PowerPoint Slideshow about ' Persentase Penduduk yang Mempunyai Keluhan Kesehatan' - clive


An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript
slide1
Beberapa Indikator Kesehatanyang Dapat Dihasilkan dari SUSENASBlok V.A. Keterangan Kesehatan (Untuk Semua Umur)
slide2

Persentase Penduduk yang Mempunyai Keluhan Kesehatan

Presentase penduduk yang mengalami keluhan kesehatan diantaranya panas, batuk, pilek, asma/sesak nafas, diare, sakit kepala berulang, sakit gigi atau keluhan lainnya juga termasuk orang yang memiliki penyakit akut atau penyakit kronis (meskipun selama sebulan terakhir tidak mempunyai keluhan).

Rumus penghitungan:

PKK = (JPKK/JP) x 100%

PKK : Persentase penduduk yang mengalami keluhan kesehatan.

JPKK : Jumlah penduduk yang mengalami keluhan kesehatan

JP : Jumlah penduduk.

slide3

Persentase Penduduk yang Menderita Sakit

(Angka Morbiditas/Kesakitan).

Merupakan presentase penduduk yang mengalami keluhan kesehatan dan menyebabkan terganggunya kegiatan sehari-hari (sakit).

Rumus penghitungan:

AM = (JPS/JP) x 100%

AM : Angka morbiditas/kesakitan.

JPS : Jumlah penduduk sakit.

JP : Jumlah penduduk.

slide4

Rata-Rata Lama Sakit.

Menunjukkan rata-rata lama hari sakit yang dialami penduduk. Rata-rata lama sakit dimaksud selama satu bulan terakhir (maksimal per individu 30 hari).

Rumus penghitungan:

RRLS = THLS / JPS

RRLS :Rata-rata lama sakit.

THLS : Total hari lama sakit.

JPS : Jumlah penduduk yang sakit.

slide5

Persentase Penduduk DenganKeluhanKesehatanatauSakit yang Mengobati Sendiri.

Menunjukkan persentase penduduk dengankeluhankesehatanatausakit yangmengobati sendiri.

Rumus penghitungan:

PPSO = (PSO/JPS) x 100%

PPSO : Persentase pendudukdengankeluhankesehatanatausakit yang mengobati sendiri.

PSO : Jumlah penduduk dengankeluhankesehatanatausakit yang mengobati sendiri.

JPS : Jumlah penduduk dengankeluhankesehatanatausakit .

slide6

Persentase Penduduk DenganKeluhanKesehatanatauSakit yang Mengobati SendiriDengan Jenis Obat/Cara Pengobatan Tertentu.

Indikator ini menggambarkan jenis obat/cara pengobatan yang digunakan oleh penduduk untuk mengobati sendiri keluhankesehatanatausakit yang dialami.

Rumus penghitungan:

PPSOX = (PSOX/JPS) x 100%

PPSOX : Persentase pendudukdengankeluhankesehatanatausakit yang mengobati sendirimenggunakanjenis obat/cara pengobatan tertentu.

PSOX : Jumlah penduduk dengankeluhankesehatanatausakit yang mengobati sendirimenggunakanjenis obat/cara pengobatan tertentu.

JPS : Jumlah penduduk dengankeluhankesehatanatausakit .

slide7

Persentase Penduduk DenganKeluhanKesehatanatauSakit yang Berobat Jalan.

Menunjukkan banyaknya penduduk dengankeluhankesehatanatausakit yang berobat dengan mengunjungi fasilitas kesehatan.

Rumus penghitungan:

PPSJ = (PSJ/JPS) x 100%

PPSJ : Persentase penduduk dengankeluhankesehatanatausakit yang berobat dengan mengunjungi fasilitas kesehatan.

PSJ : Jumlah pendudukdengankeluhankesehatanatau sakit yang berobat dengan mengunjungi fasilitas kesehatan.

JPS : Jumlah penduduk dengankeluhankesehatanatausakit.

slide8

Persentase Penduduk DenganKeluhanKesehatanatauSakit yang Berobat JalankeFasilitasKesehatanTertentu.

Menunjukkan banyaknya penduduk dengankeluhankesehatanatausakit yang berobat dengan mengunjungi fasilitas kesehatantertentu.

Rumus penghitungan:

PPSJX = (PSJX/JPS) x 100%

PPSJX : Persentase penduduk dengankeluhankesehatanatausakit yang berobat dengan mengunjungi fasilitas kesehatantertentu.

PSJX : Jumlah pendudukdengankeluhankesehatanatau sakit yang berobat dengan mengunjungi fasilitas kesehatantertentu.

JPS : Jumlah penduduk dengankeluhankesehatanatausakit.

slide9

Persentase Penduduk yang Berobat Jalan Dalam 6 (enam) Bulan Terakhir.

Menunjukkan banyaknya penduduk yang berobat dengan mengunjungi fasilitas kesehatan dalam 6 (enam) bulan terakhir.

Rumus penghitungan:

PPBJ6 = (PBJ6/JP) x 100%

PPBJ6 : Persentase penduduk yang berobat dengan mengunjungi fasilitas kesehatan, dalam 6 (enam) bulan terakhir.

PBJ6 : Jumlah penduduk yang berobat dengan mengunjungi fasilitas kesehatan, dalam 6 (enam) bulan terakhir.

JP : Jumlah penduduk.

slide10

Persentase Penduduk yang Rawat Inap Dalam 1 (satu) Tahun Terakhir.

Menunjukkan banyaknya penduduk yang rawat inap dalam 1 (satu) tahun terakhir.

Rumus penghitungan:

PPRI = (PRI/JP) x 100%

PPRI : Persentase penduduk yang rawat inap dalam 1 (satu) tahun terakhir.

PRI : Jumlah penduduk yang rawat inap dalam 1 (satu) tahun terakhir.

JP : Jumlah penduduk.

slide11

Persentase Penduduk yang Rawat Inap Dalam 1 (satu) Tahun Terakhir ke Fasilitas Kesehatan Tertentu.

Indikator ini menggambarkan jenis fasilitas kesehatan yang digunakan oleh penduduk untuk rawat inap dalam 1 (satu) tahun terakhir.

Rumus penghitungan:

PPRIX = (PRIX/PRI) x 100%

PPRIX : Persentase penduduk yang rawat inap dalam 1 (satu) tahun terakhir ke fasilitas kesehatan tertentu.

PRIX : Jumlah penduduk yang rawat inap dalam 1 (satu) tahun terakhir ke fasilitas kesehatan tertentu.

PRI : Jumlah pendudukyang rawat inap dalam 1 (satu) tahun terakhir.

slide12

Beberapa Indikator Kesehatanyang Dapat Dihasilkan dari SUSENASBlok V.B. Kesehatan BALITA(Untuk Angota Rumah Tangga Umur 0-59 Bulan)

slide13

Persentase Balita.

Menunjukkan banyaknya jumlah penduduk usia 0 – 4 tahun atau dibawah lima tahun (balita) dibandingkan dengan jumlah penduduk seluruhnya.

Rumus penghitungan:

PPB = (PB/JP) x 100%

PPB : Persentase penduduk balita.

PB : Jumlah penduduk balita.

JP : Jumlah penduduk.

slide14

Persentase Balita Menurut Penolong Kelahiran Pertama.

Menunjukkan banyaknya jumlah balita menurut siapa yang menolong proses kelahiran pertama.

Rumus penghitungan:

PBPX = (BPX/JB) x 100%

PBPX : Persentase balita dengan penolong kelahiran pertama tertentu.

BPX : Jumlah balita dengan penolong kelahiran pertama tertentu.

JB : Jumlah balita.

slide15

Persentase Balita Menurut Penolong Kelahiran Pertama Tenaga Kesehatan.

Menunjukkan banyaknya jumlah balita dengan proses kelahiran pertama ditolong oleh dokter atau bidan atau tenaga paramedis lain (tenaga kesehatan).

Rumus penghitungan:

PBPNakes = (BPNakes/JB) x 100%

PBPNakes : Persentase balita dengan proses kelahiran pertama ditolong oleh tenaga kesehatan.

BPNakes : Jumlah balita dengan proses kelahiran pertama ditolong oleh tenaga kesehatan.

JB : Jumlah balita.

slide16

Persentase Balita Menurut Penolong Kelahiran Terakhir.

Menunjukkan banyaknya jumlah balita menurut siapa yang menolong proses kelahiran terakhir.

Rumus penghitungan:

PBTX = (BTX/JB) x 100%

PBTX : Persentase balita dengan penolong kelahiran terakhirtertentu.

BTX : Jumlah balita dengan penolong kelahiran terakhirtertentu.

JB : Jumlah balita.

slide17

Persentase Balita Menurut Penolong Kelahiran TerakhirTenaga Kesehatan.

Menunjukkan banyaknya jumlah balita dengan proses kelahiran terakhirditolong oleh dokter atau bidan atau tenaga paramedis lain (tenaga kesehatan).

Rumus penghitungan:

PBTNakes = (BTNakes/JB) x 100%

PBTNakes : Persentase balita dengan proses kelahiran terakhirditolong oleh tenaga kesehatan.

BTNakes : Jumlah balita dengan proses kelahiran terakhirditolong oleh tenaga kesehatan.

JB : Jumlah balita.

slide18

Persentase Balita Pernah Imunisasi Tertentu.

Menunjukkan banyaknya jumlah balita yang pernah mendapatkan imunisasi tertentu.

Rumus penghitungan:

PBIX = (BIX/JB) x 100%

PBIX : Persentase balita yang pernah mendapatkan imunisasi tertentu.

BIX : Jumlah balita yang pernah mendapatkan imunisasi tertentu.

JB : Jumlah balita.

slide19

Persentase Balita Imunisasi Lengkap.

Menunjukkan banyaknya jumlah balita yang mendapatkan imunisasi lengkap

(lebih dari 1 (satu) kali imunisasi BCG dan lebih dari 3 (tiga) kali imunisasi DPT dan lebih dari 3 (tiga) kali imunisasi Polio dan lebih dari 1 (satu) imunisasi campak dan lebih dari 3 (tiga) kali imunisasi Hepatitis B) dibandingkan jumlah balita keseluruhan.

Usia balita yang diperhitungkan pada imunisasi lengkap ini adalah 1-4 tahun, Hal ini mempertimbangkan bahwa usia pemberian imunisasi campak pada balita adalah usia 9 (sembilan) bulan. Sehingga untuk balita usia dibawah 1 (satu) tahun memiliki kemungkinan belum diberikan imunisasi lengkap, karena sedang dalam proses pemberian imunisasi lengkap.

Rumus penghitungan:

PBIL = (BIL/JB(1-4)) x 100%

PBIL : Persentase balita (usia 1-4 tahun) yang mendapatkan imunisasi lengkap.

BIL : Jumlah balita (usia 1-4 tahun) yang mendapatkan imunisasi lengkap.

JB(1-4) : Jumlah balita usia 1-4 tahun.

slide20

Rata-Rata Lama Pemberian ASI Pada Balita (2-4 Tahun).

Menunjukkan rata-rata lama pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif dan ASI didampingi makanan pendamping ASI (MP ASI), dalam bulan, pada balita usia 2-4 tahun.

Usia balita yang diperhitungkan pada rata-rata lama pemberian ASI adalah 2-4 tahun. Hal ini mempertimbangkan bahwa pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan harus diteruskan dengan ASI ditambah MP ASI sampai usia 2 (dua) tahun.

Jika balita usia kurang dari 2 (dua) tahun disertakan dalam perhitungan ini maka akan mengakibatkan estimasi rata-rata lama pemberian ASI yang diperoleh menjadi lebih rendah, padahal terdapat kemungkinan bahwa balita tersebut akan diberikan ASI sampai usianya mencapai 2 (dua) tahun.

Rumus penghitungan:

RL_ASI+MP ASI(2-4) = TL_ ASI+MP ASI(2-4) / JB(2-4)

RL_ ASI+MP ASI: Rata-rata lama pemberian ASI saja dan ASI+MP ASI (dalam bulan)pada balita usia 2-4 tahun.

TL_ ASI+MP ASI : Total lama pemberian ASI saja dan ASI+MP ASI (dalam bulan)pada balita usia 2-4 tahun.

JB(2-4) : Jumlah balita usia 2-4 tahun.

slide21

Rata-Rata Lama Pemberian ASI Saja Pada Balita (2-4 Tahun).

Menunjukkan rata-rata lama pemberian ASI saja (tanpa susu formula maupun makanan atau minuman pendamping ASI ataupun makanan tambahan lainnya) pada balita usia 2-4 tahun.

Rumus penghitungan:

RL_ASI(2-4) = TL_ASI(2-4) / JB(2-4)

RL_ASI(2-4) : Rata-rata lama pemberian ASI saja pada balita usia 2-4 tahun (dalam bulan).

TL_ASI : Total lama pemberian ASI saja pada balita usia 2-4 tahun (dalam bulan).

JB(2-4) : Jumlah balita usia 2-4 tahun.

slide22

Rata-Rata Lama Pemberian ASI Didampingi MP ASI Pada Balita (2-4 Tahun).

Menunjukkan rata-rata lama pemberian ASI yang didampingi dengan MP ASI pada balita usia 2-4 tahun.

Rumus penghitungan:

RL_MP ASI (2-4) = TL_+MP ASI / JB(2-4)

RL_MP ASI :Rata-rata lama pemberian ASI didampingi MP ASI pada balita usia 2-4 tahun (dalam bulan).

TL_MP ASI : Total lama pemberian ASI didampingi MP ASI pada balita usia 2-4 tahun(dalam bulan).

JB(2-4) : Jumlah balita usia 2-4 tahun.

slide23

Persentase Balita yang Pernah Diberi ASI.

Menunjukkan banyaknya jumlah balita yang pernah mendapatkan ASI.

Rumus penghitungan:

PB_ASI = (B_ASI/JB) x 100%

PB_ASI : Persentase balita yang pernah mendapatkan ASI.

B_ASI : Jumlah balita yang pernah mendapatkan ASI.

JB : Jumlah balita.

slide24

Persentase Balita yang Pernah Mendapat ASI Eksklusif.

Menunjukkan banyaknya jumlah balita yang mendapatkan ASI eksklusif/ ASI saja selama 6 (enam) bulan.

Usia balita yang diperhitungkan pada ASI eksklusif ini adalah 1-4 tahun,

Hal ini mempertimbangkan bahwa untuk balita usia dibawah 1 (satu) tahun, khususnya 0-6 bulan belum dapat diketahui status pemberian ASI eksklusif selama 6 (enam) bulan.

Terdapat kemungkinan bahwa balita tersebut sedang dalam proses pemberian ASI eksklusif sampai 6 (enam) bulan, atau ada juga kemungkinan nantinya balita tersebut tidak mendapat ASI eksklusif selama 6 (enam) bulan.

Rumus penghitungan:

PB_ASI_ex = (B_ASI_ex/JB(1-4)) x 100%

 PB_ASI_ex : Persentase balita (usia 1-4 tahun) yang mendapatkan ASI eksklusif selama 6 (enam) bulan.

PB_ASI_ex : Jumlah balita (usia 1-4 tahun) yang mendapatkan ASI eksklusif selama 6 (enam) bulan.

JB(1-4) : Jumlah balita usia 1-4 tahun.

slide25

Beberapa Indikator Kesehatanyang Dapat Dihasilkan dari SUSENASBlok V.E. Fertilitas dan Keluarga Berencana(Untuk Wanita Berumur 10 Tahun ke Atas Berstatus Kawin, Cerai Hidup atau Cerai Mati)

slide26

Singulate Mean Age at Marriage (SMAM).

Singulate Mean Age at Marriage (SMAM) adalahperkiraan (estimasi) rata-rata umurkawinpertamaberdasarkanjumlahpenduduk yang tetaplajang (belumkawin)

Kegunaan:

Tersedianyaindikator rata-rata umurkawinpertamadenganmetodeSMAMakanmemudahkanparapenentukebijakandanperencanapembangunanuntukmengembangkan program pemberdayaanorangmuda agar meneruskansekolah, danbagi yang terpaksaputussekolahdiberikanpendidikanketrampilan agar tidaksegeramemasukijenjangpernikahan.

Program untukpendewasaanusiaperkawinanbagiperempuanjugadapatdikembangkansesuaidengankeadaandaerah.

Bagipelaksanaan program KB diketahuinya rata rataSMAMakanmemudahkanparaperencana program untukmengembangkankegiatanpenyuluhanpenundaankehamilananakpertamadanpersiapanmenjadiorangtua yang bertanggungjawab.

Bagiperencana program peningkatankesehatanreproduksi (kespro), rata-rata SMAMakanmemberikangambaranmengenaiberapabesarpermintaanakanpelayanankesprodisuatudaerahpadasuatuwaktutertentu. IndikatorSMAMjugabergunauntukpengembangankesprountukremaja.

slide27

Indikator yang dapat diestimasi secara tidak langsung menggunakan software Mortpack(The United Nations Software Package for Mortality Measurement):

  • JumlahKelahiran.
  • Banyaknyakelahiranhidup yang terjadipadawaktutertentudiwilayahtertentu. 
  • AngkaKelahiranKasar (Crude Birth Rate/CBR).
  • Banyaknyakelahiranpadatahuntertentu per 1000 pendudukpadapertengahantahun yang sama. 
  • AngkaKelahiranMenurutUmur (Age Specific Fertility Rate/ASFR).
  • Banyaknyakelahiran per 1000 perempuanpadakelompokumurtertentuantara 15-49 tahun.Untukmemperoleh data ASFRdanjumlahkelahiran yang akurat, diperlukanpenggabunganinformasidari beberapa Susenas yang digabungdanhasilnyadirata-ratakan.
  • AngkaFertilitas Total (Total Fertility Rate/TFR).
  • Rata-rata anak yang dilahirkanseorangwanitaselamamasausiasuburnya.
slide28

AnakLahirHidup (ALH).

Menunjukkan banyaknyakelahiranhidupdarisekelompokatau beberapa kelompokwanitasesuaikelompokumurselamamasareproduksinyaatausuburnya (15-49 tahun).

Rumus penghitungan:

R_ALHi  =ALHi /JPi

R_ALHi : Rata-rata anaklahirhiduppadakelompokumurwanita (i).

ALHi : Jumlah anaklahirhiduppadakelompokumurwanita (i).

JPi : Jumlah wanitapadakelompokumur (i).

slide29

AnakMasihHidup (AMH).

Menunjukkan banyaknyaJumlahanak yang masihhidup yang dimilikiseorangwanitasampaisaatwawancaradilakukan, sesuaikelompokumur (15-49 tahun).

Rumus penghitungan:

R_AMHi  =AMHi/Jpi

R_AMHi : Rata-rata anakmasihhiduppadakelompokumurwanita (i).

AMHi : Jumlah anakmasihhiduppadakelompokumurwanita (i).

JPi : Jumlah wanitapadakelompokumur (i).

slide30

RasioAnak – Wanita / Children -Woman Ratio (CWR).

Menunjukkan perbandinganjumlahanakusiadibawah lima tahun (0-4 tahun) ataudibawah 10 tahun (0-9) dibagidenganjumlahwanitausiasubur (yang termasukkelompokumur 15-49 tahun).

Rumus penghitungan:

CWR  =JA(0-4)/JP(15-49) x 100

AMHi : Jumlah anakUSIA 0-4 tahun.

JPi : Jumlah wanitapadakelompokumur (i).

slide31

AngkaPrevalensiPemakaianKontrasepsi/ Contraceptive Prevalence Rate(CPR).

Menunjukkan perbandinganbanyaknyaPasangan (wanitaberstatuskawin) padaUsiaSubur 15-49 tahun (PUS) yang sedangmemakaikontrasepsipadasaatpencacahandibandingkandenganjumlahseluruh PUS, dalampersen.

Rumus penghitungan:

CPR  =JPUS_SKB/JPUS x 100%

JPUS_KB : Jumlah PUS yang sedangmenggunakanalat/cara KB.

JPUS: Jumlah PUS.

slide32

Presentase PUS Pernah KB/ Ever User.

Menunjukkan perbandinganbanyaknya PUS yang pernahmemakaikontrasepsipadasaatpencacahandibandingkandenganjumlahseluruh PUS, dalampersen.

Rumus penghitungan:

PersentasePernah KB  =JPUS_PKB/JPUS x 100%

JPUS_PKB :Jumlah PUS yang pernahmenggunakanalat/cara KB.

JPUS: Jumlah PUS.

slide33

Presentase PUS Pemakai KB Tertentu/Contraceptive Mix.

Menunjukkan perbandinganbanyaknya PUS yang sedangmemakaialat/cara KB tertentupadasaatpencacahandibandingkandenganjumlahseluruh PUS yang sedangmemakaialat/cara KB, dalampersen.

Rumus penghitungan:

Persentase PUS KB Tertentu  =(JPUS_SKBX/JPUS_SKB) x 100%

JPUS_SKBX :Jumlah PUS yang sedangmenggunakanalat/cara KB tertentu.

JPUS_SKB: Jumlah PUS yang sedangmenggunakanalat/cara KB.

slide34

Presentase PUS Pemakai KB Tertentu/Contraceptive Mix.

Menunjukkan perbandinganbanyaknya PUS yang sedangmemakaialat/cara KB tertentupadasaatpencacahandibandingkandenganjumlahseluruh PUS yang sedangmemakaialat/cara KB, dalampersen.

Rumus penghitungan:

Persentase PUS KB Tertentu  =(JPUS_SKBX/JPUS_SKB) x 100%

JPUS_SKBX :Jumlah PUS yang sedangmenggunakanalat/cara KB tertentu.

JPUS_SKB: Jumlah PUS yang sedangmenggunakanalat/cara KB.

slide35
Beberapa Indikator Komposit Perumahanyang Dapat Dihasilkan dari SUSENASBlok VI. Keterangan Perumahan
1 proporsi penduduk terhadap sumber air minum yang terlindungi air bersih
1. Proporsi penduduk terhadap sumber air minum yang terlindungi (air bersih)
  • Sumber air minum yang terlindungi (air bersih) adalah berasal dari air kemasan, leding, pompa, sumur terlindung, dan mata air terlindung
  • Khusus pompa, sumur terlindung, dan mata air terlindung harus berjarak 10 meter atau lebih dari penampungan tinja/kotoran

Banyaknya rumah tangga dengan akses terhadap

sumber air minum terlindung

Air Minum Bersih

=

X 100 %

Jumlah rumah tangga

2 persentase rumah tangga yang menggunakan biomassa untuk memasak
2. Persentase rumah tangga yang menggunakan biomassa untuk memasak

Banyaknya rumah tangga yg menggunakan biomassa untuk memasak

Ruta pengguna Biomassa

=

X 100 %

Jumlah rumah tangga

Rumah tangga yang menggunakan biomassa untuk memasak adalah rumah tangga yang menggunakan kayu bakar, briket, arang, batubara dan lainnya

3 persentase rumah tangga dengan akses terhadap fasilitas sanitasi yang layak
3. Persentase rumah tangga dengan akses terhadap fasilitas sanitasi yang layak

Banyaknya rumah tangga yang menggunakan sanitasi layak

X 100 %

Sanitasi Layak

=

Jumlah rumah tangga

  • Fasilitas sanitasi layak menurut indikator MDGs adalah rumah tangga yang menggunakan jamban sendiri/bersama, kloset leher angsa dan tempat pembuangan akhir tinja menggunakan tangki septik
4 persentase rumah tangga dengan status tempat tinggal tetap dan terjamin

Banyaknya rumah tangga dengan status tempat tinggal tetap & terjamin

Tmpt tinggal tetap dan terjamin

X 100 %

=

Jumlah rumah tangga

4. Persentase rumah tangga dengan status tempat tinggal tetap dan terjamin
  • Gambaran mengenai masyarakat yang mempunyai tempat tinggal tetap dan terjamin.
  • Rumah tinggal tetap dan terjamin adalah rumah dengan status milik sendiri, sewa dan kontrak.
6 persentase rumah tangga dengan luas lantai per kapita kurang dari 7 2 m 2

Banyaknya rumah tangga dengan luas lantai per kapita  7,2 m2

Kepadatan luas lantai ruta

=

X 100 %

Jumlah rumah tangga

6. Persentase rumah tangga dengan luas lantai per kapita kurang dari 7,2 m2
  • Gambaran mengenai masyarakat yang mempunyai tempat tinggal dengan lantai hunian yg sempit atau padat.
  • Luas lantai per kapita adalah perbandingan total luas lantai dengan jumlah ART.
ad