1 / 30

• penyebab TBC/tuberkulosis/Koch Pulmonum/KP peny. menular yg disebabkan M. tuberculosis

Mycobacterium tuberculosis. • penyebab TBC/tuberkulosis/Koch Pulmonum/KP peny. menular yg disebabkan M. tuberculosis > menyerang paru, dpt juga menyerang organ lain • Gejala : batuk terus menerus & berdahak  2 mg batuk darah (±), BB , malaise, keringat malam

Download Presentation

• penyebab TBC/tuberkulosis/Koch Pulmonum/KP peny. menular yg disebabkan M. tuberculosis

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Mycobacterium tuberculosis • penyebab TBC/tuberkulosis/Koch Pulmonum/KP peny. menular yg disebabkan M. tuberculosis > menyerang paru, dpt juga menyerang organ lain • Gejala : batuk terus menerus & berdahak  2 mg batuk darah (±), BB , malaise, keringat malam • Pencegahan : vaksinasi BCG intrakutan Bacillus of Calmette & Guerin, strain M. bovis

  2. M. tuberculosis Batang Tahan Asam (BTA) tahan terhadap pelunturan dg alkohol asam : 1. dinding sel 60% berat kering  lipid 2. ikatan zat warna dg asam mikolatsenyawa penting yg ada pd dinding sel :- asam mikolat  berikatan dg zat warna - cord factor  virulensi media cair, kelenjar : serpentine cord / tumbuh spt tali - sulfatide  virulensi, >< fagolisosom

  3. LAM Lipid Cord factor Asam mikolat Arabinogalakt. petidoglikan

  4. Struktur antigenik• Old tuberculin (32 kDa) Koch : protein dari ekstrak kultur 6 mg• Purified Protein Derivative (PPD-S) Seibert : memecah OT dg amonium sulfat (2-9 kDa)  uji tuberkulinKekebalan kuman :• Tahan terhadap kekeringan, pd media  12 th• cahaya matahari langsung mati dlm 2 jam dlm sputum mati dlm 20-30 jam• dlm sputum, terlindung dari matahari  6-8 bl• mati dg suhu pasteurisasi, lar. phenol 5%

  5. Faktor resiko :1. Kontak dg Px2. Ras : black, indian, asia 3. Sosioekonomi, gizi buruk 4. Umur 5. Tx imunosupresif, peny. hematologic, DM6. HIV/AIDS STOP TB

  6. Patogenesis : sumber penularan Px kavitas +, Tx -• inhalasi droplet nuclei 10 m (3 basil)  alveoli• difagosit makrofag alveolar menghambat fusi fagolisosom  multiplikasi (fakultatif intrasel organisma)• ke hilus & pemb. darah predileksi  apex paru (PO2 tinggi)• makrofag teraktivasi / sel epiteloid mengelompok membentuk granuloma (hipersensitivitas tipe lambat)• di pusat granuloma, bercampur jr nekrotik mirip keju  disebut nekrosis kaseosa• nekrosis kaseosa  perlunakan  kavitas

  7. Pemb. Nekrosis kaseosadarah di pusat granuloma makrofag mati dg kuman hancurlimfosit T makrofag teraktivasi (Th1) (sel epiteloid)

  8. Thorax photo Tuberkulosis pulmoner : cavitasjml kuman dlm cavitas ± 107-108

  9. • Respon imun : diperankan oleh imunitas seluler anergi  tuberkulosis milier millet : butir padi• Tuberkulosis ekstra pulmoner : tulang, sendi, traktus urogenital, meningen, kelenjar limfe, larynx, peritonium

  10. 1995 pemberantasan peny. tuberkulosis paru strategi DOTS (Directly Observed Treatment, Shortcourse)Obat diberikan dlm bentuk kombinasi selama 6-8 bl diawasi oleh PMO (pengawas menelan obat) Spesimen : dahak SPS (Sewaktu-Pagi-Sewaktu) Sewaktu-1: dahak waktu Px datang pertama, pulang dg membawa pot dahak steril Pagi : dahak pagi hari, segera setelah bangun Sewaktu-2: dahak waktu Px datang hari ke-2Dx TB paru ditegakkan : 2 dari 3 spesimen BTA +

  11. • Tujuan pemeriksaan dahak : 1. Menegakkan diagnosis & klasifikasi penyakit 2. Menilai kemajuan pengobatan 3. Menentukan tingkat penularan•Luas apusan dahak : 2x3 cm Pemeriksaan minimal 100 lapang pandang• Pelaporan hasil : skala IUATLD (International Union Against Tuberculosis and Lung Diseases) 1. BTA (-) dlm 100 lp  (-) 2. 1-9 BTA dlm 100 lp  tulis jml kuman 3. 10-99 BTA dlm 100 lp  (1+) 4. 1-10 BTA dlm 1 lp  (2+) 5. > 10 BTA dlm 1 lp  (3+)

  12. • Macam-macam specimen : - sputum : 3-5 ml dahak mukopurulen – SPSpot dahak : bermulut lebar Ø 6 cm, steril, plastik bening, tutup ulir >> epitel menunjukkan sekresi oropharynx bukan dari sal. napas bawah

  13. Diagnosis mikrobiologis1. Mikroskopis : presumptive diagnosis• Kurang sensitif : BTA + memerlukan 105 kuman/ml sputum• Dinding sel mirip kuman Gram (+), 60% lipid Cat Gram tak mampu menembus dd sel a. Ziehl-Neelsen (hot stain procedure) - carbolfuchsin + pemanasan (penetrasi cat) - pelunturan dg alkohol asamBatang tahan asam (BTA) b. Kinyoun (cold stain) carbolfuchsin prolonged application 5 mnt c. fluorochrome (fluorescent) auramine-rhodamine, acridine orange

  14. Pewarnaan Tahan Asam (Ziehl-Neelsen) batang langsing warna merah dg latar belakang biru

  15. 2. KulturSensitif : dpt mendeteksi 10 kuman/ml specimen obligat aerob : O2 (-) pertumbuhan (-) O2  pertumbuhan  dormant (di dalam tuberkel yg hampir anaerob) bertahan hidup dengan metabolisme minimal karena 60% berat kering lipid  hidrofob sukar ditembus nutrisi waktu generasi 15 jkoloni terlihat setelah 6-8 mg

  16. Media padat 1. egg-potato base : Löwenstein Jensen medium waktu generasi 15 jam, koloni terlihat 6-8 mg 2. Serum/albumin agar base : Middlebrook 7H10 transparan : koloni terlihat 7-10 hr

  17. Koloni M. tuberculosis pd Löwenstein Jensen med. kering & kasar spt cauliflower/blumkol malachite green mematikan kontaminan

  18. Dx tuberkulosis pd anak uji tuberkulindasar : hipersensitivitas tipe lambat thd tuberkulincara Mantoux (Mantoux test): 0,1 ml (5 TU/tuberkulin unit PPD-S) intrakutan dibaca 48-72 jam : indurasi  10 mm  (+) Px HIV (anergi) : indurasi  5 mm  (+)

  19. Terapi : OAT (obat anti tuberkulosis)1. INH (isoniazid) : bakterisid 90% kuman awal Tx2. Rifampicine : bakterisid, membunuh dormant3. Pirazinamid : bakterisid intrasel/suasana asam4. Streptomycin : bakterisid5. Ethambutol : bakteriostatikOAT diberikan dalam bentuk kombinasi selama 6-8 bl, dlm 2 tahap :1. Tahap intensif 2bl : mencegah kekebalan obat2. Tahap lanjutan 4bl: membunuh kuman dormant

  20. Mycobacterium leprae • penyebab lepra / Morbus Hansen / MH peny. kronik yg menyerang kulit, mukosa, saraf • 1874 ditemukan oleh Hansen belum bisa dikultur di media buatan • faktor resiko  genetik : defect gen DR2 dari HLA Gen HLA pd kromosom 6

  21. Patogenesis• natural host : manusia• sumber inf : kontak dg lepromatous leprosy >> kuman pd sekret nasal dan eksudat ulkus rongga hidung (30°C) • penularan : inhalasi, kontak langsung masa inkubasi 2-5 th• obligate intracellular parasite membelah dlm fagosit mononuklear - histiosit kulit - sel Schwann dari saraf• dpt menembus pemb. darah & sistim RES

  22. Ridley & Jopling : 5 tipe lepra1. TT : tuberculoid imun bagushipersensitif kuat pd lepromin hipersensitifitas tipe lambat  granuloma2. BT : borderline tuberculoid3. BB : borderline4. BL : borderline lepromatous5. LL : lepromatous leprosyanergi pd lepromin, sering ENL

  23. Ridley & Jopling : 5 tipe lepra

  24. tuberculoid lepromatous

  25. mutilasi facies leoninadestruksi saraf perifer nodul pd muka, hidung,trauma, inf, resorbsitelinga

  26. ENL/erythema nodosum leprosum : deposisi imun komplek di jaringan bisa terjadi karena pengobatanReaksi lepra : reaksi hipersensitif terjadi karena perubahan status imun Px banyak terjadi pada tipe borderline

  27. • bukan diagnostik, tidak spesifikmenentukan status imunologi Px / prognosa• heat-killed M. leprae intra kutan 1. Rx awal/Fernandez reaction 24-48 jam  Rx tuberkulin menunjukkan hipersensitivitas tipe lambat 2. Rx lanjut/Mitsuda reaction nodul setelah 3-4 mg granuloma terbentuk karena kuman utuh Test lepromin

  28. Diagnosis lab• Specimen - eksudat dari lesi kulit - nasal scraping - Reitz serum: serum cuping telinga1. mikroskopis - pengecatan tahan asam Ziehl-Neelsen BTA dalam sel lepra (mononuklear/epitheloid) packets of cigar/globi - sifat tahan asam hilang dg pemberian piridin membedakan dg mycobacterium lain - jaringan berparafin sukar dicat dg ZN  pengecatan Wade-Fite

  29. ZN: BTA dlm sel lepra (mononuklear/epitheloid) packets of cigar/globi

  30. • belum bisa dikultur di media buatanhewan coba (waktu generasi 12 hari) 1. Telapak kaki tikus putih (30°C) 2. ArmadiloTerapi :TT : DDS/dapsone, rifampinLL : DDS, rifampin, clofazimine

More Related