1 / 16

PENDAHULUAN Pertemuan 01

PENDAHULUAN Pertemuan 01. Matakuliah : PENGANTAR DAN APLIKASI PSIKODIAGNOSTIK Tahun : 2008. Psikodiagnostik. KULIAH I Pengantar dan Aplikasi. Sejarah & Pengertian Psikodiagnostik.

Download Presentation

PENDAHULUAN Pertemuan 01

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. PENDAHULUANPertemuan 01 Matakuliah : PENGANTAR DAN APLIKASI PSIKODIAGNOSTIK Tahun : 2008

  2. Psikodiagnostik KULIAH I Pengantar dan Aplikasi

  3. Sejarah & Pengertian Psikodiagnostik • Istilah Psikodiagnostik di “pinjam” dari pengertian di bidang Kedokteran yang berarti proses pengujian simptom-simptom. Memasukan simptom-simptom ke dalam katagori umum Dan akhirnya memberi nama yang spesifik terhadap penyakit. Dia-gnosis berarti mengenal sesuatu (tanda-tanda). Tetapi kemudian dari tanda-tanda tersebut diinterpretasikan pada sesuatu : • James Drever (1971), dalam buku Dictionary of Psychology. Psychodiagnostic is the attempt to assess personal characteristics through of the observation of external features,as in physiognomy, craniology, grafology, study of voice, gait, etc.

  4. Psikodiagnostik adalah suatu upaya untuk menilai karakteristik individu melalui suatu observasi tanda-tanda luar, dalam hal ini baik dari bentuk tubuh, maupun cara-cara bertingkah laku. Saat ini pengertian berkembang menjadi : Proses logik yang bertahap dan sistematik dalam pemeriksaan psikologi untuk tujuan memahami kepribadian seseorang yang diperiksa

  5. Membuat deskripsi tentang kepribadian individu, baik dari segi struktur maupun dinamikanya. Mempelajari : • Proses pemeriksaan Psikologik • Teknik dan cara pemeriksaan Psikologik • Administrasi • Menginterpretasikan • Proses pengambilan kesimpulan tentang kepribadian .

  6. Kepribadian seseorang berbeda karena: • Bagaimana individu memandang dunianya • Bagaimana gaya hidup individu • Bagaimana individu memandang dirinya

  7. PEMERIKSAAN PSIKOLOGIK • Ada tujuan tergantung dalam konteks apakah Klinis, pio, pendidikan, konteks hukum, olah raga, dll, Setiap konteks beda operasionalnya walaupun tujuan akhirnya sama. • Tujuan Pemeriksaan: Menggambarkan kepribadian subyek (untuk aplikasi klinis artinya sampai mendapatkan diagnosa gangguan kepribadian yang dialami) yang dapat dipakai sebagai dasar memberikan intervensi bagi perubahan perilaku subyek, bila hal ini diperlukan.

  8. Aspek kepribadian yang diuraikan dalam laporan mencakup : • Kecerdasan, struktur, dan dinamikanya • Dorongan, impuls, motivasi • Emosi, kepekaan dan ekspresinya • Relasi sosial, kepekaan, penampilan, keterampilan sosial, dsb. • Keterampilan yang diperlukan untuk melaksanakan pemeriksaan Psikologik : • Proses skill • Content Skill • Cognitive Skill

  9. Proses Skill • Proses Skill adalah keterampilan dalam mengadministrasikan pemeriksaan yaitu: kemahiran untuk menjalin relasi dan berkomunikasi dengan subyek ketika mengadministrasikan pemeriksaan psikologi melalui keurutan prosedur yang baku dan teratur sesuai dengan tuntutan tujuan pemeriksaan tersebut. Mencakup: • Apa yang diharapkan sebagai hasil akhir • Bagaimana hasil itu dapat dicapai melalui perangkat diagnostik • Siapa yang berkompeten untuk memilikinya.

  10. Content Skill • Content Skill yaitu kemahiran mengkaji aspek kepribadian yang akan diukur. • Menentukan aspek kepribadian yang akan diukur • Menetapkan alat diagnostik apa yang akan dipakai. • Memahami arti nilai atau angka hasil tes • dan kaitannya dengan angka dari hasil tes lain.

  11. Cognitive Skill • Cognitive skill yaitu keterampilan menganalisis data pemeriksaan. • Keterampilan psikolog mengolah, menganalisis, menalar,mengintegrasikan, dan mengabstraksikan hasil integrasi pemeriksaan psikologi yang beragam menjadi 1 gambaran kepribadian tentang subyek. • Tidak saja melibatkan aspek kognitif tetapi juga intuisi dan perasaan psikolog  seninya psikodiagnostik

  12. KEGUNAAN PSIKODIAGNOSTIKA • FUNGSI TES PSIKOLOGIS; Untuk mengukur perbedaan-perbedaan individu. Bila semua orang itu sama maka pengetesan tidak lagi diperlukan. • Fungsi / kegunaan Psikodiagnostika : • Seleksi calon-calon karyawan/siswa • Klasifikasi dan identifikasi anak-anak berbakat ataupun anak-anak cacat mental • Diagnosis kesukaran belajar dll.

  13. PENYELENGGARAAN ALAT TES PSIKODIAGNOSIS • STRATEGI PEMERIKSAAN: digunakan untuk pemeriksaan aspek non-kognitif : • Menggunakan tes situasi yakni menempatkan orang pada situasi tertentu semirip mungkin dengan situasi nyata dalam kehidupan, dan kemudian mengamati bagaimana dia bereaksi terhadap situasi tersebut. • INVENTORY : Mengganti pengamatan prilaku dengan pernyataan yang diungkapkan oleh individu melalui pernyataan yang tersedia. • Teknik PROYEKSI : Dengan cara menyajikan stimulus yang dapat merangsang pikiran dan perasaan seseorang. Stimulus berupa gambar tak bermakna, (Rorsvhach, TAT dll).

  14. PRINSIP PEMERIKSAAN PSIKOLOGIS: Adalah memberi perlakuan yang sama pada semua individu yang hendak dikenakan tes. • Dalam interaksi psikolog dan individu • Penyampaian administrasi • Lingkungan pengetesan. • Prosedur pemeriksaan psikologi: Dimulai dengan memapankan sikap testi : rapport, ego-involment, dan motivasi.

  15. Masalah yang timbul dalam Pemeriksaan Psikologis: masalah motivasi, kecurangan seperti pada tes-tes umumnya, kecuranga yang disebut faking faking : terjadi pada pemeriksaan non-kognitif yang menggunakan self report, untuk mencapai maksud tertentu , misalnya agar dapat memperoleh pekerjaan, sekolah dll. Faking bisa berupa faking good dan faking bad keduanya dapat diciptakan dengan sengaja. social desirability ( yaitu memberikan jawaban yang dirasa benar sesuai dengan orma standart masayarakat yang berlaku biasanya pada teknik inventory )

More Related