Merenungkan kembali arti menjadi kader
Download
1 / 13

Merenungkan Kembali Arti Menjadi Kader - PowerPoint PPT Presentation


  • 260 Views
  • Uploaded on

Merenungkan Kembali Arti Menjadi Kader. Eko Novianto. Barangkali di antara kita ada yang telah menjadi kader Tarbiyah sejak beberapa tahun yang lalu. Atau ada pula yang baru bergabung dengan komunitas tarbiyah ini 1 tahun atau bahkan kurang dari itu.

loader
I am the owner, or an agent authorized to act on behalf of the owner, of the copyrighted work described.
capcha
Download Presentation

PowerPoint Slideshow about ' Merenungkan Kembali Arti Menjadi Kader' - ceana


An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

Barangkali di antara kita ada yang telah menjadi kader Tarbiyah sejak beberapa tahun yang lalu. Atau ada pula yang baru bergabung dengan komunitas tarbiyah ini 1 tahun atau bahkan kurang dari itu.


Bahwa ukuran waktu memberi kita label orang lama atau orang baru memang tidak bisa dihindari
Bahwa ukuran waktu memberi kita label “orang lama” atau “orang baru”, memang tidak bisa dihindari.


Tetapi hal itu tidak memiliki arti apapun bila lama dan baru dipakai sebagai simbol “keterhormatan” seseorang dalam komunitas ini.


Lamanya waktu hanya akan berarti bila ia dimaknai sebagai “kesempatan untuk beramal”. Artinya, waktu itu hanyalah ukuran kesempatan. Begitu pula sebaliknya, bila kita baru menjadi kader, maka, menjadi kader dalam perspektif kesempatan hanyalah soal takdir.


Namun pada dasarnya, yang memberi kita rasa terarah, perasaan menuju ke tujuan yang sesungguhnya mengapa menjadi kader adalah kesadaran yang tumbuh dalam diri kita sendiri.


Kita perlu bahan bakar untuk terus menjalani tugas sejarah ini dengan tanggungjawab sebagai kader dengan penuh dedikasi dan produktivitas.


Setidaknya ada 4 empat kesadaran yang bisa menjadi bahan bakar
Setidaknya ada ini dengan tanggungjawab sebagai kader dengan penuh dedikasi dan produktivitas. 4 (empat) kesadaran yang bisa menjadi bahan bakar…


Yang pertama adalah kesadaran argumentasi al wa yu al ma rifi
Yang ini dengan tanggungjawab sebagai kader dengan penuh dedikasi dan produktivitas.pertama adalah kesadaran argumentasi (al-wa’yu al-ma’rifi)


Kedua kesadaran afiliasi al wa yu al intima i
Kedua, kesadaran afiliasi (al-wa’yu al intima-i) ini dengan tanggungjawab sebagai kader dengan penuh dedikasi dan produktivitas.


Ketiga kesadaran peran produktif al wa yu al intaji
Ketiga, Kesadaran peran produktif (al wa’yu al intaji) ini dengan tanggungjawab sebagai kader dengan penuh dedikasi dan produktivitas.


Keempat kesadaran ekspektasi al wa yu al amali
Keempat, kesadaran ekspektasi (al-wa’yu al amali) ini dengan tanggungjawab sebagai kader dengan penuh dedikasi dan produktivitas.


Terima kasih dan mohon maaf
Terima kasih dan Mohon Maaf ini dengan tanggungjawab sebagai kader dengan penuh dedikasi dan produktivitas.


ad