Pertemuan 03 dan 04 keseimbangan
This presentation is the property of its rightful owner.
Sponsored Links
1 / 19

Pertemuan 03 dan 04 Keseimbangan PowerPoint PPT Presentation


  • 89 Views
  • Uploaded on
  • Presentation posted in: General

Matakuliah: S0284/ Statika Rekayasa Tahun: Pebruari 2006 Versi: 01/00. Pertemuan 03 dan 04 Keseimbangan. Learning Outcomes. Pada akhir pertemuan ini, diharapkan mahasiswa akan mampu :

Download Presentation

Pertemuan 03 dan 04 Keseimbangan

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Presentation Transcript


Matakuliah: S0284/ Statika Rekayasa

Tahun: Pebruari 2006

Versi: 01/00

Pertemuan 03 dan 04 Keseimbangan


Learning Outcomes

Pada akhir pertemuan ini, diharapkan

mahasiswa akan mampu :

  • Mahasiswa dapat memperhitungkan kesetimbangan susunan konstruksi dalam bidang datar dan dalam ruang (C3)


Outline Materi

  • Perluasan kesetimbangan konstruksi dengan gaya luar yang bekerja pada bidang datar


Hukum kesetimbangan.

1. Hukum Newton I

Sejumlah gaya dikatakan setim-bang apabila resultante dari gaya-gaya tersebut = 0.

2. Hukum Newton III

Setiap gaya akan tentu ada gaya yang sebenarnya (gaya reaksi) yang besarnya sama tetapi arah-nya berlawanan tanda.


Kesetimbangan

Gaya dikatakan setimbang apabila X= 0; Y= 0; M= 0 (pada sistem salib sumbu). Jadi syarat utama suatu struktur/konstruksi dikatakan stabil (persamaan kesetimbangan) jika:

  • H = 0

  • V = 0 K = 0

  • M = 0


Aksi(Muatan/beban)

Gaya-gaya pada/dari bangunan terdiri dari:

  • Gaya dalam = gaya dari dalam bangunan itu sendiri.

  • Gaya-gaya luar, dipengaruhi:

    Menurut sifatnya muatan dibagi:

    • Muatan mati = benda yang statis ditempat itu.

    • Muatan hidup = muatan/ benda yang bergerak, contoh: manusia, mobil.

    • Muatan khusus = angin/ gempa (beban dimanis) dan salju.


Aksi(Muatan/beban)

  • Menurut titik tangkap

    • Terpusat............satuannya: kg, ton, gr, dll.

    • Terbagi= rata, teratur, tidak teratur,..............satuannya: kg/m, ton/m, kg/cm, ton/cm.

    • Gaya momen.

  • Menurut konstruksinya

    • Muatan langsung

    • Muatan tak langsung


Reaksi (Perlawanan / perletakan )

Ada 4 jenis perletakan:

1. Perletakan sendi/engsel Baja keras Rol Balok

Tujuan:

  • Memberi kemungkinan perputaran di roda / rol, tapi tidak memberi kesempatan pindah. Tidak dapat menahan gaya momen karena dapat patah.


Balok

Baja keras

Rol

Reaksi (Perlawanan / perletakan )


2 Bil. anu / tertentu

H

Sendi

V

H

tg  =

V

Reaksi (Perlawanan / perletakan )


Reaksi (Perlawanan / perletakan )

2. Perletakan rol (geser).

Tujuan:

  • Perletakan rol memberikan ke-mungkinan pindah/bergerak sejajar landasan (pada arah horisontal agar balok tidak melengkung karena memuai).


Balok

Baja Keras

Reaksi (Perlawanan / perletakan )


1 Bil. anu / tertentu

Garis kerja reaksi

Reaksi (Perlawanan / perletakan )


Reaksi (Perlawanan / perletakan )

3. Perletakan jepit.

Apabila beban bekerja diatas perletakan jepit memberikan perlawanan sebanyak-banyaknya 3 besaran yaitu tahan momen, gaya vertikal dan gaya horisontal).


M

H

V

3 bil. anu/tertentu

Reaksi (Perlawanan / perletakan )


Reaksi (Perlawanan / perletakan )

4. Perletakan pendel

Tujuan:

  • Memberi peluang berputar ke segala arah pada kedua ujungnya. Konstruksi pendel merupakan suatu batang yang cukup pendek dan kaku (agar tidak terlesek) serta tidak berubah bentuk yang dapat menerima gaya tekan yang besar, diawali dan diakhiri dengan bentuk engsel.


1 Bil. anu/ tertentu

Reaksi (Perlawanan / perletakan )


Stabil.

  • Akibat beban bekerja pada benda itu; benda itu tidak terjadi perubahan (bergerak).

  • Mengacu pada persamaan kesetimbagan H= 0; V= 0; M= 0

  • Kesimpulan yang didapat dari hasil analisa kestabilan suatu bentuk konstruksi / struktur diatas ialah:

    • n (bil. anu / tertentu) < 3  labil.

    • n (bil. anu / tertentu) = 3  stabil disebut statis tertentu.

    • n (bil. anu / tertentu) > 3  stabil disebut statis tak tentu derajat (1,2,3,...dst).


Stabil.

  • Besarnya suatu derajat suatu kon-struksi statis tak tentu ditentukan dengan:

  • Total bilangan anu / tertentu perletak-annya -  Keadaan suatu konstruksi stabil dengan total perletakannya = 3 (statis tertentu).


  • Login