1 / 35

SUCI HATI

SUCI HATI. SUCI HATI ?.

caia
Download Presentation

SUCI HATI

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. SUCI HATI

  2. SUCI HATI ? Dari Abdullah bin Amr ra.ia berkata: Pernah dikatakan kepada Rasulullah saw. “Wahai Rasulullah! Manusia manakah yang paling utama? Rasulullah saw bersabda, “setiap orang yang bening hatinya dan jujur lisannya.” Para sahabat berkata, ya Rasulullah kami telah mengerti arti jujur lisannya, maka apa arti bening hatinya? “Rasulullah saw bersabda,”artinya hati yang takwa yang bersih, tidak ada dosa di dalamnya, tidak ada kejahatan, dendam dan dengki.” (HR.Ibnu Majah)

  3. SUCI HATI: hati yang takwa yang bersih, tidak ada dosa di dalamnya, tidak ada kejahatan, dendam dan dengki. Hubungan dg Allah Hubungan dg manusia Dilandasi oleh kesadaran akan pengawasan Allah dan hisab-Nya di akhirat IDRAK SHILLAH BILLAH

  4. IDRAK SHILLAH BILLAH ? Kesadaran tentang hubungan seseorang dengan Allah SWT dan yakin bahwa setiap perbuatan manusia akan dihisab di akhirat TAQWA ILALLAH

  5. MANIFESTASI KETAKWAAN (ITa Ihsan Istiqamah) Iman/Akidah Islamiyah TAQWA Ta’atullah & Tawakkal ‘Alallah Mahabbah & Ridha Ihsanul amal dalam segala aspek kehidupan (Ibadah, Makanan, Minuman, Pakaian, Akhlaq Muamalat, Uqubat) MARDLATILLAH SORGA/JANNAH MUSLIM KAFFAHISTIQAMAH

  6. Tha’atullah • Melaksanakan semua kewajiban (wajib) • Meninggalkan semua larangan (haram) • Berusaha melaksanakan yang sunnah secara optimal • Berusaha meninggalkan yang makruh secara optimal • Memilih mubah yang bermanfaat

  7. Aktualisasi ketaatan/taqwa pada Allâh SWT : • Dalam urusan keimanan (mantap, murni, tiada syirik) • Dalam ibadah mahdhah (taat selalu) • Dalam akhlak (mulia) • Dalam makanan dan minuman (halal dan thayyib selalu) • Dalam urusan pakaian (menutup aurat selalu) • Dalam urusan keluarga (sakinah) • Dalam urusan pekerjaan (profesional dan amanat) • Dalam urusan kuliah (rajin) • Dalam urusan masyarakat (peduli) • Dalam dakwah (aktif terlibat)

  8. IHSANUL AMAL • 3 komponen ihsan • Imanartinya landasannya adalah keimanan • Ikhlashanya untuk Allah SWT • Benar sesuai tuntunan syariat Islam

  9. IHSAN Engkau menyembah Allah seakan-akan engkau melihat Allah. Andai engkau tidak melihat-Nya maka yakinlah Dia melihat engkau

  10. Istiqamah إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُعَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُواوَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): "Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu“ (TQS. Fushilat:30).

  11. Akal Cemerlang Kehidupan yang mulia Suci Hati

  12. Hidup Mulia Dunia adalah medan perjuangan Mencari ridla Allah sebagai tujuan Surga yang seluas langit dan bumi menjadi cita-cita tempat kembali

  13. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sesuatu yang melalaikan, perhiasan, dan bermegah-megahan antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak. Seperti hujan menumbuhkan tanam-tanaman yang menggagumkan para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akherat nanti ada azab yang keras dan ampunan dari Allah sertaa keridlaanNya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu (QS Al Hadid :20)

  14. Perjalanan ke akhirat

  15. KE MANA SETELAH MATI? • Dibangkitkan kembali (Al Mukminun:15-16) • ثُمَّ إِنَّكُمْ بَعْدَ ذَلِكَ لَمَيِّتُونَ(15)ثُمَّ إِنَّكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ تُبْعَثُونَ • Kemudian, sesudah itu, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati. Kemudian, sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kuburmu) di hari kiamat. • Dihisab, atas keyakinan dan perbuatannya di dunia

  16. Keadaan di Akhirat • Tipologi 1 (Al Bayyinah:7-8) • “Sesungguhnya orang-orang beriman dan beramal shaleh mereka itu adalah sebaik-baik makhluq. Balasan mereka adalah surga adn yang mengalir sungai-sungai di bawah. Mereka kekal di dalamnya selamanya” • Tipologi 2 • “… Allah memerintahkan para malaikat mengentas dari neraka itu orang-orang yang tidak pernah sekalipun melakukan perbuatan syirik. Yaitu mereka yang berucap Laa ilaaha illallah. Orang-orang ini dapat diketahui melalui ciri khasnya, yakni di wajahnya ada bekas sujud….. (HR. Muslim dari Abu Hurairah RA) • Tipologi 3 (Al Bayyinah:6) • “Sesungguhnya orang-orang kafir, yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka jahannam, mereka kekal di dalamnya. Mereka adalah seburuk-buruk makhluq”.

  17. Keadaan Di Akhirat

  18. وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa (TQS. Ali ‘Imran[3]:133)

  19. Perjalanan menuju hidup mulia

  20. Berjuang di jalan Allah Senantiasa ada sekelompok orang dari umatku yang selalu menegakkan urusan agama Allah. Tidak akan memudhorotkan mereka orang-orang yang menelantarkan atau yang menentang mereka hingga datangnya keputusan Allah (hari kiamat), sementara mereka meraih kemenangan atas seluruh umat manusia (HR. Bukhari-Muslim)

  21. Allah telah melebihkan derajat sebagian manusia di antara manusia yang lain. Hal ini dikarenakan mereka senantiasa menyebarluaskan petunjuk Allah swt dan menyampaikan syariat-Nya dan mengemban dakwah. Mereka telah meneladani aktivitas para Nabi dan Rasul ومن أحسن قولا ممن دعا إلى الله وعمل صالحا وقال إنني من المسلمين “Siapakah yang lebih baik ucapannya dibandingkan dengan orang-orang yang menyeru manusia ke jalan Allah dan melakukan amal shalih senantiasa berkata, ‘Aku adalah termasuk ke dalam golongan orang-orang muslim’?” (QS. Fushilat [41]:33)

  22. Islam muncul pertama kali dalam keadaan terasing dan akan kembali terasing sebagaimana mulainya, maka berbahagialah orang-orang terasing tersebut. Para sahabat berkata, “Wahai Rasulullah, siapa al-ghuraba ini?” Rasulullah saw bersabda, “Mereka adalah orang-orang yang melakukan perbaikan ketika manusia sudah rusak (HR. Atthabrani)

  23. Rasulullah saw. bersabda: Pada hari kiamat nanti, akan datang sekelompok orang yang imannya begitu menakjubkan, cahaya mereka bergerak di depan dan di sebelah kanan mereka, lalu diserukan :” Ada kabar gembira untuk Anda sekalian, dan kesejahteraan terlimpah atas kalian, berbahagialah dan masuklah ke dalam surga selama-lamanya.” Para malaikat dan nabi-nabi begitu menginginkan keadaan mereka yang penuh diliputi kasih sayang Allah. Seorang shahabat lalu bertanya:”Siapakah mereka wahai Rasulullah ?”

  24. “Mereka bukanlah berasal dari kita ataupun kalian. Kalian semua adalah sahabatku, sedang mereka adalah kekasihku. Mereka datang setelahmu, di mana mereka mendapati Kitab ini telah diabaikan oleh manusia dan Sunnah telah dipadamkan, lalu mereka menetapi Kitab dan Sunnah ini seraya menghidupkannya, membacanya dan mengajarkannya kepada segenap manusia, sehingga mereka berroleh penyiksaan di sepanjang jalannya dengan siksaan yang lebih pedih dan lebih kejam dari yang menimpa kalian. Sesungguhnya iman salah seorang dari mereka sebanding dengan iman empatpuluh orang dari kalian, dan seorang syahid di antara mereka sebanding dengan empatpuluh syuhada di antara kalian. Sesungguhnya kalian memperoleh bantuan dalam menetapi kebenaran, edang mereka tidak. Mereka dikepung orang-orang yang dzalim dari segenap penjuru, mereka berada di sisi-sisi Baitul Maqdis, dan datyanglah pertolongan Allah kepada mere, kekuatanNya ada di atas tangan mereka.”

  25. Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah? " Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.”

  26. Rasulullah SAW bersama sahabat membela ayat demi ayat dengan perjuangan, pengorbanan, dan air mata

  27. Rasulullah dan para sahabat berjuang demi Islam

  28. Demi ketaatan, Keluarga Yasir rela berkorban

  29. Rasulullah menjadikan hidup matinya untuk tegaknya Islam di masyarakat

  30. Demi ketaatan dan ketaatan umatnya, Rasulullah tak kenal lelah berjuang

  31. Demi tegaknya Islam melalui Daulah, Rasul dan para sahabat berhijrah

  32. Rasulullah SAW dan para sahabatnya terus mendekat (bertaqarrub) kepada Allah. Bagaimana dengan kita? Mereka berpikir dan berjuang untuk Islam dan umatnya dengan landasan taqarrub kepada Allah Zat Maha Gagah Perkasa. Bagaimana dengan kita? Mereka telah hidup mulia, dan mati bahagia dengan dasar selalu mendekat dengan amal pada Allah Zat Maha Mulia. Bagaimana dengan kita?

  33. Bulatkan tekad dan berjanjilah untuk senantiasa cinta dan meneladani Rasulullah dan mendekat kepada Allah

  34. Layar telah berkembang, pantang biduk pulang ke pantai. Mendekatlah! Taatlah! Jangan ditunda! Sekaranglah saatnya!

  35. Ya, Allah, Engkau Maha Benar; janjiMu benar, bertemu denganMu benar, firmanMu benar, sorgaMu benar, nerakaMu benar, para nabi benar, Nabi Muhammad benar, serta kiamat itu benar. Ya, Allah, hanya kepada Engkaulah aku berserah diri, hanya kepada Engkaulah aku beriman, hanya kepada Engkaulah aku bertawakkal, hanya kepada Engkaulah aku kembali, hanya kepada Engkaulah aku mengadu, dan hanya kepada Engkaulah aku meminta keputusan hukum.

More Related