Advertisement
1 / 68

HUKUM PIDANA INTERNASIONAL PowerPoint PPT Presentation


  • 211 Views
  • Uploaded on 26-10-2012
  • Presentation posted in: General

HUKUM PIDANA INTERNASIONAL. POKOK BAHASAN. HUKUM PIDANA INTERNASIONAL SEBAGAI DISIPLIN HUKUM KEJAHATAN INTERNASIONAL = OBJEK HUKUM PIDANA INTERNASIONAL. SUBJEK HUKUM DAN PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA PENEGAKAN HUKUM PIDANA INTERNASIONAL BEBERAPA MASALAH PROSEDURAL - PowerPoint PPT Presentation

Download Presentation

HUKUM PIDANA INTERNASIONAL

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Presentation Transcript


Hukum pidana internasional

HUKUM PIDANA INTERNASIONAL


Pokok bahasan

POKOK BAHASAN

  • HUKUM PIDANA INTERNASIONAL SEBAGAI DISIPLIN HUKUM

  • KEJAHATAN INTERNASIONAL = OBJEK HUKUM PIDANA INTERNASIONAL.

  • SUBJEK HUKUM DAN PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA

  • PENEGAKAN HUKUM PIDANA INTERNASIONAL

  • BEBERAPA MASALAH PROSEDURAL

  • KETERKAITAN HUKUM PIDANA INDONESIA DAN HUKUM PIDANA INTERNASIONAL


Hukum pidana internasional sebagai disiplin hukum

HUKUM PIDANA INTERNASIONALSEBAGAI DISIPLIN HUKUM

  • ISTILAH DAN PENGERTIAN HPI

  • SEJARAH DAN PERKEMBANGAN HPI

  • ASAS-ASAS HPI

  • KEDUDUKAN HPI DALAM ILMU HUKUM


Kejahatan internasional sebagai objek hpi

KEJAHATAN INTERNASIONAL SEBAGAI OBJEK HPI

  • DASAR HUKUM PENENTUAN

  • UNSUR-UNSUR KEJAHATAN INTERNASIONAL

  • PERBEDAAN KEJAHATAN INTERNASIONAL DAN KEJAHATAN TRANSNASIONAL

  • 22 KEJAHATAN INTERNASIONAL

  • KEJAHATAN INTERNASIONAL DALAM STATUTA ROMA


Subjek hukum dan pertanggungjawaban pidana

SUBJEK HUKUM DAN PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA

  • SUBJEK DALAM HUKUM PIDANA INTERNASIONAL

  • TANGGUNGJAWAB NEGARA DALAM HUKUM PIDANA INTERNASIONAL


Penegakan hukum

PENEGAKAN HUKUM

  • DIRECT LAW ENFORCEMENT SYSTEM

    • MAHKAMAH AD HOC:

      • MAHKAMAH MILITER NUREMBERG DAN TOKYO

      • MAHKAMAH AD HOC YUGOSLAVIA DAN RWANDA

    • MAHKAMAH PERMANEN:

      • INTERNATIONAL CRIMINAL COURT

  • INDIRECT LAW ENFORCEMENT SYSTEM:

    • QUATIE NATIONAL INTERNATIONAL COURT

    • NATIONAL/MUNICIPAL COURT:

      • PENGADILAN BIASA

      • PENGADILAN KHUSUS


Masalah prosedural

MASALAH PROSEDURAL

  • YURISDIKSI DALAM HPI

  • EKSTRADISI

  • PENGAKUAN PUTUSAN PERADILAN ASING

  • KERJASAMA DAN BANTUAN HUKUM ANTAR NEGARA


Keterkaitan hukum nasional dan hpi

KETERKAITAN HUKUM NASIONAL DAN HPI

  • PASAL-PASAL DALAM KUHP

  • PENGADILAN HAM DI INDONESIA:

    • PELANGGARAN BERAT HAM

    • PERADILAN HAM AD HOC


Istilah hukum pidana internasional

ISTILAH HUKUM PIDANA INTERNASIONAL

  • INTERNATIONAL CRIMINAL LAW

  • INTERNATIONALE STRAFPROCESRECHT

  • ROLING:

    • INTERNATIONAL CRIMINAL LAW

    • SUPRANATIONAL CRIMINAL LAW


Pengertian hukum pidana internasional

PENGERTIAN HUKUM PIDANA INTERNASIONAL

  • M.CHERIF BASSIOUNI:

    • INTERNATIONAL CRIMINAL LAW IS A PRODUCT OF THE CONVERGENCE OF TWO DIFFERENT LEGAL DICIPLINES WHICH HAVE EMERGED AND DEVELOPED ALONG DIFFERENT PATHS TO BECOME COMPLEMENTARY AND CO-EXTENSIVE. THEY ARE: THE CRIMINAL LAW ASPECT OF INTERNATIONAL LAW AND THE INTERNATIONAL ASPECT OF NATIONAL CRIMINAL LAW.


Pengertian hukum pidana internasional1

PENGERTIAN HUKUM PIDANA INTERNASIONAL

  • EDWARD.M.WISE:

    • KEKUASAAN MENGADILI DARI PENGADILAN NEGARA TERTENTU: UNSUR ASING

    • PRINSIP HUKUM PUBLIK INTERNASIONAL: KEWAJIBAN TRANSFORMASI KE DALAM HUKUM NASIONAL

    • KEUTUHAN HUKUM PIDANA INTERNASIONAL: INSTRUMEN PENEGAKAN HUKUM.


Pengertian hukum pidana internasional2

PENGERTIAN HUKUM PIDANA INTERNASIONAL

  • ROLING:

    • INTERNATIONAL CRIMINAL LAW IS THE LAW WHICH DETERMINES WHAT NATIONAL CRIMINAL LAW WILL APPLY TO OFFENCES COMMITTED IF THEY CONTAIN AN INTERNATIONAL ELEMENT


George schwarzenberger

GEORGE SCHWARZENBERGER:

  • TERRITORIAL SCOPE OF MUNICIPAL CRIMINAL LAW

  • INTERNATIONALLY PRESCRIBED MUNICIPAL CRIMINAL LAW

  • INTERNATIONALLY AUTHORISED MUNICIPAL CRIMINAL LAW

  • MUNICIPAL CRIMINAL LAW COMMON TO CIVILISED NATIONS

  • INTERNATIONAL COOPERATION IN THE ADMINISTRATION OF MUNICIPAL CRIMINAL LAW

  • INTERNATIONAL CRIMINAL LAW IN THE MATERIAL SENSE OF THE WORD


Sejarah dan perkembangan hpi 1

SEJARAH DAN PERKEMBANGAN HPI (1)

  • PERKEMBANGAN INTERNATIONAL CRIMES

  • TRIBES = JUST CAUSE (16 M)= KAISAR JUSTINIANUS

  • PIRACY = INTERNATIONAL CUSTOMARY LAW

  • IMPERIALISME = FRANSISCO DE VITTORIA (SELF DEFENCE):

    • PERANG TDK BOLEH KRN PERBEDAAN AGAMA, PERLUASAN WILAYAH, KEMENANGAN PRIBADI.

    • SELF DEFENCE, KERUSAKAN HARUS DIMINIMALISIR

    • DEFINISI AGRESI, BATAS SELF DEFENCE, BATAS PENGGUNAAN KEKUATAN.


Sejarah dan perkembangan hpi 2

SEJARAH DAN PERKEMBANGAN HPI (2)

  • HUGO GROTIUS = ON THE WAR AND PEACE (1625):

    • MRK YG MELAKUKAN PERANG DGN NIAT TDK BNR LAYAK UTK DITUNTUT

    • MRK YG MELAKUKAN PERANG SEC MELAWAN HUKUM BERTGJAWB ATAS AKIBAT YG TIMBUL

    • JENDERAL ATAU PRAJURIT YG DPT MENCEGAH PERANG DPT DIPERTGJWBKAN ATAS PERBUATANNYA.


Sejarah perkembangan hpi 3

SEJARAH PERKEMBANGAN HPI(3)

- WORLD WAR I = VERSAILES AGREEMENT (PASAL 227 TENTANG PENUNTUTAN PIDANA DAN PEMIDANAAN THD PELAKU KEJAHATAN PERANG TDK BERJALAN)

  • 1927 LBB = WAR OF AGRESSION

    • PENYUSUNAN KODIFIKASI HUKUM PIDANA INTERNASIONAL (HASIL KERJA ILC DITERIMA MU PBB THN 1953)

    • PENYUSUNAN PENGADILAN PIDANA INTERNASIONAL

  • WORLD WAR II = GENOCIDE, CRIMES AGAINST HUMANITY

  • LONDON AGREEMENT 1942

  • NUREMBERG TRIBUNAL 1945

  • TOKYO TRIBUNAL 1946


Sejarah dan perkembangan hpi 4

SEJARAH DAN PERKEMBANGAN HPI (4)

  • NUREMBERG PRICIPLES SEBAGAI PRINSIP-PRINSIP DALAM HPI

  • CONVENTION AGAINST GENOCIDE 1948

  • ICTY 1992

  • ICTR 1993

  • ICC 2002 (STATUTA ROMA 1998)


Asas asas hpi

ASAS-ASAS HPI

  • ASAS HUKUM INTERNASIONAL

    • PACTA SUNT SERVANDA

    • AU DEDERE AU PUNERE

    • AU DEDERE AU JUDICARE

  • ASAS HUKUM NASIONAL

    • ASAS LEGALITAS

    • ASAS TERRITORIAL

    • ASAS UNIVERSAL, DLL


Kedudukan hpi dalam ilmu hukum

KEDUDUKAN HPI DALAM ILMU HUKUM

  • SUATU DISIPLIN HUKUM SENDIRI

    • PRAKTIK HUKUM INTERNASIONAL

    • PRAKTIK PERJANJIAN INTERNASIONAL

  • MEMILIKI 4 UNSUR (ROMLI):

    • ASAS HUKUM PIDANA INTERNASIONAL

    • KAIDAH HUKUM PIDANA INTERNASIONAL

    • INSTRUMEN PENEGAKAN HUKUM

    • OBJEK HUKUM PIDANA INTERNASIONAL


Pengertian unsur kejahatan internasional

PENGERTIAN & UNSURKEJAHATAN INTERNASIONAL

  • M.CHERIF BASSIOUNI:

    • INTERNATIONAL CRIMES IS ANY CONDUCT WHICH IS DESIGNATED AS A CRIME IN A MULTILATERAL CONVENTION WITH SIGNIFICANT NUMBER OF STATE PARTIES TO IT, PROVIDED THE INSTRUMENT CONTAINS ONE OF THE TEN PENAL CHARACTERISTICS


The ten penal characteristics

THE TEN PENAL CHARACTERISTICS

EXPLICIT RECOGNITION UNDER INTERNATIONAL LAW

  • IMPLICIT RECOGNITION OF THE PENAL NATURE

  • CRIMINALIZATION OF PROSCRIBED CONDUCT

  • DUTY OR RIGHT TO PROSECUTE

  • DUTY OR RIGHT TO PUNISH

  • DUTY OR RIGHT TO EXTRADATE

  • DUTY OR RIGHT TO COOPERATE IN PROSECUTION, PUNISHMENT, ETC

  • ESTABLISHMENT OF CRIMINAL JURISDICTONAL BASIS

  • REFERENCE TO ESTABLISH AN ICC

  • ELIMINATION OF THE DEFENSE OF SUPERIOR ORDERS


Unsur unsur international crimes

UNSUR-UNSUR INTERNATIONAL CRIMES

  • UNSUR INTERNASIONAL

    • DIRECT THREAT TO WORLD PEACE AND SECURITY

    • INDIRECT THREAT TO WORLD PEACE AND SECURITY

    • SHOCKING THE CONSIENCE OF HUMANITY

  • UNSUR TRANSNASIONAL

    • CONDUCT AFFECTING MORE THAN ONE STATE

    • CONDUCT INCLUDING OR AFFECTING CITIZENS OF MORE THAN ONE STATE

    • MEANS AND METHODES TRANCEND NATIONAL BOUNDARIES

  • UNSUR NECESSITY

    • COOPERATIONS OF STATES TO ENFORCE


Dasar hukum international crimes

DASAR HUKUM INTERNATIONAL CRIMES

  • INTERNATIONAL CUSTOMARY LAW

    • PIRACY, WAR CRIMES, SLAVERY

  • INTERNATIONAL CONVENTIONS

    • HIJACKING

  • INTERNATIONAL CONVENTIONS ON HUMAN RIGHTS

    • GENOCIDE


Perbedaan int crimes transnational crimes

PERBEDAAN INT CRIMES & TRANSNATIONAL CRIMES

  • BASSIOUNI:

    • INTERNATIONAL ELEMENTS

  • ROMLI:

    • THE MOST SERIOUS CRIMES OF INTERNATIONAL CONCERN

    • YURISDICTION OF THE ICC


22 international crimes

22 INTERNATIONAL CRIMES

  • BASSIOUNI (DRAFT INT CRIMINAL CODE 1954) = 143 INTERNATIONAL CONVENTIONS 1812-1979:

    • AGRESSION

    • WAR CRIMES

    • UNLAWFUL USE OF WEAPONS

    • GENOCIDE

    • CRIMES AGAINS HUMANITY

    • APHARTEID

    • SLAVERY AND RELATED CRIMES

    • TORTURE


22 international crimes1

22 INTERNATIONAL CRIMES

  • UNLAWFUL MEDICAL EXPERIMENTATION (AS WAR CRIMES)

  • PIRACY

  • CRIMES RELATING TO AIR COMMUNICATIONS

  • THREAT AND USE OF FORCE AGAINST INTERNATIONALLY PROTECTED PERSONS

  • TAKING CIVILIAN HOSTAGES

  • UNLAWFUL USE OF THE MAIL

  • DRUG OFFENCES

  • FALSIFICATION AND COUNTERFEITING


22 international crimes2

22 INTERNATIONAL CRIMES

  • THEFT OF NATIONAL AND ARCHEOLOGICAL TREASURES (IN TIME OF WAR)

  • BRIBERY OF FOREIGN PUBLIC OFFICIALS

  • INTERFERRENCE WITH SUBMARINE CABLES

  • INTERNATIONAL TRAFFIC IN OBSCENE PUBLICATIONS

  • THEFT OF NUCLEAR MATERIALS

  • CRIMES AGAINTS ENVIRONMENTAL PROTECTION


Rationae materiae statuta roma

RATIONAE MATERIAE STATUTA ROMA

  • PASAL 5 AYAT (1):

    • GENOCIDE

    • CRIMES AGAINST HUMANITY

    • WAR CRIMES

    • AGRESSION

  • AYAT 2:

    • TERHADAP AGRESI, MAHKAMAH AKAN MELAKSANAKAN YRUISDIKSI SETELAH SUATU KETENTUAN TENTANG DEFINISI AGRESI DITENTUKAN (Pasal 121 dan 123)


Subjek hukum dalam hpi

SUBJEK HUKUM DALAM HPI

  • INDIVIDU:

    • BAGIAN DARI REZIM YANG BERKUASA

    • BAGIAN DARI GERAKAN/KELOMPOK PEMBERONTAK DALAM SATU NEGARA

  • BERDASARKAN:

    • PRAKTIK PENGADILAN AD HOC

    • PASAL 1 DAN PASAL 25 AYAT (1) STATUTA ROMA


Pertanggungjawaban

PERTANGGUNGJAWABAN

  • INDIVIDU = PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA

  • NEGARA =

    • KEWAJIBAN MENGADILI SETIAP PELAKU KEJAHATAN INTERNASIONAL

    • KEWAJIBAN BEKERJASAMA PENUH DALAM PENEGAKAN HUKUM PIDANA INTERNASIONAL

    • KEWAJIBAN TERHADAP VICTIMS COMPENSATION


Penegakan hukum dalam hpi

PENEGAKAN HUKUM DALAM HPI

  • INTERNATIONAL MILITARY TRIBUNAL

    • DASAR PEMBENTUKAN: LONDON AGREEMENT 8 AGUSTUS 1945

    • KARAKTERISTIK:

      • MILITER

      • INTERNASIONAL

      • AD HOC

  • RATIONAE MATERIAE:

    • CRIMES AGAINST PEACE

    • WAR CRIMES

    • CRIMES AGAINST HUMANITY


Penegakan hukum dalam hpi1

PENEGAKAN HUKUM DALAM HPI

  • INTERNATIONAL MILITARY TRIBUNAL FOR THE FAR EAST : TOKYO

    • DASAR PEMBENTUKAN: PROKLAMASI JEND. MAC ARTHUR

    • KARAKTERISTIK = NUREMBERG TRIAL

    • RATIONAE MATERIAE:

      • CRIMES AGAINST PEACE

      • CONVENTIONAL WAR CRIMES

      • CRIMES AGAINST HUMANITY


Nuremberg principles

NUREMBERG PRINCIPLES

  • TIAP ORANG YANG MELAKUKAN SUATU PERBUATAN YANG MERUPAKAN KEJAHATAN BERDASARKAN HUKUM INTERNASIONAL BERTANGGUNGJAWAB ATAS PERBUATANNYA DAN DAPAT DIHUKUM

  • FAKTA BAHWA HUKUM NASIONAL TIDAK MENGANCAM DENGAN PIDANA ATAS PERBUATAN YANG MERUPAKAN KEJAHATAN MENURUT HUKUM INTERNASIONAL TIDAKLAH MEMBEBASKAN ORANG YANG MELAKUKAN PERBUATAN ITU DARI TANGGUNG JAWAB MENURUT HUKUM INTERNASIONAL


Nuremberg principles1

NUREMBERG PRINCIPLES

  • FAKTA BAHWA ORANG YANG MELAKUKAN PERBUATAN YANG MERUPAKAN KEJAHATAN MENURUT HUKUM INTERNASIONAL BERTINDAK SEBAGAI KEPALA NEGARA ATAU PEJABAT PEMERINTAH YANG BERTANGGUNGJAWAB, TIDAK MEMBEBASKAN DIA DARI TANGGUNGJAWAB MENURUT HUKUM INTERNASIONAL


Nuremberg principles2

NUREMBERG PRINCIPLES

  • FAKTA BAHWA ORANG TERSEBUT MELAKUKAN PERBUATAN ITU UNTUK MELAKSANAKAN PERINTAH DARI PEMERINTAHANNYA ATAU ATASAN, TIDAKLAH MEMBEBASKAN DIA DARI TANGGUNGJAWAB MENURUT HUKUM INTERNASIONAL, ASAL SUATU PILIHAN MORAL DALAM KENYATAAN MUNGKIN DIBERIKAN KEPADANYA


Nuremberg principles3

NUREMBERG PRINCIPLES

  • SETIAP ORANG YANG DIDAKWA MELAKUKAN KEJAHATAN MENURUT HUKUM INTERNASIONAL MEMPUNYAI HAK UNTUK MENDAPATKAN PERADILAN YANG ADIL BERDASARKAN FAKTA DAN HUKUM


Nuremberg principles4

NUREMBERG PRINCIPLES

  • KEJAHATAN-KEJAHATAN BERIKUT INI DAPAT DIHUKUM MENURUT HUKUM INTERNASIONAL:

    • KEJAHATAN TERHADAP PERDAMAIAN (JUS AD BELLUM)

    • KEJAHATAN PERANG (JUS IN BELLO)

    • KEJAHATAN TERHADAP KEMANUSIAAN

  • KETERLIBATAN DALAM PELAKSANAAN SUATU KEJAHATAN SEBAGAIMANA TERSEBUT DIATAS ADALAH SUATU KEJAHATAN MENURUT HUKUM INTERNASIONAL


Penegakan hukum dalam hpi2

PENEGAKAN HUKUM DALAM HPI

  • DIRECT LAW ENFORCEMENT SYSTEM:

    • MAHKAMAH AD HOC INTERNASIONAL:

      • NUREMBERG, TOKYO, ICTY, ICTR

    • INTERNATIONAL CRIMINAL COURT (ICC)

  • INDIRECT LAW ENFORCEMENT SYSTEM:

    • PENGADILAN NASIONAL

    • HYBRID MODEL:

      • SIERRA LEONNE, CAMBODIA, TIMOR LESTE


Penegakan hukum dalam hpi3

PENEGAKAN HUKUM DALAM HPI

  • INTERNATIONAL CRIMINAL TRIBUNAL FOR THE FORMER YUGOSLAVIA (DEN HAAG)

  • MEKANISME PEMBENTUKAN: RESOLUSI DK-PBB TAHUN 1993

  • KARAKTERISTIK:

    • AD HOC

    • PRIMACI

  • RATIONAE MATERIAE:

    • GENOCIDE

    • CRIMES AGAINST HUMANITY

    • GRAVE BREACHES OF GENEVA CONVENTION

    • WAR CRIMES (VIOLATION OF THE LAWS AND CUSTOMS OF WAR)


Penegakan hukum dalam hpi4

PENEGAKAN HUKUM DALAM HPI

  • INTERNATIONAL CRIMINAL TRIBUNAL FOR RWANDA (ARUSHA, TANZANIA)

  • MEKANISME PEMBENTUKAN: DK-PBB, 1994

  • RATIONAE MATERIAE:

    • GENOCIDE

    • VIOLATION OF COMMON ARTICLE OF THE GENEVA CONVENTION 1949, AND ADDITIONAL PROTOCOL 1977

    • CRIMES AGAINST HUMANITY

  • RATIONAE TERRITORIAE:

    • RWANDA 1994

    • BEBERAPA NEGARA TETANGGANYA


International criminal court

International Criminal Court

  • LEGAL SPIRIT:

  • GENERAL:

    • SEMANGAT UNIVERSAL UNTUK MENGAMANKAN PENGHORMATAN TERHADAP HAM DAN KEBEBASAN DASAR

  • SPECIFIC:

    • TO ACHIEVE JUSTICE FOR ALL

    • MENGAKHIRI IMPUNITY

    • MEMBANTU MENGAKHIRI KONFLIK

    • MEMPERBAIKI KELEMAHAN MAHKAMAH AD HOC

    • MENGAMBIL ALIH PENGADILAN NASIONAL

    • EFFECTIVE DETERRENCE


Yurisdiksi icc sebagai legal parameter

YURISDIKSI ICC SEBAGAI LEGAL PARAMETER

  • RATIONE MATERIAE:

    • BERKAITAN DENGAN POKOK PERKARA

  • RATIONE TEMPORIS:

    • BERKAITAN DENGAN WAKTU

  • RATIONE LOCI:

    • YURISDIKSI TERITORIAL

  • RATIONE PERSONAE:

    • YURISDIKSI PERSONAL/INDIVIDUAL


Rationae materiae

RATIONAE MATERIAE

  • PASAL 5 AYAT (1) STATUTA ROMA:

    • THE CRIMES OF GENOCIDE

    • CRIMES AGAINST HUMANITY

    • WAR CRIMES

    • THE CRIMES OF AGRRESSION

  • PASAL 5 AYAT (2):

    • KHUSUS AGRESI PENGADILAN AKAN MENETAPKAN YURISDIKSINYA SETELAH ADA KESEPAKATAN TENTANG DEFINISI.


Rationae temporis

RATIONAE TEMPORIS

  • PASAL 11 AYAT (1) DAN PASAL 24 STATUTA ROMA:

    • HANYA TERHADAP KEJAHATAN SEBAGAIMANA DIATUR DALAM PASAL 5 STATUTA YANG TERJADI SETELAH STATUTA BERLAKU (ASAS LEGALITAS)

  • PENGECUALIAN:

    • PASAL 12 AYAT (3) DAN 11 AYAT (2): PERNYATAAN AD HOC DARI SUATU NEGARA MENERIMA YURISDIKSI ICC UNTUK PERISTIWA YANG DILAKUKAN DI MASA LAMPAU


Rationae loci

RATIONAE LOCI

  • PASAL 12 AYAT (2) (A) STATUTA ROMA

    • YANG TERJADI DI WILAYAH NEGARA PESERTA

    • YANG TERJADI DI WILAYAH NEGARA YANG MENERIMA YURISDIKSI SECARA AD HOC

    • YANG TERJADI DI WILAYAH YANG DITENTUKAN OLEH DEWAN KEAMANAN TERITORIAL, ATAU WILAYAH YANG DIPERLUAS


Rationae personae

RATIONAE PERSONAE

  • PASAL 12 AYAT (2) (B) STATUTA ROMA

    • WARGA NEGARA DARI NEGARA PESERTA

    • WARGA NEGARA DARI NEGARA YANG MENERIMA YURISDIKSI SECARA ADHOC

  • IRRELEVANCE OF OFFICIAL CAPACITY:

    • PASAL 27 STATUTA ROMA: TANPA MEMBEDAKAN KAPASITAS SEBAGAI PEJABAT NEGARA ATAU PEMERINTAHAN, TERMASUK IMUNITAS MENURUT HUKUM INTERNASIONAL


Rationae personae1

RATIONAE PERSONAE

  • PASAL 28 STATUTA ROMA:

    • RESPONSIBILITY OF COMMANDERS AND OTHER SUPERIORS

  • PENGECUALIAN PASAL 26 STATUTA:

    • MAHKAMAH TIDAK MEMPUNYAI WEWENANG UNTUK MENGADILI PELAKU YANG MASIH DIBAWAH USIA 18 TAHUN KETIKA KEJAHATAN YANG DITUDUHKAN DILAKUKAN


Admissibility icc

ADMISSIBILITY ICC

  • PASAL 17 AYAT (1) STATUTA ROMA, SUATU KASUS TIDAK DAPAT DITERIMA BILA:

    • SEDANG DISIDIK DAN DITUNTUT OLEH NEGARA YANG MEMPUNYAI YURISDIKSI

    • KASUS TELAH DISIDIK OLEH NEGARA TERSEBUT, DAN DIPUTUSKAN UNTUK TIDAK MENUNTUT SI PELAKU

    • PELAKU TELAH DIADILI UNTUK KASUS TERSEBUT

    • KASUS TERSEBUT TIDAK CUKUP GAWAT UNTUK MEBERIKAN PEMBENARAN LANGKAH LANJUT


Pengecualian terhadap admissibility icc

PENGECUALIAN TERHADAP ADMISSIBILITY ICC

  • PASAL 17 AYAT (1) STATUTA ROMA:

    • BILA NEGARA TERSEBUT UNWILLING ATAU UNABLE

    • BILA KEPUTUSAN TIDAK MENUNTUT KARENA UNWILLING ATAU UNABLE

    • BILA PENGADILAN YANG TERJADI ADALAH PERADILAN SHAM PROCEEDING

      • UNTUK MELINDUNGI PELAKU DARI YURISDIKSI ICC

      • PROSES PERADILAN TIDAK INDEPENDENT DAN TIDAK MERDEKA


Pengertian unwilling

PENGERTIAN UNWILLING

  • PASAL 17 AYAT (2) STATUTA ROMA:

    • PROSES PERADILAN YANG TELAH ATAU SEDANG DILAKUKAN ATAU DIPUTUSKAN BERTUJUAN MELINDUNGI PELAKU DARI PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA,

    • TERDAPATNYA UNJUST DELAY,

    • PROSES PERADILAN TIDAK DILAKSANAKAN SECARA MERDEKA DAN TIDAK MEMIHAK


Pengertian unable

PENGERTIAN UNABLE

  • PASAL 17 AYAT (3) STATUTA ROMA:

    • APABILA ICC MEMPERTIMBANGKAN BAHWA TERJADI KEGAGALAN SECARA MENYELURUH ATAU SUBTANSIAL ATAU KETIADAAN/KETIDAKSEDIAAN SISTEM PENGADILAN NASIONAL UNTUK MENEMUKAN TERSANGKA ATAU BUKTI-BUKTI DAN KESAKSIAN ATAU TIDAK MAMPU UNTUK MENYELENGGARAKAN PROSES PERADILAN


Asas dalam statuta roma

ASAS DALAM STATUTA ROMA

  • NULLUM CRIMEN SINE LEGE

  • NOELA POENA SINE LEGE

  • NON RETROAKTIF

  • ASAS PELENGKAP

  • NON LIMITATIF


Commanders superiors responsibility

Commanders/Superiors Responsibility

  • Pertanggungjawaban pidana dari seorang komandan militer atau atasan sipil terhadap kejahatan yang dilakukan oleh bawahannya

  • 2 Bentuk:

    • Direct command responsibility = actus reus (Pasal 55 KUHP)

    • Indirect command responsibility = omisionis (failure to act)


Doktrin commanders responsibility

Doktrin Commanders Responsibility

  • SunTzu (500 BC), The Art of War:

    • When troops flee, are insubordinate, distressed, collapse in disorde or are routed, it is the fault of the general.None of these can be attributed to natural causes

  • Napoleon Bonaparte:

    • There are no bad regiments, they are only bad colonels


Doktrin commanders responsibility1

Doktrin Commanders Responsibility

  • Dekrit King Charles VII Perancis (1439):

    • The King orders that each captain or lieutenant be held responsible for the abuses, ills and offences by members of his company, and as soon as he receives any complaint concerning any such misdeed or abuse, he brings the offender to justice so that the said offender be punished in a manner commensurate with his offence. If he fails to do so or covers up the misdeed or delays taking action, or if he, because of his negligence or otherwise, the offender escapes and thus evades punishment, the captain shall be deemed responsible for the offence as if he had committed it himself and be punished…


Doktrin commanders responsibility2

Doktrin Commanders Responsibility

  • Hugo Grotius (De Jure Belli Ac Pacis, 1615):

    • We must accept the principle that he who knows of a crime, and is able and bound to prevent it, and fails to do so, himself commits a crime

  • Articles of War dari King Gustavus Adolpus (Swedia, tahun 1621):

    • No Colonel of Captain shall command his soldiers to do any unlawful thing, which who so does, shall be punished according to the discretion of the Judges


Commanders responsibility dalam instrumen hukum internasional

Commanders Responsibility Dalam Instrumen Hukum Internasional

  • Konvensi Den Haag 1907, Pasal 3:

    • A belligerent party which violates the provisions of the said regulations, shall, if the case demands, be liable to pay compensation. It shall be responsible for all acts committed by persons forming part of its armed forces


Commanders responsibility dalam instrumen hukum internasional1

Commanders Responsibility Dalam Instrumen Hukum Internasional

  • Protokol Tambahan I Tahun 1977, Pasal 86 ayat (2):

    • The fact that breach of the Conventions or of this Protocol was committed by a subordinate does not absolve his superiors from penal or disciplinary responsibility, as the case may be, if they knew, or had information which should have enabled them to conclude in the circumstances at the time, that he was committing or was going to commit such breach and if they did not take all feasible measures within their power to prevent or repress the breach


Commanders responsibility dalam instrumen hukum internasional2

Commanders Responsibility Dalam Instrumen Hukum Internasional

  • Statuta ICTY Pasal 7 dan Statuta ICTR Pasal 6:

    • A person who planned, instigated, ordered, committed or otherwise aided and abetted in the planning, preparation or execution of a crime referred to art 2-5, shall be individually responsible for the crime.

    • The fact that any of the acts referred to in art 2-5 was committed by a subordinate does not relieve his superior of criminal responsibility if he know or had reason to know that the subordinate was about to commit such acts or had done so, and the superior failed to take the necessary and reasonable measures to prevent suc acts or to punish the perpetrators thereof.


Hukum pidana internasional

Pasal 28 Statuta Roma:a. military commander or person effectively acting as military commander;-knew, or owing to the circumstances at the time, should have known,-failed to take all necessary and reasonable measures within his/her power to prevent or repress their commision or to submit the matter to the competent authorities for investigation and prosecution b. superior:-knew, or consiously disregarded information which clearly indicated,- the crime concerned activities that were within the effective responsibility and control of the superior


Commanders responsibility dalam praktik hukum internasional

Commanders Responsibility Dalam Praktik Hukum Internasional

  • The High Command Case: Strict Liability

    • Jenderal Tomaguci Yamashita: Gubernur Militer Jepang di Filipina bertanggungjawab karena peristiwa yang bersifat meluas

  • Direktur Pabrik di Rwanda: Civilian Authorities

  • Pembunuhan tawanan di penjara Bosnia (ICTY): De facto Commander

  • Kasus My Lai (US Military Court): komandan tidak harus melihat sendiri peristiwa itu dilakukan, Pasal 86 ayat 2 Protokol Tambahan1


Syarat commanders superiors responsibility

Syarat commanders/superiors Responsibility

  • Ada hubungan atasan-bawahan

  • Memiliki kontrol terhadap bawahan

  • Memiliki kewenangan untuk mengambil tindakan

  • Mengetahui, atau seharusnya mengetahui

  • Gagal mengambil tindakan untuk mencegah,menghentikan atau membawa pelaku ke pengadilan


Pengadilan ham

PENGADILAN HAM

  • SEJARAH PEMBENTUKAN DAN DASAR HUKUM:

    • REFORMASI (PERLINDUNGAN HAM SBG PRIMARY TRIGGER FACTOR)

    • PERISTIWA SETELAH JAJAK PENDAPAT DI TIMTIM

    • TAP MPR NO XVII/MPR/1998 – HAM

    • AMANDEMEN UUD 1945 (PASAL 28 A-J)

    • UU NOMOR 39 TAHUN 1999 – HAM

    • PERPU NOMOR 1 TAHUN 1999

    • UU NOMOR 26 TAHUN 2000 – PERADILAN HAM


Pengadilan ham adhoc

PENGADILAN HAM ADHOC

  • PASAL 43 UU NOMOR : 26 TAHUN 2000

  • KEPPRES NO: 53 TAHUN 2001

    • PENGADILAN HAM ADHOC UTK PERISTIWA TIM-TIM DAN TANJUNG PRIOK

    • YURISDIKSI TERLALU LUAS

  • KEPPRES NO : 96 TAHUN 2001

    • PELANGGARAN HAM DI LIQUICA, DILI, SOAE BULAN APRIL-SEPTEMBER 1999

    • PELANGGARAN HAM TJ PRIOK SEPT 1984


Yurisdiksi materiae

YURISDIKSI MATERIAE

  • PASAL 7 UU NO: 26 TAHUN 2000:

    • KEJAHATAN GENOSIDA

    • KEJAHATAN TERHADAP KEMANUSIAAN

  • SAMA DGN STATUTA ROMA

  • KECUALI :

    • KEJAHATAN PERANG

    • AGRESI

    • PASAL 7 HURUF K STATUTA ROMA


Hukum acara

HUKUM ACARA

  • KUHAP, DGN PERBEDAAN:

  • PENYELIDIKAN OLEH KOMNAS HAM

  • PENYIDIKAN OLEH JAKSA AGUNG

  • PENUNTUTAN OLEH JAKSA AGUNG

  • JANGKA WAKTU PENYIDIKAN, PENUNTUTAN DAN PERSIDANGAN

  • JANGKA WAKTU PENAHANAN LBH LAMA

  • MAJELIS HAKIM 5 ORG

  • TIDAK ADA DALUARSA


Perbedaan dgn icc

PERBEDAAN DGN ICC

  • YURISDIKSI MATERIAE

  • ASAS RETROAKTIF

  • PIDANA MATI

  • PRINSIP PIDANA MINIMUM KHUSUS

  • PRAPERADILAN

  • JANGKA WAKTU PEMERIKSAAN DAN PENAHANAN

  • HUKUM ACARA

  • ELEMENTS OF CRIMES

  • UPAYA HUKUM