A. Pengertian
Download

A. Pengertian







Advertisement
/ 28 []
Download Presentation
Comments
cady
From:
|  
(375) |   (0) |   (0)
Views: 56 | Added: 07-11-2012
Rate Presentation: 0 0
Description:
A. Pengertian. 1. Gangguan psikosis akut dan sementara adalah sekelompok gangguan jiwa yang : Onsetnya akut (  2 minggu) Sindrom polimorfik Ada stresor yang jelas Tidak memenuhi kriteria episode manik atau depresif Tidak ada penyebab organik.
Tags
,
A. Pengertian

An Image/Link below is provided (as is) to

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use only and may not be sold or licensed nor shared on other sites. SlideServe reserves the right to change this policy at anytime. While downloading, If for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.











- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -




Slide 2

A. Pengertian

1. Gangguan psikosis akut dan sementara adalah sekelompok gangguan jiwa yang :

  • Onsetnya akut ( 2 minggu)

  • Sindrom polimorfik

  • Ada stresor yang jelas

  • Tidak memenuhi kriteria episode manik atau depresif

  • Tidak ada penyebab organik

Slide 3

B. Beberapa Gangguan Jiwa Gangguan Psikosis Akut atau Sementara

1. Gangguan Psikotik Polimorfik Akut tanpa Gejala Skizofrenia

(a). Onset harus akut (dari suatu keadaan non psikotik sampai keadaan psikotik yang jelas dalam kurun waktu 2 minggu atau kurang);

(b). Harus ada beberapa jenis halusinasi atau waham yang berubah dalam jenis dan intensitasnya dari hari ke hari atau dalam hari yang sama ;

(c). Harus ada keadaan emosional yang beranekaragamnya ;

(c). Walaupun gejala-gejalanya beraneka ragam, tidak satupun dari gejala itu ada secara cukup konsisten dapat memenuhi kriteria skizofrenia atau episode manik atau episode depresif.

Slide 4

2. Gangguan Psikotik Polimorfik Akut dengan Gejala Skizofrenia

  • Memenuhi kriteria yang khas untuk gangguan psikotik polimorfik akut.

  • Disertai gejala-gejala yang memenuhi kriteria untuk diagnosis Skizofrenia yang harus sudah ada untuk sebagian besar waktu sejak munculnya gambaran klinis psikotik itu secara jelas.

  • Apabila gejala-gejala skizofrenia menetap untuk lebih dari 1 bulan maka diagnosis harus diubah menjadi skizofrenia.

Slide 5

3. Gangguan Psikotik Lir – Skizofrenia Akut

Suatu gangguan psikotik akut dengan gejala yang stabil dan memenuhi kriteria skizofrenia, tetapi hanya berlangsung kurang dari satu bulan lamanya.

Pedoman Diagnosis

(1).Onset psikotiknya akut (dua minggu atau kurang)

(2). Memenuhi kriteria skizofrenia, tetapi lamanya kurang 1 bulan.

(3).Tidak memenuhi kriteria psikosis pilimorfik akut.

Slide 6

4. Gangguan Psikotik Akut Lainnya dengan Predominan Waham

Gambaran klinis berupa waham dan halusinasi yang cukup stabil, tetapi tidak memenuhi skizofrenia. Sering berupa waham kejaran dan waham rujukan, dan halusinasi pendengaran.

Slide 7

C. Cara Penanganan Gangguan Psikotik Akut dan Sementara

1. Indikasi rawat nginap

  • Pemeriksaan dan perlindungan pada pasien.

    2. Farmakoterapi

  • Obat utama Antipsikotik (Haloperidol) dan Benzodiazepin.

  • Tidak dianjurkan terapi jangka panjang

    3. Psikoterapi

  • Psikoterapi individual, kelompok, dan keluarga

  • Mengatasi stresor dan episode psikotik

  • Mengembalikan harga diri dan kepercayaan

Slide 8

GANGGUAN WAHAM MENETAP

A. PENGERTIAN WAHAM MENETAP

Sekelompok gangguan jiwa dengan waham-waham yang berlangsung lama, dan merupakan satu-satunya gejala klinik yang khas atau yang mencolok serta tidak dapat digolongkan sebagai gangguan organik, skizofrenik atau afektif.

Slide 9

B. DIAGNOSIS GANGGUAN WAHAM MENETAP

(1). Gangguan Waham

Pedoman diagnosis gangguan waham

(1) Merupakan satu-satunya gejala atau gejala

yang paling mencolok

(2). Sudah berlangsung paling sedikit 3 bulan dan

khas pribadi

(3). Bila terdapat gejala depresi, maka gejala

waham harus tetap ada pada saat depresinya

hilang.

(4) Tidak disebabkan penyakit otak, tidak

terdapat halusinasi, dan tanpa riwayat

skizofrenia, dan tanpa riwayat skizofrenik

Slide 10

2. Gangguan Waham Menetap Lainnya

Gangguan waham menetap yang tidak memenuhi kriteria untuk gangguan waham.

Termasuk : - Gangguan waham dengan halusinasi yang

tidak memenuhi kriteria

skizofrenia

- Gangguan waham menetap

kurang 3 bulan

Slide 11

C. PERJALANAN PENYAKIT GANGGUAN WAHAM MENETAP

1. Kurang dari 25% menjadi skizofrenia

2. Kurang dari 10% menjadi gangguan afektif

3. 50% sembuh untuk waktu yang lama

4. 20% hanya penurun gejala

5. 30% tidak mengalami perubahan gejala

Slide 12

6. Prognosis ke arah baik :

  • riwayat pekerjaan dan hubungan sosial yang baik

  • kemampuan penyesuaian yang tinggi

  • wanita

  • onset sebelum 30 tahun

  • onset tiba-tiba

  • lamanya sakit singkat

  • adanya faktor pencetus

Slide 13

D. CARA PENANGANAN PASIEN GANGGUAN WAHAM MENETAP

1. Indikasi rawat nginap

  • Menditeksi penyebab nonpsikiatrik

  • Mengamati kemampuan mengendalikan impuls kekerasan

  • Menstabilkan hubungan sosial/ kerja

Slide 14

2. Farmakoterapi

  • Antipsikotik adalah obat terpilih untuk penanganan gangguan waham menetap

  • Mulai dengan dosis rendah anti psikotik (Haloperidol 2 mg) dan naikan bertahap.

  • Dosis maintenance biasanya rendah

  • Bila gagal dengan anti psikotik, maka dihentikan

Slide 15

3. Psikoterapi

  • Terapi individual lebih efektif dari terapi kelompok

  • Terapi suportif berorientasi tilikan, kognitif, dan perilaku sering afektif.

  • Bina hubungan dan kepercayaan

  • Hindari membicarakan waham pasien, dan tidak boleh meremehkan ataupun mendukung isi waham tersebut.

    4. Terapi Keluarga

  • Target hubungan sosial yang baik.

Slide 16

GANGGUAN WAHAM TERINDUKSI

A. PENGERTIAN

  • Suatu gangguan waham yang terjadi pada dua orang atau lebih, satu individu memang menderita gangguan psikotik, yang lainnya menderita waham karena terinduksi penderita pertama tadi.

  • Orang-orang yang terlibat dalam waham terinduksi ini biasanya mempunyai hubungan yang sangat erat.

Slide 17

B. DIAGNOSIS WAHAM TERINDUKSI

  • Pedoman Diagnosis Waham Terinduksi

    (1) Dua orang atau lebih mengalami waham

    yang sama dan saling meyakinkan ;

    (2) Mereka mempunyai hubungan yang

    sangat erat ;

    (3) Terdapat bukti bahwa waham tersebut

    terinduksi pada orang yang pasif dari

    orang yang aktif.

Slide 18

  • Pedoman Diagnosis

    (1) Onset psikotiknya akut (dua minggu atau

    kurang)

    (2). Waham dan halusinasi harus sudah ada

    dalam sebagian besar waktu sejak

    berkembangnya psikotik yang jelas.

    (3). Tidak memenuhi kriteria skizofrenia

    maupun gangguan psikosis polimorfik

    akut.

    (4). Lamanya sakit kurang dari 3 bulan.

Slide 19

Catatan

1. Kalau waham menetap lebih dari 3 bulan, menjadi : Gangguan waham menetap.

2. Kalau halusinasi menetap lebih dari 3 bulan, menjadi : psikosis nonorganik lainnya.

Slide 20

GANGGUAN SKIZOAFEKTIF

A. PENGERTIAN

  • Suatu gangguan jiwa yang gejala skizofrenia dan gejala afektif terjadi bersamaan dan sama-sama menonjol.

  • Onset yang tiba-tiba pada masa remaja ; fungsi pramorbid baik ; terdapat stresor yang jelas ; riwayat keluarga dan gangguan afektif.

  • Prevalensi : ½ % ; lebih banyak pada wanita.

  • Prognosis lebih buruk dari gangguan depresif maupun bipolar ; tetapi lebih baik dari skizofrenia.

Slide 21

B. DIAGNOSIS

1. Pedoman Diagnosis Gangguan Skizoafektif

  • Gejala Skizofrenia dan gangguan afektif sama-sama menonjol atau dalam beberapa hari sesudah yang lain, tetapi dalam satu episode penyakit (tidak memenuhi kriteria diagnosis skizofrenia maupun gangguan afektif).

    2. Beberapa Tipe Skizoafektif

  • Gangguan Skizoafektif tipe Manik

  • Gangguan Skizoafektif tipe Depresif

  • Gangguan Skizoafektif tipe Campuran

Slide 22

C. CARA PENANGANAN

1. Penanganan pasien gangguan

skizoafektif meliputi : perawatan rumah

sakit, medikasi, dan terapi psikososial.

2. Farmakoterapi

  • Gejala manik : antimanik

  • Gejala depresi : antidepresan

  • Gejala psikotik : antipsikotik (jangka pendek)

Slide 23

GANGGUAN PSIKOTIPAL

A. PENGERTIAN GANGGUAN SKIZOTIPAL

1. Gangguan skizotipal ditandai oleh perilaku

yang eksentrik, pikiran yang aneh, dan afek

yang menyerupai skizofrenia, tetapi tidak

memenuhi kriteria skizofrenia.

2. Keadaan ini terjadi pada 3 % populasi

  • Lebih sering terdapat pada keluarga

    penderita skizofrenia

Slide 24

3. Gangguan ini berjalan secara kronis dengan intensitas yang fluktuatif, kadang-kadang berkembang menjadi skizofrenia.

- Tidak terdapat onset yang pasti, dan perkembangan selanjutnya menyerupai gangguan kepribadian

4. Suatu riwayat skizofrenia pada salah satu anggota keluarga memberi bobot tambahan untuk diagnosis ini.

Slide 25

5. Gangguan ini tidak dianjurkan didiagnosis secara umum, karena tidak terdapat batas yang jelas dengan skizofrenia simpleks, gangguan kepribadian skizoid dan paranoid.

6. Diperkirakan 10% penderita gangguan skizotipal melakukan bunuh diri.

Slide 26

B. PEDOMAN DIAGNOSIS GANGGUAN SKIZOTIPAL

I. Terdapat tiga atau lebih gejala khas tersebut di bawah ini secara terus menerus atau episodik, dan paling sedikit dua tahun lamanya.

1. Ekspresi afektif tak wajar/ menyempit (individu tampak dingin dan tak bersahabat)

2. Perilaku atau penampakan yang aneh, eksentrik atau ganjil.

3. Hubungan sosial yang buruk dan tendensi menarik diri.

4. Kepercayaan yang aneh atau pikiran yang magis.

Slide 27

  • Kecurigaan atau ide paranoid.

  • Pikiran obsesif yang sering dengan isi yang bersifat dismorfofobik, seksual, atau agresif.

  • Persepsi yang tak lazim, termasuk mengenai tubuh atau ilusi-ilusi lainnya, depersonalisasi, atau derealisasi.

  • Pemikiran yang samar-samar, sirkumstansial, penuh kiasan, sangat terinci dan ruwet, atau stereotipik, yang bermanifestasi dalam pembicaraan yang aneh tetapi tanpa inkoheren yang nyata.

  • Sewaktu-waktu ada episode menyerupai keadaan psikotik yang bersifat sementara dengan ilusi, halusinasi auditorik atau lainnya, dan gagasan mirip waham, biasanya tanpa provokasi dari luar.

    II. Tidak pernah memenuhi kriteria skizofrenia

Slide 28

C. CARA PENANGANAN PASIEN GANGGUAN SKIZOTIPAL

1. PSIKOTERAPI

  • Pikiran yang aneh dan ganjil dari pasien gangguan ini harus ditangani secara hati-hati.

  • Tidak boleh menertawakan aktivitas yang aneh itu.

    2. FARMAKOTERAPI

  • Antipsikotik (haloperidol) untuk gagasan mirip waham

  • Antidepresan digunakan untuk komponen depresifnya.


Copyright © 2014 SlideServe. All rights reserved | Powered By DigitalOfficePro