1 / 28

A. Pengertian

A. Pengertian. 1. Gangguan psikosis akut dan sementara adalah sekelompok gangguan jiwa yang : Onsetnya akut (  2 minggu) Sindrom polimorfik Ada stresor yang jelas Tidak memenuhi kriteria episode manik atau depresif Tidak ada penyebab organik.

cady
Download Presentation

A. Pengertian

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. A. Pengertian 1. Gangguan psikosis akut dan sementara adalah sekelompok gangguan jiwa yang : • Onsetnya akut ( 2 minggu) • Sindrom polimorfik • Ada stresor yang jelas • Tidak memenuhi kriteria episode manik atau depresif • Tidak ada penyebab organik

  2. B. Beberapa Gangguan Jiwa Gangguan Psikosis Akut atau Sementara 1. Gangguan Psikotik Polimorfik Akut tanpa Gejala Skizofrenia (a). Onset harus akut (dari suatu keadaan non psikotik sampai keadaan psikotik yang jelas dalam kurun waktu 2 minggu atau kurang); (b). Harus ada beberapa jenis halusinasi atau waham yang berubah dalam jenis dan intensitasnya dari hari ke hari atau dalam hari yang sama ; (c). Harus ada keadaan emosional yang beranekaragamnya ; (c). Walaupun gejala-gejalanya beraneka ragam, tidak satupun dari gejala itu ada secara cukup konsisten dapat memenuhi kriteria skizofrenia atau episode manik atau episode depresif.

  3. 2. Gangguan Psikotik Polimorfik Akut dengan Gejala Skizofrenia • Memenuhi kriteria yang khas untuk gangguan psikotik polimorfik akut. • Disertai gejala-gejala yang memenuhi kriteria untuk diagnosis Skizofrenia yang harus sudah ada untuk sebagian besar waktu sejak munculnya gambaran klinis psikotik itu secara jelas. • Apabila gejala-gejala skizofrenia menetap untuk lebih dari 1 bulan maka diagnosis harus diubah menjadi skizofrenia.

  4. 3. Gangguan Psikotik Lir – Skizofrenia Akut Suatu gangguan psikotik akut dengan gejala yang stabil dan memenuhi kriteria skizofrenia, tetapi hanya berlangsung kurang dari satu bulan lamanya. Pedoman Diagnosis (1).Onset psikotiknya akut (dua minggu atau kurang) (2). Memenuhi kriteria skizofrenia, tetapi lamanya kurang 1 bulan. (3).Tidak memenuhi kriteria psikosis pilimorfik akut.

  5. 4. Gangguan Psikotik Akut Lainnya dengan Predominan Waham Gambaran klinis berupa waham dan halusinasi yang cukup stabil, tetapi tidak memenuhi skizofrenia. Sering berupa waham kejaran dan waham rujukan, dan halusinasi pendengaran.

  6. C. Cara Penanganan Gangguan Psikotik Akut dan Sementara 1. Indikasi rawat nginap • Pemeriksaan dan perlindungan pada pasien. 2. Farmakoterapi • Obat utama Antipsikotik (Haloperidol) dan Benzodiazepin. • Tidak dianjurkan terapi jangka panjang 3. Psikoterapi • Psikoterapi individual, kelompok, dan keluarga • Mengatasi stresor dan episode psikotik • Mengembalikan harga diri dan kepercayaan

  7. GANGGUAN WAHAM MENETAP A. PENGERTIAN WAHAM MENETAP Sekelompok gangguan jiwa dengan waham-waham yang berlangsung lama, dan merupakan satu-satunya gejala klinik yang khas atau yang mencolok serta tidak dapat digolongkan sebagai gangguan organik, skizofrenik atau afektif.

  8. B. DIAGNOSIS GANGGUAN WAHAM MENETAP (1). Gangguan Waham Pedoman diagnosis gangguan waham (1) Merupakan satu-satunya gejala atau gejala yang paling mencolok (2). Sudah berlangsung paling sedikit 3 bulan dan khas pribadi (3). Bila terdapat gejala depresi, maka gejala waham harus tetap ada pada saat depresinya hilang. (4) Tidak disebabkan penyakit otak, tidak terdapat halusinasi, dan tanpa riwayat skizofrenia, dan tanpa riwayat skizofrenik

  9. 2. Gangguan Waham Menetap Lainnya Gangguan waham menetap yang tidak memenuhi kriteria untuk gangguan waham. Termasuk : - Gangguan waham dengan halusinasi yang tidak memenuhi kriteria skizofrenia - Gangguan waham menetap kurang 3 bulan

  10. C. PERJALANAN PENYAKIT GANGGUAN WAHAM MENETAP 1. Kurang dari 25% menjadi skizofrenia 2. Kurang dari 10% menjadi gangguan afektif 3. 50% sembuh untuk waktu yang lama 4. 20% hanya penurun gejala 5. 30% tidak mengalami perubahan gejala

  11. 6. Prognosis ke arah baik : • riwayat pekerjaan dan hubungan sosial yang baik • kemampuan penyesuaian yang tinggi • wanita • onset sebelum 30 tahun • onset tiba-tiba • lamanya sakit singkat • adanya faktor pencetus

  12. D. CARA PENANGANAN PASIEN GANGGUAN WAHAM MENETAP 1. Indikasi rawat nginap • Menditeksi penyebab nonpsikiatrik • Mengamati kemampuan mengendalikan impuls kekerasan • Menstabilkan hubungan sosial/ kerja

  13. 2. Farmakoterapi • Antipsikotik adalah obat terpilih untuk penanganan gangguan waham menetap • Mulai dengan dosis rendah anti psikotik (Haloperidol 2 mg) dan naikan bertahap. • Dosis maintenance biasanya rendah • Bila gagal dengan anti psikotik, maka dihentikan

  14. 3. Psikoterapi • Terapi individual lebih efektif dari terapi kelompok • Terapi suportif berorientasi tilikan, kognitif, dan perilaku sering afektif. • Bina hubungan dan kepercayaan • Hindari membicarakan waham pasien, dan tidak boleh meremehkan ataupun mendukung isi waham tersebut. 4. Terapi Keluarga • Target hubungan sosial yang baik.

  15. GANGGUAN WAHAM TERINDUKSI A. PENGERTIAN • Suatu gangguan waham yang terjadi pada dua orang atau lebih, satu individu memang menderita gangguan psikotik, yang lainnya menderita waham karena terinduksi penderita pertama tadi. • Orang-orang yang terlibat dalam waham terinduksi ini biasanya mempunyai hubungan yang sangat erat.

  16. B. DIAGNOSIS WAHAM TERINDUKSI • Pedoman Diagnosis Waham Terinduksi (1) Dua orang atau lebih mengalami waham yang sama dan saling meyakinkan ; (2) Mereka mempunyai hubungan yang sangat erat ; (3) Terdapat bukti bahwa waham tersebut terinduksi pada orang yang pasif dari orang yang aktif.

  17. Pedoman Diagnosis (1) Onset psikotiknya akut (dua minggu atau kurang) (2). Waham dan halusinasi harus sudah ada dalam sebagian besar waktu sejak berkembangnya psikotik yang jelas. (3). Tidak memenuhi kriteria skizofrenia maupun gangguan psikosis polimorfik akut. (4). Lamanya sakit kurang dari 3 bulan.

  18. Catatan 1. Kalau waham menetap lebih dari 3 bulan, menjadi : Gangguan waham menetap. 2. Kalau halusinasi menetap lebih dari 3 bulan, menjadi : psikosis nonorganik lainnya.

  19. GANGGUAN SKIZOAFEKTIF A. PENGERTIAN • Suatu gangguan jiwa yang gejala skizofrenia dan gejala afektif terjadi bersamaan dan sama-sama menonjol. • Onset yang tiba-tiba pada masa remaja ; fungsi pramorbid baik ; terdapat stresor yang jelas ; riwayat keluarga dan gangguan afektif. • Prevalensi : ½ % ; lebih banyak pada wanita. • Prognosis lebih buruk dari gangguan depresif maupun bipolar ; tetapi lebih baik dari skizofrenia.

  20. B. DIAGNOSIS 1. Pedoman Diagnosis Gangguan Skizoafektif • Gejala Skizofrenia dan gangguan afektif sama-sama menonjol atau dalam beberapa hari sesudah yang lain, tetapi dalam satu episode penyakit (tidak memenuhi kriteria diagnosis skizofrenia maupun gangguan afektif). 2. Beberapa Tipe Skizoafektif • Gangguan Skizoafektif tipe Manik • Gangguan Skizoafektif tipe Depresif • Gangguan Skizoafektif tipe Campuran

  21. C. CARA PENANGANAN 1. Penanganan pasien gangguan skizoafektif meliputi : perawatan rumah sakit, medikasi, dan terapi psikososial. 2. Farmakoterapi • Gejala manik : antimanik • Gejala depresi : antidepresan • Gejala psikotik : antipsikotik (jangka pendek)

  22. GANGGUAN PSIKOTIPAL A. PENGERTIAN GANGGUAN SKIZOTIPAL 1. Gangguan skizotipal ditandai oleh perilaku yang eksentrik, pikiran yang aneh, dan afek yang menyerupai skizofrenia, tetapi tidak memenuhi kriteria skizofrenia. 2. Keadaan ini terjadi pada 3 % populasi • Lebih sering terdapat pada keluarga penderita skizofrenia

  23. 3. Gangguan ini berjalan secara kronis dengan intensitas yang fluktuatif, kadang-kadang berkembang menjadi skizofrenia. - Tidak terdapat onset yang pasti, dan perkembangan selanjutnya menyerupai gangguan kepribadian 4. Suatu riwayat skizofrenia pada salah satu anggota keluarga memberi bobot tambahan untuk diagnosis ini.

  24. 5. Gangguan ini tidak dianjurkan didiagnosis secara umum, karena tidak terdapat batas yang jelas dengan skizofrenia simpleks, gangguan kepribadian skizoid dan paranoid. 6. Diperkirakan 10% penderita gangguan skizotipal melakukan bunuh diri.

  25. B. PEDOMAN DIAGNOSIS GANGGUAN SKIZOTIPAL I. Terdapat tiga atau lebih gejala khas tersebut di bawah ini secara terus menerus atau episodik, dan paling sedikit dua tahun lamanya. 1. Ekspresi afektif tak wajar/ menyempit (individu tampak dingin dan tak bersahabat) 2. Perilaku atau penampakan yang aneh, eksentrik atau ganjil. 3. Hubungan sosial yang buruk dan tendensi menarik diri. 4. Kepercayaan yang aneh atau pikiran yang magis.

  26. Kecurigaan atau ide paranoid. • Pikiran obsesif yang sering dengan isi yang bersifat dismorfofobik, seksual, atau agresif. • Persepsi yang tak lazim, termasuk mengenai tubuh atau ilusi-ilusi lainnya, depersonalisasi, atau derealisasi. • Pemikiran yang samar-samar, sirkumstansial, penuh kiasan, sangat terinci dan ruwet, atau stereotipik, yang bermanifestasi dalam pembicaraan yang aneh tetapi tanpa inkoheren yang nyata. • Sewaktu-waktu ada episode menyerupai keadaan psikotik yang bersifat sementara dengan ilusi, halusinasi auditorik atau lainnya, dan gagasan mirip waham, biasanya tanpa provokasi dari luar. II. Tidak pernah memenuhi kriteria skizofrenia

  27. C. CARA PENANGANAN PASIEN GANGGUAN SKIZOTIPAL 1. PSIKOTERAPI • Pikiran yang aneh dan ganjil dari pasien gangguan ini harus ditangani secara hati-hati. • Tidak boleh menertawakan aktivitas yang aneh itu. 2. FARMAKOTERAPI • Antipsikotik (haloperidol) untuk gagasan mirip waham • Antidepresan digunakan untuk komponen depresifnya.

More Related