SUDARMONO, 2150407011
This presentation is the property of its rightful owner.
Sponsored Links
1 / 7

Identitas Mahasiswa PowerPoint PPT Presentation


  • 145 Views
  • Uploaded on
  • Presentation posted in: General

SUDARMONO, 2150407011 POTRET KEKUASAAN KORUP MASA ORDE BARU DALAM NOVEL RANGDA KARYA SUNARYONO BASUKI KS: SEBUAH KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA. Identitas Mahasiswa.

Download Presentation

Identitas Mahasiswa

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Presentation Transcript


Identitas mahasiswa

  • SUDARMONO, 2150407011POTRET KEKUASAAN KORUP MASA ORDE BARU DALAM NOVEL RANGDA KARYA SUNARYONO BASUKI KS: SEBUAH KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA


Identitas mahasiswa

  • Identitas Mahasiswa

  • - NAMA : SUDARMONO - NIM : 2150407011 - PRODI : Sastra Indonesia - JURUSAN : Bahasa & Sastra Indonesia - FAKULTAS : Bahasa dan Seni - EMAIL : mono_m1 pada domain yahoo.co.id - PEMBIMBING 1 : Drs.Mukh Doyin,M.Si. - PEMBIMBING 2 : Sumartini,S.S.,M.A - TGL UJIAN : 2011-05-17


Identitas mahasiswa

  • Judul

  • POTRET KEKUASAAN KORUP MASA ORDE BARU DALAM NOVEL RANGDA KARYA SUNARYONO BASUKI KS: SEBUAH KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA


Identitas mahasiswa

  • Abstrak

  • Kapitalisme yang berorientasi untuk menuju kemajuan zaman yang lebih baik di era orde baru telah menimbulkan pertentangan antara elit dengan rakyat biasa dan secara tidak langsung memunculkan dampak negatif. Ketidakseimbangan kebijakan-kebijakan yang diterapkan oleh penguaasa kepada rakyatnya telah menjadi pemicu budaya korup yang selalu dimenangkan oleh golongan yang kaya dan berkuasa. Di zaman orde baru tidak ada kesetaraan warga, yang ada ialah hierarki atau jenjang sosial yang dimantapkan melalui berbagai bentuk peraturan dan kebijakan politik, serta pemberian fasilitas dan keistimewaan kepada golongan militer, pejabat dan birokrat, dan partai pendukung pemerintah. Akibatnya, dengan jelas dapat dibedakan antara yang berkuasa dengan yang tidak berkuasa atau orang biasa. Pada intinya masa orde baru tidak ada kesetaraan warga, baik secara sosial, legal atau hukum, dan budaya. Ketidaksetaraan ini terwujud terutama dalam kehidupan politik dan ekonomi dari warga masyarakat Indonesia.Permasalahan dalam penelitian ini yang pertama adalah bagaimana potret kekuasaan korup masa orde baru yang ada dalam novel Rangda karya Sunaryono Basuki KS, dan yang kedua dampak kekuasaan korup bagi masyarakat dan birokrasi pemerintah yang ada dalam novel Rangda karya Sunaryono Basuki KS. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsi potret kekuasaan korup masa orde baru yang ada dalam novel Rangda karya Sunaryono Basuki KS dan dampak kekuasaan korup bagi masyarakat dan birokrasi pemerintah yang ada dalam novel Rangda karya Sunaryono Basuki KS.Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Terdapat tiga perspektif berkaitan dengan sosiologi sastra, yaitu (1) penelitian yang memandang karya sastra sebagai dokumen sosial yang di dalamnya merupakan refleksi situasi pada masa sastra tersebut diciptakan, (2) penelitian yang mengungkapkan sastra sebagai cermin situasi sosial penulisnya, (3) penilitian yang menangkap sastra sebagai manifestasi peristiwa sejarah dan keadaan sosial budaya. Teknik pengumpulan data pada penelitian sastra tulis ini adalah dengan menggunakan teknik pustaka, dan catat. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik kualitatif. Analisis kualitatif dapat digolongkan ke dalam metode deskriptif yang penerapannya bersifat menuturkan, memaparkan, memberikan, menganalisis dan menafsirkan.Setelah peneletian dilaksanakan diperoleh hasil penelitian sebagai berikut. Teks sastra merupakan cerminan kehidupan manusia yang memiliki kekuatan untuk menggambarkan dan memberikan kritik terhadap suatu kehidupan masyarakat tertentu dalam hal ini yaitu masa orde baru bangsa Indonesia. Relevansi bentuk-bentuk kekuasaan korup yang ada dalam novel Rangda ini merupakan cermin dari kepemimpinan para penguasa saat itu. Bentuk-bentuk kekuasaan korup dalam novel Rangda karya Sunaryono Basuki KS antara lain defungsionalisasi partai politik, hegemonisasi, depolitisasi massa, institusionalisasi, dan distribusi kekuasaan. Sesuai dengan kerangka teori dampak kekuasaan korup yang ada dalam novel Rangda ini adalah hilangnya modal finansial suatu negara (materi), hilangnya modal sosial masyarakat, hilangnya modal fisik suatu negara, dan hilangnya modal manusia dalam tingkat kehidupan bangsa dan negara. Setelah dianalisis lebih lengkap peneliti menemukan dampak lain akibat kekuasaan korup yaitu hilangnya nyawa manusia dan kelainan seksual. Semua dampak dari kekuasaan korup tersebut selalu merugikan rakyat, bangsa, dan negara.Saran yang penulis rekomendasikan, yaitu bagi para mahasiswa yang berkecimpung di dunia sastra, hendaknya lebih menekankan pada penelitian teks sastra yang memberikan manfaat pada perkembangan sastra masa kini. Selanjutnya, tidak ada ruginya apabila para pejabat publik di Indonesia mau membaca dan merefleksi dirinya setelah membaca novel Rangda ini


Identitas mahasiswa

  • Kata Kunci

  • kekuasaan korup, orde baru, sosiologi sastra, novel


Identitas mahasiswa

  • Referensi

  • Aminuddin. 1987. Pengantar Apresiasi Karya Sastra. Bandung: Sinar Baru.Aini, Nurul dan Ng. Philipus. 2004. Sosiologi dan Politik. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.Basuki KS, Sunaryono. 2010. Rangda. Surabaya: PT Temprina Media Grafika.Bocock, Robert. 2008. Pengantar Komprehensif untuk Memahami Hegemoni. Yogyakarta: Jala Sutra.Damono, Sapardi Djoko. 2002. Pedoman Penelitian Sosiologi Sastra. Jakarta: Pusat Bahasa.Damsar. 2010. Pengantar Sosiologi Politik. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.Dwipayana, Aagn Ari. 2001. Kelas dan Kasta, Pergulatan Kelas Menengah Bali. Yogyakarta: Lapera Pustaka Utama.Endraswara, Suwardi. 2003. Metode Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Widyatama.Faruk. 1999. Pengantar Sosiologi Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.Fatah, Eep Saefulloh. 2010. Konflik, Manipulasi dan Kebangkrutan Orde Baru. Jakarta: Burungmerak Press.Fenanie. Zainuddin.2005. Restrukturisasi Budaya Jawa. Surakarta: Muhammadiyah University Press.Fenanie, Zainuddin dan Soediro Satoto. 2000. Sastra: Ideologi, Politik, dan Kekuasaan. Surakarta: Muhammadiyah University Press.Raillon, Francois. 1985. Politik dan Ideologi Mahasiswa Indonesia, Pembentukan dan Konsolidasi Orde Baru 1966-1976. Jakarta: Lembaga Penelitian Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES).Hadijaya. 1999. Kelas Menengah Bukan Ratu Adil. Yogyakarta: PT Tiara Wacana Yogya.Jabrohim. 2001. Metode Penelitian Sastra. Yogyakarta: Hanindita Graha Widia.Justino, Patricia. 2004. Redistribution, Inequality and Political Conflict, dalam Jurnal Poverty Research Unit at Sussex, Department of Economics University of Sussex Falmer, Brighton BN1 9SN, PRUS Working no. 18. http://www.economics-ejournal.org/economics/journalarticles/version 1 di unduh hari Sabtu 5 Februari 2011 pukul 09.50 WIB.Kuntowijoyo. 2006. Budaya dan Masyarakat. Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya.Lutfi, Asma. 2009. “Masyarakat Indonesia dalam Seribu Wajah Kapitalisme”. Jurnal Forum Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang. Vol.36. No 2.Mahayana, Maman S. 2007. Ekstrinsikalitas Sastra Indonesia. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.Manuaba, B. Putera. 2009. Persepsi Pengarang Tentang Masyarakat. Yogyakarta: Logung Pustaka.Nugroho, Dewanto Adi. 2010. Konflik Sosial dan Politik dalam Novel ”Mata Yang Malas” Karya FX Rudi Gunawan. Skripsi. Universitas Negeri Semarang.Pawito. 2006. “Perilaku Politik dan Etika Politik: Perspektif Pengambilan Keputusan”. Jurnal Dinamika Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sebelas Maret Surakarta. Vol.6 No.2.Quah, Jon S.T. 2009. “Combating Corruption in the Asia-Pasific Countries: What Do We Know and What Needs to be Done?”, dalam Jurnal International Public Management Review · electronic Journal Volume 10. Issue 1. at http://www.ipmr.net di unduh hari Kamis 14 April 2011 pukul 22.00 WIB.Ratna, Nyoman Kutha. 2007. Sastra dan Cultural Studie, Representai Fiksi dan Fakta.Yogyakarta: Pustaka Pelajar.Rozak, Abdul dan A. Ubaedillah. 2006. Demokrasi, Hak Asasi Manusia dan Masyarakat Madani. Jakarta: ICCE UIN Syarif Hidayatullah.Said, M. Mas‟ud. 2007. Birokrasi di Negara Birokratis. Malang: UUU Press.Sanit, Arbi. 2008. Sistem Politik Indonesia. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.Suci, Indah Fatwa. 2008. Distorsi Politik Dalam Naskah Drama ”Topeng Kayu” Karya Kuntowijoyo: Analisis Hegemoni. Skripsi. Universitas Negeri Semarang.Wellek, Rene dan Austin Warren. 1990. Teori Kesusasteraan. Terjemahan Melani Budianta. Jakarta: PT Gramedia.


Identitas mahasiswa

  • Terima Kasih

  • http://unnes.ac.id


  • Login