Klt densitometer
Download
1 / 66

KLT DENSITOMETER - PowerPoint PPT Presentation


  • 407 Views
  • Uploaded on

KLT DENSITOMETER. ny Guntarti FARMASI 20 13. Kromatografi kertas. Kromatografi lapis tipis. KLT DENSITOMETER. Metoda analisis instrumental yang berdasarkan interaksi radiasi elektro magnetik dengan analit yang merupakan noda pada KLT

loader
I am the owner, or an agent authorized to act on behalf of the owner, of the copyrighted work described.
capcha
Download Presentation

PowerPoint Slideshow about ' KLT DENSITOMETER' - bryony


An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript
Klt densitometer

KLT DENSITOMETER

ny Guntarti

FARMASI

2013




Klt densitometer1
KLT DENSITOMETER

  • Metoda analisis instrumental yang berdasarkan interaksi radiasi elektro magnetik dengan analit yang merupakan noda pada KLT

  • Alat dilengkapi dengan spektrofotometer yang mempunyai pancaran sinar yang panjang gelombang diatur dari 200 - 700 nm.

  • Uji kualitatif dan kuantitatif dengan sistem absorbsi sinar atau emisi sinar (flouresensi)


Teknik penggunaannya :

- Pengukuran sinar yang diserapdan diteruskan (hanya untuk TLC dengan pendukung gelas),

- Sinar yang diserap dan dipantulkan

- Atau sinar yang dipendarkan.

Susunan optik densitometer ini tidak banyak berbeda dengan spektrofotometer tetapi pada densitometer digunakan alat khusus reflection photomultiplier, sebagai pengganti photomultiplier pada spektrofotometer.

5


Pada era perkembangan teknik kromatografi saat ini pemakaian "Thin Layer Chromatograph Scanner" yang lebih populer dengan nama densitometer makin banyak dipakai .

6


lnteraksi radiasi elektrornagnetik dengan

noda pada KLTsecara :

  • Absorpsi

  • Transmisi

  • Pantulan (refleksi) pendar fluor

  • Pemadaman pendar fluor

7


Sumber radiasi
Sumber Radiasi

  • Padaumumnyaspektrofotodensitometermemberikanrentanggelombangpenentuan 200-630 nm.

  • Lampu D2 (Deuterium) dipakaiuntukpengukuranpadadaerah ultra violet danlamputungsteinpengukuranpadadaerahsinartampak.

  • Untukpenentuanpendarfluordanpemadamanpendar fluor dipakailampubusur Hg bertekanantinggi.

  • Padadensitometrijugadilakukanpenentuantransmisiatauabsorpsidanretleksipadapanjanggelombangmaksimal.


  • P ada penentuan pendar fluor dan pemadaman pendar fluor diukur pada panjang gelombang dimana terjadi emisi atau intensitas relatif pendar fluor yang optimal.

  • Monokromator dipakai monokromator kisi difraksi

  • Detektor PMI' (Photo Multiplier Tube = Tabung Penggandaan Foton) merupakan detektor umum yang dipakai pada densitometer.


  • Densitometri diutamakan untuk analisis kuantitatif analit-analit dengan kadar yang sangat kecil yang yang merupakan hasil pemisahan dengan KL T.

  • S.Levi dan Reisfeld telah mengangkat metode densitometrik ke tingkat analisis kuantitatif ultramikro. Keduanya telah berhasil meneliti testosteron dalam cairan biologis pada rentang kadar (1 hingga 250) ng, LSD dengan kadar (2-150) ng, dan kholesterol (4 -150) ng dengan pengukuran pendaran pada noda (kromatogram) KLT.

10


Lanjutan
Lanjutan

  • Penentuankadaranalit yang dikorelasikandenganarea nodapada KLTakanlebihterjaminkesahihannyadibandingmetode KCKT (Kromatografi Cair kinerja Tinggi)atau KGC (Kromatografi Gas Cair). sebab area nodakromatogramdiukurpadaposisilurusatau "Zig-zag" menyeluruh.

  • Korelasikadaranalitpadanodakromatogram yang dirajahterhadap area tidakmenunjukkangarislurus, akantetapimerupakangarislengkungmendekati

    parabola

11


Kurva hubungan serapan dan kadar
Kurva hubungan serapan dan kadar

  • Persamaan Kubelka-Munk

  • Korelasikadaranalit yang dirajahterhadap area kromatogramtidakmerupakangarislurus.

  • Bila REM (RadiasiElektroMagnetik) denganintensitassemula (I0)jatuhpadapermukaanlapisantipis yang tidakhomogendenganarahrambatantegaklurus, makasebagiandari REM tersebutakan:

  • direfleksikan(Is)

  • diserapolehanalitlapisantipis (I)

  • diteruskan (It).

  • I=10+ Is+ It

12


  • Inte nsitas REM yang direfleksikan tergantung pada koefisien permukaan lapis tipis (E), yang dinyatakan sebagai :

  • Is= I. E

  • Harga E sangat dipengaruhi oleh jenis lapisan tipis yang dipakai. Selanjutnya akan didapat :

  • I0 =I-Is

  • I0=I-I.E=(I-E)I

  • Apabila lapisan tipis tersebut merupakan lapisan tipis yang homogen maka akan berlaku hukum Lambert Beer seperti pada spektrofotometri.

  • It =I0. e-KX

13


E = koef isienpermukaan lapis tipis

Hk. Lambeert Beer → It = I0 . e-kt

x = tebal medium lapis tipis

k = koefisien absorbsi

e-kt = berkurangnya I radiasi elektro magnetik yang melewati medium → “ Optical density”

Parameter S (koef. Penghamburan)

It =I0. e-KX


  • Oleh sehab itu pada metode spektrofoto -densitometri dikenal parameter :

  • K (koefisien absorbsi)

  • S (koefisien penghamburan). 

  • Karena adanya parameter S inilah terjadi penurunan intensitas radiasi yang masuk medium lapis tipis yang dihamburkan oleh partikel-partikel fase diam.

15


Parameter s koef penghamburan

-

dl

= + (S + K ) I + Sj

dx

dl

= - (S + K ) I + Sj

+

dx

Parameter S (koef. Penghamburan)

  • Menyebabkan penurunan I radiasi yang masuk ke medium lapis tipis

  • Sx = tiap pelat berbeda harganya

    = 0 -10


I = radiasi elektromagnetik yang arahnya tegak

lurus menuju permukaan lapis tipis

j = radiasi elektromagnetik yang arahnya

meninggalkan permukaan lapis tipis

S = faktor hamburan untuk tiap satu satuan

tebal lapis tipis

K = faktor penyerapan/absorpsi untuk tiap satu satuan tebal lapis tipis

X = tebal lapisan untuk tiap satu satuan tebal

lapis tipis


Pernyataan kubelkan munk

( I – R ) 2

C

= E x

2R

S

Pernyataan Kubelkan – Munk :

E = absorbsi radiasi elektromagnetik oleh analit

pada pelat KLT

C = kadar analit

R = cahaya terpantul pada permukaan lempang

Korelasi area analit dengan kadar dinyatakan sebagai kurva parabola :

A2 = f ( C )

log A = f ( log C )


Bagan alat densitometer
Bagan Alat densitometer

SumberSinar

  • Gambar

Photo multiflier

Untukrefleksi

Sinarpolikromatis

Sinarpantulan

Sinar Mono

kromator

Monokromator

Densitometer

Single beam

Densitometer

Double beam

Photomultiflier

Untuksinar yang diteruskan

19


S

S

Mk

Mk

PM

PS

PM

PM

I

I

I

I

Lempeng

Lempeng

PM

T

( a )

( b )

Bagan konfigurasi densitometer cara sinar tunggal (a), ganda (b)


  • Photomultiflier tersebutdapatmemperbesartenagabedapotensiallistriksehinggamampumenggerakanintegrator.

  • Integratordengansistemmikrokomputersecaralangsungdapat menghitungluaspuncakatautinggipuncaksecaraotomatik.Selain itumencatatnomerurut, kedudukanpuncakpada ordinal Y atauwakturetensinya.

  • Letak sumbu Y danX darilempengakan mempengaruhi hasil yang diperoleh.

  • Kalau Y disesuaikandenganarahgerakeluendansumbukX tegakluruspadanyaataumerupakanderetanpenotolansampelpadalempeng. Dengancaraitumerekaakanmendekatikepastian.

22


Cara kerja pelacakan bercak densitometer
Cara kerja pelacakan bercak Densitometer

7

  • Gambar

3

2

0,245

5b

145

5a

1

4

6

Gambar Densitometer Model CS-930 Shimadzu, 1= pendukung

Lempeng. 2=Sistemoptik (sinar). 3=Sumbersinar (UV/Visibel)

4= Tombolpenggeraklempeng, 5a= Angkakedudukanlempeng (mm) 5b= angkaserapan 6= Key Board, 7= kromatogram

23


Cara kerja densitometer
Cara Kerja Densitometer

Lempeng yang telahdigunakanuntukpemisahan. diujidulukedudukansetiapbercakpadasumbu(X,Y). agar sinardapattepatmengenaipusatbercak.

  • Setelahtomboldihidupkanlempengditempatkanpadasatugarisderetan Y,bercakdiatur, dangerakanlempengdiatursesuaikedudukanbercak, menggunakanmikrokomputer.

  • Panjanggelombangdiprogram agar terjadiserapansecaramaksimum, bilabelumdiketahuidilakukanscanning lebihdulu.

24


  • S canningpengujiankuantitatifada 2 cara:

  • A. Cara memanjang

  • Sinardilewatkanpadatengahbercak, sehinggabercakhanyadideteksisepanjanggaristengahnyasepanjangsumbu Y,(Y1 sampai Y2). Hasilnyabaikbilabercakberbentukbulatsemetris.

  • B. Sistemzig-zag

  • Sisteminidiprogramberjalanmemanjangsumbu Y tetapiberbelok -beloksampaigaristepibercakpadagaris X, sehinggabergerakdari Y1-Y2, dan X1-X2.

25


y 1

y2

b

a

  • Pelacakanbercak,

  • Gambar. Cara pelacakanbercakdengan TLC Scanner

  • (a) Model zig-zag. ( b). model lurus

    Kelebihan penggunaanmetodezig-zaglebihmeratapengukurannya, apalagi delta Y menggunakanjarakterkecil.

  • Kelemahannyawaktu lebih lama, tetapiketelitianpengukuranlebihterjamindibandingpenggunaanmetodepengamatanlurus.

x1

x2

26


  • Keterangan tambahan

  • Besarnyabercak, dari X1sampai X2 lebihbesardarigaristengahbercak agar semuabercakteruji.

  • Delta Y, selisihgariskesatudankeduamakinkecilmakin rata pengukurannya, antara 0,001 sampai 0,1 mm,kode yang diberikanangka 1 sampaidengan 3.

  • Simbul Y tergantungdalammeletakkanlempengterhadaparahscanning, (lihatpanah) sesuaigaris Y, dangaristegaklurus Y adalahgaris X.

27


  • Perhitungan luasatautinggipuncaksudahdilakukansecaraotomatisolehalat, satuanluas area (mikro volt) yang terteramerupakanbesaranpuncak. Kadang-kadangprosentase yang tertulishanyamerupakankadarrelatifdaripuncak yang muncul (tergambar).

  • Dalampengamatanlurusbilabercaknyatidaksemitrisakankurangtelitisebabkonsentrasiterbesartidakselaludilewatisinarpelacakbercak.

  • Penotolandengan bercakkecilkemungkinanmolekulsenyawauntukmengumpulditengahlebihbanyak.

28


Analisis kualitatif
Analisis Kualitatif

  • Analisis kualitatifhanyadapatdibandingkanwakturetensinya, ataudilakukanpenyariandaribercaksetelahdielusi, dankemudiandiujisecaraspektroskopi.

  • Tetapiadanya densitometer, spektrogramnyadapatdiuji.

Sinar mono

kromatis

Propilspektrogram

IntensitasSerapan

`

Bercak

Panjanggelombang (nm)

29


Cara menyari ekstrasi
Cara Menyari/ekstrasi

Bercakpadalempeng yang dilihatdibawahsinar UV diberitanda (lingkari) denganujungpensil, kemudiandiambillapisantipisbersamabercaknya.

Lapisan yang diambil dimasukkan kedalamgelaspiala, ditambahpelarut yang sesuai (etanol/ kloroform), diaduk, dansetelahlarut,disaring.

Kedalamlabutakar, dancairandijadikan volume sampaitepattanda ( 10,0 ml). Larutansiapdiujidenganalatspektrofotometer.


  • Larutan yang didapatdiujidenganspektrofotometer padapanjanggelombangserapanmaksimumnya.

  • Karenapengenceranmerupakanfaktorpentinguntukperhitungankadarsenyawa yang diujisecarakuantitatifsegalacaranya,

Diencerkan

Disaring

Dilarutkan


Gambar chamber yang banyak digunakan
Gambar Chamber yang banyak digunakan

KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS (TLC)

Chamber

lempeng

Tutup dapat diganti, dengan tutup yang

dapat dihubungkan pompa hampa, dapat

digunakan untuk menyimpan lempeng yang

telah dikeringkan


* Chamber harus dijenuhkan dulu selama lebih kurang 30 menit dengan bantuan kertas saring.

*Penguapan dari fase gerak dari permukaan lempeng, dalam chamber yang tidak jenuh akan menghasilkan Rf yang lebih besar, reproducibility hasil keterulangan Rf tak bagus dan permukaan fase gerak akan konkap.

*Fase gerak yang tidak mau campur dengan sempurna akan menghasilkan chamber yang tidak jenuh


Lempeng HPTLC (High Performance Thin Layer Chromatografi) atau KLTKT (kromatografi lapis tipis Kinerja Tinggi) tidak dapat digunakan untuk preparatif (butuh lempeng cukup banyak), maka hanya untuk analisis kuantitatif

Pelacak bercak untuk analisis kuantitatif dapat digunakan densitometer baik menggunakan pereaksi bercak lebih dulu maupun langsung menggunakan pelacak sinar ultra ungu, sinar tampak maupun sinar fluoresensi. (Didiskusikan tersendiri)

Lempeng


Alat hptlc high performance thin layer chromatography
ALAT HPTLC= HIGH PERFORMANCE THIN LAYER CHROMATOGRAPHY atau KLTKT (kromatografi lapis tipis Kinerja Tinggi) tidak dapat digunakan untuk preparatif

1

2

3

4

1. Pelacak bercak 2. Monitor

3. PC 4. Key Board


Pipa atau KLTKT (kromatografi lapis tipis Kinerja Tinggi) tidak dapat digunakan untuk preparatifkapiler

Totolan

Totolan manual.

Penotolan


Chamber atau KLTKT (kromatografi lapis tipis Kinerja Tinggi) tidak dapat digunakan untuk preparatif

Tempatelusi

Lempeng Silica gel

Bercak

Cairanelusi


Jalannya sinar otik
JALANNYA SINAR (OTIK) atau KLTKT (kromatografi lapis tipis Kinerja Tinggi) tidak dapat digunakan untuk preparatif


Aplikator, penotol sampel otomatik atau KLTKT (kromatografi lapis tipis Kinerja Tinggi) tidak dapat digunakan untuk preparatif


Hasil scanning satu bercak
HASIL SCANNING SATU BERCAK atau KLTKT (kromatografi lapis tipis Kinerja Tinggi) tidak dapat digunakan untuk preparatif


Scanning senyawa yang berbeda
Scanning senyawa yang berbeda atau KLTKT (kromatografi lapis tipis Kinerja Tinggi) tidak dapat digunakan untuk preparatif

Senyawa a1, a2, berbeda,

sehingga mempunyai serapan maksimum

pada lambda yang berbeda.

b

1

b

b

2

Digunakan metode:

  • Satu persatu dgn lambda serapan maksimumnya.

  • Cara serentak, dgn menggunakan lambda yang dapat dimiliki oleh semua senyawa.

a

a

a

Demikian pula senyawa b1, b2, berbeda,

sehingga mempunyai serapan maksimum

pada lambda yang berbeda.

2

1


Hasil r ekaman
Hasil atau KLTKT (kromatografi lapis tipis Kinerja Tinggi) tidak dapat digunakan untuk preparatifRekaman

Cara satu persatu

  • Hasil

a

a

2

1

b

b

2

1

Kurva

Kurva

a

a

1

2

Cara serentak

Kurva

a

a

+

2

1

Kurva

Kurva

b

b

1

2

Kurva

b

+

b

1

2


HASIL ELUSI atau KLTKT (kromatografi lapis tipis Kinerja Tinggi) tidak dapat digunakan untuk preparatif

HASIL SCANNING SERENTAK

BERCAK BAKU

BERCAK SAMPEL

SEBELUM ELUSI


  • S atau KLTKT (kromatografi lapis tipis Kinerja Tinggi) tidak dapat digunakan untuk preparatifcanning tiap bercak dengan lambda berbeda


  • S atau KLTKT (kromatografi lapis tipis Kinerja Tinggi) tidak dapat digunakan untuk preparatifcanning serentak beberap puncak/bercak


Menghitung waktu retensi
MENGHITUNG WAKTU RETENSI atau KLTKT (kromatografi lapis tipis Kinerja Tinggi) tidak dapat digunakan untuk preparatif

z

Batas eluen

d

y

x

Rf = a/c (cm)

b/c (cm)

e

a

f

b

C

Yang ditampilkan

oleh rekaman

Arah scanning

Bila rekaman kekanan Rf =x/z atau y/z

Karena alat tak tau berapa jarak migrasi

eluen

Bila rekaman kebawah Rf =d/f atau e/f

Karena alat tak tau berapa jarak migrasi

eluen, dan tempat penotolan


  • Contoh atau KLTKT (kromatografi lapis tipis Kinerja Tinggi) tidak dapat digunakan untuk preparatif 1

  • Analisisgolongantetrasiklin, denganfasediam :seluluse F, Fase gerak: larutan MgCl2 0,25 M. (Nornendy, 1993).

    Kromatogramtetrasiklindanturunannyadilihatdibawahsinar UV, 366 nm

  • IsotetrasiklinRf =0,02 (coklat),

  • AnhidroterasiklinRf=0,3(merah-ungu)

  • Terasiklin HClRf =0,73 (merahungu)

. . . . . . . . . . .

0;0 0.1 0.2 0,3 0.4 0.5 0.6 0.7 08 0.9 1.0

49


TETRASIKLIN atau KLTKT (kromatografi lapis tipis Kinerja Tinggi) tidak dapat digunakan untuk preparatif

Tetrasiklin C22H24N2O8 sda

Klortetrasiklin C22H23N2O8Cl 7-Cl

Oksitetrasiklin C22H24N2O9 5-OH


Penjelasan tetrasiklin
Penjelasan Tetrasiklin atau KLTKT (kromatografi lapis tipis Kinerja Tinggi) tidak dapat digunakan untuk preparatif

  • Turunantetrasiklindapatmembentukkhelatdenganlogambervalensi +2 sehinggatidakakanbaikbiladigunakansilika gel GF.

  • Tetrasiklindapatmembentukikatankompleksdengan Ca++sehinggatakdapatdielusisempurna.

  • Biladigunakanselulusasebagaifasediam, terdapat bataskelarutandalamselulusa, danterjadiikatanhidrogen.

  • Denganeluenlarutan MgCl2,tetrasiklin dapatmembentukikatankomplekslebihbaikdibanding yang lain.

51


Struktur kimia
Struktur kimia atau KLTKT (kromatografi lapis tipis Kinerja Tinggi) tidak dapat digunakan untuk preparatif

H3C

N(CH3)2

N(CH3)2

N(CH3)2

H3C

OH

H3C

OH

OH

OH

  • Gambar

O

CONH2

OH

OH

OH

CONH2

OH

O

O

O

O

O

OH

OH

OH

O

OH

CONH2

O

IsoTetrasiklin

AnhidroTetrasiklin

Tetrasiklin

NH2

HO

SO3Na

CH3

HC

CH3

-N=N-

-N=N-

-N=N-

SO3Na

HO

Kuning AB

Kuning no.3

Pomceo

Tartrazin

CH3

SO3Na

NH2

-OH

Na O3S

-N=N-

SO3Na

-N=N-

Kuning OB (kuning no.4)

Oranye I

52


  • Contoh atau KLTKT (kromatografi lapis tipis Kinerja Tinggi) tidak dapat digunakan untuk preparatif 2.

    Analisiszatwarnalipstik, fasediam :silika gel,

    fasegerak :campuran n-isopropiletilasetatdanamoniak 10% (65:75:60) ( Wulandkk, 1991)

    Kromatogramzatwarnalipstik

  • TartasinRf =0, 12 (merahmuda)

  • Kuning AB Rf= 0,48 (kuning)

  • Kuning OB Rf =0,67 (kuning hijau)

  • Oranye I C, Rf=0,88 (putih)

  • Poncou SX, Rf=0,98 (kemerahan)

. . . . . . . . . . .

0;0 0.1 0.2 0,3 0.4 0.5 0.6 0.7 08 0.9 1.0

53


Penjelasan zat warna
Penjelasan Zat Warna atau KLTKT (kromatografi lapis tipis Kinerja Tinggi) tidak dapat digunakan untuk preparatif

  • Berdasarkan kepolarannya adalah : tartrazinponcou, oranye I, kuning AB, kuning OB (paling kuranglarutdalam air).

  • Fasegerakberupaamoniak 10%, makatartrazinkuranglarutdalamfasegerak, tetapimudahlarutdalampelarutorganik. Tartrazinsifat base lebihkuat, daripancousehingga paling lambatmigrasinyadalamsuasanabasa (amoniak 10%).

  • Bilazatwarnatidakdiscanner, tetapibercakdisarikemudiandiencerkanetanolsampai 5,0 ml. Larutan yang didapatdiujidenganspektrofotometerpadapanjanggelombangserapanmaksimumnya:

54


Analisis kuantitatif
Analisis atau KLTKT (kromatografi lapis tipis Kinerja Tinggi) tidak dapat digunakan untuk preparatifKuantitatif

  • Analisiskuantitatifdiperlukansenyawabakupembanding, dandibuatkurvaregresi linier.

  • Untukmengujitetrasiklin yang tidakmengalamidegradasidigunakancaraanalisisdengan KLT

  • Dibuatkurvabakuhubungankadar (mcg/ml) danluaspuncak (mV).

    Data Kadar Luaspuncak

  • 0,0 mcg 1,96 mV

  • 5 mcg 8,5468 mV

  • 10 mcg 13,6856 mV

  • 15 mcg 19,0454 mV

  • 20 mcg 23,9754 mV

  • 25 mcg 29,356 mV

  • 30 mcg  38,675 mV

Dari data ini dapat dibuat

kurva baku regresi linier

yang kemudian dapat

digunakan untuk menghitung

kadar sampel yang tak diketahui

tetapi terbaca luas areanya.


Kurva regresi linier normal
Kurva regresi linier normal atau KLTKT (kromatografi lapis tipis Kinerja Tinggi) tidak dapat digunakan untuk preparatif

Y= 2.396 X + 1.097

56


Aplikasi garis regresi
Aplikasi Garis regresi atau KLTKT (kromatografi lapis tipis Kinerja Tinggi) tidak dapat digunakan untuk preparatif

  • Persamaan kurva kromatogram yang didapat pada pengamatan tetrasiklin mempunyai persamaan regresi linier sebagai berikut:

  • Y = 0,513 X + 1,487 , R- 0,9996 

  • Contoh menghitung:

  • Misal luas puncak pada sampel 24,487 mV,

  • Maka harga X :

  • = (24,487-1,487): 0,513 = (23)70,513 =44,834 mcg/ ml


U atau KLTKT (kromatografi lapis tipis Kinerja Tinggi) tidak dapat digunakan untuk preparatifntukanalisis kuantitatif zatwatnatidakdiscannertetapibercakdisarikemudiandiencerkanetanol, dandiencerkansampai 5,0 ml.

Carapenyarian, pemisahan dan pengenceranharusoptimal. Untukmembuatkurvabakudiperlukanlempeng yang besaruntukelusisenyawabaku yang berbedakadarnya.


Yang perlu diperhatikan dalam uji kuantitatif
Yang perlu Diperhatikan Dalam uji Kuantitatif atau KLTKT (kromatografi lapis tipis Kinerja Tinggi) tidak dapat digunakan untuk preparatif

1. Pemisahan antara obat

2. Liniritas kadar yang dapat diuji

3. Ketelitian hasil

4. Ketepatan hasil.


Hasil penelitian rhodamin
Hasil penelitian Rhodamin atau KLTKT (kromatografi lapis tipis Kinerja Tinggi) tidak dapat digunakan untuk preparatif

a. Hasil Uji Kualitatif (benang wol)


Hasil kromatogram uji kualitatif Rhodamin B pd UV 254 nm dan 366 nm

Hasil kromatogram uji kuantitatif UV 254 nm dan 366 nm

a. Kerupuk ketela


b. Kerupuk bunga (tersanjung) 366 nm

c. Kerupuk unyil


A. Data Luas Area di bawah kurva kerupuk ketela: 366 nm

1. Standar Rhodamin B

2. Sampel kerupuk ketela


B. Data Luas Area di bawah kurva kerupuk bunga 366 nm

1. Standar Rhodamin B

2. Sampel kerupuk bunga


C. Data Luas Area di bawah kurva kerupuk unyil 366 nm

1. standar Rhodamin B

2. Sampel kerupuk unyil


Kesimpulan penggunaan hptlc
Kesimpulan penggunaan HPTLC 366 nm

a. HPTLC dapatdigunakanuntukmemisahkandanmenganalisiscampuransenyawaantara 20 sampai 30 senyawa.

b. Biayapemeliharaan, operasinal, jauhlebihmurahdari HPLC.

c. Cara deteksinyabercak(senyawa) padalempenglebihbanyakpilihandari HPLC walaupundenganpereaksiwarna.

d. Pemisahan yang terjadipada HPTLC lebihdari 10 menit, sedangkan HPLC mungkin lima menitsudahselesai.

e. Ketilitiandanketepatanmendekati HPLC.