1 / 16

PROSES - INTERAKSI SOSIAL MASYARAKAT PEDESAAN ATAU PERTANIAN

PROSES - INTERAKSI SOSIAL MASYARAKAT PEDESAAN ATAU PERTANIAN. Disusun Oleh:. Kelompok : 4. 1. IKA PUSPITA (10). 2. BRAMANTYA SETYAWAN (125040200111105). 3. DESI KUSUMA WARDANI (125040200111120). 4. DELLA SYAFRINA PUTRI (125040200111133). 5. CUMALA DEWI (125040201111271).

brook
Download Presentation

PROSES - INTERAKSI SOSIAL MASYARAKAT PEDESAAN ATAU PERTANIAN

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. PROSES - INTERAKSI SOSIAL MASYARAKAT PEDESAAN ATAU PERTANIAN Disusun Oleh: Kelompok : 4 1. IKA PUSPITA (10) 2. BRAMANTYA SETYAWAN (125040200111105) 3. DESI KUSUMA WARDANI (125040200111120) 4. DELLA SYAFRINA PUTRI (125040200111133) 5. CUMALA DEWI (125040201111271) 6. BASKORO HARDIMAN (125040202111002)

  2. proses SOSIAL

  3. Definisi Proses Sosial Menurut Beberapa Ahli: DAMOTSU SHIBUTANI: merupakan cara-cara berhubungan antar manusia yang saling bertemu dan menentukan sistem serta bentuk-bentuk hubungan tersebut mempengaruhi pola kehidupan yang sudah ada. KIMBALL YOUNG dan RAYMOND W.MACK: merupakan pengaruh timbal balik antar pelbagai segi kehidupan bersama antar bidang sosial dengan politik, politik dengan ekonomi, ekonomi dan hukum, dan seterusnya.

  4. INTERAKSI SOSIAL

  5. Definisi Interaksi Sosial Menurut Beberapa Ahli: GILLIN dan GILLIN: merupakan hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antar perorangan, antar kelompok-kelompok manusia maupun antar perorangan dengan kelompok. HOMANS: merupakan suatu tindakan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi stimulus bagi tindakan individu lain yang menjadi pasangannya. SHAW: merupakan suatu pertukaran antar pribadi yang masing-masing orang menunjukkan perilakunya satu sama lain da saling mempengaruhi. THIBAUT dan KELLEY: merupakan suatu peristiwa saling mempengaruhi ketika dua orang atau lebih hadir bersama dan terjadi komunikasi antar satu sama lain. BONNER: merupakan suatu hubungan antara dua orang atau lebih dimana kelakuan individu mempengaruhi atau mengubah individu lain dan sebaliknya. KIMBALL YOUNG dan RAYMOND W.MACK: merupakan hubungan-hubungan sosial yang dinamis dan menyangkut hubungan antar individu, individu dan kelompok, kelompok dan kelompok.

  6. Interaksi sosial merupakan bentuk umum dari proses sosial karena interaksi sosial merupakan syarat utama terjadinya aktivitas-aktivitas sosial. Bentuk-bentuk interaksi sosial merupakan bentuk-bentuk yang tampak apabila manusia mengadaka hubungan antar satu sama lain dengan mengetengahkan kelompok serta lapisan sosial sebagai unsur pokok struktur sosial.

  7. BENTUK-BENTUK INTERAKSI SOSIAL menurut gillin dan gillin 1. Proses-Proses Sosial yang Asosiatif (Assosiation Processes) 2. Proses-Proses Sosial yang Disosiatif (Opposistion Processes)

  8. 1. Proses-Proses Sosial yang Asosiatif (Assosiation Processes) Terjadi jika seseorang atau kelompok memiliki kesamaan pandangan yang mengarah pada persatuan. Bentuk-bentuk interaksi sosial pada proses asosiatif adalah: Thompson dan Mc Ewen (dalam Soekanto,1982) membagi menjadi 5 bentuk kerjasama, yaitu: 1) Kerukunan 2) Bargaining 3) Ko-optasi (Co-optation) 4) Koalisi (Coalition) 5) Join-venture a. Kerjasama

  9. b. Akomodasi c. Asimilasi Young & Mack (dalam Soekanto,1992), akomodasi sebagai suatu proses sosial mempunyai beberapa bentuk, yaitu: 1) Koersi (Coercion) 2) Kompromi(Compromise) 3) Arbitrasi (Arbitration) 4) Mediasi (Mediation) 5) Konsiliasi (Conciliation) 6) Toleransi (Tolerationatau Tolerantparticipation) 7) Stalemate 8) Adjudikasi (Adjudication) Faktor-faktor yang mempermudah terjadinya suatu asimilasi: 1) toleransi 2) kesempatan-kesempatan yang seimbang di bidang ekonomi 3) sikap menghargai orang asing dan kebudayaannya 4) sikap yang terbuka dari golongan yang berkuasa dalam masyarakat 5) persamaan dalam unsur-unsur kebudayaan 6) perkawinan campuran atau amalgamasi (amalgamation) 7) adanya musuh bersama dari luar

  10. d. Sosialisasi • Faktor-faktor yang mempengaruhi sosialisasi: • Kematangan fisik seseorang • Keinginan yang kuat • Lingkungan atau sarana sosialisasi • Interaksi dengan sesama • Bahasa • Kasih sayang

  11. 2. Proses-Proses Sosial yang Disosiatif (Opposistion Processes) Merupakan interaksi sosial yang bertujuan untuk berjuang saling berkompetisi dalam rangka mencapai tujuan tertentu. Bentuk-bentuk interaksi sosial pada proses disosiatif adalah: a. Persaingan Beberapa bentuk persaingan, yaitu: a. persaingan di bidang ekonomi b. persaingan kebudayaan c. Persaingan mendapatkan kedudukan dan peranan dalam masyarakat d. persaingan perbedaan ras

  12. b. Pertentangan atau Konflik (Conflict) c. Kontravensi Beberapa bentuk Khusus dari pertentangan, yaitu: 1) pertentangan pribadi 2) pertentangan rasial 3) pertentangan antarakelas-kelas sosial dalam masyarakat 4) pertentangan politik yang terjadi antar kelompok dalam satuNegara atau dengan Negara lain 5) pertentangan bersifat internasional Bentuk kontravensi menurut Leopold von Wiese dan Howard Becker (1932) adalah: 1) Umum 2) Sederhana, 3) Intensif 4) Rahasia 5) Taktis,

  13. KASUS PROSES SOSIAL DI MASYARAKAT PEDESAAN JUDUL KASUS: PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PROSES PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DESA Studi Kasus : Program Alokasi Dana Desa di Desa Bialo Kabupaten Bulukumba PERMASALAHAN: Dalam usaha pembangunan infrastruktur perdesaan, pemerintah menghadapi kendala tidak saja dalam masalah pembiayaan tapi juga penolakan dari masyarakat akibat ketidaksesuaian antara infrastruktur yang dibangun dan yang menjadi kebutuhan mereka, maka pelibatan masyarakatmerupakan sebuah cara yang efektif. TUJUAN PENELITIAN: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk partisipasi masyarakat dalam pembangunan infrastruktur desa serta aspek-aspek yang berhubungan dengan partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur desa.

  14. METODE PENELITIAN: Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yang menggunakan unit analisis informan dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi dan studi dokumen. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Pelaksanaan program alokasi dana desa didasarkan pada prinsip partisipasi masyarakat mulai dari tahap persiapan yang meliputi sosialisasi, musyawarah desa serta perencanaan, tahap pelaksanaan serta tahap pemeliharaan hasil-hasil pembangunan.

  15. HASIL PENELITIAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa : pertama, bentuk partisipasi masyarakat Kedua, aspek-aspek yang berhubungan dengan partisipasi masyarakat yaitu • pada tahap persiapan berupa kehadiran dan sumbangan ide atau pemikiran • pada tahap pelaksanaan bentuk partisipasi masyarakat berupa tenaga, dana dan material • pada tahap pemeliharaan bentuk partisipasi masyarakat berupa tenaga • jumlah keluarga sejahtera • jenis pekerjaan.

  16. TERIMAKASIH ADA PERTANYAAN?

More Related