1 / 32

KOTA PRAJA YUNANI

SEJARAH ASURANSI ZAMAN YUNAN I - ISKANDAR ZULKARNAEN / ALEXANDER (356-323 SM -DIBUAT POLICE > BUDAK-BUDAK DIBAYAR /TH. -ISI PERJANJIAN >TANGGUNG JWB KEPALA DAERAH -PREMI ASURANSI>SUKSES -ASURANSI = PERTANGGUNGAN. KOTA PRAJA YUNANI.

brock-meyer
Download Presentation

KOTA PRAJA YUNANI

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. SEJARAH ASURANSIZAMAN YUNANI-ISKANDAR ZULKARNAEN /ALEXANDER (356-323 SM -DIBUAT POLICE > BUDAK-BUDAK DIBAYAR /TH. -ISI PERJANJIAN >TANGGUNG JWB KEPALA DAERAH -PREMI ASURANSI>SUKSES -ASURANSI = PERTANGGUNGAN.

  2. KOTA PRAJA YUNANI • DAPAT UANG YG DIBUTUHKAN DGN JALAN MEMINJAM SEBESAR 3.600 DRACHMEN DENGAN JANJI KEPEMI LIK UANG AKAN MEMBERIKAN BU NGA 30 DRACHMEN TIAP BULAN SAMPAI WAFAT DAN SAAT WAFAT AKAN DAPAT 150 DRACHMEN BIAYA MENGUBUR. =ASURANSI JIWA

  3. COLLEGIUM LEMBAESIS: • ANGGOTA MEMBAYAR UANG PANGKAL/ IURAN TIAP BULAN DENGAN DIJANJIKAN JIKA ANGGOTA DINAS KETENTARAANNYA NAIK PANGKAT AKAN DAPAT UANG 500 DINAR UNTUK BIAYA PESTA. JUGA JIKA DIPINDAHTUGASKAN AKAN DAPAT 500 DI NAR DITAMBAH 200 DINAR UNTUK BIAYA PENGANGKUTAN KETEMPAT BARU DAN JI KA MENINGGAL HAK AHLI WARIS DAPAT 500 DINAR = ASURANSI JIWA SALING MEN JAMIN (ONDERLINGE LEVENSVERZEKERING)

  4. KEBESARAN ROMAWI (106-43 TH SM) • MUNCULNYA BANYAK PERJANJIAN YANG MENGANDUNG UNSUR-UNSUR ASURANSI GANTI KERUGIAN DAN ASURANSI SEJUMLAH UANG (SEMMENVERZEKERING) ATAU PER KUMPULAN (COLLEGIUM) PARA ANGGOTA BAYAR UANG PANGKAL 100 ASSES DAN IU RAN 5 ASSES TIAP BULAN JIKA ANGGOTA MENINGGAL MAKA AHLI WARIS MENDAPAT 300 BIAYA PENGUBURAN. PERKUMPULAN .

  5. TAHUN 1118 DI ICELAND DAN 1240 VLAAN DEREN DERMAK DAN SLEESWIJK JERMAN • SUDAH MUNCUL PERJANJIAN DENGAN TUJUAN MEMBAGI RE SIKO ATAS KEBAKARAN. DIBARENGI ASURANSI PENGANGKU TAN LAUT. • DIMULAI DI LAUT TENGAH SETELAH DIADAKAN PENGIRIMAN TENTARA DARI BERBAGAI NEGARA DI EROPA BARAT GUNA MEMBEBASKAN JERU SALEM TEMPAT SUCI UMAT KRISTEN DARI PENGUASAAN AGAMALAIN. • PENGANGKUTAN LAUT BESAR RESIKONYA BELUM ADA ALAT KOMUNIKASI SEPERTI SEKARANG INI TI DAK ADA RADIO,RADAR SEHINGGA SULIT ANTISI PASI BAHAYANYA..

  6. BELANDAUNTUK (KUH DAGANG) RANCANGANNYA HANYA MEMUAT PERATURAN ASURANSI LAUT. SETELAH KITAB UNDANG-UNDANG PERNIAGAAN (WETBOEK VAN KO OP HANDEL) TH 1838 TERMUAT PERATURAN MENGENAI ASURANSI KE BAKARAN, ASURANSI HASIL BUMI DAN ASURANSI JIWA. SISTEM INI MA SIH JUGA BERLAKU DI INDONESIA Zaman Kodifikasi Prancis Prancis melakukan kodifikasi Hk. Perdata dan Hk. Dagang di selengga rakan Kaisar Napoleon dimuat 2 kitab Code Civil Kitab Hk. Perdata dan Code de Commerce Kitab Hk. Dagang. Buku Mr HJ Scheltema menyimpulkn Asuransi adanya beberarapa pe ristiwa dari Zaman Yunani –Abad pertengahan mengandung persama an yg menyangkut masalah Perjanjian Pertanggungan Pertanggungan itu sendiri mulanya pertanggungan sejumlah uang akhirnya berkem bang menjadi pertanggungan kebakaran & pertanggungan laut.

  7. ABAD PERTENGANHAN TH 900 • DI EXETER NEGARA INGGRIS ADA PERKUMPULAN / GILDE PEKERJA AN =TUKANG BATU -TUKANG KAYU -PEMBUAT ROTI. DIJANJIKAN BILA RUMAHNYATERBAKAR AKANDIBE RIKAN SEJUMLAH UANG DARI DANA • GILDE= SISTEM ASURANSI KEBAKARAN

  8. ZAMAN SESUDAH ABAD PERTENGAHAN HINGGA SEKARANG • ASURANSI LAUT BERKEMBANG PESAT JADI HAL BIASA UNTUK NEGARA EROPA BARAT SELAN JUTNYA ASURANSI KEBAKARAN YANG DIMULAI DI NEGARA INGGRIS PADA ABAD 17 DAN ABAD 18 NEGARA PRANCIS DAN NEGARA BELANDA. • ZAMAN KODIFIKASI PRANCIS • KODIFIKASI HUKUM PERDATA DAN HUKUM DA GANG YANG DILAKUKAN KAISAR NAPOLEON DI MUAT DALAM KITAB CODE CIVIL (KUH PER) DAN CODE DE COMMERCE (KUH DAGANG) • PADA ABAD 19 CODE DE COMMERCE HANYA TERMUAT PASAL ASURANSI LAUT.

  9. HUKUM ASURANSI ASURANSI--- Kemauan menetapkan kerugi an kecil (se di kit) yang pasti sebagai peng ganti (substitusi) kerugi an besar belum pasti Kesimpulan Orang bersedia membayar kerugian nilai sedi kit masa sekarang agar bi sa menghadapi kerugian besar dalam waktu mendatang. Contoh : *Asuransi Kebekaran Orang mengasuransikan rumahnya dengan bayar premi pa da perusahaan Asuransi bila terjadi kebakaran perusahaan menanggung kerugian terjadi.

  10. ASURANSI UMUM Underwriting pada asuransi umum=mobil,kapal,kebakaran Untuk asuransi ini tidak sulit seleksinya. 1.Asuransi Mobil. Dalam asuransi mobil yang terutama diperhatikan ialah: a.Sifat-sifat pengendaranya, b.Kegunaan kendaraan tersebut, c.Peraturan-peraturan yang telah ada, d.dll.

  11. ASURANSI LAUT/KAPAL Dalam asuransi laut proses underwriting dpt dijalankan mis : sebuah kapal seleksi resiko dgn menilai : a.Umur/usia kapal, b.Kontruksi/bentuk kapal, c.Besar uang pertanggungan, d.Tahun pembuatan kapal, e.Kapasitas dll.

  12. ASURANSI KEBAKARAN Proses underwritingnya resiko bisa di terima atau ditolak tergantung kepada a.Lokasi rumah, b.Konstruksi rumah, c.Besarnya uang jaminan, d.dll

  13. Bahwa semua bentuk pertanggungan wajib menjalankan selection of risks atau proses underwriting.Agar bisa men dapatkan keuntungan,perusahaan harus mengadakan eva luasi terlebih dahulu terhadap semua resiko yg hendak dia suransikan.Keuntungan asuransi.Bagaimana bentuk/corak struktur perekomian sesuatu ne gara,apakah negara sosialis atau kapitalis RPOFIT itu PENTING PTOFIT dapat dipakai sebagai salah satu ukuran, apakah perusahaan bekerja dengan efisien / tidak.efisien tidak saja didasrkan kepada keun tungan yang diperoleh, akan tetapi juga harus diperhatikan faktor-fak tor lainnya al:

  14. 1.Efisiensi bisa dilihat dari biaya operasi (cost of operations)2.Efisiensi dapat diukur dengan social cost yaitu keuntungan /kegunaannya bagi masyrakat.Jadi kreteria/standar yang dipakai untuk menentukan efisiensi tersebut luas sekali. KEUNTUNGAN Ada beberapa jenis keuntungan dalam perusahaan asuransi. 1. Underwriting Profit Keutungan yang diperoleh dengan dijalankannya process under writing.Jadi dengan pemilihan resiko-resiko itu,kita mengaharap kan berapa keuntungan yang digunakan untuk perusahaan asu ransi tersebut.

  15. Investment Profit.Surplus yang diperoleh dari hasil invetasi /penanaman modal. Dalam perusahaan asuransi laba itu tercipta melalui premi. Dari sekian banyak premi yang diterima, tidak semuanya digunakan (underned premium), dan dari mpremi inilah dipakai untuk mela kukan investasi dengan tujuan memperoleh keuntungan. Interest Profit Keuntungan yang didapat dari perhitungan bunga.Jika dalam menghitung interest 5% setahun, sedangkan rate of interest yang berlaku pada kenyataannya 10% maka keuntungan yg diperoleh dari perbedaan rate of interest tersebut, dinamakan Interest profit.

  16. Exspense ProfitKeuntungan yang diperoleh berdasarkan perhitungan biaya biaya pengeluaran perusahaan. Diasumsikan baiaya untuk operasi peru sahaan Rp 5.000.000 tetapi ternyata cost sebenarnya lebih rendah yaitu Rp 4.000.000.Jadi yang diharapkan tidak sama dengan yang sebenarnya. Sisa da ri yang kita ramalkan itu Rp 1.000.000 disebut Expsense Profit

  17. ASURANSI MENURUT UU *PENANGGUNG > VERZEKERAAR =MEMBERI *TERTANGGUNG>VERZEKERDE =TERIMA -ASURANSI > CONSENSUEL = SEPAKAT SESUAI UU : -ISI PERJANJIAN SUATU KEPENTINGAN NYATA -DILARANG MENANGGUNG MELEBIHI HARGA -DILARANG MENG-ASURANSIKAN RANGKAP ASURANSI JADI BATAL BILA : -MEMBUAT PERJANJIAN SAAT ITU BELUM TAHU UNTUNG/RUGINYA TERJADI SESUATU DIBELAKANG HARI. -KEJADIAN DISENGAJA. APA TUJUAN IKUT ASURANSI ? -UNTUK MENDAPATKN PENGGANTIAN KERUGIAN -UNTUK DAPAT SEJUMLAH UANG UNSUR ASURANSI PS 246 KUHD -UNSUR PREMI -UNSUR GANTI RUGI -UNSUR PERISTIWA BELUM TENTU TERJADI

  18. Makna antara Asuransi dan Perjudian : Asuransi: -Bertujuan untuk mengurangi resiko. -Mempunyai sifat social pada Masyarakat. -Besarnya resiko(kerugian) yg timbul bisa diketahui. -Kontrak perjanjian saling mengikat. Perjudian -Permulaan resiko belum muncul. setelah kalah resiko baru muncul belum ada menjadi ada (creating of risks). -Judi tidak bersifat social-merusak amoral. -Kontrak pada gambling / perjudian tidak mengikat dan bersifat lesan.

  19. ASURANSI - PERJUDIAN (Insurance vs Gambling) • Asuransi bertujuan untuk memindahkan resiko in dividu kepada perusahaan asuransi. Tujuan per tanggungan untuk mengurangi resiko-resiko yang yang ada dalam diri setiap orang / masyarakat • Gambling (perjudian) tidak mengurangi resiko mela inkan menciptakan resiko. Asuransi bertujuan utk memindahkan resiko individu kepada perusahaan asuransi. Tujuan pertanggungan untuk mengurangi resiko-resiko yang kita temui disetiap kegiatan ma nusia. • Sedangkan Gambling (perjudian) tidak mengurangi resiko melainkan menciptakan resiko. Tetapi anta ra asuransi dan perjudian ada hal penting al:

  20. ASURANSI dan PENJUDIAN (Insurance vs Gambling) • Asuransi bertujuan untuk memindahkan resiko individu ke pada perusahaan asuransi. Tujuan pertanggungan untuk me ngurangi resiko-resiko yang kita temui dalam masyarakat se dangkan Gambling (penjudian) tidak mengurangi resiko me lainkan menciptakan resiko. Makna antara asuransi dan pen judian : • Asuransi: • Bertujuan untuk mengurangi resiko. • Mempunyai sifat social pada Masyarakat. • Besarnya resiko (kerugian) yg timbul bias diketahui. • Kontrak perjanjian saling mengikat. • Perjudian • Permulaan resiko belum muncul. setelah kalah resiko ba ru muncul belum ada menjadi ada (creating of risks). • Judi tidak bersifat social.merusak amoral • Kontrak pada gambling tidak mengikat dan bersifat lesan.

  21. Pencegahan dari kerugian (Prevention of Loss) Keuntungan yang dida pat al : Mengurangi / memperkecil kerugian (reducing of loss) Mengurangi biaya(cost) pertanggungangan. mis : Supaya ter hindar dari kebakaran bahan yg dipakai harus tahan dari api dan tidak mudah terbakar. Jenis Pencegahan dan Usaha Proteksi Tujuan memperkecil kerugian (Loss) yang terjadi. Tipe-tipe pencegahan al: 1.Truly Preveintive Mengeliminasi yang menimbulkan kerugian (cause of loss)“Help Insurance” untuk mengurangi resiko (sakit) dengan cara mendirikan poliklinik dan ru mah sakit. 2.Protective (Quasi Preventive) Melindungi Orang / barang yang akan dirugikan (the purpose of which is to protectthing or person subyect to damage). 3.Minimizing (mengurangi kerugian) Kerugian diusahakan seminimum mungkin. 4.Salvaging : Tujuan Melindungi barang yang rusak agar tidak bertambah rusak. mis:Kapal yang rusak dilindungi supaya tidak tambah rusak biaya semua itu ditanggung asuransi.

  22. Jenis Pencegahan dan Usaha Proteksi • Tujuan memperkecil kerugian (Loss) yang terjadi.Tipe -tipe pencegahan al: 1.Truly Preveintive • Mengeliminasi yang menimbulkan kerugian (cause of loss) • “Help Insurance” untuk mengurangi resiko (sakit) dgn cara mendirikan poliklinik dan rumah sakit. 2. Protective (Quasi Preventive) Melindungi Orang / barang yang akan dirugikan (the purpose of which is to protect thing or person subyect to damage). 3. Minimizing (mengurangi kerugian) Kerugian diusahakan seminimum mungkin. 4. Salvaging : Tujuan: Melindungi barang yang rusak agar tidak bertambah rusak. mis:Kapal yang rusak dilindungi supaya tidak tambah rusak bia ya semua itu ditanggung asuransi.

  23. Ada dua macam Probability 1.A priory probability (kemungkinan secara apriori) A priory probability sutau kejadi an sudah diketahui sebelumnya. mis : pelemparan mata uang (tossing coins) diperoleh hasil head dan tail. Mata uang tersebut jumlahnya sama. 2.Emperical probability(berdasarkan empiris) kejadian-kejadian yang bisa diketahui me lalui pengalaman empiris sehari-hari. Mis, bu ruh dipabrik setiap bulannya ada kece lakaan kerja sekian persen tiap bulan / tahun.

  24. Hukum Jumlah Bilangan yang Besar (The Law of Large Number) Diasuransi dikenal Law of Large Numbers. Hukum dlm jum lah yang besar arti: Resiko yang diper tanggungkan harus dalam jumlah besar. mis: Asuransi Mobil 20 Unit yang diasuransikan. Asuransi Jiwa Law of Large Numbers dengan mem perhi tungkan kemungkinan probability dari 15.000 Orang umur 25 tahun bisa capai umur 56 tahun bila telah diketahui 14. 900 orang bisa 56 tahun maka di tetapkan premi (penentu an tarif) Probability selalu ada disetiap hari dlm kehidupn kita penga laman) dan melekat dalam Asuransi.

  25. Faedah Asuransi • Asuransi banyak digunakan perseorangan (individu) masyrakat maupun perusahaan. • Asuransi adalah a social device for elimina ting or reducing the cost to society of cer tain types of risk. Dengan adanya asuransi dapat menampung sekian banyak resiko yg kita temui dalam masyarakat sehari-hari.

  26. Faedah AsuransiAsuransi banyak digunakan perseorangan (individu) masyrakat maupun pe rusahaan.Asuransi adalah a social device for eliminating or reducing the cost to socie ty of certain types of risk. Dengan adanya asuransi dapat menampung sekian banyak resiko yang kita temui dalam masyara kat sehari-hari.Riegel dan Miller bukunya Insurance principles and Practices fae dah asu ransi : Asuransi menyebabkan atau membuat masyarakat dan perusahaan keadaan aman. Dengan membeli asuransi para pengusaha atau orang akan menjadi te nang jiwanya.Dengan asuransi efisiensi perusahaan (business efficiency) dapat dipertahan kan.Guna menjaga kelancaran perusahaan (going concern) dengan jalan pertang gungan, resiko dapat dikurangi mis si A dan B mendirikan perusahaan ”Fir ma“keduanya membeli asuransi (life insurance) jika B meninggal demi men jaga efisiensi kelancaran perusahaan.dan agar firma tetap dapat hidup terus tidak perlu bubar. Dengan cara si A akan mengambil alih saham B disertai adanya jaminan hal ini untuk tujuan efisiensi dalam produksi, distribusi dll.

  27. Asuransi terdapat suatu kecenderungan penarikan biaya dilakukan seadil mungkin (the equitable assetment of cost) ongkos-ongkos asuransi harus adil sesuai besar kecil nya resiko ynag dipertanggungkan. Mis asuransi jiwa seorang telah tua sekali asuransi lebih besar daripada orang yang masih muda. 4. Asuransi sebagai dasar pemeberian kridit (Insurance serves as a basis of credit) a.Asuransi pengangkutan yang ada hubungan dengan tata perdagangan internasional. Seorang pengusaha ajukan kridit pada bank selain memiliki bill of lading, ko nosemen pengusaha juga harus mempunyai “sertifikat asuransi “ b.Pinjaman hipotek (jangka panjang) pemberi kridit (bank) mensyaratkan peminjam harus harus mempunyai asuransi.yang diasuransikan al : Rumah, kapal, pabrik dll 5. Asuransi sebagai alat penabung (saving) mis Asuransi jiwa saat ini kita me ngeluarkn uang, sedangkan penggunaan dikemudian hari hanya sayang asuransi jiwa kurang me narik sebab kurang menguntungkan bagi masya rakat berpendapatan rendah, ekono mi tidak stabil terutama akibat mero sotnya nilai uang.

  28. Asuransi dipandang sebagai suatu sumber pendapatan earning power didasarkan ke pada Financing the business. al mesin-me sin dalam kontribusi kapasitas produksi dari mesin. Sedangkan pada manusia pada sumber pendapatannya berapa didapat ti ap bulannya. Mis seorang pimpinan puncak (top level manage ment) pendapatan sekian bila dia meniggal dunia perusahaan asuransi akan membayarnya asuransi seperti ini banyak terda pat pada orang-orang penting (keyman) seperti insinyur atom dll yg dia suransikan perusahaan tersebut.Dengan demikian asu ransi banyak sekali manfaatnya.

  29. Riegel dan Miller bukunya Insurance Principles and Practices Faedah Asuransi -Asuransi menyebabkan atau membuat masyarakat dan perusahaan keadaan aman. Dengan membeli asuransi para pengusaha atau orang akan menjadi tenang jiwanya. -Dengan asuransi efisiensi perusahaan (business effici ency) dpt dipertahan kan. Guna menjaga kelancaran perusahaan (going concern) dgn jalan pertanggu ngan, resiko dapat dikurangi mis si A dan B mendiri kan perusahaan “Firma“ kedua nya membeli asuransi (life insuran ce) jika B meninggal demi menjaga efisiensi kelancaran perusaha an. dan agar firma tetap dapat hidup terus ti dak perlu bubar. Dengan cara si A akan mengambil alih saham B disertai ada nya ja minan hal ini untuk tujuan efisiensi dalam pro duksi, distribusi dll. -Asuransi terdapat suatu kecenderungan penarikan bia ya dilakukan seadil mungkin (the equitable assetment of cost) ongkos-ongkos asuransi harus adil sesuai be sar kecilnya resiko yang dipertang gungkan. Mis Asu ransi jiwa seorang telah tua sekali asuransi lebih besar daripada orang yang masih muda.

  30. Asuransi sebagai dasar pemberian kridit (Insurance serves as a basis of cre dit) a. Asuransi pengangkutan yang ada hubungan dengan tata perdagangan in ternasional.Seorang pengusaha ajukan kridit pada bank selain memiliki bill of lading, konosemen pengusaha juga harus mempunyai “sertifikat asuransi “ b.Pinjaman hipotek (jangka panjang) pemberi kridit (bank) mensyaratkan pe minjam harus harus mempunyai asuransi.yang diasuransikan al : Rumah, kapal, pabrik dll Asuransi sebagai alat penabung (saving) mis Asuransi jiwa saat ini kita me ngeluarkn uang, sedangkan pengguna an dikemudian hari hanya sayang asu ransi jiwa kurang menarik sebab kurang menguntungkan bagi masyarakat berpendapatan rendah, ekonomi tidak stabil teru tama akibat merosotnya ni lai uang. Asuransi dipandang sebagai suatu sumber pendapatan (ear ning power) dida sarkan ke pada Financing the busines al. mesin-mesin dalam kontribusi kapa sitas produksi da ri mesin. Sedangkan pada manusia pada sumber pendapa tannya berapa didapat tiap bulannya. Mis seorang pimpinan puncak (top le vel management) pendapatan sekian bila dia meninggal dunia perusahaan asuransi a kan membayarnya asuransi seperti ini banyak terdapat pada org- orang penting (keyman) seprti ir atom dll yang diasuransikan perusahaan tersebut. Dengan demi kian asuransi banyak sekali manfaatnya.

More Related