1 / 26

STROKE

STROKE. Ns. Janny Erika, S.Kep. PENDAHULUAN. AS terdapat 451.000 kasus Australia : 25.000 Mengena diatas 50 tahun Beberapa dibawah 35 tahun. DEFINISI. Stroke adalah defisit neurologis yang mempunyai awitan mendadak dan berlangsung sebagai akibat adanya gangguan pembuluh darah otak

Download Presentation

STROKE

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. STROKE Ns. Janny Erika, S.Kep

  2. PENDAHULUAN • AS terdapat 451.000 kasus • Australia : 25.000 • Mengena diatas 50 tahun • Beberapa dibawah 35 tahun

  3. DEFINISI • Stroke adalah defisit neurologis yang mempunyai awitan mendadak dan berlangsung sebagai akibat adanya gangguan pembuluh darah otak • Stroke adalah disfungsi neurologi akut yang disebabkan oleh gangguan aliran darah yang timbul secara mendadak dengan tanda dan gejala sesuai dengan daerah fokal pada otak yang terganggu (WHO, 1989)

  4. ETIOLOGI • Tidak diketahui • Faktor resiko • Akibat adanya kerusakan pada arteri Karena usia, hipertensi, DM • Penyebab timbulnya trombosis; polycytemia • Penyebab emboli; MCI, kelainan katup, dll • Penyebab hemoragikTD terlalu tinggi, aneurisma arteri, penurunan faktor pembekuan darah

  5. Faktor resiko • Bukti-bukti kerusakan pembuluh darah arteri sebelumnya : Angina, TIA • Merokok • Riwayat keluarga • Obesitas • Latihan berat

  6. KLASIFIKASI STROKE • Berdasarkan Patologi dan gejala klinik: Stroke Hemoragik dan Non hemoragik Stroke Hemoragik • Perdarahan intra cerebral dan mungkin perdarahan subarakhnoid, disebabkan pecahnya pembuluh darah ortak tertentu • Kejadiannya saat melakukan aktivitas atau saat aktif • Kesadaran pasien menurun

  7. Stroke Non hemoragik • Berupa iskemia, emboli dan trombosis cerebral • Terjadi saat / setelah lama beristirahat, bangun tidur, dipagi hari • Tidak terjadi perdarahan tetapi hipoksia karena iskemia, dapat timbul edema sekunder • Kesadaran pasien umumnya baik

  8. KLASIFIKASI STROKE Lanjutan Berdasarkan perjalanan penyakit dan stadium • TIA (Trans Iskemic Attack) • Gangguan neurologis setempat yang terjadi selama beberapa menit samapai beberapa jam saja. • Gejala yang muncul akan hilang sengan spontandan sempurna dalam tempo kurang dari 24 jam • Stroke in volusi • Stroke yang terjadi masih terus berkembang dimana gangguan neurologis terlihat semakin berat dan bertambah buruk (beberapa jam – hari) • Stroke Komplit • Ganguan neurologi yang timbul sudah menetap atau permanen

  9. 3 Faktor penentu berat ringannya gangguan • Cepatnya kejadian : efek stroke akan terlihat beberapa menit / jam, • Daerah otak yang terkena • Gangguan suplai darah ke bagian otak tertentu • Kekurangan selama 1 – 4 menit masih dapat pulih • > 4 menit kerusakan jaringan irreversibel - nekrosis

  10. PATOFISIOLOGI • Oklusi • Penurunan perfusi jaringan serebral • Iskemia • Metabolisme anaerob • Asam laktat meningkat • Edema serebral • Aktivitas elektrolit terganggu • Pompa na dan Kalium gagal • Edema cerebral • Perfusi otak menurun • Nekrosis jaringan otak • Gangguan neurologis

  11. TANDA DAN GEJALA Berdasarkan daerah dan luasnya otak yang terkena • Pengaruh thd status mental • Tidak sadar • Konfuse • Lupa akan tubuh sebelah • Pengaruh fisik • Paralisis • Kesulitan menelan • Gangguan sentuhan dan sensasi • Gangguan penglihatan

  12. TANDA DAN GEJALA Lanjutan • Pengaruh terhadap Komunikasi • Bicara tidak jelas • Kehilangan Bahasa

  13. TANDA DAN GEJALA Lanjutan Berdasarkan bagian hemispher yang terkena • Stroke Hemisfer kanan • Hemiparese sebelah kiri tubuh • Penilaian buruk • Mempunyai kerentanan terhadap sisi kolateral sehingga kemungkinan terjatuh ke sisi yang berlawanan • Stroke hemisfer kiri • Hemiparese kanan • Perilaku lambat dan sangat berhati-hati • Kelainan bidang pandang sebelah kanan • Disfagia global • Apasia • Mudah frustasi

  14. KOMPLIKASI • B.d Imobilisasi : infeksi pernapasan, nyeri pd daerah tertekan, kontipasi, trombopleibitis • B.d Paralisis : nyeri daerah punggung, dislokasi sendi, deformitas, terjatuh • B.d Kerusakan otak ; epilepsi, sakit kepala,

  15. Test Diagnostik • CT Scan • MRI • EEG • Sinar x tengkorak • Angiografi serebral

  16. MANAJEMEN MEDIK • Pertahankan jalan napas dan ventilasi adekuat • Tempatkan klien pada posisi lateral kepala tempat tidur agak ditinggikan sampai tekanan vena serebral berkurang • Pemberian Diuretik untuk menurunkan edema cerebral • Pemberian antikoagulan • Intubasi endotrakeal • Ventilasi mekanik

  17. PENGKAJIAN • Aktivitas / Istirahat • Kesulitan melakukan aktivitas ; kelemahan, kehilangan sensasi, paralisis • Gangguan tingkat kesadaran • Gangguan penglihatan • Sirkulasi • Hipertensi • Disritmia • Integritas ego • Putus asa, tidak berdaya, emosi labil

  18. Pengkajian lanjutan • Eliminasi • Inkontinensia urine • Distensi abdomen • Makanan / cairan • Napsu makan hilang • Mual, muntah • Kehilangan sensasi kecap, kesulitan menelan • Neurosensori • Pusing • Tingkat kesadaran menurun; koma • afasia

  19. Pengkajian lanjutan • Pernapasan • Ketidakmampuan menelan / batuk/ hambatan jalan napas • Keamanan • Kesulitan untuk melihat obyek dari sisi yang terkena • Tidak mampu mengenali obyek • Kesulitan berkomunikasi

  20. DIAGNOSA KEPERAWATAN • Perubahan perfusi jaringan serebral b d interupsi aliran darah, gangguan oklusif, hemoragic, vasopasme serebral, edema serebral • Kerusakan mobilitas fisik b d kelemahan, parestesia • Kerusakan komunikasi verbal b d kerusakan sirkulasi serebral, kehilangan kontrol otot fasial • Kurang perawatan diri b d kehilangan koordinasi otot

  21. DP. 1 :Perubahan perfusi jaringan serebral b d interupsi aliran darah, gangguan oklusif, hemoragic, vasopasme serebral, edema serebral • Tujuan • Mempertahankan tingkat kesadaran • TTV stabil • Intervensi • Observasi status neurologis • Observasi TTv • Letakkan kepala dengan posisi agak ditinggikan d • Pertahankan tirah baring • Ciptakan lingkungan yang tenang • Batasi aktivitas klien • Cegah terjadinya mengejan saat defikasi • Kolaborasi pemberian Oksigen • Kolaborasi pemberian Obat sesuai indikasi : antikoagulan, antihipertensi, pelunak feses • K/P kolaborasi persiapan pembedahan

  22. Kerusakan mobilitas fisik b d kelemahan, parestesia • Tujuan • Mempertahankan / meningkatkan kekuatan fungsi bagian tubuh yang terkena • Mempertahankan integritas kulit • Intervensi • Kaji kemampuan aktivitas klien secara fungsional • Ubah posisi minimal 2 jam sekali • Ajarkan latihan gerak aktif dan pasif pada semua ekstremitas • Gunakan penyangga lengan ketika klien berada dalam posisi tegak • Bantu klien dalam beraktivitas • Observasi daerah kulit yang terkena penekanan, warna, edema • K/p Kolaborasi dengan fisiotherapi

  23. Kerusakan komunikasi verbal b d kerusakan sirkulasi serebral, kehilangan kontrol otot fasial • Tujuan • Klien dapat mengindikasikan pemahaman komunikasi • Membuat metode komunikasi yang tepat • Intervensi • Kaji derajat disfungsi • Mintalah pasien untuk mengikuti perintah sederhana • Tunjukkan obyek dan minta pasien untuk menyebutkan nama benda tsb • Berikan metode komunikasi alternatif, mis; menulis di papan tulis, gambar • Kolaborasi dengan speech Therapi

  24. Kurang perawatan diri b d kehilangan koordinasi otot • Tujuan • Klien dapat melakukan aktivitas perawatan diri dalam tingkat kemampuan mandiri • Intervensi : • Kaji kemampuan dan tingkat kemampuan klien melakukan pemenuhan kebutuhan sehari-hari • Berikan umpan balik yang positif untuk setiap usaha yg dilakukan atau keberhasilannya • Berikan bantuan perawatan diri bila pasien tidak mampu melakukan sendiri (mandi, bab, bak, dsb) • Berikan dukungan • Dekatkan barang-barang kebutuhan klien

  25. EVALUASI • Mempertahankan tingkat kesadaran • TTV stabil • Mempertahankan / meningkatkan kekuatan fungsi bagian tubuh yang terkena • Mempertahankan integritas kulit • Klien dapat mengindikasikan pemahaman komunikasi • Membuat metode komunikasi yang tepat • Klien dapat melakukan aktivitas perawatan diri dalam tingkat kemampuan sendiri

  26. Terima kasih

More Related