1 / 63

Penataran Penilaian Jabatan Akademik

Penataran Penilaian Jabatan Akademik. Oleh Koesmawan (Dikembangkan dari Ceramah Prof.Dr. Mailangkay). Jenjang Pangkat dan Golongan Ruang Dosen. ASISTEN AHLI  IIIa dan IIIb LEKTOR  IIIc dan IIId LEKTOR KEPALA  IVa, IVb, IVc GURU BESAR  IVd, IVe

belinda
Download Presentation

Penataran Penilaian Jabatan Akademik

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Penataran Penilaian Jabatan Akademik Oleh Koesmawan (Dikembangkan dari Ceramah Prof.Dr. Mailangkay)

  2. Jenjang Pangkat dan Golongan Ruang Dosen • ASISTEN AHLI  IIIa dan IIIb • LEKTOR  IIIc dan IIId • LEKTOR KEPALA  IVa, IVb, IVc • GURU BESAR  IVd, IVe (tidak pada profesional)

  3. Angka Kredit Masing-masing Jabatan Akademik (1) Asisten Ahli : • Penata Muda (Gol. III/a) = 100 • Penata Muda Tk. I (Gol. III/b) = 150 Lektor : • Penata (Gol. III/c) = 200 • Penata Tk. I (Gol. III/d) = 300

  4. Angka Kredit Masing-masing Jabatan Akademik (2) Lektor Kepala : • Pembina (Gol IV/a) = 400 • Pembina Tk. I (Gol. IV/b) = 550 • Pembina Utama Muda (Gol. IV/c) = 700 Guru Besar : • Pembina Utama Madya (Gol. IV/d) = 850 • Pembina Utama (Gol. IV/e) = 1050

  5. Persentase Kegiatan pada Pendidikan Akademik • Pendidikan dan Pengajaran minimal 30% • Penelitian minimal 25% • Pengabdian kepada Masyarakat maksimal 15% • Penunjang maksimal 20%

  6. Persentase Kegiatan pada Pendidikan Profesional • Pendidikan dan Pengajaran minimal 40% • Penelitian minimal 10% • Pengabdian kepada Masyarakat maksimal 15% • Penunjang maksimal 20%

  7. Kenaikan Jabatan dan Kenaikan Pangkat Kenaikan jabatan dilakukan sekurang-kurangnya setelah 1 tahun dalam jabatan yang sedang dimiliki Kenaikan pangkat dilakukan sekurang-kurangnya setelah 2 tahun dalam pangkat yang sedang dimiliki

  8. Syarat Pengangkatan Awal Asisten Ahli (1) Pengangkatan dosen ke dalam jabatan awal Asisten Ahli, baru dapat dipertimbangkan apabila telah memenuhi syarat sebagai berikut : • Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun melaksanakan tugas utama (tugas mengajar) sebagai dosen atau calon PNS dosen • Memiliki ijazah S1/DIV atau S2/Sp. I sesuai dengan penugasan c. PNS : Telah memenuhi sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) angka kredit diluar angka kredit ijazah yang dihitung sejak yang bersangkutan melaksanakan tugas mengajar sebagai calon PNS dosen

  9. Syarat Pengangkatan Awal Asisten Ahli (2) Non PNS/dosen swasta/dosen luar biasa disyaratkan telah memiliki 25 angka kredit bagi yang berpendidikan S1/DIV dan 10 angka kredit bagi yang berpendidikan S2/Sp. I

  10. Surat Dit.P2TK & KPT Ditjen DiktiNomor 1122/D4.4/2002 Tanggal 17 Mei 2002 Ayat 4 : Dalam penetapan jabatan akademik pertama dari tenaga pengajar (dosen) ke Asisten Ahli dimungkinkan untuk tidak dilengkapi dengan artikel yang dimuat dijurnal ilmiah, tetapi hanya untuk Asisten Ahli dengan kum 100

  11. Syarat Pengangkatan Awal Lektor Pengangkatan dosen ke dalam jabatan awal Lektor, baru dapat dipertimbangkan apabila telah memenuhi syarat sebagai berikut : • Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun melaksanakan tugas utama (tugas mengajar) sebagai dosen atau sebagai calon PNS dosen • Memiliki ijazah S3/Sp. II sesuai dengan penugasan • Dosen PNS 10 (sepuluh) angka kredit, dosen non PNS/dosen swasta/dosen luar biasa 25 (dua puluh lima) angka kredit

  12. Angka Kredit Pada Pengangkatan Jabatan Awal 10 (sepuluh) angka kredit yang disyaratkan pada pengangkatan jabatan awal bagi dosen PNS yang berpendidikan S2/Sp. I tidak dapat dihitung sebagai kelebihan untuk kenaikan jabatan/pangkat berikutnya

  13. Pengangkatan Pertama dengan Angka Kredit Kumulatif (1) Untuk pengangkatan ke dalam jabatan dosen dalam rangka penyesuaian jabatan bagi dosen yang sudah lama bertugas pada suatu perguruan tinggi tetapi belum mempunyai jabatan dosen karena sesuatu hal, baik dosen negeri maupun dosen swasta, baik dosen biasa maupun dosen luar biasa, ia dapat menyesuaikan jabatannya sebagai dosen dengan menggunakan angka kredit kumulatifdengan beberapa ketentuan sebagai berikut :

  14. Pengangkatan Pertama dengan Angka Kredit Kumulatif (2) a. Telah bertugas sebagai dosen sebelum 1 April 1988 bagi yang berpendidikan S1/DIV atau S2/Sp. I b. Telah bertugas sebagai dosen minimal 7 (tujuh) tahun bagi yang berpendidikan Doktor/Sp. II

  15. Pengangkatan Pertama dengan Angka Kredit Kumulatif (3) Apabila terdapat hal-hal yang luar biasa pada seorang dosen yang berpendidikan Doktor/Sp. II, maka penyesuaian jabatan bagi dosen yang bersangkutan dapat ditetapkan dengan menyimpang dari ketentuan pada huruf b di atas, setelah melalui suatu penilaian yang cermat dari Tim Penilai. Yang dimaksud dengan hal-hal yang luar biasa adalah hal-hal yang berkenaan dengan karya penelitian maupun pengabdian ybs yang setelah dinilai oleh tim penilai mempunyai kelebihan yang luar biasa. Dalam hal seperti ini, maka penyesuaian jabatan ybs dapat ditetapkan sesuai dengan jumlah angka kredit kumulatif yang diperoleh walaupun baru bertugas sebagai dosen kurang dari 7 (tujuh) tahun dan lebih dari 3 (tiga) tahun

  16. Persyaratan Kenaikan Jabatan Guru Besar (1) Khusus bagi kenaikan jabatan ke Guru Besar harus pula memenuhi syarat tambahan yaitu mempunyai kemampuan akademik membimbing Calon Doktoryang dapat dibuktikan dengan memenuhi salah satu syarat sebagai berikut : 1. Memiliki pendidikan Doktor (S3) atau Spesialis II (Sp. II) dalam bidang yang sesuai dengan penugasan

  17. Persyaratan Kenaikan Jabatan Guru Besar (2) 2. Mempunyai karya ilmiah di bidang ilmu yang ditugaskan sebagai penulis utama yang diterbitkan dalam jurnal, sekurang-kurangnya 1 (satu) pada tingkat internasional yang memiliki reputasi ditambah 2 (dua) pada tingkat nasional yang terakreditasi 3. Mempunyai sekurang-kurangnya 2 (dua) karya monumental yang mendapat pengakuan kedua-duanya nasional dan internasional

  18. Persyaratan Kenaikan Jabatan Reguler Setingkat (1) • Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun menduduki jabatan terakhir yang dimiliki • Telah memenuhi angka kredit yang disyaratkan • Memiliki publikasi ilmiah dalam jurnal ilmiah nasional yang terakreditasi sebagai penulis utama yang jumlahnya mencukupi 25% dari persyaratan angka kredit minimum untuk kegiatan penelitian bagi kenaikan jabatan dalam kurun waktu 1 (satu) sampai dengan 3 (tiga) tahun

  19. Surat Dirjen Dikti No. 3931/D/T/2001Persyaratan Menulis Artikel Di Jurnal Ilmiah Terakreditasi 1.Setiap kali kenaikan jabatan dosen dari satu tingkat ke tingkat berikutnya mulai Asisten Ahli sampai dengan Lektor Kepala, disyaratkan harus memiliki minimal 1(satu) kaya ilmiah yang dipublikasikan, yaitu dalam bentuk buku dan/atau artikel dalam majalah ilmiah ( baik terakreditasi maupun non-terakreditasi )

  20. Surat Dirjen Dikti No. 3931/D/T/2001Persyaratan Menulis Artikel Di Jurnal Ilmiah Terakreditasi 2.Khusus untuk kenaikan jabatan dosen ke Guru Besar bagi yang berpendidikan Doktor (S3) atau Spesialis II (Sp.II), baik kenaikan dalam kurun waktu 1- 3 tahun atau lebih, disyaratkan harus memiliki minimal 1 (satu) artikel ilmiah hasil penelitian yang ditulis dalam jurnal ilmiah terakreditasi

  21. Surat Dirjen Dikti No. 3931/D/T/2001Persyaratan Menulis Artikel Di Jurnal Ilmiah Terakreditasi 3. Persyaratan artikel jurnal ilmiah terakreditasi untuk kenaikan jabatan baru akan dinilai apabila artikel tersebut telah benar-benar terbit, yang dibuktikan dengan pengiriman jurnal tersebut secara fisik. ( SE Dirjen Dikti Nomor 1715/D/C/1999 tanggal 20 Juli 1999 sebagai bentuk tole-ransi sesuai dengan kondisi waktu itu, tidak berlaku lagi )

  22. Persyaratan Kenaikan Jabatan Reguler Setingkat (2) Syarat-syarat akademik lainnya yang ditentukan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi atas nama Menteri Pendidikan Nasional sejalan dengan tuntutan perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian dalam kerangka peningkatan kualitas dosen

  23. Loncat Jabatan ke Lektor Kepala (1) Bagi dosen yang potensial/berprestasi tinggi dapat dinaikkan langsung ke jenjang jabatan yang lebih tinggi (loncat jabatan) maksimal menjadi Lektor Kepala dan pangkatnya dinaikkan setingkat lebih tinggi sesuai ketentuan apabila memenuhi syarat sebagai berikut : • Sekurang-kurangnya telah menduduki jabatan Asisten Ahli selama 1 (satu) tahun • Memiliki ijazah Doktor (S3) atau Spesialis II (Sp. II) pada saat masih menduduki jabatan Asisten Ahli

  24. Loncat Jabatan ke Lektor Kepala (2) Memiliki 4 (empat) publikasi ilmiah dalam jurnal ilmiah yang terakreditasi sebagai penulis utama d. Telah memenuhi jumlah angka kredit yang disyaratkan e. Memiliki kinerja, integritas, tanggung jawab dalam pelaksanaan tugas dan tata krama dalam kehidupan kampus yang dibuktikan dengan berita acara rapat pemberian pertimbangan senat perguruan tinggi

  25. Loncatan Jabatan ke Guru Besar Bagi dosen yang potensial/berprestasi tinggi dapat dinaikkan ke jenjang jabatan yang lebih tinggi (loncat jabatan menjadi Guru Besar dan pangkatnya dinaikkan setingkat lebih tinggi sesuai ketentuan apabila memenuhi syarat sebagai berikut : • Sekurang-kurangnya telah menduduki jabatan Lektor selama 1 (satu) tahun • Memiliki ijazah Doktor (S3) atau Spesialis II (Sp. II)

  26. BERITA ACARA RAPAT PEMBERIAN PERTIMBANGANSENAT • Senat fakultas bagi Universitas/Institut atau senat perguruan tinggi bagi Sekolah tinggi/Politeknik dan Akademi untuk penyesuaian ke jabatan Asisten Ahli dan Lektor • Senat Perguruan Tinggi bagi penyesuaian ke jabatan Lektor Kepala dan Guru Besar

  27. ASPEK YANG DINILAI DALAM RANGKA PEMBERIAN PERTIMBANGAN ATAU PERSETUJUAN SENAT 1. INTEGRITAS 2.   KINERJA 3.   TANGGUNGJAWAB 4.   TATA KRAMA KEHIDUPAN KAMPUS

  28. INTEGRITAS Kepribadian yang utuh yang memiliki moralitas yang tinggi sebagai manusia yang beradab dalam kehidupan secara umum

  29. KINERJA Prestasi yang diperoleh yang ditunjukkan melalui keberhasilannya dalam proses belajar mengajar yang berimplikasi kepada keberhasilan mahasiswa dalam mutu dan ketepatan menyelesaikan studi untuk mata kuliah yang bersangkutan

  30. TANGGUNG JAWAB Kedisiplinan yang tinggi baik dari aspek waktu maupun kerja dalam melaksanakan tugas tridharma yang diemban

  31. TATA KRAMA KEHIDUPAN KAMPUS Kesopan-santunan dalam berperilaku dan bertingkah laku sebagai manusia yang berbudaya/beretika dalam kehidupan kampus

  32. Persyaratan di Dirjen Dikti a. Syarat-syarat akademik lain yang ditentukan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi atas nama Menteri Pendidikan Nasional sejalan dengan tuntutan perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian dalam rangka peningkatan kualitas dosen b. Syarat-syarat administratif lainnya

  33. Angka Kredit Ijazah • Doktor (S3)/Spesialis II (Sp.II) = 200 • Magister (S2)/Spesialis I (Sp.I) = 150 • Sarjana (S1)/Diploma IV (D IV) = 100

  34. Ijazah diluar bidang Dihitung sesuai dengan angka kredit per ijazah, bukan dihitung dari selisih angka kredit ijazah tsb terhadap angka kredit ijazah terendah yang telah atau akan digunakan Doktor/Sp II = 15 S2/Sp I = 10 S1/DIV = 5

  35. Angka Kredit Perkuliahan Jumlah angka kredit maksimum untuk 12 sks Asisten Ahli = 5.5 Lektor ke atas = 11 (Jumlah mahasiswa per kelas minimal 30 orang)

  36. Kuliah Satu mata kuliah diberikan oleh beberapa dosen Pembagian angka kreditnya sebanding dengan beban tugasnya

  37. Membimbing Seminar Mahasiswa Membimbing seminar mahasiswa dalam rangka studi akhir dan angka kreditnya 1 (satu) per semester tidak tergantung pada jumlah mahasiswa yang dibimbing

  38. Membimbing Tugas Akhir Membimbing/ikut membimbing dalam menghasilkan disertasi, thesis, skripsi dan laporan akhir studi, angka kreditnya baru diberikan apabila yang dibimbing telah dinyatakan lulus/mengakhiri studi

  39. Penguji Ujian Akhir Bertugas sebagai penguji pada ujian akhir, angka kreditnya 1 (satu) per mahasiswa per semester bagi ketua penguji dan 0.5 per mahasiswa per semester bagi sekretaris dan anggota penguji. Termasuk ke dalam pengertian ujian akhir adalah ujian disertasi/thesis/skripsi/laporan akhir studi, komprehensif

  40. Wewenang Membimbing Dosen Yang berwenang membimbing dosen yang lebih rendah jabatan fungsionalnya, baik pembimbing pencangkokan maupun pembimbing reguler adalah mereka yang sudah menduduki jabatan Lektor bagi yang berpendidikan S3/Sp.IIatau yang sudah menduduki jabatan Lektor Kepala bagi yang berpendidikan S1/D IV atau S2/Sp.I.

  41. Angka kredit absolut Angka kredit untuk kegiatan memperoleh dan melaksanakan pendidikan serta penunjang tridharma perguruan tinggi merupakan angka kredit absolut

  42. Hasil Penelitian atau Hasil Pemikiran yang Dipublikasikan Melalui Seminar Disajikan yakni disajikan secara tertulis dalam bentuk makalah

  43. Hasil Penelitian atau Hasil Pemikiran yang tidak Dipublikasikan Hasil penelitian atau hasil pemikiran yang tidak dipublikasikan dan tersimpan di perpustakaan perguruan tinggi setelah mendapat rekomendasi dari seorang Guru Besar atau pakar dibidangnya

  44. Angka Kredit Maksimal Angka kredit untuk kegiatan melaksanakan penelitian dan melaksanakan pengabdian kepada masyarakat adalah angka kredit maksimal dan bukan angka kredit absolut. Artinya dalam batas rambu-rambu ini masih diberikan angka kredit yang wajar bagi kasus masing-masing melalui penilaian sejawat (peer review) berdasarkan mutu, sofistikasi dan kemuktahiran.

  45. PEER REVIEW Perlu keterangan dari pimpinan perguruan tinggi mengenai Biodata singkat Peer Review : nama, jabatan fungsional, pendidikan/bidang studi, minimal 2 (dua) orang yang ditunjuk perguruan tinggi ybs. bila angka kredit yang diusulkan mendekati maksimal

  46. Contoh PengisianSurat Pernyataan Melaksanakan Kegiatan Penelitian Suprapto (1998) Judul : . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Laporan Penelitian tidak dipublikasi Nilai : 3

  47. Contoh PengisianSurat Pernyataan Melaksanakan Kegiatan Penelitian Amin dan Suprapto (1999) Judul : . . . . . . . . . . . . . . . . Makalah Seminar Nasional “ . . . . . . . .” tanggal . . . . . . . . di . . . . . . . . . . . . . . . Nilai : 10

  48. Contoh PengisianSurat Pernyataan Melaksanakan Kegiatan Penelitian Amin, Suprapto dan Zainal Abidin (2001) Judul : . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Majalah Ilmiah “ . . . . . . . . . “ Nomor : . . . . . . . . Edisi . . . . . . . . Halaman . . . . . . . . . . . . . . . . . . Nomor ISSN : . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Terakrediasi Dikti No. . . . . . . . . . . . . . . . .Nilai: 10 - 25

  49. Pengabdian Kepada Masyarakat (1) 1. Menduduki jabatan pimpinan pada lembaga pemerintah/pejabat negara yang harus dibebaskan dari jabatan organiknya seperti Presiden, Wakil Presiden, Anggota DPR dan Anggota DPRD, Anggota BPK, Ketua/Wakil Ketua/Ketua Muda dan Hakim Mahkamah Agung, Anggota DPA, Menteri, Kepala Perwakilan RI di luar negeri yang berkedudukan sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh, Gubernur KDH Tk. I, Wakil Kepala Daerah Tk. I, Bupati/Wali Kotamadya kepala Daerah Tk. II, Wakil Kepala Daerah Tk. II, dan pejabat lain yang ditetapkan dengan peraturan perundang-undangan

  50. Pengabdian Kepada Masyarakat (2) 2. Melaksanakan pengembangan hasil pendidikan dan penelitian yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat adalah mengembangkan hasil pendidikan dan penelitian melalui praktek nyata di lapangan untuk dimanfaatkan oleh masyarakat 3. Memberi latihan/penyuluhan/penataran/ceramah kepada masyarakat, baik sesuai dengan bidang ilmunya maupun di luar bidang ilmunya, baik kepada masyarakat umum, maupun masyarakat kampus (dosen, mahasiswa dan tenaga non dosen)

More Related