1 / 18

PERTEMUAN KESEBELAS

ALIRAN MU’TAZILAH. PERTEMUAN KESEBELAS. Secara garis besar ada dua informasi yang menjelaskan tentang nama mu’tazilah :

aviva
Download Presentation

PERTEMUAN KESEBELAS

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. ALIRAN MU’TAZILAH PERTEMUAN KESEBELAS

  2. Secaragarisbesaradaduainformasi yang menjelaskantentangnamamu’tazilah: Syahrastanimengatakanbahwanamamu’tazilahberasaldariperistiwaperdebatanantaraWasil bin Ata’ denganHasanBasri, tentangpelakudosabesar, yang kemudianWasilmemisahkandiri (I’tazalaanna, kataHasan). Tasya Kubra ZadahmenyatakanbahwanamaitudiberikanolehQatadah, ketikamelihatadanyamajlis lain selainHasanBasridalamsebuahmasjiddiBasrah(majlisAmr bin Ubaid). ASAL USUL MU’TAZILAH

  3. 2. Ahmad Aminmenyatakanbahwanamamu’tazilahtelahmunculsejakadanyapertikaianpolitikantara Ali danMu’awiyah, merekamemisahkandiridariorang-orang yang terlibatdalampertikaiantersebut. NamatersebutdikemukakanolehQais, seorangpengikut Ali, ketikamelihatbanyakorang yang memisahkandiridarinya (I’tazalatilaKarbita). - Kesimpulannya: adaduaperistiwa yang melahirkannamamu’tazilah, yakniperistiwaperselisihan Ali danMu’awiyah (mu’tazilahpertama), danperistiwaperdebatanantaraHasandanWasiltentangpelakudosabesar(mu’tazilahkedua).

  4. EKSISTENSI MU’TAZILAH Jikadilihatdarisegiilmukalam/tauhid, makaaliranmu’tazilah yang dimaksudkandisiniadalah yang dimunculkanolehWasil bin Ata’, karenaitulahdiadianggapsebagaipendirimu’tazilah. SetelahwafatdigantikanolehmuridnyaBisyr bin Said. KemudiandilanjutkanlagiolehmuridBisyryaitu Abu Huzail(seorangahlidebat yang menguasailogikadanfilsafatYunani). Ajaran Abu Huzailkemudiandilanjutkansecaraberturut-turutoleh an-Nazam, al-Juba’ial-KhayyatdanIbnuAsyras.

  5. Masing-masingtokohtersebutmembawaide yang berbeda, namunsama-samaberdasarkanpadarasio, seperti: Wasil bin Atha’ membawakonsepmanzilahwamanzilataini. (tempatdiantaraduatempat). Abu Huzailmembawakonsepnafysifat, yakniTuhantidakpunyasifat, karena yang disebutsifatitumenyatupadazatTuhan. Kemudiandiajugamembawakonsepfungsiakaldanwahyu. Baginya, akalmemilikiempatfungsiutama, yakni : a) mengetahuiTuhan, b) mengetahuibaikdanburuk, c) kewajibanmelakukan yang baikdanmenjauhi yang buruk. D) kewajibanberibadahkepadaTuhan.

  6. Tokoh an-Nazammenolakpendapatbahwa al-Qur’an mengandungmu’jizatsecarabahasa. Karenamenurutnya, jikaTuhanmengizinkan, makapastiakanadaorang Arab yang mampumembuatseperti al-Qur’an. TapikarenaTuhantidakmengizinkan, makamerekatidakmelakukannya. Mu’jizat al-Qur’an hanyaterletakpadainformasisejarahmasalalu, sertahal-hal yang berkaitandengansesuatu yang gaib. Diajugamembawakonseptentangkalam Allah yang bersifatbaru, bukanqadim. Kalam Allah yang qadimhanyalahkalam Allah yang masihberadadiluhmahfuz. Jikakalamtersebutsudahberubahmenjadikalimat, dandapatdibaca, makadiabukanqadimlagi, tapibaru (diciptakansepertimakhluk).

  7. IbnuAbbadmembawakonsepnaturalisitik, dimanaproseskejadianalamsecaraterperincibukanlahurusanTuhan. MenurutnyaTuhanhanyamenciptakanunsur-unsurdasar, sepertitanah, air, udara, danapi. Begitujugadenganperbuatanmanusia, yang diciptakanTuhanhanyadayaatauenergisecaraazali. Sedangkanpenggunaandayatersebutadalahurusanmanusia. Kemudian al-Juba’I yang membawakonsepbahwaTuhantidakdapatdilihatdenganmatalahir, meskipunpadahariakhirat. Menurutnyajugafungsiwahyuadalahuntukmengetahuibesarkecilnyabalasandariperbuatanmanusia.

  8. AliranMu’tazilahmendapattempatistimewapadamasakhalifah al-Makmun. (813-833 M). PadamasainilahaliranMu’tazilahdijadikansebagaimazhabkerajaan. Sehinggasiapapun yang berbedapendapatdenganmazhabMu’tazilahdianggapsebagaisubversif, merekaakanmenghadapihukumandarikerajaan. Inilahsatubuktibahwamu’tazilahmenjalankandakwahdengankekerasan. Salahseorangulama yang menjadi rival utamadariajaranmu’tazilahadalah Ahmad bin Hanbal. Karenaitu pula beliaumendapathukumandarikerajaan. Namunsetelah al-makmunwafat, digantikanolehputranya al-Mutawakkil, mazhabmu’tazilahdicabutsebagaimazhabnegara, dandigantikandenganmazhabahlusunnahwaljamaah. Makasejakitualiranmu’tazilahsemakintidakjelasperkembangannya. Namunsecaraajarandiasudahbanyakmempengaruhimasyarakat.

  9. Ajaran-ajaranMu’tazilah: Dalamsejarahnya, ajaranmu’tazilahmerekasebutdenganal-ushul al-khamsah, yaknitauhid, keadilanTuhan, al-wa’addan al-wa’id, manzilahbainamanzilatain, amarma’rufdannahyumungkar. 1. Ajarantauhid. Tuhanadalahzat yang Esa, karenaitutidakberlakukonsepantropomorpismeyang mengakuibahwasifat-sifatTuhandapatdiumpamakandengansifatmanusia. Merekajugamenolakpendapat yang menyatakanbahwaTuhandapatdilihatdenganmatakepala (diakhirat). Karenaitu pula merekamenolakadanyasifat-sifatTuhan. JikaTuhanpunyasifat, makakeesaanTuhantidakmurnilagi (tidaktanzih).

  10. BerkaitandengansifatTuhan, Kaummu’tazilahmembaginyakepadaduakelompok: a) sifat-sifat yang merupakanesensizatTuhan, disebutsifatzatiah, b) sifat-sifat yang merupakanperbuatanTuhan, disebutsifatfi’liyah. Yang termasuksifatzatiahadalahsifat-sifat yang berkaitandenganesensizatTuhan, sepertiMahaTahu, MahaKuasa, MahaHidup, MahaMendengar, MahaMelihat, dll. SemuanyaitutidakdapatdipisahkandarizatTuhan. Yang termasuksifatfi’liyahadalahsifat-sifat yang berhubunganlangsungdenganmakhluk, seperti al-iradah, kalam, al-’adl, dll.

  11. 2. AJARAN KEDUA, AL-’ADL. KeadilanTuhanbagimu’tazilahmerupakansebuahkewajiban. MenurutAbd al-Jabbar, Tuhandisebutberbuatadil, artinyaTuhansenantiasaberbuat yang baik. SebaliknyamustahilTuhanberbuat yang zalim. Dalamkonteksini, munculpaham al-shalahwa al-ashlah, yakniTuhanselaluberbuatbaikdanmendatangkankebaikanpadamanusia. SalahsatubuktidarikeadilanTuhanadalahdengandiutusnyapararasulbesertakitabsucinya. Bentuk lain darikeadilanTuhanadalahkewajibanTuhanmemberikandayakepadamanusia, untukmenjalanikehidupandiduniaini. DengandemikiankeadilanTuhandisinieratkaitannyadenganperbuatanmanusia.

  12. TuhandianggapadiljikaTuhantidakikutcampurdalamperbutanmanusia, karenakewenanganTuhandisinihanyalahmemberikandayasejakazali. Sedangkanprosespenggunaandayatersebutadalahkewenanganmanusia. Karenaitulahmanusiaharusbertanggungjawabterhadapperbuatannyadiakhirat. 3. AJARAN KETIGA, AL-WA’D WA AL-WA’ID Ajaranketigainimerupakankonsekuensilogisdariajaran yang keduatentangkeadilanTuhan. Tuhantidakdapatdisebutadil , jikatidakmemberipahalakepadaorang yang beramalsaleh, dantidakmenghukumorang yang berbuatmaksiat. KeadilanTuhanmewajibkan-Nyamemberikanpahalakepada yang berbuatbaik, dansiksakepada yang berbuatjahat.

  13. 4. AJARAN KEEMPAT, AL-MANZILAH BAINA MANZILATAINI. Konsepiniberkaitandenganpelakudosabesar. KonsekuensidarikeadilanTuhanadalahbahwa yang berimanakanmasuksorgadan yang kafiirakanmasukneraka. Bagimanadenganpelakudosabesar, disatusisidiamasihtetapmukmin, tapitidakbisamasuksorgakarenadosabesar. Di sisi lain diatidakmasukkelompokorangkafir. Sehinggatidakpantasmasukneraka. Karenatidakadatempat yang ketiga, makadiatetapmasukneraka , namundengansiksa yang ringan. Itulah yang dimaksuddengantempatdiantaraduatempat.

  14. 5. AJARAN KELIMA, AMR MA’RUF NAHY MUNGKAR. Ajaraninimerupakanajaran Islam yang berlakusecaraumum. Namunterdapatperbedaanantaramu’tazilahdenganumatislamlainnyadalampelaksanaannya. Bagiumat Islam secaraumum, amarma’rufnahymungkardilaksanakandengantigacara, sepertikatahadis: a) dengantangan, b) denganlisan, c) denganhati. Ataudalamkonteksdakwahselaludikemukakandengandakwahpersuasif. Sedangkanbagimu’tazilah, amarma’rufnahymungkarharusberhasil, meskipundengancarasedikitmenggunakankekerasan.

  15. DFDFsddcXDD

  16. 2. Ajarankedua, al-’adl.

More Related