1 / 25

Technology Switching Network

Technology Switching Network. Klasifikasi Jaringan Komunikasi. Jaringan komunikasi dapat diklasifikasikan berdasarkan cara node mempertukarkan informasi. Communication Network. Switched Communication Network. Broadcast Communication Network. Topik Pembahasan. Circuit-Switched

arissa
Download Presentation

Technology Switching Network

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Technology Switching Network

  2. Klasifikasi Jaringan Komunikasi • Jaringan komunikasi dapat diklasifikasikan berdasarkan cara node mempertukarkan informasi Communication Network Switched Communication Network Broadcast Communication Network Topik Pembahasan Circuit-Switched Communication Network Packet-Switched Communication Network Datagram Network Virtual Circuit Network

  3. Nodes dan Links • Jaringan komunikasi biasa digambarkan dalam node dan link • Node: merepresentasikan end-terminal, perangkat jaringan; digambarkan dengan bentuk lingkaran, kotak • Link: merepresentasikan hubungan/koneksi antar nodes; digambarkan dengan garis • Sebagai perangkat jaringan, node dapat memiliki fungsi: • Routing • Switching • Multiplexing

  4. Switching Network • Transmisi data/ informasi jarak jauh biasanya dilakukan melalui beberapa switching node yang saling terhubung sehingga membentuk suatu jaringan switching, atau dapat juga disebut jaringan komunikasi switched. • Setiap node yang terdapat dalam jaringan switching bekerja tanpa memperhatikan isi data/ informasi yang ditransmisikannya • Transmisi data dimulai dan diakhiri di perangkat yang dinamakan station. Station dapat berupa komputer, terminal, telepon, dsb. • Data ditransmisikan melalui suatu rute yang ditentukan oleh proses switching di setiap node yang dilalui. • Koneksi node ke node lainnya biasanya dilakukan secara multiplex • Jaringan komunikasi biasanya dibuat terhubung sebagian. Sebagian lainnya digunakan sebagai koneksi redundant/back-up untuk meningkatkan reliabilitas jaringan. • Teknologi switching dibagi ke dalam dua jenis : • Circuit switching • Packet switching

  5. Contoh Switching Network Sederhana

  6. Prinsip Circuit Switched • Karakteristik circuit switched: • Jalur komunikasi permanen (dedicated) secara fisik dibangun (set-up) antara 2 end-terminal terlebih dahulu sebelum informasi dikirimkan. Istilah yang sering digunakan untuk kondisi ini disebut Connection Oriented • Proses komunikasi melalui Circuit Switch adalah sebagai berikut: • Circuit Establishment • Point to Point dari terminal ke terminal melalui switching nodes • Internal Switching dan multiplexing antar switching nodes • Data Transfer • Circuit Disconnect • Jika sirkit tidak tersedia maka akan terjadi blocked (biasa diinformasikan dengan nada sibuk) • Ada garansi quality of service (bandwidth (64 Kbps), latency, jitter) • Tidak akan ada informasi yang hilang sepanjang sirkit tersambung terus menerus

  7. X FAX G4 Perkembangan teknologi circuit switched Voice only network Point-to-point  switched Tanpa MUX  dengan MUX Analog  Digital (Sentral & Transmisi Digital, Akses Lokal Analog) PC ISDN Multimedia Network (Voice, data, video) ISDN (Sentral, Transmisi, & Akses Lokal Digital) X Videoconference

  8. Physical copper connection set up when call is made Contoh Circuit Switching (1/2) Switching offices

  9. Contoh Circuit Switching (2/2) • Ada proses pembangunan hubungan dan hubungan tetap terjaga selama percakapan berlangsung • Sumber daya jaringan dialokasikan (reserved) dan diduduki secara tetap (dedicated) dari pengirim sampai penerima selama pembicaraan berlangsung • Bukan strategi yang efisien • Selama terjadi hubungan, saluran fisik akan digenggam bahkan selama periode “silence” (saat dimana tidak ada informasi yang dikirimkan)

  10. C 3 D B 2 1 5 6 A 4 E 7 F Routing pada Circuit Switched Jalur komunikasi A – D terbentuk melalui routing yang terbaik danakan tetap selama komunikasi berlangsung/belum diputus oleh salahsatu pihak.

  11. How to Multiplex? How to Demultiplex? How to Switch? Circuit Switched : Generic Switching Process Switch incoming links outgoing links

  12. Circuit Switched:Multiplexing/Demultiplexing (TDM) • Time dibagi dalam frames dan frames dibagi dalam slot • Posisi slot dalam frame menunjukkan kepemilikan data dari suatu percakapan • Sebagai contoh, slot 0 milik percakapan berwarna merah • Membutuhkan sinkronisasi antara pengirim dan penerima • Dalam suatu percakapan, time slot tertentu digunakan sebagai identitas data baik bagi pengirim maupun penerima. Time slot yang sudah diduduki tidak akan bisa digunakan oleh yang lainnya kecuali bila percakapan sudah selesai. Di sepanjang percakapan, jika ada waktu jeda yang tidak berisi informasi maka kapasitas time slot yang tersedia tidak akan termanfaatkan  tidak efisien Frames 0 1 2 4 5 0 1 2 4 5 3 3 Slots =

  13. Circuit Establishment Transmission Circuit Termination Circuit Switched : Timing Host 1 Host 2 Switch 1 Switch 2 Information processing delay at Swich 1 propagation delay between Host 1 and Switch1 propagation delay between Host 2 and Switch2 time

  14. KEUNTUNGAN Sekali koneksi terjadi: Jaringan transparan (seolah hanya koneksi langsung antar stations) Fixed data rate tanpa adanya delay Sangat baik untuk komunikasi real time KELEMAHAN Tidak efisien Selama koneksi berlangsung, time slot akan selalu diduduki walaupun tidak ada data yang dikirim Delay sebelum terbentuknya hubungan (call set up delay) Circuit Switched :Keuntungan dan Kelemahan

  15. Packet Switched (1/2) Mengapa perlu paketisasi • Untuk komunikasi end-to-end yang terdiri atas banyak link, transmisi paket memungkinkan suatu paket yang menjadi bagian dari suatu pesan diterima, diproses, dan diteruskan oleh suatu node ketika paket lainnya masih dipersiapkan  adanya efisiensi waktu pemrosesan. • Jumlah data yang harus di re-transmisi karena adanya error menjadi berkurang (tidak seluruh pesan perlu di re-transmisi). • Kapasitas memori internal network node dapat dikurangi. • Waktu transmisi dapat dikurangi Karakteristik Packet Switched • Informasi/pesan dibagi menjadi paket-paket yang berukuran kecil (<1500 byte) dan kemudian ditransmisikan paket demi paket • Setiap paket terdiri dari payload (data informasi yang akan dikirimkan) dan header. Header berisi informasi tentang: • Source (sender’s) address • Destination (recipient’s) address • Packet size • Sequence number • Error checking information

  16. Packet Switched (2/2) • Masing-masing paket akan dikirimkan ke jaringan secara independen (tidak tergantung pada rute paket sebelum atau sesudahnya). Paket yang berbeda dari pesan yang sama dapat melalui rute yang berbeda. Istilah untuk karakteristik ini disebut Connectionless • Pada sisi penerima, header setiap paket akan dibuang kemudian paket diurutkan kembali menjadi sebuah informasi/pesan sesuai dengan yang dikirimkan • Paket dikirimkan hanya pada saat data siap untuk dikirim. Pada saat kondisi “silence”/idle maka link dapat digunakan oleh yang lainnya (jaringan digunakan bersama/shared bandwidth). • Tidak ada garansi Quality of service, ada kemungkinan paket hilang • Contoh Teknologi Layanan Packet Switched: • Public data network • Frame relay • Internet (connectionless) • LAN (connectionless)

  17. Contoh Paketisasi Hello Bob Message He ll o Bo b Segmented Message Packetized Message He H H ll H o H Bo H b Paket 1 Paket 2 Paket 3 Paket 4 Paket 5 Header

  18. Paket Paket Paket Paket Paket Paket

  19. Keuntungan dan Kelemahan Packet Switching Beberapa keuntungan packet switching : • Efisiensi utilisasi jaringan tinggi • Jaringan dapat digunakan bersama (shared) secara dinamis • Dapat mengakomodasi penggunaan multiple data rates untuk jenis aplikasi yang berbeda-beda • Setiap aplikasi akan terhubung ke jaringan dengan data rate yang sesuai kebutuhannya • Tidak terjadi blocking jika beban jaringan tinggi, tetapi waktu pengiriman menjadi lama. • Mekanisme prioritas pengiriman dapat diberlakukan untuk paket-paket yang dianggap penting, seperti paket real-time. • Reliabilitas tinggi, jika suatu rute terputus maka rute lain dapat digunakan. Kelemahan packet switching: • Tidak memberikan garansi Quality of service: delay antrian, jitter, loss packet

  20. Tipe-tipe Packet Switch

  21. Virtual Circuit vs Datagram • Packet switching terdiri dari dua teknik, yaitu Datagram dan Virtual Circuit. • Datagram: Connectionless • Setiap paket ditangani/diproses secara independen. • Setiap paket memiliki alamat tujuan yang lengkap. • Penentuan routing dilakukan terhadap setiap paket di setiap node • Paket-paket yang berbeda namun berasal dari pesan yang sama dapat menggunakan rute yang berbeda. • Virtual Circuit: Connection Oriented • Dilakukan connection setup sebelum pengiriman data dilakukan. • Setiap paket memiliki VC identifier. • Penetapan routing dilakukan sekali untuk semua paket. • Semua paket akan melalui rute yang sama.

  22. Packet Swiched Datagram • Node-node jaringan memroses tiap paket secara independen • Jika host A megirim dua paket berurutan ke host B pada sebuah jaringan paket datagram, jaringan tidak dapat menjamin bahwa kedua paket tersebut akan dikirim bersamaan, kenyataannya kedua paket tersebut dikirimkan dalam rute yang berbeda • Paket-paket tersebut disebut datagram • Implikasi dari switching paket datagram : • Urutan paket dapat diterima dalam susunan yang berbeda dari ketika dikirimkan • Tiap paket header harus berisi alamat tujuan yang lengkap

  23. Virtual Circuit Packet Switching • Virtual-circuit packet switching adalah campuran dari circuit switching dan paket switching • Seluruh data ditransmisikan sebagai paket-paket • Seluruh paket dari satu deretan paket dikirim setelah jalur ditetapkan terlebih dahulu (virtual circuit) • Urutan paket yang dikirimkan dijamin diterima di tujuan • Bagaimanapun: Paket-paket dari virtual circuit yang berbeda masih dimungkinkan terjadi interleaving • Pengirim data dengan virtual circuit melalui 3 fase : • Penetapan VC • Pentransferan data • Pemutusan VC • Alamat tujuan paket pada header tidak perlu lengkap

  24. Routing pada Packet Switched 3 2 1 8 5 6 4 7 Connectionless: jalur/ routing dapat berbeda untuk setiap paket Connection-oriented: jalur/routing tetap untuk seluruh paket

  25. Datagram : Tidak ada waktu call setup Adaptasi yang cepat jika terjadi congestion/network overload. Adaptasi yang cepat jika terjadi node failure. Kedatangan paket bisa tidak sesuai dengan urutannya. Adanya beban pemrosesan karena setiap paket di proses di setiap node Receiver tidak memiliki persiapan terhadap paket yang datang Virtual Circuit : Kedatangan paket sesuai urutannya. Terdapat mekanisme error control. Penetapan satu rute untuk satu koneksi. Penerima telah bersiap untuk menerima paket yang datang Adanya delay saat connection setup. Adaptasi terhadap node failure kurang baik. Adaptasi terhadap network overload kurang baik (+) dan (–) pada virtual circuit vs datagram

More Related