1 / 19

Makalah Kunci ( Keynote Speech )

Makalah Kunci ( Keynote Speech ) MENUJU VISI 2025: MEMBANGUN PUSAT TEKNOLOGI PERTANIAN MODEREN DI KAWASAN EDUTOWN SERPONG. BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERTANIAN KEMENTERIAN PERTANIAN 2012. Isu Pembangunan Ketahanan Pangan. Permasalahan dalam p enyediaan pangan.

amber-petty
Download Presentation

Makalah Kunci ( Keynote Speech )

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Makalah Kunci (Keynote Speech) MENUJU VISI 2025: MEMBANGUN PUSAT TEKNOLOGI PERTANIAN MODEREN DI KAWASAN EDUTOWN SERPONG BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERTANIAN KEMENTERIAN PERTANIAN 2012

  2. Isu Pembangunan KetahananPangan

  3. Permasalahandalam penyediaan pangan • Dampak perubahan iklim dan serangan organismepengganggutumbuhan (OPT) • Rusaknya infrastruktur irigasi • Konversilahansawah • Keterbatasanaksespetaniterhadappembiayaan • Kompetisi antar komoditas • Angka konsumsi beras per kapita per tahun rata-rata penduduk Indonesia yang digunakan pada perhitungan saat ini adalah 139,15 kg/kapita/tahun

  4. Permasalahandiversifikasipangan • Tingginya dominasi beras dalam pola konsumsi pangan penduduk Indonesia menyebabkan rendahnya kualitas konsumsi pangan nasional dan cerminan konsumsi pangan penduduk yang belum beragam dan bergizi seimbang dengan indikator skor PPH yang masih di bawah standar ideal. • Kontribusi beras dalam sumbangan konsumsi kelompok padi-padian mencapai 80,7 % terhadap total energi padi-padian (1.218 kkal/kap/hr). • Upaya penurunan konsumsi beras sebagai pangan sumber karbohidrat utama dalam pola konsumsi pangan penduduk Indonesia merupakan suatu upaya yang tidak dapat ditawar lagi dan memerlukan sinergitas lintas sektor dalam pencapaiannya. • Peningkatan konsumsi sumber karbohidrat selain beras perlu didukung oleh kebijakan industri pengolahan pangan yang komprehensif.

  5. Program StrategisKementerianPertanian

  6. (1) Ketersediaan (2) Keterjangkauan (3) Konsumsi ASPEK PENTING KETAHANAN PANGAN

  7. (1) Penguasaan lahan untukusahatani; (2) Infrastruktur: irigasi, jalan dan listrik; (3) Dukungan teknologi pertanian (4) Dukungan sarana produksi (5) Jaminan pasar (6) Perlindungan terhadap resiko usaha (7) Peluang memperbesar nilai tambah; dan (8) Pendampingan PRA-SYARAT PEMBANGUNAN KETAHANAN PANGAN

  8. LANGKAH STRATEGIS PENCAPAIAN SWASEMBADA PANGAN 2014 KEMENTERIAN PERTANIAN

  9. Penurunankonsumsi beras 1,5% per kapita/thn Pengurangan susut panen 1,5 %/tahun Penambahan Areal Sawah seluas 130.000 ha Peningkatan produktivitas dari 5,1 ton/ha menjadi 5,7 ton/ha dan IP dari 1,5 menjadi 1,7 SURPLUS BERAS 10 JUTA TON Perbaikan 18,8%/thn dari total jaringan irigasi Penggunaan pupuk berimbang 70% dari total luas tanam Peningkatan intensitas penyuluhan 50% dari total desa Benih varietas unggul bermutu minimal 60% pengendalian OPT dengan PHT danSpot Stopmencapai 70%

  10. KONDISI EKSISTING PRODUKSI BERAS SD 2014 KONDISI EKSISTING

  11. PROGRAM PENCAPAIAN SURPLUS 10 JUTA TON BERAS

  12. TANTANGAN PENCAPAIAN TARGET SWASEMBADA PANGAN • Alih fungsi lahan, • Cetak sawah baru, • Ketersediaan benih, pupuk dan pestisida, • Kerusakan jaringan irigasi, • Intensitas penyuluhan, • Losses panen dan pasca panen yang masih tinggi, perubahan iklim, • Ketersediaan tenaga kerja dibidang pertanian

  13. KURVA KEDUA BADAN LITBANG PERTANIAN • Pengembanganinfrastruktur penelitian • SDM peneliti, perekayasa dan teknisi litkayasa

  14. FOKUS PENINGKATAN KEMAMPUAN BADAN LITBANG • Genomic Research, • Aplikasi nuklir untuk pertanian, • Pengembangan mekanisasi modern dan instrumentasi dibidang pertanian MembangunPusatTeknologiPertanianModeren di kawasan Edu Town, Serpong

  15. PERAN STRATEGIS TEKNOLOGI MEKANISASI PERTANIAN • Produktivitas • Efisiensi • Kualitas • Nilai tambah • Daya saing produk

  16. PENYEBAB KELAMBANAN INOVASI DAN INDUSTRI ALSINTAN • Kinerja kelembagaan mekanisasi (UPJA) belum optimal • Kondisi sosial budaya masyarakat belum menerima adopsi teknologi mekanisasi, • Akses permodalan, • Knowledge transfer belum efektif, • Ketersediaan sarana dan prasarana pendukung belum memadai.

  17. ARAHPENELITIAN DAN Pengembangan Mekanisasi Pertanian • Inovasi teknologi prototipe alsintan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja • Inovasi teknologi prototipe alsintan untuk diversifikasi pangan dan meningkatkan nilai tambah produk pertanian serta daya saing ekspor • Inovasi teknologi prototipe/ sistem pengelolaan air irigasi, energi bidang pertanian dan pemanfaatan limbah pertanian serta isu terkini terkait usaha mitigasi dan adaptasi dampak perubahan iklim; • Pengembangan rekayasa model kelembagaan dan rumusan kebijakan pembangunan • Diseminasi inovasi teknologi untuk meningkatkan daya saing di pasar lokal/internasional

  18. PENUTUP • Dukunganinovasiteknologipertanianuntukmencapaiketahananpangandanenergi • Sinergididalammembangunpertanianmoderen yang tangguhuntukmeningkatkandayasaing • Pengembanganteknologipemanfaatanlimbahpertaniansebagaienergiuntukmengurangikompetisipangandanenergi

  19. TERIMA KASIH

More Related