1 / 27

Kondisi Terkini & Isu dari “Langkah-langkah untuk Pembangunan Daerah Waduk”

Kondisi Terkini & Isu dari “Langkah-langkah untuk Pembangunan Daerah Waduk” - Untuk Pengembangan Area Waduk Rekreasi -. Bagian Pengembangan Waduk, Divisi Pengaturan Sumber Air, Departemen Sumber Air, Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata, Jepang.

allie
Download Presentation

Kondisi Terkini & Isu dari “Langkah-langkah untuk Pembangunan Daerah Waduk”

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Kondisi Terkini & Isu dari “Langkah-langkah untuk Pembangunan Daerah Waduk” - Untuk Pengembangan Area Waduk Rekreasi - Bagian Pengembangan Waduk, Divisi Pengaturan Sumber Air, Departemen Sumber Air, Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata, Jepang

  2. Tindakan apa yang dibutuhkan dalam langkah-langkahpembangunan daerahwaduk? UU Proyek Khusus apa yang dibutuhkan dalam Pengembangan Area Waduk? Proyek Non-struktural / Pengembangan Kemasyarakatan Dana Pengembangan Area Waduk Proyek Non-struktural Nasional 1

  3. Tindakanapa yang dibutuhkandalamlangkah-langkah Pembangunan daerahwaduk? • Pembangunan sebuah dam, dsb. (termasuk fasilitas pengaturan tinggi air danau dan lahan • berawa-rawa) menyebabkan dampak besar bagi penduduk juga masyarakat setempat yang • berakibat pada terendamnya rumah-rumah, tanah pertanian, hutan, dan sejenisnya. • Oleh karena itu penting untuk meningkatkan stabilitas mata pencaharian penduduk • dan kesejahteraan publik dengan ; • Melakukan tindakan pemberian tempat tinggal bagi mereka yang rumahnya terendam, dsb, dan •  Mengembangkan lingkungan hidup dan industri di area yang dimaksud. • Untuk menjalankan pembangunan dam, dsb., diambil langkah-langkah pengembangan • area waduk dengan menggabungkan berbagai kebijakan untuk pembangunan area bersangkutan • dengan fokus utamanya terletak pada; •  Pemberian kompensasi oleh pihak pembangun dam, dsb.; •  Pembangunan area bersangkutan tunduk terhadap Undang-Undang khusus untuk Pengembangan • Area Waduk ; •  Tindakan memberi tempat tinggal bagi penduduk menggunakan Dana Pengembangan Area • Waduk. •  Dalam melakukan langkah-langkahpengembangan area waduk, yang penting adalah bahwa; •  Tindakan yang diambil selama perencanaan/konstruksi dam, dan •  Dilakukan tindakan untuk keberlangsunganpemeliharaan/aktivasi area waduk setelah pengoperasian waduk. • (Lebih dari 2.700 dam telah diselesaikan pembangunannya) • Yang harus dilakukan adalah membangun area waduk agar masyarakat bisa menggunakan • waduk tersebut berikut fasilitas-fasilitas yang dibuat untuk meningkatkan pemanfaatan area • tersebut sebagai sumber dayanya sendiri dan kegiatan tersebut akan baik sekali jika mendapatkan dukungan dari • organisasi terkait bekerjasama dengan masyarakat. 2

  4. Dampak Khusus bagi Penduduk di Area-area yang Terendam karena Pembangunan Waduk • Bagi penduduk di area yang terendam, dampak yang mereka rasakan bukan hanya • disebabkan karena terendamnya tanah dan rumah mereka belaka, tetapi disebabkan pula • karena hilangnya komunitas yang selama ini menjadi pondasi mata pencaharian mereka. • Dampak yang akan timbul di area di mana waduk akan dibangun adalah bahwa daerah • pedesaan tersebut umumnya akan mengalami pengurangan jumlah penduduk dan juga • meningkatnya populasi lansia. • i). Hanya ada sedikit kesempatan bagi penduduk yang rumah dan tanahnya tergenangi • untuk bisa mendapatkan rumah baru atau pekerjaan baru di sekitar area tersebut; • kondisiini membuat mereka sulit menata atau membangun kembali kehidupan mereka • seperti sebelumnya. • ii). Ada aspek di mana pembangunan waduk dapat mengakibatkan menurunnya jumlah • penduduk dan semakin bertambahnya penduduk yang berusia lanjut; di mana kondisi • tersebut membuat penduduk, yang tetap tinggal di area itu, sulit untuk mempertahankan • mata pencaharian mereka di sana. • iii). Umumnya, kondisi ekonomi masyarakat di area yang tergenangi akan melemah; di mana • mereka akan mengalami dampak besar dengan terjadinya penurunan jumlah penduduk • dan meningkatnya penduduk usia lanjut sebagai akibat pembangunan waduk. • Dampak yang akan timbul adalah terjadinya ketidakseimbangan di area-area yang berlokasi di antaranya, yang akan mengalami akibat negatif dari pembangunan waduk, di mana manfaat yang akan didapat area-area tersebut dari proyek dam tersebut akan berbeda-beda. Pemukiman kembali penduduk dan pembangunan daerah setempat harus dilakukan dengan sangat teliti. 3

  5. SejarahProyekPengembangan Area Waduk (sebelum UU ProyekKhususdibuatuntukPengembangan Area Waduk) ① • Dalam perencanaan pembangunan Ogochi Dam (di Okutama-Cho, Tokyo) yang rumuskan • sebelum Perang Dunia II, sudah diperkirakan akan ada banjir besar; di mana, akan • mengakibatkan penduduk yang tanah dan rumahnya akan tenggelam. • Setelah PD II, untuk memenuhi persyaratan tentang pemakaian air dan penanggulangan banjir, • sebuah waduk berukuran besar dan berfungsi guna dibangun; akibatnya, skala area yang • terkena efek pembangunan waduk menjadi semakin luas. • ※ Mengimplementasikan proyek pembangunan pembangkit listrik setelah perang berakhir  • semakin banyaknya waduk pembangkit listrik (Electric Power Development Co., Ltd. • didirikan tahun 1952) • ※ Banjir bandang terjadi di era setelah-perang Melahirkan gagasan untuk menanggulangi • banjir dengan membangun waduk UU Khusus Dam Multi-Fungsi dibuat tahun 1957 •  Demonstrasi protes terhadap pembangunan Matsubara/Shimouke Dam di tahun 1950an. • ※ Gagasan untuk membuka pemukiman baru bagi penduduk tidak disampaikan kepada • penduduk yang rumah dan tanahnya tergenangi; inilah alasan utama yang menyebabkan • timbulnya banyak demonstrasi protes. • Dengan adanya kejadian-kejadian di atas sebagai titik balik, dibuatlah kebijakan-kebijakan sebagai berikut. • ▽ “Garis Besar Standar Kompensasi Kerugian dengan Pembebasan Tanah untuk Dipakai oleh • Publik”: dibuat tahun 1962 (Kompensasi Kerugian) • ▽ “Garis Besar Standar Kompensasi Publik dengan eksekusi Pekerjaan Umum”: dibuat • tahun 1967. (Kompensasi Publik) • Kompensasi Kerugian: memberikan kompensasi utuh setara dengan nilai properti. • Kompensasi Publik: pemulihan fungsi-fungsi dengan pembangunan fasilitas yang sama 4

  6. Sejarah Proyek Pengembangan Area Waduk (sebelum UU Proyek Khusus dibuat untuk Pengembangan Area Waduk) ② • Sebagaimana tersebut di atas, telah dibuat peraturan umum mengenai kompensasi berkenaan dengan pekerjaan umum; namun, dengan mempertimbangkan dampak khusus pembangunan sebuah waduk, maka memberi kompensasi saja tidak cukup untuk menanggapi apa yang dibutuhkan pihak yang terkena dampak, yang tanah dan rumahnya akan tergenangi (penduduk setempat, pemerintah daerah). • ▽ Berikut ini adalah tindakan khusus yang perlu dilakukan: •  Menjamin pemukiman kembali penduduk, yang propertinya akan tergenangi. •  Mencegah terjadinya penurunan penduduk yang diakibatkan pembangunan waduk. •  Mencegah agar pemerintah daerah tidak mengalami penurunan kondisi keuangannya. •  Mensinergikan kepentingan-kepentingan yang saling bertentangan yang mungkin timbul • sebagai akibat adanya proyek pembangunan waduk. •  Sejarah sampai UU Proyek Khusus untuk Pengembangan Area Waduk dibuat. • 1966: Permintaan dari Oita Prefektur (menanggapi situasi di Matsubara/Shimouke Dam) • 1969: Permintaan dari Asosiasi Gubernur Prefektur (menanggapi pembangunan Yanba Dam). • 1972: Pelantikan Kabinet Tanaka •  UU Proyek Khusus untuk Pengembangan Danau Biwa dibuat  • Pembuatan rencana pembangunan / menaikkan persentasi retribusi negara / • beban harus ditanggung oleh wilayah hilir / langkah-langkah proyek pemukiman kembali penduduk. •  Permintaan lain dari Asosiasi Gubernur Prefektur •  Konferensi Parlemen Wakil Menteri mengenai masalah Pengembangan Area Waduk • 1973: UU Proyek Khusus untuk Pengembangan Area Waduk mulai berlaku. 5

  7. KeseluruhanGambaranProyek Langkah – Langkah Untuk Pembangunan DaerahWaduk(Gambar) ■Proyek Renovasi menurut UU Proyek Khusus untuk Pengembangan Area Waduk ・Pemeliharaan lingkungan hidup ・Perbaikan infrastruktur industri ・Fasilitas kesejahteraan ・Mempertahankan kualitas failitas ・Fasilitas pencegahan bencana ・Fasilitas tur, rekreasi, dsb. ■Kompensasi oleh pihak pembangun dam Kompensasi Umum ・Rumah ・Tanah pertanian ・Hutan Kompensasi Publik ・Jalan ・Kantor pemda ・Sekolah ■Proyek pemukiman kembali penduduk menggunakan Dana Pengembangan Area Waduk ・Menempatkan penasehat terkait program pemukiman kembali penduduk ・Subsidi untuk mendapatkan lahan pengganti ・Membantu pembangunan area perkotaan; mengembangkan hutan sebagai sumber air. Sebelum pembangunan dam ■Proyek non-struktural untuk mengaktifkan area waduk ・Pelatihan untuk mendidik pimpinan yang akan bertanggungjawab atas pengoperasian area waduk. ・Menunjuk penasehat terkait proyek pengembangan area waduk. ・Pelatihan bagi penasehat terkait program pemukiman kembali penduduk. ・Survei mengenai pengoperasian area waduk Setelah pembangunan dam ○Dam yang direncanakan, dsb. 96 dam plus Kasumigaura  ○Pembuatan rencana pemeliharaan 89 dam plus Kasumigaura (sejak Januari 2010) 6

  8. Tindakan apa yang dibutuhkan terkait Pengembangan Area Waduk? UU Proyek Khusus apa yang dibutuhkan terkait PembangunanDaerah Waduk? Proyek Non-struktural / Pembangunan Kemasyarakatan Dana Pengembangan Area Waduk Proyek Non-struktural Nasional 7

  9. Poin-poindalam UU ProyekKhususPembangunan DaerahWaduk Tujuan: Karena fungsinya adalah area sumber air, di mana kondisi dasarnya akan mengalami perubahan besar dengan adanya pembangunan dam, harus ada jaminan stabilitas bagi mata pencaharian penduduk dan meningkatkan kesejahteraan publik lewat program perbaikan lingkugan hidup, mengelola infrastruktur industri dan mencegah kualitas air di dam agar jangan sampai tercemar, dengan tujuan mendukung pembangunan dam dan berkontribusi pada pengembangan sumber-sumber air dan pelestarian tanah nasional. Waduk, dsb, menjadi target penerapan undang-undang ini: Dam termasuk skala besar pembangunan fasilitas pengaturan tingkat air di danau dan lahan berawa-rawa dibangun oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah dan Japan Water Agency, di mana sejumlah lebih dari 20 rumah dan lebih dari 20 ha tanah pertanian akan tergenangi (di Hokkaido, area tanah pertanian yang tergenani lebih dari 60 ha). Menyangkut dam, penerapan undang-undang ini bergantung pada skala area yang tergenangi tanpa memperhatikan skala dam itu sendiri dan fungsi-fungsinya; sebagai contoh, dam pengendali banjir juga bisa menjadi targetnya. Skema dan kebijakan yang mendukung: Berdasarkan persyaratan yang diajukan masyarakat setempat, target dam juga area waduk harus ditentukan dan dibuat rencana pengembangan area waduk, di mana berbagai macam proyek di area tersebut misalnya proyek perbaikan tanah, konservasi hutan, pembangunan jalan, dsb. dilakukan; berdasarkan persyaratan mereka, harus dilakukan proyek-proyek terkait perbaikan lingkungan hidup, pembangunan infrastruktur industri, pencegahan terjadinya pencemaran air di dam dan waduk, dsb. Selain itu, perlu diambil langkah-langkah untuk memfungsikan area sumber air misalnya memberikan perlakuan khusus menyangkut pajak. 8

  10. Mekanisme UU ProyekKhususPembangunan DaerahWaduk Tujuan: Mendukung pembangunan dam, dsb. dengan memperbaiki lingkungan hidup dan membangun infrastruktur industri di area sumber air. Kriteria untuk menetapkan sebuah dam  dam dengan penggenangan berskala besar: rumah yang tergenangi > 20 ha atau area tanah pertanian yang tergenangi > 20 ha (lebih dari 60 ha di wilayah Hokkaido). Menetapkan target dam (target UU Proyek Khusus Pembangunan Daerah Waduk) • Atas permintaan para gubernur, pemerintah pusat mengeluarkan peraturan pemerintah untuk proyek ini. Menetapkan area waduk (target dari UU Proyek Khusus Pembangunan Daerah Waduk) Penerapannya oleh gubernur Dibuat oleh Menteri Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata Beberapa pemda, dsb, yang areanya membatasi waduk-waduk Memutuskan Rencana Pengembangan Area Waduk (= isi konkret rencana) Draftnya dibuat oleh gubernur Dibuat oleh Menteri Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata 24 kategori proyek seperti jalan, perbaikan tanah, fasilitas olahraga/rekreasi Pelaksanaan proyek-proyek pembangunan oleh pemerintah pusat juga pemerintah daerah Masukan-masukan diberikan oleh pemerintah pusat terkait pelaksanaan pekerjaan umum. Menyangkut penggenangan berskala besar (rumah yang tergenangi > 150 atau tanah pertanian yang tergenagi > 150 ha), persentase rasio subsidi pemerintah untuk proyek ini naik. Bagian dari biaya-biaya proyek (beban pemerintah daerah) ditanggung sebagiannya oleh area yang mendapatkan manfaatnya di wilayah hilir. Pemerintah pusat dan daerah memiliki tugas untuk berupaya memfungsikan area-area sumber air. [Manfaat UU Proyek Khusus Pembangunan Daerah Waduk】 9

  11. Manfaat UU ProyekKhususPembangunan DaerahWaduk • Proyek-proyek dengan subsidi pemerintah pusat, yang termasuk proyek-proyek pembangunan berdasarkan rencana pengembangan area waduk, harus dilaksanakan menurut prioritas (Pasal 5 ~ Pasal 7) • Proyek-proyek dilakukan sedemikian rupa sehingga bagian dari biaya-biaya yang dibutuhkan untuk pengembangan proyek dapat ditanggung oleh pihak-pihak yang menikmati manfaatnya di wilayah hilir (Pasal 12) • Proyek-proyek dilakukan sedemikian rupa sehingga persentase subsidi pemerintah pusat bisa dinaikkan untuk proyek waduk dengan area penggenangan berskala besar (Pasal 9) • Ketentuan ini berlaku untuk dam, di mana sebanyak lebih dari 150 rumah atau lebih dari 150 ha tanah pertanian tergenani (dalam hal terkait pembangunan dam, yang lokasinya bukan berada di area pemerintah prefektur yang mendapat manfaat besar dari dam tersebut; proyek dam yang menggenangi rumah sebanyak lebih dari 75 atau menggenangi tanah pertanian lebih dari 75 ha). • ▽Kenaikan persentase rasio subsidi pemerintah pusat berbeda menurut proyek dan waktu di saat dam ditentukan sebagai target. • (Contoh: Jalan (terkait dam yang ditetapkan pada dan setelah tahun 1993): • - Rasio subsidi umum : 1/2 • - Rasio subsidi khusus : 5.5/10 (jalan di area di mana salju hebat turun saat cuaca dingin ekstrim: 2/3; • - Jalan berstandar tinggi: 6/10) • Pajak untuk Proyek Khusus (Pasal 13 dan Pasal 14) • i) Pemberian kompensasi menurun dalam keuntungannya setelah dipotong pajak menurut dasar yang berbeda-beda mengenai pajak aset tetap terkait industri manufaktur dan bisnis hotel yang berlokasi di area sumber air. • ii) Depresiasi pajak penghasilan dan pajak korporasi yang sudah diperkirakan terkait industri manufaktur dan bisnis hotel yang berlokasi di area sumber air. • Bantuan untuk pemukiman kembali penduduk oleh otoritas terkait (Pasal 8) 10

  12. Proyek-proyek Target dalamRencanaPengembanganDaerahWaduk •  Perbaikan Tanah* Fasilitas-fasilitas Umum •  Konservasi hutan* Taman alam •  Pengendalian banjir* Pusat komunitas, dsb. •  Pembangunan jalan-jalan* Fasilitas olahraga/rekreasi •  Sistim suplai air sederhana* Pusat penitipan anak, dsb. •  Sistim pembuangan  Pusat kesejahteraan penduduk lansia •  Fasilitas pendidikan wajib* Pusat kesejahteraan daerah •  Klinik* Kabel penyiaran, telepon, radio tel. •  Pembangunan lokasi pemukiman  Fasilitas pemadaman kebakaran •  Perumahan kotamadya Fasilitas penanganan air limbah peternakan •  Jalan-jalan hutan Fasilitas penanganan limbah manusia • Penghijauan kembali  Fasilitas pembuangan sampah • Total 24 jenis proyek (kategori) • *: Target proyek yang dimaksudkan agar menaikkan rasio subsidi pemerintah pusat 11

  13. RencanaPembangunan DaerahWadukdanPekerjaanKompensasi (pekerjaangabungan) • Karena ada fasilitas publik yang tergenangi dengan adanya pembangunan dam, akan dilakukan pekerjaan kompensasi oleh pihak pembangun dam. Pekerjaan kompensasi tersebut tidak termasuk di dalam Rencana Pembangunan Daerah Waduk. • Jika tidak bisa diperoleh hasil yang memadai hanya dari pekerjaan kompensasi, yang terjadi adalah bahwa pekerjaan kompensasi dan proyek pengembangan area waduk akan dilaksanakan bersama sebagai sebuah pekerjaan gabungan. Pekerjaan kompensasi Memperlebar porsi (menurut rencana pengembangan area waduk) 12

  14. Bendungan yang ditetapkanmenurut UU ProyekKhususDaerahSumber Air ※Sungai Iwaki, Dam Aseishigawa Sungai Omonogawa, Dam Tamagawa Sungai Mabuchi, Dam Oshida ※Sungai Iwaki, Dam Tsugaru Sungai Niidagawa, Dam Yomasari ※Sungai Yoneshiro, Dam Moriyoshizan ※Sungai Kitakami, Dam Gosho Sungai Omono, Dam Omatsugawa Sungai Kitakami, Dam Isawa ※Sungai Ishikari, Dam Takisato Sungai Ishikari, Dam Aibetsu Sungai Naruse, Dam Naruse Sungai Kitakami, Dam Yanagawa Sungai Mogami, Dam Sagae ※Sungai Ishikari, Dam Yubari Shuparo Sungai Ishikari, Dam Chubetsu Sungai Naruse, Dam Minamikawa Sungai Arakawa, Dam Yokokawa Sungai Sarugawa, Dam Biratori ※Sungai Kitakami, Dam Naganuma Sungai Aganogawa, Dam Okawa ※Sungai Ishikari, Dam Tobetsu ※Sungai Abukuma, Dam Shichigashuku Sungai Aganogawa, Dam Shinmiyakawa Sungai Sarugawa, Dam Nibutani ※Sungai Abukuma, Dam Surikamigawa Sungai Tone, Dam Kiryugawa Sungai Mukogawa, Dam Mukogawa Sungai Shiribeshi-Toshibetsu, Dam Pirika Sungai Mano, Dam Mano ※Sungai Tone, Dam Yanba Sungai Sendaigawa, Dam Tono Sungai Fuji, Dam Arakawa ※Sungai Abukuma, Dam Miharu Sungai Kakogawa, Dam Gongen Sungai Fuji. Dam Shiokawa ※Sungai Tone, Dam Yunishigaw ※Sungai Yoshii, Dam Tomata ※Sungai Tedorigawa, Dam Tedorigawa ※Sungai Tone, Dam Kawaji Sungai Hino, Dam Gasho Sungai Daishojigawa, Dam Kutani Sungai Hiigawa, Dam Obara ※Sungai Tone, Dam Nanma Sungai Kuzuryu, Dam Asuwagawa Sungai Hiigawa, Dam Shitsumi Sungai Arakawa, Dam Kakkaku Sungai Kuzuryu, Dam Yoshinosegawa Sungai Numata, Dam Fukutomi Sungai Arakawa, Dam Urayama ※Sungai Yodo, Dam Hiyoshi Sungai Ozegawa, Dam Yasaka ※Sungai Tone, Dam Kasumigaura Sungai Mukogawa, Dam Aono Merah: Rencana pembangunan telah selesai. Biru : Rencana pembangunan tengah dilaksanakan. Hitam: Rencana pembangunan belum diputuskan. *tanda bintang: Target proyek terkait naiknya rasio subsidi pemerintah pusat (sejak Januari 2010) Sungai Nishiki, Dam Ikimigawa ※Sungai Sagami, Dam Miyagase Sungai Shimada, Dam Nakayamagawa Sungai Yoro, Dam Takataki Sungai Nishiki, Dam Hirase Sungai Obitsukawa, Dam Kameyama Sungai Suetakegawa, Dam Suetakegawa Sungai Arakawa, Dam Takizawa Sungai Koyagawa, Dam Shin-Yunohara Sungai Oigawa, Dam Nagashima Sungai Haraigawa, Dam Irahara Sungai Kiso, Dam Agigawa Sungai Nakagawa, Dam Gokayama Sungai Kiso, Dam Shin-Maruyama Sungai Toyogawa, Dam Shitara Sungai Koutougawa, Dam Kabagawa ※Sungai Kasegawa, Dam Kasegawa ※Sungai Kiso, Dam Tokuyama Sungai Kawatanakawa, Dam Ishiki Sungai Yoshino, Dam Tomisato Sungai Kamitagawa, Dam Banba Sungai Yodo, Dam Nyu Sungai Ashidagawa, Dam Hattabara Dam yang ditetapkan 96 dam plus Kasumigaura Di antaranya, target proyek terkait naiknya rasio subsidi pemerintah pusat adalah: 26 dam plus Kasumigaura Dam di mana rencana pembangunannya telah diputuskan: 89 dam plus Kasumigaura Sungai Chikugo, Dam Koishiwaragawa Sungai Yodo, Dam Daidogawa ※Sungai Gonokawa, Dam Haizuka Sungai Yodo, Dam Kawakami Sungai Kamo, Dam Nika Sungai Kushidakaw, Dam Hachisu Sungai Hijikawa, Dam Yamatosaka Sungai Yodo, Dam Nunome ※Sungai Kikuchi, Dam Ryumon Sungai Hijikawa, Dam Nomura ※Sungai Kinokawa, Dam Ohtaki Sungai Oita, Dam Oitagawa Sungai Yodo, Dam Aigawa ※Sungai Kumagawa, Dam Kawabegawa Sungai Yamakunikawa, Dam Yabakei Sungai Yamatogawa, Dam Takihata Sungai Chikugo, Dam Ohyama 13 ※Sungai Hidakagawa, Dam Tsubayama Sungai Yodo, Dam Hitokura 13 Sungai Kakogawa, Dam Dondo

  15. Tindakan apa yang dibutuhkan terkait Pengembangan Area Waduk? UU Proyek Khusus apa yang dibutuhkan terkait Pengembangan Area Waduk? Proyek Non-struktural (Lunak) / Pembangunan Kemasyarakatan Dana Pengembangan Area Waduk Proyek Non-struktural Nasional 14

  16. Total Pembangunan Kota dengan Memperkuat Proyek Non-struktural Proyek Struktural Proyek Non-struktural Manusia Barang Organisasi/Sistem Pondasi/Fasilitas Manajemen/pemanfaatan Pembangunan Total pembangunan kota Lingkungan Hidup Mekanisme/Inovasi Pembangunan kota yang mandiri dan berkelanjutan Pengetahuan / Informasi/Cara-Tahu Infrastruktur Industri Tempat / Dasar Aktifitas Partisipasi publik Publik Pencapaian kuantitatif Pencapaian kualitatif 15

  17. GambaranmengenaiProyek Non-strukturaldiDaerahWaduk Badan Utama yang Melaksanakan Gambaran Proyek Non-struktural ・Strategi branding regional ▼Membuat strategi yang terintegrasi Kantor pemerintah daerah (pemda kota) ・Pengembangan mekanisme lingkungan ekonomi ・Strategi manajemen regional ・Rancang besar ・Hubungan antara proyek kasar (fasilitas, dsb.) dengan lunak (kegiatan pembangunan regional) Sektor ke-3 ・Membuat promosi proyek Perusahaan Umum ・Penelitian & studi ・Studi dan analisa contoh-contoh kasus sebelumnya ▼Penyebaran informasi Agen Pariwisata ・Pembangunan pasar (gerai dagang), daya tarik turis ・Publisitas, marketing ・Menekankan pentingnya area sumber air Kamar Dagang & industri ・Analisa kebutuhan pariwisata (konsumen) ▼Pengembangan sumber daya manusia ・Melaksanakan & berpartisipasi dalam lokakarya, pelatihan, dsb. Dewan Yunior ・Menyiapkan pimpinan & mengembangkan suatu sistim ・Mengundang tenaga ahli NPO ▼Hubungan antara bisnis hulu & hilir / kegiatan kerjasama ・Hubungan dengan berbagai orang, mengadakan acara-acara pertukaran pengalaman Sekolah / POM ▼Area sumber air dan pelestarian hutan sumber air ・Mempelajari lingkungan, konservasi sistim kehidupan, penanaman, penebangan pohon, pemandangan, pengolahan air, dsb. Badan untuk kegiatan regional ▼Pembangunan industri dan pariwisata ・Toko percontohan, pameran produk, dsb. Relawan di daerah ・Pembangunan produk khusus dan pariwisata ・Pariwisata hijau, tur untuk menambah pengalaman 16

  18. Pembangunan KemasyarakatandiDaerahWaduk① Human Resources Development • Hubungan antara bisnis hulu & hilir • Pengembangan sumber daya manusia • Pengembangan pariwisata • Konservasi lingkungan / kampanye peremajaan alam • Pendidikan lingkungan • Mengenalkan kebudayaan tradisional Pembangunan sumber daya manusia Kehidupan di Daerah Hubungan dengan Pihak Luar • Perbaikan pemakaian waduk • Pemakaian fasilitas dasar secara efektif • Konservasi Hutan • Riset dan pelestarian aset budaya • Pelestarian kualitas air • Pengembangan / penjualan produk khusus • Penyebaran informasi Resources Utilization Pemakaian sumber daya 17

  19. Pembangunan KemasyarakatandiDaerahWaduk② ・Relawan untuk pekerjaan hutan Jenis pemanfaatn sumber alam ・Menikmati matahari terbit Natural resources utilizing type ・Pengalaman memetik tanaman liar ・Terapi di hutan ・Sistim pemilik swah berundak ・Berjalan-jalan di pedesaan ・Pengalaman membiakkan sayuran / jamur Jenis lama tinggal (Tinggal di rumah petani, dsb.) Jenis aktifitas Jenis rekreasi ・Pengalaman menaiki kano di waduk ・Mata air panas ・Pengalaman memproses produk khusus menggunakan ruang di sekolah saat tutup Pemakaian efektif berbagai fasilitas Effective use of facilities type ・Berbelanja produk khusus ・Makan di restoran pertanian ・Pendidikan lingkungan dengan memakai fasilitas dam. ・Pemeliharaan desa lembah gunung 18

  20. Gambaran Proyek Non-struktural (Lunak) menurut hubungan antara Bisnis Hulu dan Hilir Riset, konservasi, pengembangan budaya tradisional Lokakarya perkuliahan untuk pengembangan sumber daya manusia Membuat rencana pelestarian lingkungan Melakukan pendidikan lingkungan Membuat rencana operasional Mengembangkan sumber daya pariwisata Pemakaian fasilitas regional secara efektif Penghijauan kembali oleh relawan Melakukan tur untuk menambah pengalaman Analisa kebutuhan konsumen / turis Mekanisme hubungan (perputaran ekonomi) Pengetahuan, informasi, uang dan tenaga kerja Pengembangan produk menggunakan produk regional 地域産品活用 の商品開発 Area waduk Hutan Sumber Air Masalah di area waduk • Proses menurunnya populasi, • menurunnya angka kelahiran dan bertambahnya penduduk usia lanjut • Menurunnya kemajuan regional • Bertambahnya lahan tani yang terbengkalai • Perusakan lingkungan hutan • Berkurangnya tempat bekerja, yang dibutuhkan orang untuk bertahan hidup Membantu pengiriman tenaga kerja dengan berbagai keahlian Membantu pengembangan toko percontohan, penyebaran informasi mengenai produk di area sumber air dan promosinya Kebutuhan di area kota Membantu kegiatan pendidikan mengenai lingkungan di area sumber air Membantu pengiriman relawan ・Membangkitkan ketertarikan terhadap masalah lingkungan ・Mengangkat topik makanan yang aman ・Kangen hidup di pedesaan ・Ingin sekali berkesempatan menikmati berbagai rekreasi ・Membangkitkan ketertarikan terhadap kontribusi kita untuk masyarakat Membantu pemakaian sumber daya regional di area sumber air Membantu pertukaran informasi dengan area sumber air Area Kota 19

  21. Proyek apa yang dibutuhkan terkait Pengembangan Area Waduk? UU Proyek Khusus apa yang dibutuhkan terkait Pengembangan Area Waduk? Proyek Non-struktural (Lunak) / Pembangunan Kemasyarakatan Dana Pembangunan Daerah Waduk Proyek Non-struktural Nasional 20

  22. (4)水源地域対策基金の概要と役割の強化 GarisBesarPembangunan DaerahWaduk Dana Pengembangan Area Waduk dibuat di tahun 1975 dengan sumbangan dari pemerintah lokal berikut bisnis hulu dan hilir, dsb. untuk melengkapi kompensasi yang membangun waduk juga menurut UU Proyek Khusus untuk Pengembangan Area Waduk; sehingga kebijakan untuk pemukiman kembali penduduk / proyek untuk pengembangan area setempat bisa dilaksanakan. Area Waduk Subsidi Proyek dilaksanakan memakai Dana Pengembangan Area Waduk ◆Memberi subsidi kepada kotamadya yang melakukan proyek berikut ini • Proyek pemukiman kembali penduduk: Mengirim penasehat untuk proyek pemukiman kembali penduduk ; subsidi ber-bunga untuk biaya-biaya pinjaman yang dibutuhkan untuk memperoleh tanah pengganti, dsb. • Proyek untuk pembangunan daerah: membangun balai pertemuan regional ; membuat halte bis / rambu-rambu bagi turis; membangun kembali jalan umum, dsb. • Membantu proyek non-struktural (lunak): Kegiatan regional antara bisnis hulu dan hilir; pengembangan sumber daya manusia, • Pengembangan hutan sumber air: penebangan hutan; membuat jalan untuk bisnis; menggiatkan pemilik industri hutan; penyebaran informasi, • Pendidikan, dsb. Pengendalian banjir Suplai air Suplai listrik Beban biaya Area yang mendapat manfaat di wilayah hilir (Referensi) Dana Pengembangan Area Waduk ●Kecuali untuk sistim sungai yang sudah ditetapkan, mereka yang mendapat ijin untuk pembangunan oleh pemerintah pusat ●Dana Pengembangan Area Waduk dalam sistim sungai yang sudah ditetapkan • Dana untuk pengembangan Area Waduk Sungai Chikugo • Dana untuk pengembangan Area Waduk Sungai Yoshino • Dana untuk pengembangan Area Waduk Sungai Toyokawa • Dana untuk pengembangan Area Waduk Sungai tiga Kiso • Dana untuk mengembangkan Area Waduk Sungai Yodo • Dana untuk mengembangan Sungai Tone, • Area Waduk Sungai Arawaka • Dana untuk pengembangan Area Waduk Sungai Kinokawa • Dana untuk pengembangan Area Waduk Sungai Yahagi 21

  23. Proyek apa yang dibutuhkan terkait Pengembangan Area Waduk? UU Proyek Khusus apa yang dibutuhkan terkait Pengembangan Area Waduk? Proyek Non-struktural (Lunak) / Pembangunan Kemasyarakatan Dana Pengembangan Area Waduk Proyek Non-struktural Nasional 22

  24. Implementasi Kegiatan Pelatihan Tenaga Penasehat untuk proyek Pemukiman Kembali Penduduk (1990 ~) (Garis besar) Pembelajaran dan pelatihan mengenai pengetahuan berikut ini diberikan bagi staf pemerintah kotamadya, yang akan terlibat dalam konsultasi mengenai proyek pemukiman kembali penduduk yang rumah dan tanahnya tergenangi.  Pengetahuan mendasar seperti kompensasi, pajak, dsb.  Contoh-contoh kasus seputar pemberian konsultasi tentang proyek pemukiman kembali penduduk di daerah lain.  Cara menangani masalah yang muncul berkaitan dengan urusan pemberian konsultasi, dsb. (Kurikulum)  Keadaan terkini mengenai Proyek Pembangunan Daerah Waduk.  Sistim pajak terkait real estate.  Garis besar mengenai kompensasi dan contoh-contoh kasus.  Cara menangani penduduk yang harus pindah karena rumah dan tanah mereka tergenangi.  Bertukar pendapat mengenai soal pemberian konsultasi terkait proyek pemukiman kembali penduduk. 23

  25. PelaksanaanPelatihanbagiPimpinanProyekPengoperasianDaerahWadukPelaksanaanPelatihanbagiPimpinanProyekPengoperasianDaerahWaduk (2001 ~) (Garis besar) Pelatihan bagi pimpinan regional diberikan untuk staf pemerintahan kotamadya juga NPO di area-area waduk. (Kurikulum) Presentasi, diskusi dan saran mengenai masalah-masalah di daerah bersangkutan, di lokasi peserta pelatihan berada, dan solusinya. (Suasana pelatihan) 24

  26. MenugaskanTenagaPenasehatuntukProyekPembangunanDaerahWaduk (1985 ~) (Garis besar) Atas permintaan kotamadya, di mana waduk berlokasi, tenaga ahli yang akan mengoperasikan area waduk akan dikirimkan ke lokasi; di mana tenaga ahli akan memberikan saran konkrit mengenai pengoperasian area bersangkutan seperti memberi pengarahan atau metode langkah-langkah yang harus diambil berdasarkan hasil diskusi dengan pihak-pihak terkait. (1) Catatan aktual pengiriman tenaga ahli sampai saat ini (2010): [Jumlah kotamadya yang mendapat kiriman tenaga ahli]: 41 [Jumlah tenaga ahli yang sudah dikirim]: 128 (seluruhnya) (2) Area yang dipandu: Untuk 6 bidang di bawah ini, ditunjuk 15 tenaga ahli. ・Pariwisata/rekreasi ・Pembangunan desa ・Pembangunan industri/mengundang kalangan industri ・Langkah-langkah pemukiman kembali penduduk ・Perencanaan acara ・Kerjasama di antara kotamadya di sepanjang wilayah DAS (3) Keadaan terkini mengenai pengiriman tenaga ahli: Setiap tahunnya, beberapa area dipilih sebagai target; satu tenaga penasehat ahli dikirim ke setiap wilayah sebanyak 3 kali. Biaya yang dibutuhkan untuk pengiriman (gaji untuk tenaga penasehat, ongkos transportasi, dsb. ditanggung oleh pemerintah pusat). 25

  27. Mengorganisir Pertemuan ‘Mizu no sato (kampung halaman air)’ Nasional (1995 ~) Setiap tahun, Pertemuan “Mizu no sato (kampung halaman air)” diselenggarakan dengan partisipan dari ‘100 Kotamadya Terpilih’ (Akhirnya terpilih 107 area) yang berhasil melakukan upaya-upaya hebat dalam melestarikan budaya air dan lingkungan air dan mendapatkan hasil yang gemilang dalam pengembangan area bersangkutan dengan memanfaatkan sumber air. Pemerintah prefektur, kota dan desa dan NPO, yang sangat tertarik dalam menghidupkan kembali daerahnya, juga menghadiri pertemuan tersebut. Dalam diskusi panel, contoh-contoh kasus seputar kegiatan di daerah-daerah tersebut dipresentasikan dan didiskusikan pula masalah-masalah umum berikut langkah-langkah untuk mengatasinya. Pertemuan Ke-15 Distrik DAS Nasional diselenggarakan pada 15 Oktober 2009 di Parkweston di Tokushima City. Tema: “Air × Manusia - “Masyarakat bisa lebih ramah terhadap air”- - Diselenggarakan oleh : Tokushima City - Bekerjasama dengan: Kementrian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata / Tokushima Prefektur / Asosiasi Walikota di Tokushima Prefektur / Assosiasi Kota dan Desa di Tokushima Prefektur / Pusat Teknologi Lingkungan Sumber Air / Japan Ground Work Association / Dewan Pendanaan Waduk Nasional / The Jichi Nippo Co., Ltd., dsb. 26

More Related