1 / 16

Kebijakan Stabilisasi Perekonomian

Kebijakan Stabilisasi Perekonomian. Apakah Kebijakan Seharusnya Aktif atau Pasif ?. Bagi banyak ekonom, masalah kebijakan pemerintah yang aktif adalah jelas dan sederhana. Resesi adalah periode pengangguran tinggi, pendapatan rendah, dan tekanan ekonomi meningkat. Model permintaan

Download Presentation

Kebijakan Stabilisasi Perekonomian

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. KebijakanStabilisasiPerekonomian

  2. Apakah Kebijakan Seharusnya Aktif atau Pasif ? Bagi banyak ekonom, masalah kebijakan pemerintah yang aktif adalah jelas dan sederhana. Resesi adalah periode pengangguran tinggi, pendapatan rendah, dan tekanan ekonomi meningkat. Model permintaan agregat dan penawaran agregat menunjukkan bagaimana guncangan terhadap perekonomian dapat menyebabkan resesi. Model tersebut juga menunjukkan bagaimana kebijakan moneter dan fiskal dapat mencegah resesi dengan merespons guncangan ini. Para ekonom ini menganggap suatu pemborosan bila tidak menggunakan instrumen kebijakan ini untuk menstabilkan perekonomian. Ekonom lain bersikap kritis terhadap upaya pemerintah untuk menstabilkan perekonomian. Mereka berpendapat pemerintah seharusnya melakukan pendekatan lepas-tangan pada kebijakan makroekonomi. Pada awalnya, pandangan ini tampak mengejutkan. Jika model kita menunjukkan bagaimana mencegah atau mengurangi keparahan resesi, mengapa mereka ingin pemerintah tidak menggunakan kebijakan moneter dan fiskal untuk stabilisasi ekonomi ?

  3. Lambannya Implementasi dan Dampak Kebijakan Ekonom membedakan antara dua tipe kelambanan yang relevan untuk melakukan kebijakan stabilisasi:kelambanan dalam (inside lag) dan kelambanan luar (outside lag). Kelambanan dalam adalah waktu antara guncangan terhadap perekono- mian dan tindakan kebijakan dalam menanggapinya. Kelambanan ini muncul karena para pembuat kebijakan butuh waktu untuk menyadari bahwa sebuah guncangan telah terjadi dan lalu mengeluarkan kebijakan untuk menanganinya. Kelambanan luar adalah waktu antara tindakan kebijakan dan pengaruhnya pada perekonomian. Kelambanan ini muncul karena kebijakan tidak segera mempengaruhi pengeluaran, pendapatan dan kesempatan kerja.

  4. Stabilisator Otomatis Beberapa kebijakan, disebut stabilisator otomatis (automatic stabilizers)dirancang untuk mengurangi kelambanan yang terkait dengan kebijakan stabilisasi. Stabilisator otomatis adalah kebijakan yang mendorong atau menekan perekonomian ketika diperlukan tanpa perubahan kebijakan yang disengaja. Misalnya, sistem pajak pendapatan secara otomatis menurunkan pajak ketika perekonomian menuju resesi, tanpa perubahan hukum pajak, karena individu dan perusahaan membayar pajak lebih kecil ketika pendapatan turun. Demikian juga, sistem asuransi pengangguran dan kesejahteraan secara otomatis meningkatkan pembayaran transfer ketika perekono- mian menuju resesi, karena lebih banyak orang yang meminta tunjangan. Stabilisator otomatis ini bisa dipandang sebagai sebagai jenis kebijakan fiskal tanpa kelambanan dalam.

  5. Sulitnya Melakukan Peramalan Ekonomi Sebagaimanatelahkitapelajari, karenakebijakanhanya mempengaruhiperekonomiansetelahkelambanan yang lama, stabilisasi yang suksesmemerlukankemampuanmemprediksikondisi ekonomimasadepan. Salahsatucaraperamalmelihatkedepanadalahdenganindikatorutama (leading indicators). Indikatorutamaadalahserangkaian data yang ber- fluktuasipadaperekonomian. Penurunanbesardalamindikatorutama mengisyaratkanbahwaresesimungkinterjadidalambeberapabulanke depan. Cara lain peramalmelihatkedepanadalahdengan model makroekonomi, yang telahdikembangkanbaikolehlembagapemerintahdanperusahaan swasta. Merekamencobamemprediksivariabelsepertipenganggurandan inflasidanvariabel endogen lain.

  6. Ketidaktahuan, Ekspektasi, dan Kritik Lucas Pemenang Nobel Robert Lucas menekankan bahwa orang membentuk ekspektasi masa depan. Ekspektasi memainkan peran krusial karena mempengaruhi semua perilaku ekonomi. Baik rumah tangga dan perusahaan memutuskan konsumsi dan investasi berdasarkan ekspektasi pendapatan masa depan. Ekspektasi ini bergantung pada banyak hal, termasuk kebijakan pemerintah. Ia berpendapat bahwa metode tradisional dari evaluasi kebijakan seperti yang bergantung pada model makroekonometrik standar—tidak asecara tepat memperhitungkan dampak kebijakan terhadap ekspektasi ini. Kritik evaluasi kebijakan kebijakan tradisional dikenal sebagai Kritik Lucas.

  7. Apakah Kebijakan Seharusnya menurut Aturan atau Kebijaksanaan ? Kebijakan dilakukan menurut aturan jika pembuat kebijakan mengumumkan sebelumnya bagaimana kebijakan akan merespons berbagai situasi dan berkomitmen untuk mengikutinya melalui pengumuman ini. Kebijakan dilakukan dengan kebijaksanaan jika pembuat kebijakan bebas menanggapi peristiwa ketika mereka muncul dan memilih apapun kebijakan yang pembuat kebijakan anggap perlu pada waktu itu. Perbedaan antara aturan vs kebijakan berbeda dari perdebatan antara kebijakan pasif vs aktif. Kebijakan dapat dilakukan menurut aturan dan bisa baik pasif atau aktif. Suatu aturan kebijakan aktif dapat menspesifikasi : Pertumbuhan uang = 3% + (Tingkat Pengangguran – 6%) Aturan ini mencoba menstabilkan perekonomian dengan meningkatkan pertumbuhan uang ketika perekonomian mengalami resesi.

  8. Siklus Bisnis Politik Oportunisme dalam kebijakan ekonomi muncul ketika tujuan pembuat kebijakan bertentangan dengan kesejahteraan masyarakat. Sebagaian ekonom khawatir bahwa politisi hanya peduli dengan kemenangan pemilu, dan karenanya memilih kebijakan yang meraih dukungan publik. Presiden bisa menyebabkan resesi tak lama setelah memerintah dengan menurunkan inflasi dan lalu mendorong perekonomian menjelang pemilu berikutnya untuk menurunkan pengangguran; ini memastikan bahwa baik inflasi dan pengangguran adalah rendah pada masa kampanye. Manipulasi ekonomi untuk kepentingan pemilu disebut siklus bisnis politik (political business cycle).

  9. Pembuat kebijakan oportunis mengambil keuntungan dari kurva Phillip yang dapat dieksploitasi dan menghadapi pemilih naif yang melupakan masa lalu, tidak sadar akan insentif pembuat kebijakan, dan tidak memahami bagaimana perekonomian bekerja. Biasanya, politisi tidak memperhitungkan tradeoff antara inflasi dan pengangguran ketika perolehan politis mereka dalam masalah.

  10. Masalah Inkonsistensi Waktu Pembuat kebijakan mengumumkan sebelumnya kebijakan yang mereka akan ikuti untuk mempengaruhi ekspektasi pembuat keputusan swasta. Namun, kemudian, setelah pembuat kebijakan swasta telah bertindak berdasarkan ekspektasi mereka, pembuat kebijakan ini bisa tergoda untuk melanggar pengumuman yang mereka buat.

  11. Contoh Masalah Inkonsistensi Waktu 1) Untuk mendorong investasi, pemerintah mengumumkan tidak akan Mengenakan pajak pendapatan pada modal. Tapi, setelah pabrik dibangun, pemerintah tergoda menaikkan pajak. 2) Untuk mendorong riset, pemerintah mengumumkan akan memberi monopoli sementara pada perusahaan yang menemukan obat baru. Tapi, setelah obat ditemukan, pemerintah tergoda untuk mencabut paten. 3) Untuk mendorong kerja keras, profesor Anda mengumumkan kuliah ini akan berakhir dengan ujian. Tapi, setelah Anda belajar semua bahan kuliah, profesor itu tergodan untuk membatalkan ujian sehingga ia tidak harus menilainya.

  12. P LRAS P* AD'' AD' AD Y Y' Y Y'' Aturan Kebijakan Moneter Monetaris (monetarists) adalah ekonom yang menganjurkan Fed agar mempertahankan pertumbuhan jumlah uang beredar pada tingkat mapan. Monetaris percaya fluktuasi jumlah uang beredar bertanggung jawab atas kebanyakan fluktuasi besar dalam perekonomian. Di sini kita dapat lihat perekonomian ini tumbuh (LRAS bergeser ke kanan) jadi peningkatan terus-menerus pada jumlah uang beredar (lewat +DAD) tidak berarti ada kenaikan inflasi.

  13. Menargetkan GDP Nominal Aturan kebijakan kedua yang ekonom banyak anjurkan adalah menagetkan GDP nominal. Dalam aturan ini, Fed mengumumkan jalur terencana untuk GDP nominal. Jika GDP nominal naik di atas, Fed mengurangi pertumbuhan uang untuk menekan permintaan agregat. Jika GDP nominal turun di bawah target, Fed meningkatkan pertumbuhan uang untuk mendorong permintaan agregat. Karena target GDP nominal menungkinkan kebijakan moneter untuk menyesuaikan terhadap perubahan perputaran uang, sebagian besar ekonom percaya itu akan mengarah pada stabilitas yang lebih besar dalam output dan harga daripada aturan kebijakan moneter.

  14. Membuat Kebijakan di Dunia yang Tak Pasti Kita telahmelihatapakahkebijakansebaiknyaberperanaktifatau pasifdalammeresponsfluktuasiekonomi, danapakahkebijakan sebaiknyadilakukandenganaturanataukebijaksanaan. Meskipunadaperdebatanterus-menerusantarakeduasisi, adasatu kesimpulanjelas : tidakadakasus yang sederhanadanmemuaskan untuktiappandangankebijakanmakroekonomitertentu yang telahdibuat. Padaakhirnya, kitaharusmempertimbangkanberbagaipendapatpolitik danekonomidanmemutuskanperanapa yang pemerintahmainkandalammenstabilkanperekonomian.

  15. Penargetan Inflasi Pada akhir 1980-an, banyak bank sentral di dunia mengadopsi sebentuk penargetan inflasi (inflation targeting).Kadang ini berbentuk bank sentral mengumumkan maksud kebijakannya. Federal Reserve tidak mengadopsi kebijakan penargetan inflasi eksplisit (meskipun beberapa komentator telah menyatakan bahwa Fed, secara implisit, menargetkan inflasi sekitar 2 persen).

  16. Aturan Taylor Ekonom, John Taylor menawarkan aturan sederhana untuk tingkat dana federal : Tingkat Dana Federal Nominal = Inflasi + 2,0 + 0,5 (Inflasi – 2,0) – 0,5 (senjang GDP) Senjang GDP adalh persentase penurunan GDP riil dari estimasi tingkat alamiahnya. Aturan Taylor (Taylor Rule)membuat tingkat dana federal riil—tingkat nominal dikurangi inflasi—merespons inflasi dan senjang GDP.

More Related