1 / 16

Keseimbangan Perekonomian 4 Sektor (Open Economy)

Keseimbangan Perekonomian 4 Sektor (Open Economy). Open Economy. An open economy is one that interacts freely with other economies around the world. Open Economy. Suatu negara dengan perekonomian 4 sektor disebut juga negara dengan perekonomian terbuka (open economy),

alaula
Download Presentation

Keseimbangan Perekonomian 4 Sektor (Open Economy)

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Keseimbangan Perekonomian 4 Sektor (Open Economy)

  2. Open Economy An open economy is one that interacts freely with other economies around the world.

  3. Open Economy Suatu negara dengan perekonomian 4 sektor disebut juga negara dengan perekonomian terbuka (open economy), hal ini terkait dengan masuknya sektor luar negeri yang berupa hubungan dagang dengan negara-negara lain dalam perhitungan GDP negara tersebut

  4. Variables • The important macroeconomic variables of an open economy include: • net exports • net foreign investment • nominal exchange rates • real exchange rates

  5. Hubungan Dagang Luar Negeri • Ekspor • Impor

  6. Impor Variabel Endogen Besar kecil impor ditetukan oleh besar kecilnya Pendapatan Nasional (Y) atau M=f(Y) Hubungan antara M dengan Y tidak proporsional MPM berpengaruh terhadap \ besarnya Impor Hubungan Dagang Luar Negeri • Ekspor • Variabel Eksogen • Bukan merupakan fungsi dari pendapatan nasional (Y) justru berpengaruh thd Y atau Y=f(X) • Lebih dipengaruhi oleh: • world demand • hubungan politik • etc

  7. MPM=ΔM/ΔYMPM (Marginal Propensity to Import) menunjukkan bagian dari tambahan pendapatan nasional (Y) yg dipakai untuk menambah impor barang dan jasa.

  8. M = Mo + mYM = total Impor suatu negaraMo = Autonomous Import / Interceptm = MPM / slopeY = Pendapatan Nasional

  9. Grafis Fungsi Impor M M = Mo + mY m Mo 0 Y

  10. kuota impor berubah larangan impor kewajiban impor etc Impor otonom (Mo) berubah bila:

  11. MPM (m) berubah bila: • selera masyarakat berubah • perubahan nilai tukar • perubahan harga barang impor • etc

  12. Keseimbangan 4 sektorAggregate Supply:Y = C+S+T+MAggregate Demand:Y = C+I+G+XAggregate Supply = Aggregate Demand:C+S+T+M = C+I+G+Xatau bisa disederhanakan menjadi:S+T+M = I+G+X

  13. S+T+M = I+G+XSecara matematis bisa dirubah menjadi:(I - S) + (G - T) + (X – M) = 0

  14. (I - S) + (G - T) + (X – M) = 0 (I – S) disebut dengan Resource Gap,(G -T) disebut dengan Internal Gap,(X – M) disebut dengan Trade Gap

  15. Untuk mencapai keseimbangan moneter (No Infation, No Deflation) resource gap, internal gap & trade gap harus saling mengimbangi agar penjumlahan ketiganya = 0

  16. (I - S) + (G - T) + (X – M) = 0bila;(I - S) + (G - T) + (X – M) > 0maka berarti Aggregate Demand melebihi Aggregate Supply atau terjadi Inflasi dalam perekonomian.(I - S) + (G - T) + (X – M) < 0maka berarti Aggregate Supply melebihi Aggregate Demand atau terjadi deflasi dalam perekonomian

More Related