1 / 38

SIFAT-SIFAT ZAT MURNI

BAB 3. SIFAT-SIFAT ZAT MURNI. PENDAHULUAN. Yang akan dibahas dalam bab ini adalah hubungan antara tekanan ( P ), volume molar ( V ), dan temperatur ( T ) untuk senyawa murni . Senyawa murni selalu homogen .

aiden
Download Presentation

SIFAT-SIFAT ZAT MURNI

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. BAB 3 SIFAT-SIFAT ZAT MURNI

  2. PENDAHULUAN • Yang akandibahasdalambabiniadalahhubunganantaratekanan (P), volume molar (V), dantemperatur (T) untuksenyawamurni. • Senyawamurniselaluhomogen. • Senyawamurnidapatberadadalamduafasalebih, tetapimasing-masingfasaharusmemilikikomposisikimia yang sama.

  3. (a) (b) (c) (d) vapor liquid solid PERMUKAAN P-V-T

  4. Diagram TV garis isobaris uap T cair jenuh Cair uap jenuh Padat V

  5. Diagram TV P3 P2 P1 T V = 1/

  6. Diagram TV

  7. B D E C A

  8. Diagram PV Garis isotermal E C D B A

  9. Diagram PV Vc

  10. Diagram PV

  11. Jika kita ikuti garis isotermal pada temperatur kritik, maka akan kita sadari bahwa titik kritik merupakan titik belok dari kurva isotermal tersebut. Kondisikritikalitas:

  12. Fusion curve Fluid region Critical point  Pc Liquid region Solid region Vaporization curve Pressure Gas region Triple point Vapor region  Sublimation curve Tc Temperature Diagram PT

  13. Solid and liquid Diagram PVT Constant-pressure line Pressure, P Temperature, T Constant-T line Volume, V

  14. DAERAH SATU FASA Di daerah satu fasa berlaku: f(P, V, T) = 0 V = V(T, P)

  15. (1) Volume expansivity: (2) Isothermal compressibility: (3) Persamaan (2) dan (3) dimasukkan ke pers. (1): (4)

  16. Untuk fasa cair: • sangatcuram (V/P)T <<    0 • sangatdekat  (V/T)P <<    0 INCOMPRESSIBLE FLUID

  17. Untuk cairan  dan  selalu positif, kecuali untuk air di antara 0C dan 4C. Di daerah yang jauhdarititikkritik, dantidakterlaludipengaruhiolehTdanP, sehinggapersamaan (4) dapatdiintegralkanmenjadi: (5)

  18. PERSAMAAN KEADAAN Persamaankeadaanadalahpersamaan yang menyatakanhubunganantarastate variable yang menggambarkankeadaandarisuatusistempadakondisifisiktertentu • Temperatur • Tekanan • Volume molar

  19. PERSAMAAN GAS IDEAL PV = RT Asumsi: • Molekul/atom gas identikdantidakmenempatiruang • Tidakadagayaantarmolekul • Molekul/atom penyusunnyamenabrakdindingwadahdengantabrakan yang elastissempurna

  20. P D liquid dew point liquid +vapor B C vapor bubble point A V GAS NYATA

  21. Perbedaanantara gas ideal dan gas nyata Pideal gas > Prealgas Vreal, empty = Vcontainer – Vmolecule Perlufaktorkoreksiuntukmembandingkan Gas nyatadan gas ideal Copressilbility factor (Z)

  22. Definisi compressibility factor Volume gas ideal Persamaankeadaan gas nyata

  23. PERSAMAAN VIRIAL P > 1,5 bar Jarakantar atom << Interaksi >> Gas Ideal tidakberlaku

  24. P C Pc  T > Tc T = Tc T1 < Tc T2 < Tc Vc V Sepanjanggarisisotermal T1: P >>  V << (Contohuntuk steam padatemperatur 200C)

  25. Padacontohdiatas: PV = – 117,4 + 196,5 P – 65,37 P2 Secaraumum: PV = a + bP + cP2 + … Jikab/a  B’, c/a  C’, dst, maka PV = a (1 + B’P + C’P2 + . . . )

  26. H2 N2 Udara PV (lbar mol-1) O2 (PV)*273,16= 22,7118 bar L mol-1 P UNIVERSAL GAS CONSTANT T = 273,16 K (Triple point air)

  27. H2 N2 Udara PV (lbar mol-1) O2 (PV)*300K= 25 bar l mol-1 P T = 300 K

  28. PV = 0,083145 T Slope = 0,083145 R = 0,083145 bar l mol-1 K-1

  29. PV = a (1 + B’P + C’P2+ . . . ) PV = RT(1 + B’P + C’P2 + . . . ) Bentuk lain: PV = RT Untuk gas ideal: Z = 1

  30. Compressibility factor untuk gas metana

  31. CONTOH SOAL Diketahuikoefisienvirialuntukuapisopropanolpada 200C: B =  388 cm3 mol1 C =  26.000 cm6 mol2 Hitung Z dan V dariuapisopropanolpada 200Cdan 10 bar denganmenggunakanpersamaansbb.: • Persamaankeadaan gas ideal • Persamaankeadaanvirialdengan 2 suku

  32. PENYELESAIAN T = 200C = 473,15K R = 83,14 cm3 bar mol1 K1 • Persamaan gas ideal Z = 1

  33. b) Persamaanvirial 2 suku (1) (2)

More Related