1 / 30

Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini

Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Oleh : Dr. Siti Fatimah Soenaryo Ketua HIMPAUDI Jatim Dosen PGSD-FKIP-UMM. Disampaikan pada Diklat Dasar Berjenjang Pendidik Paud Tgl 28Oktober – 1Nopember 2011 di Hotel Ubud Kota Malang – Jawa Timur. Apa Hakikat PAUD. Implementatif.

adonica
Download Presentation

Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. KonsepDasarPendidikanAnakUsiaDini Oleh : Dr. Siti Fatimah Soenaryo Ketua HIMPAUDI Jatim Dosen PGSD-FKIP-UMM DisampaikanpadaDiklatDasarBerjenjangPendidikPaudTgl 28Oktober – 1Nopember 2011 di Hotel Ubud Kota Malang – JawaTimur

  2. ApaHakikat PAUD Implementatif TinjauanYuridis KonsepDasar PAUD • Lembaga • Pendidik • PD • Ortu TinjauanTeoritis / Keilmuan TinjauanFilosofis

  3. LingkupPengembangan • Nilai Agama & Moral • Fisik • Motorikkasar • Motorikhalus • Kesehatanfisik • Kognitif • PengetahuanUmumdansains • Konsepbentuk, warnadanpola • Konsepbilangan, lambangbilangandanhuruf • Bahasa • Menrimabahasa • Mengungkapkanbahasa • Keaksaraan • Sosialemosional (Permen 58 -2009) AnakUsiaDini = Lahir (0) – usia 6 tahun CiptaanTuhan yang paling sempurna TumbuhdanBerkembang 0th-1th 1th-2th 2th-3th 3th-4th 4th-5th 5th-6th I ApaHakikat PAUD

  4. II TinjauanYuridis Undang-undangRepublik Indonesia no 23 Tahun 2002 tentangPerlindunganAnak Undang-undangRepublik Indonesia no 20 Tahun 2003 tentangSistemPendidikanNasional; PeraturanPemerintah No 6 Tahun 2006 tentangPengelolaanBarangMilik Negara/ Daerah sebagaimanatelahdiubahdenganPeraturanPemerintah No 38 tahun 2008; PeraturanPemerintah No 48 tahun 2008 tentangPendanaanPendidikan; PereturanPemerintah No 17 tahun 2010 tentangPengelolaandanPenyelenggaraanpendidikansebagaimanatelahdiubahdenganPeraturanPemerintah No 66 tahun 2010 KeputusanPresiden No 42 tahun 2002 tentangPedomanPelaksanaanAnggaranPendapatandanBelanja Negara sebagaimanatelahdiubahdengankeputusanPresiden No 72 tahun 2004; PeraturanMenteriPendidikanNasional No 58 tahun 2009 tentangStandarPendidikanAnakUsiaDini(PAUD); PeraturanMenteriPendidikanNasional No 36 tahun 2010 tentangOrganisasidan Tata KerajaKementerianNasional

  5. III TinjauanFilosofis A. Tinjauan Filosofi: Anak belajar secara bertahap (step by step program) 1. Keyakinan : Anak tumbuh dengan baik jika mereka dilibatkan secara alamiah dalam pembelajaran 2. Lingkungan belajar : bereksplorasi – mempelopori dan menciptakan belajar 3. Tim Pengajar : memiliki pengetahuan tentang tumbuh kembang anak untuk menciptakan lingkungan dan menyediakan bahan ajar. 4. Peran Tim pengajar: menyusun tujuan yang sesuai bagi masing-masing anak dan kesemua anak-anak sebagai satu kesatuan untuk: • Menanggapi minat anak-anak • Menghargai kelebihan dan kebutuhan-kebutuhan setiap anak • Menjaga keingintahuan alami anak tetap hidup • Mendukung pembelajaran bersama

  6. Behaviorisme Approach (Pendekatan Perilaku) • Konsep-konsep tidaklah berasal dari dalam dari anak dan tidak berkembang secara spontan • Konsep-konsep tersebut harus ditanamkan pada anak dan diserap oleh anak • Pembelajaran berpusat pada guru • (Tokoh-tokohnya: J-Watson – E Thorndike – B.F.S Skinner) B. Pendekatan untuk PAUD • Developmental Approach (Pendekatan perkembangan) • Anak usia dini adalah pembelajar aktif : berpetualang tentang dunia melalui permainan • Kemajuan melalui tahapan-tahapan perkembangan • Pertumbuhan emosi dan kognitif melalui interaksi sosial • Anak adalah individu yang unik, tumbuh dan berkembang dengan kecepatan yang berbeda. • (J. Piaget, Eric Erickson, Vygodsky)

  7. Tokoh Anak Usia Dini • Piaget : “Anak tumbuh melalui serangkaian tahapan” Pertama : 0 th – 2 th : Sensorimotor Kedua : 2 th – 1 th : Kegiatan nyata Ketiga : setelah 11 th : pelaksanaan formal • Vygotsky: “Kemampuan Berpikir ditransformasikan” - Anak memiliki kemampuan berkomunikasi dengan bahasa - Pembelajaran mengarahkan mereka untuk lebih sadar dan menguasai pikiran mereka.

  8. Teori Ericson : “Tiga tahapan perkembangan jiwa anak” Pertama : lahir – 3 th : pertumbuhan ditandai perkembangan rasa mempercayai Kedua : 1 th – 3 th : perkembangan kemandirian Ketiga : 3 th – 6 th : anak yang sehat memperoleh rasa inisiatif Filosofi pendidikan di atas membantu tentang: perkembangan anak dan memberikan informasi: menerjemahkan teori ke dalam penerapan praktis di kelas.

  9. C. Landasan Program - Konstruktifisme - Metodologi yang sesuai dengan perkembangan - Pendidikan Progresif • Konstruktivisme : “mengetahui bahwa pembelajaran terjadi saat anak berusaha memahami dunia sekeliling mereka”  adanya interaksi : anak dengan anak – anak dengan guru  anak melakukan sintesa terhadap peristiwa yang terjadi dengan pengalaman sebelumnya.  Anak membangun pemahaman mereka sendiri terhadap dunia  Guru dan anak dewasa  fasilitator dan mediator  Tim pengajar : menyediakan alat-alat, bahan-bahan, dukungan, petunjuk agar anak optimal dalam semua kegiatan pembelajaran

  10. Tahapan perkembangan yang umum • Saat yang sama, anak adalah makhluk individu unik • Bahan dan Kegiatan Belajar yang nyata didasarkan pada pertumbuhan dan perkembangan anak • Guru harus mencermati, menyimak perbedaan antara keterampilan & minat anak yang berusia sama 2. Metodologi yang sesuai dengan perkembangan • Pengetahuan tentang perkembangan anak Seefeldt 1994 dan Brede kamp 1993 • Metodologiyang sesuai • - Kegiatannya  minat anak – tingkat perkembangan • - Mendorong rasa ingin tahu alamiah anak • - Kegembiraan terhadap pengalaman-pengalaman indera • - Keinginan untuk menjelajahi gagasan-gagasan baru mereka sendiri

  11. 3. Metodologi yang sesuai dengan perkembangan John Dewey adalah bapak pendidikan progresif : “Pendidikan dipandang sebagai proses sepanjang hidup, bukan persiapan untuk masa datang. • Prinsip perkembangan • Pelaksanaan pendidikan progresif • Konstruktif • Pendidikan yang berpusat pada anak: Mendukung lingkungan belajar yang meningkatkan keterampilan dan minat masing-masing anak • Pentingnya pembelajaran antar teman sebaya dan pembelajaran dalam kelompok-kelompok kecil

  12. IV TinjauanKeilmuan • ArahKegiatanPendidikan • Tigaperanpendidikananakusiadini • Pendidikansebagaiproses : anakharusdiberikesempatansecara optimal • Pendidikansebagaiprosessosialisasitanyajawab, bermoral, danberetika • Pendidikansebagaiprosespembentukankerjasamaperan – makhluksosial

  13. Kegiatan PAUD hendaknyamemperhatikan7/8 kemampuananak: • KecerdasanLinguistik • KecerdasanLogika – matematik • Kecerdasan Visual – Spasial • KecerdasanMusikal • KecerdasanKinestetik • Kecerdasan Intrapersonal • Kecerdasan Interpersonal • KecerdasanNaturalis

  14. Agar pelayananhakanakdapatdioptimalkanpertumbuhandanperkembangannya; program kegiatanpembelajaran (kurikulum)  Menu PembelajaranGenerik / Permen 58 2009 • PendekatanPelaksanaan Menu Pembelajaran • Berorientasipadakebutuhananak (Pendidikan, KesehatandanGizi integratifdanholistik • Belajarmelaluibermain • Kreatifdaninovatif • Kegiatan yang menarik • Memotivasi agar anakbiseberpikirkritis • Membangkitkankeinginananak • Menemukanhal – halbaru

  15. 4. Lingkungan yang kondusif. • 5. MenggunakanpembelajaranterpadumelaluiTema • 6. Mengembangkanlife skills • 7. Menggunakanberbagai media dansumberbelajar • 8. Pembelajaran – perkembangananak • Anakbelajarjikakebutuhanfisiknyaterpenuhi • Siklusbelajaranakselaluberulang • Anakbelajarmelaluiinteraksisosialdengan orang dewasadanteman – temansebayanya • Minatanakdankeingintahuannya  memotivasibelajaranak. • Adanyaperbedaandiantaraanak – anak • Anakbelajardarisederhanakerumit, konkrit - abstrak • 9. StimulasiTerpadu : makanbersama

  16. D. Individualisasi Pengalaman Belajar • Peralatan • Bahan-bahan ajar • Jadwal Harian • Tata letak Kelas • Kegiatan yang membuat anak berhasil dan tertantang • Kegiatan yang luwes • Menarik Pembelajaran Individu KELAS BERPUSAT PADA ANAK

  17. Kelebihan Kebutuhan • Mengkaji tahapan perkembangan • Setiap anak: Kesehatan – pertumbuhan fisik – mental – berpikir. Proses Individualisasi dicapai jika • Kemampuan dan Percaya diri • Merencanakan serangkaian kegiatan sesuai untuk memastikan pengalaman yang berhasil untuk masing-masing anak Anak Siap menerima tantangan

  18. Semi – Permaian Balok – Memasak – Drama/Peran – Matematika/Berhitung – Musik – Kegiatan di luar kelas – Pasir dan Air – Ilmu Pengetahuan Alam • Anak berindividualisasi atas prakarsanya berdasarkan keterampilan dan minat yang dimiliki • Gurumengamati anak dan mencatat perkembangan • Kelas yang berpusat pada anak merupakan lingkungan yang dinamis dan berubah, sarat dengan bahan ajar dan pengalaman  minat dan tahapan perkembangannya • Guru berupaya dan merencanakankebebasandan kegiatan-kegiatan kelas dirancang sesuai dengan perkembangan anak Pusat-pusat Kegiatan • Ada saatnya bagi anak-anak untuk memilih kegiatan mereka sendiri belajar memilih membangun minat dan keterampilan

  19. Kesesuaian Usia “Penelitian sebagai serangkaian pertumbuhan dan perubahan dengan universal: sembilan (9) tahun pertama”. Perubahan bisa terjadi pada : fisik – emosional – kognitif dan linguistik • Mengindividualisasi melalui bermain: • Bermain merupakan jantung program • Penelitian: “bermain merupakan bagian penting bagi anak-anak usia dini” • Bermain dan perkembangan saling terkait • Bentuk bermain: bermain individu dengan benda, tidak terstruktur, asosiatif, bermain peran, interaktif E. Kegiatan-kegiatan yang sesuai perkembangan • Keseuaian individu: “Setiap anak memiliki pola dan waktu perkembangan yang unik

  20. Prinsip Pelaksanaan Program PAUD Non diskriminasi Dilakukan demi kebaikan terbaik untuk anak Mengakui adanya hak hidup, kelangsungan hidup dan perkembangan yang sudah melekat pada anak Penghargaan terhadap pendapat anak

  21. V TinjauanImplementatifDalamPembelajaran A. Bermain dan dampaknya Bermain adalah pekerjaan seorang anak, dan hal ini berkombinasi terhadap seluruh aspek perkembangan melalui bermain anak merangsang indera, belajar menggunakan otot-otot mereka, mengkoordinasikan penglihatan dan gerakan, memperoleh penguasaan tubuh dan memperoleh berbagai keterampilan baru ketika mengatur balok-balok dengan beragam bentuk, menghitung jumlah tumpukan yang tersusun, dan mengumumkan “punyaku lebih tinggi” mereka sedang menanamkan dasar-dasar konsep matematika” (Jarrell, 1998 dan Human Development edisi 10 bulan 1 hal 397)

  22. Anak-anak harus bermain untuk mengembangkan kemampuan kognitif dan motoriknya dan belajar mengenai dunia sosial dan tempat mereka didalamnya. Anak-anak mengembangkan kemampuan sosialnya melalui interaksi dengan teman sebaya. Mereka belajar mengenai peraturan-peraturan, bagaimana aturan diluar dan artinya kedalam. Mereka belajar bekerjasama dan berbagi. Mereka membangunpercaya diri dengan menantang diri mereka sendiri, dengan berinteraksi dengan anak-anak lain dan dengan menguasai tantangan-tantangan pribadi fisik, intelektual dan sosial. (Frost dan Jacobs, 1995 hal 47, dalam Creading Child – Centered Classrooms CRI, 2000)

  23. B. Fungsi Permainan Permainan esensial : 1. Kesehatan anak-anak 2. Mencari teman 3. Mengurangi tekanan 4. Meningkatkan perkembangan kognitif 5. Meningkatkan daya jelajah 6. Tempat berteduh yang aman 7. Anak-anak belajar berbicara dan berinteraksi 8. Praktek peran untuk masa depannya

  24. Frend, Erikson : “Permainan adalah suatu bentuk penyesuaian diri manusia yang sangat berguna, menolong anak menguasai kecemasan dan konflik. Permainan memungkinkan anak-anak melepaskan energi fisik yang berlebihan dan membebaskan perasaan-perasaan yang terpendam” Piaget. Piaget : “Permainan sebagai suatu media yang meningkatkan perkembangan kognitif anak- anak. Vygotsky: “Permainan adalah suatu setting yang sangat bagus bagi perkembangan kognitif.

  25. Permainan fungsional (functional play) : sederhana, terjadi pada masa bayi dengan melibatkan pergerakan otot yang berulang-ulang. C. Tingkat Kognitif dari Permainan Permainan konstruktif (constructive play) : menggunakan benda atau material untuk membuat sesuatu Bentuk permainan Permainan pura-pura (present play) juga disebut fantasi-dramatis-imajinatif : perkembangan bahasa dan kemampuan representasi.

  26. D. Kategori Permainan Menurut Parten (1932) 1. Unoccupied play : saat anak berdiri (tidak terlibat) dalam sebuah permainan. 2. Solitary play : anak bermain sendirian dan mandiri dari orang lain. 3. Oucooker play : saat anak menonton orang lain bermain 4. Parallel play : saat anak bermain terpusat dari anak- anak lain tetapi menggunakan permainan yang sama. 5. Associative play : permainan yang melibatkan interaksi sosial dengan sedikit organisasi atau tanpa organisasi (meminjamkan atau mengajak anak lain antri) 6. Cooperative play : interaksi sosial di dalam suatu kelompok yang memiliki suatu kegiatan yang terorganisasi (contoh : tugas guru yang dilakukan bersama-sama)

  27. Kata Kunci Bermain Bermain adalah jantung program awal anak yang berkembang dengan sesuai dan karena itu, harus berada pada pusat setiap kurikulum. Jika anak-anak berada pada inti kurikulum, maka bermain harus ada pada pusat kurikulum juga, karena bermain adalah kegiatan dasar awal masa anak-anak.

  28. PrinsipPendidikPadaPAUD Anakituunik. Merekatumbuhdanberkembangdari : kemampuan, kebutuhan, keinginan, pengalamandanlatarbelakangkeluarga yang berbeda Anakusia 2 th – 6 thadalahusaibermain Pendidik yang bertugasdalamkelompokBermain: Memilikikemauandankomitmen Kemampuanmendidik Memahamianaksecarabenar Memilikikasihsayang / cintaterhadapanak Memilikikehangatandanbersediabermaindengananak. Murahsenyum

  29. ORANG TUA Tri sentra Ki HajarDewantoro Alamkeluarga AlamWiyata AlamPemuda Parenting

  30. SUMBER RUJUKAN Judith V. H. dkk, 2007. Play at the center of the curriculum, Ohio : Pearson Merril Prentice Hall. Pamela A. Coughun, 1997. Creating Child – Centered Classrooms, Washington : CRI. Papalia, 2009. Human Development, Jakarta : SalembaHumanika. Santrock John W, 1995. Life – span development, Jakarta : Erlangga. Siti Fatimah Soenaryo, 2010. Pembelajaran dengan bermain dan pengembangan kecerdasan majemuk anak pra sekolah : studi kualitatif pada beberapa kelompok bermain di kota Malang (Disertasi) Contac Person : 081 2323 0129 0341 – 2167309 & 0888 383 4306

More Related