Tahapan Pelaksanaan Audit
Download

Tahapan Pelaksanaan Audit







Advertisement
/ 31 []
Download Presentation
Comments
abby
From:
|  
(359) |   (0) |   (0)
Views: 389 | Added: 06-03-2012
Rate Presentation: 0 0
Description:
Tahapan Pelaksanaan Audit . Produksi Bersih. Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Daerah Propinsi Jawa Barat. Tahapan Pelaksanaan Audit Produksi Bersih. Skematik Pelaksanaan Audit. Pelaksanaan Audit Produksi Bersih. Kondisi Saat ini. keterangan. Persiapan Pelaksanaan Audit.
Tahapan Pelaksanaan Audit

An Image/Link below is provided (as is) to

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use only and may not be sold or licensed nor shared on other sites. SlideServe reserves the right to change this policy at anytime. While downloading, If for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.











- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -




Slide 1

Tahapan Pelaksanaan Audit

Produksi Bersih

Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Daerah

Propinsi Jawa Barat

Slide 2

  • Tahapan Pelaksanaan Audit Produksi Bersih

Skematik Pelaksanaan Audit

  • Pelaksanaan Audit Produksi Bersih

Kondisi Saat ini

keterangan

Persiapan Pelaksanaan Audit

Persiapan internal Konsolidasi Tim

Identifikasi kondisi eksisting yang berkaitan dengan Produksi Bersih

Pelaksanaan

Audit

Evaluasi temuan audit dengan standard an kriteria

Analisis

  • Jadwal Implementasi

  • Training

  • Dokumentasi

  • Dukungan keuangan

  • Pilihan Teknoligi

  • Menajerial

Rekomendasi

  • Akses Informasi

  • Good Housekeeping

  • Teknologi yang sesuai

  • Dukungan Managerial

  • Kinerja lingkungan

  • Penghematan energi dan

    biaya

Implementasi

  • Parameter dan Kriteria Audit

Reaudit

Slide 6

  • Ruang Lingkup Audit untuk Produksi

    Bersih

Dalam pelaksanaan Audit untuk mendukung pelaksanana Perogram Produksi Bersih di industri tekstil perlu dilakukan pembatasan terhadap aspek yang akan diaudit (scoping). Secara garis besar proses audit dilakukan terhadap aspek manajemen yang berkaitan langsung dengan operasional pabrik dan aspek teknis proses produksi pabrik tekstil.

  • Audit Terhadap Manajemen Produksi Bersih

  • Elemen yang akan diaudit dari aspek manajemen adalah :

    • Policy perusahaan tentang Produksi Bersih

    • Penentuan Objective dan Target

    • Sumber Daya Manusia

Slide 7

  • Audit Terhadap Produksi Bersih

Elemen Audit Aspek Proses Produksi

Slide 8

  • Persiapan Pelaksanaan Audit

  • Tim Audit

  • Sebelum melaksanakan audit internal, terlebihdulu harus disusun tim Audit Internal. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun tim audit :

  • Kegiatan audit dibawah tanggung jawab langsung Divisi

    Lingkungan suatu Perusahaan.

  • Anggota tim Audit bisa berkisar 4 – 6 Auditor tergantung

    ruang lingkup audit.

  • Tim Audit diketuai satu orang sebagai pemimpin Audit

    (Lead Auditor) dengan beberapa anggota tim yang

    masing-masing punya keahlian yang diperlukan.

  • Tenaga ahli dari luar bisa dipertimbangkan jika

    diperlukan untuk keahlian tertentu

  • Setiap Auditor menangani aspek-aspek tertentu yang

    relevan dengan ruang lingkup Produksi Bersih.

  • Aspek atau elemen Produksi Bersih harus diaudit oleh

    Auditor pengalaman dengan kualifikasi memadai.

Slide 9

Tim ahhli dari luar Diperlukan  Tidak diperlukan 

Slide 10

  • Tahapan Pelaksanaan Audit

  • Tahapan Pelaksanaan Audit secara garis besar terdiri dari :

    • Penentuan ruang lingkup Audit

    • Kunjungan ke pabrik / lokasi

    • Analisis data

    • Penyusunan rekumendasi

    • Pembuatan laporan

    • Persentasi hasil Audit

Slide 11

Waktu pelaksanaan Audit secara berurutan diperkirakan sekitar 2 (dua) minggu. Pelaksanaan Audit harus dibuat dalam penjadwalan yang ditetapkan terlebih dahulu.

Beberapa hal perlu dipertimbangkan dalam penyusunan jadwal pelaksanaan audit, diantara lain :

  • Berkoordinasi dengan pihak-pihak atau unit kerja yang

    akan diaudit

  • Penjadwalan seharusnya tidak terlalu ketat, tetapi

    harus menyediakan alokasi waktu cadangan untuk

    kerja ekstra atau mengadakan diskusi yang diperlukan

  • Setiap akhir hari kerja sebaiknya disediakan waktu

    maksimal 1 jam untuk melakukan evaluasi hasil audit

  • Setelah kunjungan lapangan perlu disediakan waktu

    beberapa jam ke kantor untuk memeriksa dan

    mengumpulkan data pendukung

  • Jadwal harus disesuaikan oleh pihak manajemen

    pabrik

Slide 12

  • Penyiapan Proses Audit

Beberapa kegiatan pendahuluan yang perlu dikerjakan dalam persiapan audit antara lain :

  • Penyusunan lembar kerja Audit sebagai intrumen

    untuk pengumpulan bukti-bukti audit harus dilakukan

    secara cermat, sistematis dan menyeluruh.

  • Mengadakan meeting dengan pihak manajemen untuk

    membahas palaksanaan audit, penentuan ruang

    lingkup audit, dan konfirmasi jadwal pelaksanaan audit.

  • Lembar Kerja Audit bisa didistribusikan sebelumnya ke

    unit kerja terkait untuk memperlancar proses audit.

  • Melengkapi sarana pendukung seperti ruang kerja,

    peralatan komputer dan printer, ATK, dan tenaga

    pendukung.

  • Setiap hari auditor harus sudah memahami dan

    mengerti ruang lingkup pekerjaan dan instrument

    lembar kerja audit yang menjadi tanggung jawabnya.

  • Tim Auditor sebaiknya mengadakan kunjungan awal

    agar lebih memahami kondisi lapangan yang akan

    diaudit.

Slide 13

  • Pelaksanaan Audit

  • Penggunaan Lembar Kerja

Lembar kerja sebagai instrument Audit yang sudah dipersiapkan (lampiran) akan digunakan untuk membimbing Auditor dalam pengumpulan bukti audit yang efektif dan mempermudah menghasilkan kesimpulan.

  • Daftar Lembar Kerja Instrumen Audit :

Lembar Kerja No. 1 Kajian Awal (Initial Review)

Lembar Kerja No. 2 Audit Management dan Sumber

Daya Manusia

Lembar Kerja No. 3 Bahan Baku dan Pembantu

Lembar Kerja No. 4 Proses Produksi

Lembar Kerja No. 5 Peralatan

Lembar Kerja No. 6 Penggunaan Air Bersih

Lembar Kerja No. 7 Pemanfaatan Steam

Lembar Kerja No. 8 Limbah Padat

Lembar Kerja No. 9 Emisi Gas

Lembar Kerja No. 10 Limbah Cair

Lembar Kerja No. 11 Bahan Bakar dan Listrik

Slide 14

  • Teknik Audit

Tujuan utama Auditor adalah menemukan bukti Audit untuk dievaluasi terhadap kriteria Audit yang telah ditetapkan.

  • Metode Identifikasi Kondisi Eksisting

Slide 15

  • Hal yang perlu diperhatikan oleh Auditor

    pada saat melakukan audit :

  • Selalu berfikiran terbuka, terus bertanya jika ada keraguan tentang kelengkapan informasi.

  • Jangan membuat yang diwawancara (Auditee) dalam situasi bermasalah.

  • Auditor bertugas mengajukan pertanyaan, bukan memberikan komentar.

  • Dihindari memberikan berbagai pertanyaan sekaligus.

  • Pertanyaan harus bersifat terbuka, dihindari sedapat mungkin pertanyaan dengan jawaban “ya / tidak “

  • Mengklarifikasi kembali dengan personil yang diwawancarai.

  • Auditor bertugas mengaudit system dan prosedur tidak mengaudit kinerja personil.

  • Informasi yang diperoleh melalui wawancara sebaiknya di verifikasi dengan pengamatan langsung, atau pengukuran dokumentasi yang valid.

Slide 16

  • Evaluasi

Evaluasi audit dilakukan terhadap bukti-bukti audit yang berhasil dikumpulkan dan diolah. Evaluasi dilakukan dengan cara membandingkan bukti-bukti audit dengan kriteria audit yang telah ditetapkan sebelumnya.

Tahapan evaluasi diharapkan dapat menghasilkan penyimpangan yang terjadi dan bisa diberikan beberapa rekomendasi untuk memperbaiki kondisi eksisting yaitu kinerja proses produksi industri tekstil. Form Hasil Evaluasi Audit disediakan di setiap lembar kerja aspek yang diaudit.

Slide 17

  • Tahapan Evaluasi Audit :

  • Identifikasi Kondisi Eksisting

  • Uraian kondisi eksisting dijabarkan dari hasil

  • pengamatan lapangan, pengolahan data lembar kerja

  • dan review data sekunder yang berhasil dikumpulkan.

  • Evaluasi Permasalahan

  • Temuan audit yang telah dibandingkan dengan Kriteria

  • audit atau standar proses produksi tekstil yang efisien

  • serta standar pengolahan lingkungan, yang berlaku

  • akan dijabarkan dalam evaluasi permasalahan.

  • Evaluasi bisa dilengkapi dengan dampak terhadap

  • lingkungan, potensi berbahaya dari limbah dan potensi

  • pemborosan yang terjadi.

  • Rekomendasi

  • Auditor harus memberikan beberapa rekomendasi

  • untuk memperbaiki kondisi eksisting yang telah

  • dievaluasi sehingga dapat ditingkatkan kinerja

  • produksi bersih dari suatu proses industri tekstil.

  • Rekomendari bisa berupa hal-hal yang bersifat teknis,

  • manajerial, dan prosedural.

Slide 18

  • Setiap rekomendasi harus dilengkapi kategori

    pembiayaan seperti :

  • Tidak dibutuhkan dana / Investasi ( No Cost )

  • Investasi rendah ( Low Cost )

  • Investasi sedang ( Medium Cost )

  • Investasi tinggi ( High Cost )

Rekomendasi yang diusulkan harus memperhitungkan aspek penghematan biaya ( Cost Saving ) yang terjadi jika rekomendasi itu diimplementasikan kemungkinan penghematan biaya yang bisa diperoleh antara lain :

  • Pengurangan pemakaian bahan baku dan bahan

    pembantu serta utilitas

  • Pengurangan pemakaian sumber daya alam

  • Pengurangan biaya pengolahan limbah

  • Pengurangan biaya perbaikan

  • Pengurangan downtime produksi

  • Peningkatan kualitas produksi dan citra perusahaan

Slide 19

  • Kriteria untuk menentukan prioritas

    program atau rekomendasi yang

    disusulkan antara lain :

  • Ketidaksesuaian yang signifikan terhadap standar produksi bersih industri bersih

  • Potensi penghematan biaya

  • Perbaikan kinerja pengelolaan lingkungan yang signifikan dan aspek keselamatan kerja

  • Laporan Audit

Laporan Audit disusun agar dapat didokumentasikan dengan baik dan dijadikan acuan dalam pelaksanaan rekomendasi berupa implementasi Produksi Bersih dan pelaksanaan Audit mendatang (reaudit).

Slide 20

  • Laporan Audit sebaiknya memuat

    beberapa hal antara lain :

  • Pendahuluan, yang berisi waktu, lama

    dan tujuan audit, ruang lingkup audit, dan

    anggota tim auditor

  • Executive Sumary, berisi hal-hal prinsip

    dan ringkas tentang hasil temuan audit

    dan rekomendasi yang diberikan

  • Hasil pelaksanaan audit berisi uraian rinci

    setiap tahap pelaksanaan audit

  • Lampiran, yang berisi data pendukung

    instrument audit, Kriteria audit dan

    informasi-informasi lain yang terkait

Slide 21

Tahapan Evaluasi Audit

Slide 22

  • Pelaksanaan Rekomendasi

  • Dalam rangka pelaksanaan rekomendasi untuk menerapkan program produksi bersih secara terpadu perlu dilakukan :

    • Pembentukan Satuan Tugas

    • Penyusunan Rencana Kerja

    • Reaudit

  • Pembentukan Satuan Tugas

Satuan tugas (satgas) Produksi Bersih di internal perusahaan perlu dibentuk untuk mendikusikan, merancang mengimplementasikan dan mengawasi pelaksanaan program produksi bersih dalam kurun waktu tertentu. Untuk itu perlu dilakukan rapat kerja (meeting) secara tetatur misalnya tiap bulan baik dengan anggota satgas maupun dengan pihak-pihak yang terkait dalam program Produksi Bersih.

Setiap meeting harus selalu disusun minute of meeting sebagai pedoman pelaksanaan dan evaluasi program produksi bersih yang sedang dijalankan.

Anggota satuan tugas berasal dari unit-unit kerja yang menjadi sasaran program Produksi Bersih dan internal auditor yang berpartisipasi dalam audit Produksi Bersih.

Setiap anggota satuan tugas harus mempunyai tanggung jawab dan diskripsi kerja yang disepakati bersama.

Slide 23

  • Penyusunan rencana Kerja

Dalam penyusunan rencana pelaksanaan program Produksi Bersih, satuan tugas Produksi Bersih mempunyai tugas antara lain :

  • Menetapkan program kerja implementasi Produksi Bersih

  • Bekerjasama dan koordinasi denganmanajemen pabrik untuk menetapkan prioritas-prioritas Program Produksi Bersih

  • Mencari informasi-informasi untuk mendukung pelaksanaan program

  • Membuat anlisis biaya awal untuk program-progarm produksi bersih tertentu

  • Membuat jadwal rencana kerja rinci tentang implementasi program

Slide 24

  • Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam

    penyusunan program kerja :

  • Rekomendasi yang berkategori Low Cost seperti tentang pembenahan organisasi, prosedur operasi baku, dan pendokumentasian data perlu diprioritaskan karena biasanya tidak banyak membutuhkan investasi tambahan

  • Rekomendasi yang berkategori Medium Cost , berkenaan dengan pengaturan dalam formulasi produksi, pengaturan kondisi operasi, pemilihan bahan baku dan pembantu juga perlu diprioritaskan

  • Rekomendasi yang berkategori High Cost seperti penambahan peralatan heat recovery, perbaikan IPAL, dan pemasangan alat baru untuk meningkatkan efisien produksi bisa dimasukan dengan melihat kondisi keuangan perusahaan

Slide 25

  • Dalam setiap merancang program produksi

    bersih harus didenfinisikan dengan tegas tentang :

  • Pihak-pihak yang bertanggung jawab

  • Pihak yang terlibat langsung dalam program

  • implementasi pendanaan

  • Periode implementasi

  • Sumber daya yang diperlukan seperti tenaga

  • kerja, dan material

  • Pihak yang akan mengawasi

Slide 26

  • Analisis Ekonomi

Untuk mengetahui kelayakan program Produksi Bersih perlu dilakukan analisis kelayakan ekonomi idikator kelayakan ekonomi yang dapat digunakan, antara lain :

  • ROR (Rate of Return)

  • Pay Back Time

Slide 27

Penghematan Biaya Operasi = Biaya Pemeliharaan

X 100 %

ROR =

Total Investasi

  • Rate of Return

ROR atau Rate Of Return On Investment banyak digunakan untuk mengetahui ratio tingkat pendapatan per tahun ( net profit) terhadap nilai nilai investasi yang dilakukan dan dinyatakan dalam persentase. Suatu program dikatakan layak secara ekonomi jika nilai ROR lebih besar dari nilai suku bunga pinjaman bank pada umumnya.

Pendapatan per tahun berasal dari nilai penghematan yang terjadi dikurangi dengan biaya operasi dan biaya perawatan.

Slide 28

Rp. 9.200.000 – 150.000 – (0,15% X 25.500.000)

Nilai ROR =

X 100 %

25.500.000

= 20,5 %

Contoh :

Suatu Perusahaan tekstil berusaha untuk menurunkan jumlah energi yang hilang dengan jalan pemanfaatan energi panas untuk pemanasan beberapa unit proses yang selama ini dilakukan oleh electric heater. Pemanfaatan energi panas dilakukan dengan pemasangan alat penukar panas atau heat exchenger.

Nilai investasi berasal dari pemasangan panas, pipa dan heat exchenger sebesar : Rp. 25.500.000,- Sedangkan biaya operasi akan meningkat sebesar Rp. 150.000,- per-tahun. Pemeliharaan alat per-tahun diperkirakan sebesar 15 % dari total investasi.

Program ini akan menghemat pemakaian listrik sebesar Rp. 9.200.000,- per-tahun.

Slide 29

Total Investasi

Pay Back Time =

Pendapatan rata-rata Tahunan

  • Pay Back Time

Pay Back Time atau Case Recovery Period adalah indicator yang menunjukan lamanya pengembalian modal atau investasi yang terdepresiasi.

Slide 30

58.150 Kg/jam

IDO =

HHVIDOXρIDOX 24 jam/hari X 360 hari/thn

= 15.000 lt / tahun

52.300.000,-

= 3,2 tahun

Pay Back Time =

21.600.000 – 0,1 (52.300.000)

  • Contoh :

  • Perusahaan pembuatan bahan baku serat sintetis akan merecovery energi panas buangan steam dari unit EG recovery untuk pemanasan awal fluida dowtherm sebagai media pemanas tambahan (preheating) di oil heater. Pemanasan lanjutan fluida dowtherm dilakukan dengan pembakaran IDO di oil heater. Pemanasan awal bisa menaikan suhu dowtherm dari 40 ° C menjadi 100 ° melalui penukaran panas di heat exchanger.

  • Evaluasi :

  • Kalor yang disuplai oleh steam adalah selisih entalpi dowtherm pada suhu 100 ° C dengan 40 ° C sebesar 58.150 Kg/Jam

  • Penghematan IDO

Dengan harga IDO diambil Rp.1440 / ſt

Maka penghematan yang terjadi sebesar Rp. 21.600.000,- per tahun

  • Investasi Heat Exchanger

  • Spesifikasi HE

  • - Luas Permukaan : 12.57 ſt ²

  • - Jenis ; Shell & tube steal sell & stainless tubes

  • - Harga : Rp. 52.300.000,-

  • Biaya OM per tahun 10 % dari investasi

Slide 31

Terima Kasih


Copyright © 2014 SlideServe. All rights reserved | Powered By DigitalOfficePro