Download

Sistem Gerak Pada Manusia






Advertisement
/ 108 []
Download Presentation
Comments
Reza
From:
|  
(2) |   (0) |   (0)
Views: 1669 | Added:
Rate Presentation: 4 0
Description:
Informasi bagaimana yang berisi tentang Sistem Gerak Manusia, yaitu terdapat tulang-tulang, persendian, otot, dan kelainan tulang
Sistem Gerak Pada Manusia

An Image/Link below is provided (as is) to

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use only and may not be sold or licensed nor shared on other sites. SlideServe reserves the right to change this policy at anytime. While downloading, If for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.











- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -




Assalammualaikum wr wb dan salam sejahtera bagi semuanya l.jpgSlide 1

Assalammualaikum Wr.Wbdan Salam Sejahtera Bagi Semuanya

Smpn 39 surabaya l.jpgSlide 2

SMPN 39 Surabaya

Dibuat oleh reza candra n 33 tenku triambodo 36 kiswanto hadi 27 muhamad hermawan 29 l.jpgSlide 3

Dibuat oleh :★ Reza Candra N (33)★ Tenku Triambodo (36)★ Kiswanto Hadi (27)★ Muhamad Hermawan (29)

8D

Sistem gerak pada manusia l.jpgSlide 4

Sistem Gerak pada Manusia

Peta konsep l.jpgSlide 5

Peta Konsep

Peta konsep6 l.jpgSlide 6

Peta Konsep

Peta konsep7 l.jpgSlide 7

Peta Konsep

Gerak l.jpgSlide 8

Gerak

Salah satu ciri dari makhluk hidup adalah bergerak. Secara umum gerak dapat diartikan berpindah tempat atau perubahan posisi sebagian atau seluruh bagian dari tubuh makhluk hidup. Makhluk hidup akan bergerak bila aka impuls atau rangsangan yang mengenai sebagian atau  seluruh bagian tubuhnya.  Pada hewan dan manusia dapat mewakili pengertian gerak secara umum dan dapat dilihat dengan kasat mata/secara nyata. Gerak pada manusia dan hewan menggunakan alat gerak yang tersusun dalam sistem gerak.

Slide9 l.jpgSlide 9

Sedangkan untuk tumbuhan, gerak yang dilakukan tidak akan terlihat oleh kasat mata karena terjadi di dalam suatu organ atau sel tumbuhan. Dengan demikian tidak dapat disamakan arti gerak pada seluruh makhluk hidup. Gerak pada tumbuhan juga melibatkan alat gerak, tetapi alat gerak yang digunakan tergantung dari impuls atau rangsangan yang mengenai sel/jaringan/organ tumbuhan tersebut.

A sistem gerak l.jpgSlide 10

A. Sistem Gerak

Sistem Gerak terdiri dari 3, yaitu tulang, sendi, dan otot. Ketiganya bekerja sama membentuk sistem gerak. Sistem geraklah yg memberi bentuk tubuh, sebagai alat gerak, jalan, dan berlari serta melakukan aktifitas lainnya.

Alat gerak l.jpgSlide 11

Alat Gerak

Alat-alat gerak yang digunakan pada manusia dan hewan ada 2 macam yaitu alat gerak pasif berupa tulang dan alat gerak aktif berupa otot. Kedua alat gerak ini akan bekerja sama dalam melakukan pergerakan sehingga membentuk suatu sistem yang disebut sistem gerak.

Slide12 l.jpgSlide 12

Tulang disebut alat gerak pasif karena tulang tidak dapat melakukan pergerakkannya sendiri. Tanpa adanya alat gerak aktif yang menempel pada tulang, maka tulang-tulang pada manusia dan hewan akan diam dan tidak dapat membentuk alat pergerakan yang sesungguhnya. Walaupun merupakan alat gerak pasif tetapi tulang mempunyai peranan yang besar dalam sistem gerak manusia dan hewan.

Slide13 l.jpgSlide 13

Otot disebut alat gerak aktif karena otot memiliki senyawa kimia yaitu protein aktin dan myosin yang bergabung menjadi satu membentuk aktomiosin. Dengan aktomiosin inilah otot dapat bergerak. Sehingga pada saat otot menempel pada tulang dan bergerak dengan otomatis tulang juga akan bergerak.

Slide14 l.jpgSlide 14

Dengan memiliki aktomiosin ini maka otot mempunyai sifat yang lentur/fleksibel dan mempunyai kemampuan untuk memendekkan serabut ototnya (pada saat kontraksi) dan memanjangkan serabut ototnya (pada saat relaksasi/kembali pada posisi semula).Rangka/Skeleton: Tulang-tulang  yang bergabung menjadi satu kasatuan disebut rangka atau skeleton. Berdasarkan letaknya skeleton dibedakan menjdi 2 jenis :

1 eksoskeleton l.jpgSlide 15

1. Eksoskeleton

Yaitu rangka yang terdapat di luar tubuh makhluk hidup. Skeleton jenis ini terdapat hampir di semua jenis Invertebarta tingkat rendah kecuali Protozoa, Invertebrata tingkat tinggi kecuali Phyllum Mollusca, Class Chepalopoda, species Loligo sp/cumi-cumi.

2 endoskeleton l.jpgSlide 16

2. Endoskeleton

Yaitu rangka yang terdapat di dalam tubuh makhluk hidup. Skeleton jenis ini terdapat pada seluruh Vertebrata, Class Pisces, Amphibia, Reptilia, Aves dan Mammalia (PARAM) kecuali Reptilia jenis Kura-kura dan Penyu. Selain itu terdapat juga di pada hewan Invertebrata Phyllum Mollusca, Class Cephalopoda, species Loligo sp/cumi-cumi.

B tulang penyusun rangka tubuh l.jpgSlide 17

B. Tulang Penyusun Rangka Tubuh

Rangka tubuh yaitu tulang-tulang yang menyusun tubuh kita menjadi suatu rangka.

Fungsi rangka, yaitu :

a. Memberi bentuk tubuh Contoh : Tulang tengkorak

b. Menegakkan tubuh Contoh : Tulang kaki

Slide18 l.jpgSlide 18

c. Melindungi organ-organ yang lemah Contoh : tulang rusuk yang melindungi jantung dan paru-paru.d. Alat gerak pasif.e. Tempat melekatnya otot, misalnya pada tulang kering (tibia) menempel otot.f. Tempat pembentukan sel darah.g. Tempat penimbunan/penyimpanan zat kapur.

Alat gerak pasif tulang l.jpgSlide 19

Alat Gerak Pasif/Tulang

Tulang dapat dibedakan berdasarkan jaringan penyusunnya dan sifat-sifat fisik yaitu :

Tulang rawan/tulang muda/cartilago

Cartilago berfungsi untuk melindungi bagian ujung epifise tulang. Terutama dalam proses osifikasi/penulangan. Cartilago banyak banyak dijumpai pada masa bayi terutama pada saat proses perkembangan embrio menjadi fetus. Pembentukan rangka fetus di dominasi oleh cartilago.

Slide20 l.jpgSlide 20

Seiring dengan perkembangan fetus menjadi bayi dan memasuki usia pertumbuhan serta dewasa, maka cartilage ini akan mengalami peristiwa osifikasi. Tetapi tidak semua cartilago dalam tubuh, masih ada beberapa yang tetap menjadi cartilago. Seperti dijumpai pada trachea/tenggorokan, daun telinga, hidung bagian ujung, ruas-ruas persendian tulang.

Slide21 l.jpgSlide 21

Cartilago tersusun atas matriks condrin yaitu berupa cairan kental yang banyak mengandung zat perekat kolagen yang tersusun atas protein dan sedikit zat kapur/Carbonat.  Dengan adanya condrin ini dapat memberikan sifat lentur pada cartilago. Pada anak-anak cartilage lebih banyak mengandung sel pembentuk tulang rawan dari pada matriks, sedangkan pada orang dewasa berkebalikan.

Slide22 l.jpgSlide 22

Cartilago dibentuk oleh zat pembentuk tulang rawan yang disebut dengan Condrosit. Tulang rawan berawal dari selaput tulang rawan yang disebut pericondrium. Pericondrium berfungsi untuk memberikan kebutuhan nutrisi bagi cartilage karena banyak mengandung pembuluh darah. Dalam pericondrium  banyak mengandung condroblast yaitu sel pembentuk condrosit.

Cartilago berdasarkan kandungan matriksnya dibedakan menjadi l.jpgSlide 23

Cartilago berdasarkan kandungan matriksnya dibedakan menjadi :

a. Cartilago Hialin

Cartilago ini memiliki kandungan matriks homogen yang kaya akan serabut kolagen, transparan dan halus. Cartilago Hialin bersifat lentur/elastic dan kuat. Pada tubuh dapat dijumpai pada organ permukaan persendian, tulang iga dan pada saluran respirasi terutama dinding trachea yang berbentuk cincin.

b. Cartilago Fibrosa/serabut

Cartilago ini memiliki kandungan matriks berupa berkas-berkas serabut kolagen. Cartilago Fibrosa bersifat kurang lentur. Dapat dijumpai pada ruas-ruas tulang belakang, pada tulang tempurung lutut (tendon dan ligamentum) dan tulang gelang panggul.

C cartilago elastin elastic l.jpgSlide 24

c. Cartilago Elastin/elastic

Cartilago ini memiliki kandungan matriks berupa serabut elastic berwarna kuning yang bercabang-cabang. Bersifat lentur/elastic dan tidakakan berubah menjadi tulang sejati bila manusia beranjak  dewasa. Dapat dijumpai pada ujung hidung/cuping, saluran eustachius  (pada telinga bagian tengah)  dan daun telinga.

Tulang keras sejati osteon l.jpgSlide 25

Tulang Keras/Sejati/Osteon

Osteon berfungsi :

Sebagai penyusun sistem rangka tubuh.

ebagai pelindung organ-organ yang vital.

Terbentuk melalui proses :

Osifikasi

Yaitu proses perubahan tulang rawan/tulang muda menjadi tulang sejati atau tulang keras.

Pada peristiwa ini tulang rawan akan terisi dengan matriks Calcium, protein, sedikit zat perekat kolagen sehingga akan membuat tulang sejati bersifat kaku/tidak lentur dan membuat tulang mudah retak atau patah. Secara perlahan matriks tulang rawan akan terisi oleh Calcium dan  fosfor (phosphate), hal inilah yang membuat osteon menjadi  keras.

1 tulang tengkorak l.jpgSlide 26

1. Tulang Tengkorak

Tulang tengkorak adalah tulang pembentuk kepala. Didalam tengkorak terdapat mata, otak, dan organ lainnya yang terlindung oleh tulang-tulang tengkorak tersebut. Tulang tengkorak tersusun atas tulang pipi, tulang rahang tulang mata, tulang hidung, tulang dahi, tulang ubun-ubun tulang pelipis, dan tulang baji.

2 tulang anggota badan l.jpgSlide 27

2. Tulang anggota badan

Tulang anggota badan tersusun oleh tulang belakang, tulang dada, tulang rusuk, dan gelang panggul.

Tulang anggota badan berfungsi untuk melindungi organ-organ dalam yang lunak, seperti jantung, paru-paru,ginjal, dan organ lainnya.

A tulang belakang l.jpgSlide 28

a. Tulang Belakang

Tulang belakang tersusun atas ruas-ruas tulang yang fleksibel, tetapi kuat. Tulang belakang tersiri atas 33 tuas, yaitu 7 ruas tulang leher, 12 ruas tulang punggung, 5 rusas tulang pinggang, 5 ruas tulang kelangkang (Sakrum), dan 4 ruas tulang ekor.

B tulang dada l.jpgSlide 29

b. Tulang Dada

tulang dada terletak dekat tulang rusuk atau lebih tepatny di tengah-tengah dada. Tulang dada terdiri atas bagian hulu, badan, dan taju pedang.

C tulang rusuk l.jpgSlide 30

c. Tulang Rusuk

Tulang rusuk pada manusia terdiri atas 24 buah atau 12 pasang. Tulang rusuk manusia memiliki fungsi sebagai pelindung organ-organ dalam, seperti jantung, dan paru-paru. Tulang rusuk manusia, terdiri atas 7 pasang tulang rusuk sejati, tiga pasang tulang rusuk palsu, dan 2 pasang tulang rusuk melayang.

D tulang panggul l.jpgSlide 31

d. Tulang Panggul

Tulang panggul atau gelang panggul terletak di ujung bawah tulang belakang. Gelang panggul terdiri atas 2 tulang usus (Ilium), 2 tulang kemaluan (Ischium), dan 2 tulang duduk (Pubis).

3 tulang anggota gerak l.jpgSlide 32

3. Tulang Anggota Gerak

Tulang Anggota gerak pada manusia terdiri atas tulang anggota gerak bagian atas (tangan) dan tulang anggota gerak bagian bawah (kaki). Masing-masing tulang tersebut tersusun oleh beberapa tulang.

Tulang anggota gerak bagian atas atau tangan terbentuk dari tulang lengan atas (humerus),

Tulang pengumpil radius betis fibula dan tulang kering tibia contoh gambar tulang anggota gerak l.jpgSlide 33

tulang pengumpil (radius), betis ( fibula), dan tulang kering (tibia).Contoh gambar Tulang Anggota Gerak :

C macam macam tulang l.jpgSlide 34

C. Macam-Macam Tulang

Tulang tidaklah padat benar. Di bagian tengah tulang rongga yang berisi sumsum. Pada tulang yang ukurannya besar, misalnya tulang kaki sapi atau tulang kaki kambing.

Tulang dapat tumbuh dan memanjang, karena dibagian ujung-ujung tulang terjadi pembentukan sel-sel tulang baru. Pada saat yang bersamaan tulang juga tumbuh melebar dan menebal.

Slide35 l.jpgSlide 35

Dengan demikian tulang tumbuh memanjang dan melebar secara bersamaan. Pada saat terjadi proses pertumbuhan tulang, dibagian tengah tulang terjadi penghancuran sel-sel tulang sehingga terbentuklah rongga yang selanjutnya diisi dengan sum-sum tulang atau disebut juga sum-sum kuning.Tulang manusia dibedakan berdasarkan jenis dan bentuknya.

1 jenis jenis tulang l.jpgSlide 36

1. Jenis-Jenis Tulang

Secara umum tulang dibedakan menjadi tulang keras dan tulang rawan atau disebut juga kartilago. Kedua jenis tulang itu berbeda dalam hal penyusunannya.

Tulang keras tersusun atas campuran antara kalsium dan kolagen, sedangkan tulang rawan tersusun dari sel-sel tulang rawan yang sifatnya kenyal dan lentur.

Contoh tulang keras, yaitu tulang tengkorak, tulang tangan, dan tulang kaki.

Contoh tulang rawan adalah tulang hidung dan tulang telinga

2 bentuk bentuk tulang l.jpgSlide 37

2. Bentuk-Bentuk Tulang

Tulang-tulang yang menyusun tubuh kita sangat banyak jumlahnya. Berdasarkan bentuknya, tulang penyusun tubuh kita dapat diedakan menjadi 4 jenis, yaitu tulang pipa, tulang pendek, tulang pipih, dan tulang tidak beraturan.

A tulang pipa panjang l.jpgSlide 38

a. Tulang Pipa/Panjang

Tulang ini pada umumnya berbentuk tabung, berongga dan memanjang. Pada kedua bagian ujungnya terjadi perluasan tulang. Fungsi dari perluasan ini untuk berhubungan dengan tulang yang lain. Pada rongga tulang ini berisi sumsum kuning dan lemak.

Slide39 l.jpgSlide 39

Tulang  pipa terbagi menjadi 3 bagian yaitu epifise yaitu bagian dikedua ujung tulang yang berbentuk bonggol/membulat, kemudian bagian tengah tulang yang disebut diafise. Daerah antara diafise dengan epifise terdapat cakraepifise a9tepatnya lebih mengarah pada dekat ujung epifise) yang tersusun dari cartilago yang aktif membelah pada usia pertumbuhan. Pada orang dewasa cakraepifise ini sudah menulang. Tulang pipa dapat dijumpai pada Humerus, Radius, Ulna, Tibia, Fibula, ruas-ruas Digiti Phalanges Manus, dll.

B tulang pendek l.jpgSlide 40

b. Tulang Pendek

Tulang pendek memiliki bentuk sesuia dengan namanya berbentuk pendek. Tulang ini bersifat ringan dan kuat. Meskipun tulang ini pendek, tulang ini mampu menahan beban yang cukup berat.

Contohnya adalah tulang pergelangan tangan,telapak tangan, dan telapak kaki.

C tulang pipih l.jpgSlide 41

c. Tulang Pipih

Tulang ini memiliki bentuk pipih seperti pelat/gepeng. Contoh dari tulang pipih adalah tulang penyusun tengkorak, tulang rusuk, dan tulang dada.

D tulang tidak beraturan l.jpgSlide 42

d. Tulang Tidak Beraturan

Tulang jenis ini merupakan gabungan dari berbagai bentuk tulang. Contohnya adalah tulang wajah dan tulang yang terdapat pada ruas-ruas tulang belakang.

Tulang axial terdiri dari l.jpgSlide 43

Tulang Axial terdiri dari :

A. Tulang Tengkorak :

1)      Tulang dahi = 1 buah

2)      Tulang ubun-ubun = 2 buah

3)      Tulang kepalabelakang = 1 buah

4)      Tulang pelipis = 2 buah

5)      Tulang baji = 2 buah

6)      Tulang tapis = 2 buah

7)      Tulang mata = 2 buah

8)      Tulang air mata = 2 buah

9)      Tulang rongga mata = 2 buah

10) Tulang pipi = 2 buah

Slide44 l.jpgSlide 44

11)   Tulang hidung = 2 buah

12)   Tulang rahang atas = 2 buah

13)   Tulang rahang bawah = 2 buah

14)   Tulang langit-langit = 2 buah

15)   Tulang pangkal lidah = 1 buah

B. Tulang Pendengaran :

1)      Tulang martil = 2 buah

2)      Tulang landasan = 2 buah

3)      Tulang sanggurdi = 2 buah

C tulang badan l.jpgSlide 45

C. Tulang badan :

1)      Tulang leher = 7 ruas

2)      Tulang punggung = 12 ruas

3)      Tulang pinggang = 5 ruas

4)      Tulang kelangkang = 5 buah

5)      Tulang ekor = 4 ruas (menyatu)

D. Tulang dada :

1)      Tulang dada bagian hulu = 1 buah

2)      Tulang dada bagian badan = 1 buah

3)      Tulang dada bagian taju pedang = 1buah

E tulang rusuk l.jpgSlide 46

E. Tulang rusuk :

1)      Tulang rusuk sejati = 7 pasang

2)      Tulang rusuk palsu = 3 pasang

3)      Tulang rusuk melayang        = 2 pasang

F. Tulang gelang bahu :

1)      Tulang selangka = 2 buah

2)      Tulang belikat = 2 buah

G. Tulang gelang panggul :

1)      Tulang usus = 2 buah

2)      Tulang duduk = 2 buah

3)      Tulang kemaluan = 2 buah

Tulang apendikuler extremitas l.jpgSlide 47

Tulang Apendikuler/Extremitas

A. Tulang pergerakan atas :

1)         Tulang lengan atas = 2 buah

2)         Tulang pengumpil = 2 buah

3)         Tulang hasta = 2 buah

4)         Tulang pergelangan tangan= 2 x 8 buah

5)         Tulang telapak tangan = 2 x 5 buah

6)         Tulang ruas jari tangan = 2 x 14 ruas

Slide48 l.jpgSlide 48

B. Tulang pergerakan bawah :

1)         Tulang paha = 2 buah

2)         Tulang tempurung lutut = 2 buah

3)         Tulang betis = 2 buah

4)         Tulang kering = 2 buah

5)         Tulang pergelangan kaki = 2 x 7 ruas

6)         Tulang telapak kaki = 2 x 5 buah

7)         Tulang ruas jari kaki = 2 x 14 ruas

D persendian l.jpgSlide 49

D. Persendian

Padakerangkatubuhmanusiaterdapatkuranglebih 200 tulang yang salingberhubungan. Hubunganantartulangdisebutsendiatauartikulasi. Padasistemgerakmanusia, persendianmempunyaiperananpentingdalamprosesterjadinyagerak.

Artikulasi dapat dibedakan menjadi:

1 sinarthrosis l.jpgSlide 50

1) SINARTHROSIS

Disebut juga dengan sendi mati.

Yaitu hubungan antara 2 tulang yang tidak dapat digerakkan sama sekali. Artikulasi ini tidak memiliki celah sendi dan dihubungkan dengan jaringan serabut. Dijumpai pada hubungan tulang pada tulang-tulang tengkorak yang disebut sutura/suture.

Contoh gambar sendi mati l.jpgSlide 51

Contoh Gambar Sendi Mati

2 amfiarthrosis l.jpgSlide 52

2) AMFIARTHROSIS

Disebut juga dengan sendi kaku.

Yaitu hubungan antara 2 tulang  yang dapat digerakkan secara terbatas. Artikulasi ini dihubungkan dengan cartilago.  Dijumpai pada hubungan ruas-ruas tulang belakang, tulang rusuk dengan tulang belakang.

Contoh gambar sendi kaku l.jpgSlide 53

Contoh Gambar Sendi Kaku

3 diarthrosis l.jpgSlide 54

3) DIARTHROSIS

Disebut juga dengan sendi hidup.

Yaitu hubungan antara 2 tulang  yang  dapat digerakkan secara leluasa atau tidak terbatas. Untuk melindungi bagian ujung-ujung tulang sendi, di daerah persendian terdapat rongga yang berisi minyak sendi/cairan synovial yang berfunggsi sebagai pelumas sendi.

A sendi engsel l.jpgSlide 55

a) Sendi Engsel

Yaitu hubungan antar tulang yang memungkinkan gerakan hanya satu arah saja. Dijumpai pada hubungan tulang Humerus dengan Ulna dan Radius/sendi pada siku, hubungan antar Femur dengan Tibia dan Fibula/sendi pada lutut.

Contoh gambar sendi engsel l.jpgSlide 56

Contoh Gambar Sendi Engsel

B sendi pelana sendi sellaris l.jpgSlide 57

b) Sendi pelana/sendi sellaris

Yaitu hubungan antar tulang yang memungkinkan  gerakan kedua arah. Dijumpai pada hubungan antara Carpal dengan Metacarpal, sendi pada tulang ibu jari.

Contoh sendi pelana l.jpgSlide 58

Contoh Sendi Pelana

C sendi putar l.jpgSlide 59

c) Sendi Putar

Yaitu hubungan antar tulang yang memungkinkan salah satu tulang berputar terhadap tulang yang lain sebagai porosnya. Dijumpai pada hubungan antara Humerus dengan Ulna dan Radius, hubungan antar Atlas dengan Cranium.

Contoh gambar sendi putar l.jpgSlide 60

Contoh Gambar Sendi Putar

D sendi peluru endartrosis l.jpgSlide 61

d) Sendi peluru/endartrosis

Yaitu hubungan antar tulang yang memungkinkan gerakan ke segala arah/gerakan bebas. Dijumpai pada hubungan Scapula dengan Humerus, hubungan antara Femur dengan Pelvis virilis.

Contoh gambar sendi peluru l.jpgSlide 62

Contoh Gambar Sendi Peluru

E sendi geser l.jpgSlide 63

e) Sendi geser

Yaitu hubungan antar tulang yang memungkinkan gerakan pada satu bidang  saja atau gerakan bergeser. Dijumpai pada ruas-ruas Vertebrae, ruas-ruas Metatarsal dan ruas-ruas Metacarpal.

Contoh gambar sendi geser l.jpgSlide 64

Contoh Gambar Sendi Geser

F sendi luncur l.jpgSlide 65

f) Sendi  luncur

Yaitu hubungan antar tulang yang memungkinkan gerakan badan melengkung ke depan (membungkuk) dan ke belakang serta gerakan memutar (menggeliat).

G sendi gulung l.jpgSlide 66

g) Sendi gulung

Yaitu hubungan antar tulang yang gerakan tulangnya seolah-olah mengitari tulang yang lain. Dijumpai pada hubungan Metacarpal dengan Radius.

H sendi ovoid l.jpgSlide 67

h) Sendi ovoid

Yaitu hubungan antar tulang yang memungkinkan gerakan berporos dua, dengan gerak ke kiri dan ke kanan; gerakan maju dan mundur; gerakan muka/depan dan belakang.  Ujung tulang yang satu berbentuk ovaldanmasuk ke dalam suatu lekuk yang berbentuk elips. Dijumpai pada hubungan Radius dengan Carpal.

Alat gerak aktif otot l.jpgSlide 68

Alat Gerak Aktif/Otot

JenisdanFungsiOtot

Cobaperhatikanapa yang akanterjadiapabilamanusiatidakMemilikiotot?

Manusiatidakakandapatmelakukanpergerakan, sebabototmerupakanalatgerakaktif yang sangatpentingbagimanusia.

Menurutjenisnya, ada 3 macamotot, yaitu:

Otot polos

Otot lurik

Ototjantung

A otot polos licin l.jpgSlide 69

a) Otot Polos/Licin

Memiliki bentuk sel otot seperti silibdris/gelendong dengan kedua ujung meruncing.

Memiliki satu buah inti sel yang terletak di tengah sel otot.

Mempunyai permukaan sel otot yang polos dan halus/licin.

Pergerakan sel otot ini diluar kehendak/tanpa disadari dengan sifat pergerakan lambat dan teratur. Sehingga dengan demikian tidak memungkinkan cepat lelah pada sel otot.

Sel otot ini banyak dijumpai di seluruh organ dalam tubuh keculai jantung dan rangka l.jpgSlide 70

Sel otot ini banyak dijumpai di seluruh organ dalam tubuh keculai jantung dan rangka.

B otot lurik seran lintang rangka l.jpgSlide 71

b) Otot Lurik/Seran Lintang/Rangka

Memiliki bentuk sel yang panjang seperti serabut/benang/filament.

Memiliki banyak inti sel yang terletak di tepi.

Memiliki permukaan yang tampak bergaris-garis gelap dan terang yanag melintang pada struktur selnya. Hal ini dikarenakan adanya myofibril yang tidak seragam/tidak sama tebalnya pad permukaan sel otot.

Slide72 l.jpgSlide 72

Pergerakan sel otot ini sesuai dengan kehendak/diperintah oleh otak. Sehingga sifat pergerakannya cepat dan tidak teratur serta mudah lelah.

Sel otot ini hanya dijumpai di rangka, karena melekat di tulang untuk pergerakan.

C otot jantung myocardium l.jpgSlide 73

c) Otot Jantung/myocardium

Memiliki bentuksel yang memanjang seperti serabut/filament yang bercabang. Percabangan sel otot jantung disebut dengan Sinsitium.

Memilki banyak inti sel yang terletak di tepi agak ke tengah.

Pergerakan sel otot ini tanpa disadari/diluar kehendak.s ehingga sifat pergerakannya adalah lamat, teratur dan tidak mudah lelah.

Sel otot ini hanya dijumpai pada organ jantung l.jpgSlide 74

Sel otot ini hanya dijumpai pada organ jantung.

Kerja otot manusia l.jpgSlide 75

Kerja Otot Manusia

Otot manusia bekerja dengan cara berkontraksi sehingga otot akan memendek, mengeras dan bagian tengahnya menggelembung (membesar). Karena memendek maka tulang yang dilekati oleh otot tersebut akan tertarik atau terangkat. Kontraksi satu macam otot hanya mampu untuk menggerakkan tulang kesatu arah tertentu. Agar tulang dapat kembali ke posisi semula, otot tersebut harus mengadakan relaksasi dan tulang harus ditarik ke posisi semula.

Slide76 l.jpgSlide 76

Untuk itu harus ada otot lain yang berkontraksi yang merupakan kebalikan dari kerja otot pertama. Jadi, untuk menggerakkan tulang dari satu posisi ke posisi yang lain, kemudian kembali ke posisi semula diperlukan paling sedikit dua macam otot dengan kerja yang berbeda. Berdasarkan cara kerjanya, otot dibedakan menjadi otot antagonis dan otot sinergis. otot antagonis menyebabkan terjadinya gerak antagonis, yaitu gerak otot yang berlawanan arah.

Slide77 l.jpgSlide 77

Jika otot pertama berkontraksi dan otot yang kedua berelaksasi, sehingga menyebabkan tulang tertarik / terangkat atau sebaliknya. Otot sinergis menyebabkan terjadinya gerak sinergis, yaitu gerak otot yang bersamaan arah. Jadi kedua otot berkontraksi bersama dan berelaksasi bersama.

Berdasarkan cara kerjanya dibedakan  menjadi :

Otot antagonis l.jpgSlide 78

Otot Antagonis

Yaitu hubungan antar otot sayng cara kerjanya saling berlawanan/bertolak belakang/tidak searah.

Contoh gerak antagonis yaitu kerja otot bisep dan trisep pada lengan atas dan lengan bawah.

Otot bisep adalah otot yang mempunyai dua tendon (dua ujung) yang melekat pada tulang dan terletak di lengan atas bagian depan.

Slide79 l.jpgSlide 79

Otot trisep adalah otot yang mempunyai tiga tendon (tiga ujung) yang melekat pada tulang dan terletak di lengan atas bagian belakang. Untuk mengangkat lengan bawah, otot bisep berkontraksi dan otot trisep berelaksasi. Untuk menurunkan lengan bawah, otot trisep berkontraksi dan otot bisep berelaksasi.

Macamnya l.jpgSlide 80

Macamnya :

Otot ekstensor (meluruskan) dengan fleksor (membengkokkan).

Otot abductor (menjauhi sumbu badan) dengan adductor (mendekatisumbu badan).

Otot supinator (menengadah) dengan pronator (menelungkup).

Otot depressor (gerakan ke bawah) dengan elevator (gerakan ke atas).

Otot sinergis l.jpgSlide 81

Otot Sinergis

Yaitu hubungan antar otot yang cara kerjanya saling mendukung/bekerja sama/menimbulkan gerakan yang searah.

Geraksinergisterjadiapabilaada 2 otot yang bergerakdenganarah yang sama.

Contoh: geraktanganmenengadahdanmenelungkup.

Gerakiniterjadikarenakerjasamaantaraototpro natorteresdenganototpro natorkuadratus.

Contoh lain geraksinergisadalahgeraktulangrusukakibatkerjasamaotot-ototantaratulangrusukketikakitabernapas

Berdasarkan perlekatannya dibedakan menjadi 1 origo l.jpgSlide 82

Berdasarkan perlekatannya dibedakan  menjadi :1) Origo

Yaitu bagian ujung otot yang melekat pada tulang dengan pergerakan yang tetap/stabil pada saat kontraksi.

2 insersio l.jpgSlide 83

2) Insersio

Yaitu bagian ujung otot yang melekat pada tulang dengan pergerakan yang berubah posisi pada saat kontraksi.

Bagan/skema mekanisme cara kerja otot :

Slide84 l.jpgSlide 84

a) KontraksiImpuls sel otot ujung saraf asetilkolin sel otot membebaskan ion Ca 2+ protein aktin + myosin aktomiosin serabut otot memendek kontraksi.

b) Relaksasi

Impuls plasma sel otot menyerap Ca 2+ aktomiosin aktin + myosin serabut otot memanjang relaksasi.

Kelainan tulang dan otot l.jpgSlide 85

Kelainan Tulang dan Otot

Penyebab kelainan oleh :

Genetis

Kuman penyakit.

Kelainan susunan tulang dan sendi.

Kebiasaan sikap duduk yang salah.

Kebiasaan aktivitas kerja yang berlebihan.

Kurang gizi.

Kecelakaan.

Kelainan pada tulang rangka l.jpgSlide 86

Kelainan Pada Tulang (rangka)

Kelainan dan gangguan pada tulang dapat disebabkan oleh beberapa faktor, misalnya karena kelainan yang dibawa sejak lahir, infeksi penyakit, karena makanan atau kebiasaan posisi tubuh yang salah.

Beberapa contoh kelainan pada tulang dan rangka, antara lain:

1 fraktura patah tulang l.jpgSlide 87

1) Fraktura /patah tulang

Yaitu kelainan pada tulang akibat kecelakaan, baik kendaraan bermotor atau jatuh. Dibedakan menjadi 2 yaitu fraktura yang tertutup (patah tulang yang tidak sampai merobek  kulit/otot) dan fraktura yang terbuka (patah tulang yang merobek/menembus kulit/otot).

2 fisura retak tulang l.jpgSlide 88

2) Fisura/retak tulang

Yaitu kelainan tulang yang  menimbulkan keretakan pada tulang, akibat kecelakaaan atau yang lainnya yang berbenturan keras dengan benda-benda padat/keras.

3 osteoporosis l.jpgSlide 89

3) Osteoporosis

Yaitu kelainan pada tulang  yang disebakan karena adanya pengeropososan tulang. Hal ini karena tubuh sudah tidak mampu lagi menyerap dan menggunakan Calcium  secara normal. Penyakitiniterjaditerutamapadawanitakulitputihusialanjutsetelah menopause.

Contoh gambar osteoporosis l.jpgSlide 90

Contoh gambar Osteoporosis

4 lordosis l.jpgSlide 91

4) Lordosis

Yaitu kelainan tulang karena sikap duduk sehingga tulang belakang  melekung pada daerah lumbalis. Ha ini akan mengakibatkan posisi kepala tertarik ke belakang dan dikarenakankebiasaantidur yang pinggangnyadiganjalbantal.

Contoh gambar lordosis l.jpgSlide 92

Contoh gambar Lordosis

5 skolisosis l.jpgSlide 93

5) Skolisosis

Yaitukelainantulangpunggungmembengkokkesamping, inidapattejadipadaorang yang menderitasakitjantung yang menahan rasa sakitnya, sehinggaterbiasa miring danmengakibatkantulangpunggungnyamenjadi miring.

Hal ini akan  menyebabkan badan akan bengkok membentuk huruf S.

Contoh gambar skoliosis l.jpgSlide 94

Contoh gambar Skoliosis

6 kifosis l.jpgSlide 95

6) Kifosis

Yaitu kelainan tulang karena sikap duduk sehingga tulang belakang yanag terlalu membengkok ke  belakang, dikarenakan kebiasaan duduk/bekerja dengan posisi membungkuk.

Contoh gambar kifosis l.jpgSlide 96

Contoh gambar Kifosis

7 rakhitis l.jpgSlide 97

7) Rakhitis

Yaitukelainanpadatulangakibatkekurangan vitamin D, sehinggakakinyaberbentuk X atau O

Contoh gambar rakhitis l.jpgSlide 98

Contoh gambar Rakhitis

8 polio l.jpgSlide 99

8) Polio

Yaitukelainanpadatulang yang disebabkanoleh virus, sehinggakeadaantulangnyamengecildan abnormal.

Contoh gambar polio l.jpgSlide 100

Contoh gambar Polio

9 hipertrofi l.jpgSlide 101

9) Hipertrofi

Yaitu kelainan otot yang membesar dan menjadi lebih kuat karena sel otot diberikan kegiatan/aktivitas yang terus menerus secara berlebihan.

10 atrofi l.jpgSlide 102

10) Atrofi

Yaitu kelainan otot yang mengecil, lemah, fungsi otot yang menurun. Hal ini disebabkan adanya penyakit polimielitis yang dapat merusakkan sel saraf pada otot.

11 stiff kaku leher l.jpgSlide 103

11) Stiff/kaku leher

Yaitu kelainan otot karena adanya peradangan otot trapesius leher akibat gerakan yang menghentak secara tiba-tiba/salah gerak.

12 tetanus l.jpgSlide 104

12) Tetanus

Yaitu kelainan otot yang disebabkan adanya infeksi bakteri Clostridium tetani. Sehingga menyebabkan otot menjadi kejang-kejang.

Kelainan pada otot l.jpgSlide 105

Kelainan Pada Otot

Kelainan otot pada manusia dapat diakibatkan adanya gerak dan kerja otot. Hal Ini dapat terjadi akibat gangguan faktor luar maupun faktor dalam.

Faktor luar dapat diakibatkan karena kecelakaan dan serangan penyakit, sedang faktor dalam bisa terjadi karena bawaan atau kesalahan gerak akibat otot yang tidak pernah dilatih.

Beberapa contoh kelainan pada otot diantaranya l.jpgSlide 106

Beberapa contoh kelainan pada otot, diantaranya:

Tetanus kelainanotot yang tegangterusmenerus yang disebabkanolehracunbakteri.

Atrofiototkelainan yang menyebabkanototmengecilakibatserangan virus polio ataukarenaotottidakdifungsikanlagiuntukbergerak, akibatlumpuh.

Slide107 l.jpgSlide 107

Kakuleher (stiff) Kelainan yang terjadikarenagerakhentakan yang menyebabkanototTrapesiusmeradang.

Kramkelainanotot yang terjadikarenaaktivitasotot yang terusmenerussehinggaototmenjadikejang.

Keseleo (terkilir) kelainanotot yang terjadijikageraksinergissalahsatuototbekerjaberlawananarah.

Sekian dan terimakasih l.jpgSlide 108

Sekian dan Terimakasih


Copyright © 2014 SlideServe. All rights reserved | Powered By DigitalOfficePro