Sistem Gerak Pada Manusia
Download

Sistem Gerak Pada Manusia

Advertisement
Download Presentation
Comments
Reza
From:
|  
(2) |   (0) |   (0)
Views: 1561 | Added: 01-12-2011
Rate Presentation: 2 0
Description:
Informasi bagaimana yang berisi tentang Sistem Gerak Manusia, yaitu terdapat tulang-tulang, persendian, otot, dan kelainan tulang
Sistem Gerak Pada Manusia

An Image/Link below is provided (as is) to

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use only and may not be sold or licensed nor shared on other sites. SlideServe reserves the right to change this policy at anytime. While downloading, If for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.











- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -




2. SMPN 39 Surabaya

3. Dibuat oleh : ? Reza Candra N (33) ? Tenku Triambodo (36) ? Kiswanto Hadi (27) ? Muhamad Hermawan (29)

4. Sistem Gerak pada Manusia

5. Peta Konsep

6. Peta Konsep

7. Peta Konsep

8. Gerak Salah satu ciri dari makhluk hidup adalah bergerak. Secara umum gerak dapat diartikan berpindah tempat atau perubahan posisi sebagian atau seluruh bagian dari tubuh makhluk hidup. Makhluk hidup akan bergerak bila aka impuls atau rangsangan yang mengenai sebagian atau? seluruh bagian tubuhnya.? Pada hewan dan manusia dapat mewakili pengertian gerak secara umum dan dapat dilihat dengan kasat mata/secara nyata. Gerak pada manusia dan hewan menggunakan alat gerak yang tersusun dalam sistem gerak.

9. Sedangkan untuk tumbuhan, gerak yang dilakukan tidak akan terlihat oleh kasat mata karena terjadi di dalam suatu organ atau sel tumbuhan. Dengan demikian tidak dapat disamakan arti gerak pada seluruh makhluk hidup. Gerak pada tumbuhan juga melibatkan alat gerak, tetapi alat gerak yang digunakan tergantung dari impuls atau rangsangan yang mengenai sel/jaringan/organ tumbuhan tersebut.

10. A. Sistem Gerak Sistem Gerak terdiri dari 3, yaitu tulang, sendi, dan otot. Ketiganya bekerja sama membentuk sistem gerak. Sistem geraklah yg memberi bentuk tubuh, sebagai alat gerak, jalan, dan berlari serta melakukan aktifitas lainnya.

11. Alat Gerak Alat-alat gerak yang digunakan pada manusia dan hewan ada 2 macam yaitu alat gerak pasif berupa tulang dan alat gerak aktif berupa otot. Kedua alat gerak ini akan bekerja sama dalam melakukan pergerakan sehingga membentuk suatu sistem yang disebut sistem gerak.

13. Otot disebut alat gerak aktif karena otot memiliki senyawa kimia yaitu protein aktin dan myosin yang bergabung menjadi satu membentuk aktomiosin. Dengan aktomiosin inilah otot dapat bergerak. Sehingga pada saat otot menempel pada tulang dan bergerak dengan otomatis tulang juga akan bergerak.

14. Dengan memiliki aktomiosin ini maka otot mempunyai sifat yang lentur/fleksibel dan mempunyai kemampuan untuk memendekkan serabut ototnya (pada saat kontraksi) dan memanjangkan serabut ototnya (pada saat relaksasi/kembali pada posisi semula). Rangka/Skeleton: Tulang-tulang ?yang bergabung menjadi satu kasatuan disebut rangka atau skeleton. Berdasarkan letaknya skeleton dibedakan menjdi 2 jenis :

15. 1. Eksoskeleton Yaitu rangka yang terdapat di luar tubuh makhluk hidup. Skeleton jenis ini terdapat hampir di semua jenis Invertebarta tingkat rendah kecuali Protozoa, Invertebrata tingkat tinggi kecuali Phyllum Mollusca, Class Chepalopoda, species?Loligo sp/cumi-cumi.

16. 2. Endoskeleton Yaitu rangka yang terdapat di dalam tubuh makhluk hidup. Skeleton jenis ini terdapat pada seluruh Vertebrata, Class Pisces, Amphibia, Reptilia, Aves dan Mammalia?(PARAM)?kecuali Reptilia jenis Kura-kura dan Penyu. Selain itu terdapat juga di pada hewan Invertebrata Phyllum Mollusca, Class Cephalopoda, species?Loligo sp/cumi-cumi.

17. B. Tulang Penyusun Rangka Tubuh Rangka tubuh yaitu tulang-tulang yang menyusun tubuh kita menjadi suatu rangka. Fungsi rangka, yaitu : a. Memberi bentuk tubuh Contoh : Tulang tengkorak b. Menegakkan tubuh Contoh : Tulang kaki

18. c. Melindungi organ-organ yang lemah Contoh : tulang rusuk yang melindungi jantung dan paru-paru. d. Alat gerak pasif. e. Tempat melekatnya otot, misalnya pada tulang kering (tibia) menempel otot. f. Tempat pembentukan sel darah. g. Tempat penimbunan/penyimpanan zat kapur.

19. Alat Gerak Pasif/Tulang Tulang dapat dibedakan berdasarkan jaringan penyusunnya dan sifat-sifat fisik yaitu : Tulang rawan/tulang muda/cartilago Cartilago berfungsi untuk melindungi bagian ujung epifise tulang. Terutama dalam proses osifikasi/penulangan. Cartilago banyak banyak dijumpai pada masa bayi terutama pada saat proses perkembangan embrio menjadi fetus. Pembentukan rangka fetus di dominasi oleh cartilago.

21. Cartilago tersusun atas matriks condrin yaitu berupa cairan kental yang banyak mengandung zat perekat kolagen yang tersusun atas protein dan sedikit zat kapur/Carbonat.? Dengan adanya condrin ini dapat memberikan sifat lentur pada cartilago. Pada anak-anak cartilage lebih banyak mengandung sel pembentuk tulang rawan dari pada matriks, sedangkan pada orang dewasa berkebalikan.

22. Cartilago dibentuk oleh zat pembentuk tulang rawan yang disebut dengan Condrosit. Tulang rawan berawal dari selaput tulang rawan yang disebut pericondrium. Pericondrium berfungsi untuk memberikan kebutuhan nutrisi bagi cartilage karena banyak mengandung pembuluh darah. Dalam pericondrium? banyak mengandung condroblast yaitu sel pembentuk condrosit.

23. Cartilago berdasarkan kandungan matriksnya dibedakan menjadi : a. Cartilago Hialin Cartilago ini memiliki kandungan matriks homogen yang kaya akan serabut kolagen, transparan dan halus. Cartilago Hialin bersifat lentur/elastic dan kuat. Pada tubuh dapat dijumpai pada organ permukaan persendian, tulang iga dan pada saluran respirasi terutama dinding trachea yang berbentuk cincin. b. Cartilago Fibrosa/serabut Cartilago ini memiliki kandungan matriks berupa berkas-berkas serabut kolagen. Cartilago Fibrosa bersifat kurang lentur. Dapat dijumpai pada ruas-ruas tulang belakang, pada tulang tempurung lutut (tendon dan ligamentum) dan tulang gelang panggul.

24. c.?Cartilago Elastin/elastic Cartilago ini memiliki kandungan matriks berupa serabut elastic berwarna kuning yang bercabang-cabang. Bersifat lentur/elastic dan tidakakan berubah menjadi tulang sejati bila manusia beranjak? dewasa. Dapat dijumpai pada ujung hidung/cuping, saluran eustachius? (pada telinga bagian tengah)? dan daun telinga.

25. Tulang Keras/Sejati/Osteon Osteon berfungsi : Sebagai penyusun sistem rangka tubuh. ebagai pelindung organ-organ yang vital. Terbentuk melalui proses : Osifikasi Yaitu proses perubahan tulang rawan/tulang muda menjadi tulang sejati atau tulang keras. Pada peristiwa ini tulang rawan akan terisi dengan matriks Calcium, protein, sedikit zat perekat kolagen sehingga akan membuat tulang sejati bersifat kaku/tidak lentur dan membuat tulang mudah retak atau patah. Secara perlahan matriks tulang rawan akan terisi oleh Calcium dan? fosfor (phosphate), hal inilah yang membuat osteon menjadi? keras.

26. 1. Tulang Tengkorak Tulang tengkorak adalah tulang pembentuk kepala. Didalam tengkorak terdapat mata, otak, dan organ lainnya yang terlindung oleh tulang-tulang tengkorak tersebut. Tulang tengkorak tersusun atas tulang pipi, tulang rahang tulang mata, tulang hidung, tulang dahi, tulang ubun-ubun tulang pelipis, dan tulang baji.

27. 2. Tulang anggota badan Tulang anggota badan tersusun oleh tulang belakang, tulang dada, tulang rusuk, dan gelang panggul. Tulang anggota badan berfungsi untuk melindungi organ-organ dalam yang lunak, seperti jantung, paru-paru,ginjal, dan organ lainnya.

28. a. Tulang Belakang Tulang belakang tersusun atas ruas-ruas tulang yang fleksibel, tetapi kuat. Tulang belakang tersiri atas 33 tuas, yaitu 7 ruas tulang leher, 12 ruas tulang punggung, 5 rusas tulang pinggang, 5 ruas tulang kelangkang (Sakrum), dan 4 ruas tulang ekor.

29. b. Tulang Dada tulang dada terletak dekat tulang rusuk atau lebih tepatny di tengah-tengah dada. Tulang dada terdiri atas bagian hulu, badan, dan taju pedang.

30. c. Tulang Rusuk Tulang rusuk pada manusia terdiri atas 24 buah atau 12 pasang. Tulang rusuk manusia memiliki fungsi sebagai pelindung organ-organ dalam, seperti jantung, dan paru-paru. Tulang rusuk manusia, terdiri atas 7 pasang tulang rusuk sejati, tiga pasang tulang rusuk palsu, dan 2 pasang tulang rusuk melayang.

31. d. Tulang Panggul Tulang panggul atau gelang panggul terletak di ujung bawah tulang belakang. Gelang panggul terdiri atas 2 tulang usus (Ilium), 2 tulang kemaluan (Ischium), dan 2 tulang duduk (Pubis).

33. tulang pengumpil (radius), betis ( fibula), dan tulang kering (tibia). Contoh gambar Tulang Anggota Gerak :

34. C. Macam-Macam Tulang Tulang tidaklah padat benar. Di bagian tengah tulang rongga yang berisi sumsum. Pada tulang yang ukurannya besar, misalnya tulang kaki sapi atau tulang kaki kambing. Tulang dapat tumbuh dan memanjang, karena dibagian ujung-ujung tulang terjadi pembentukan sel-sel tulang baru. Pada saat yang bersamaan tulang juga tumbuh melebar dan menebal.

35. Dengan demikian tulang tumbuh memanjang dan melebar secara bersamaan. Pada saat terjadi proses pertumbuhan tulang, dibagian tengah tulang terjadi penghancuran sel-sel tulang sehingga terbentuklah rongga yang selanjutnya diisi dengan sum-sum tulang atau disebut juga sum-sum kuning.Tulang manusia dibedakan berdasarkan jenis dan bentuknya.

36. 1. Jenis-Jenis Tulang Secara umum tulang dibedakan menjadi tulang keras dan tulang rawan atau disebut juga kartilago. Kedua jenis tulang itu berbeda dalam hal penyusunannya. Tulang keras tersusun atas campuran antara kalsium dan kolagen, sedangkan tulang rawan tersusun dari sel-sel tulang rawan yang sifatnya kenyal dan lentur. Contoh tulang keras, yaitu tulang tengkorak, tulang tangan, dan tulang kaki. Contoh tulang rawan adalah tulang hidung dan tulang telinga

37. 2. Bentuk-Bentuk Tulang Tulang-tulang yang menyusun tubuh kita sangat banyak jumlahnya. Berdasarkan bentuknya, tulang penyusun tubuh kita dapat diedakan menjadi 4 jenis, yaitu tulang pipa, tulang pendek, tulang pipih, dan tulang tidak beraturan.

38. a. Tulang Pipa/Panjang Tulang ini pada umumnya berbentuk tabung, berongga dan memanjang. Pada kedua bagian ujungnya terjadi perluasan tulang. Fungsi dari perluasan ini untuk berhubungan dengan tulang yang lain. Pada rongga tulang ini berisi sumsum kuning dan lemak.

39. Tulang? pipa terbagi menjadi 3 bagian yaitu epifise yaitu bagian dikedua ujung tulang yang berbentuk bonggol/membulat, kemudian bagian tengah tulang yang disebut diafise. Daerah antara diafise dengan epifise terdapat cakraepifise a9tepatnya lebih mengarah pada dekat ujung epifise) yang tersusun dari cartilago yang aktif membelah pada usia pertumbuhan. Pada orang dewasa cakraepifise ini sudah menulang. Tulang pipa dapat dijumpai pada Humerus, Radius, Ulna, Tibia, Fibula, ruas-ruas Digiti Phalanges Manus, dll.

40. b. Tulang Pendek Tulang pendek memiliki bentuk sesuia dengan namanya berbentuk pendek. Tulang ini bersifat ringan dan kuat. Meskipun tulang ini pendek, tulang ini mampu menahan beban yang cukup berat. Contohnya adalah tulang pergelangan tangan,telapak tangan, dan telapak kaki.

42. d. Tulang Tidak Beraturan Tulang jenis ini merupakan gabungan dari berbagai bentuk tulang. Contohnya adalah tulang wajah dan tulang yang terdapat pada ruas-ruas tulang belakang.

43. Tulang Axial terdiri dari : A. Tulang Tengkorak : 1)????? Tulang dahi = 1 buah 2)????? Tulang ubun-ubun = 2 buah 3)????? Tulang kepalabelakang = 1 buah 4)????? Tulang pelipis = 2 buah 5)????? Tulang baji = 2 buah 6)????? Tulang tapis = 2 buah 7)????? Tulang mata = 2 buah 8)????? Tulang air mata = 2 buah 9)????? Tulang rongga mata = 2 buah 10) Tulang pipi = 2 buah

44. 11)?? Tulang hidung = 2 buah 12)?? Tulang rahang atas = 2 buah 13)?? Tulang rahang bawah = 2 buah 14)?? Tulang langit-langit = 2 buah 15)?? Tulang pangkal lidah = 1 buah B.?Tulang Pendengaran : 1)????? Tulang martil = 2 buah 2)????? Tulang landasan = 2 buah 3)????? Tulang sanggurdi = 2 buah

45. C.?Tulang badan : 1)????? Tulang leher = 7 ruas 2)????? Tulang punggung = 12 ruas 3)????? Tulang pinggang = 5 ruas 4)????? Tulang kelangkang = 5 buah 5)????? Tulang ekor = 4 ruas (menyatu) D.?Tulang dada : 1)????? Tulang dada bagian hulu = 1 buah 2)????? Tulang dada bagian badan = 1 buah 3)????? Tulang dada bagian taju pedang = 1buah

46. E.?Tulang rusuk : 1)????? Tulang rusuk sejati = 7 pasang 2)????? Tulang rusuk palsu = 3 pasang 3)????? Tulang rusuk melayang????????= 2 pasang F.?Tulang gelang bahu : 1)????? Tulang selangka = 2 buah 2)????? Tulang belikat = 2 buah G.?Tulang gelang panggul : 1)????? Tulang usus = 2 buah 2)????? Tulang duduk = 2 buah 3)????? Tulang kemaluan = 2 buah

47. Tulang Apendikuler/Extremitas A. Tulang pergerakan atas : 1)???????? Tulang lengan atas = 2 buah 2)???????? Tulang pengumpil = 2 buah 3)???????? Tulang hasta = 2 buah 4)???????? Tulang pergelangan tangan= 2 x 8 buah 5)???????? Tulang telapak tangan = 2 x 5 buah 6)???????? Tulang ruas jari tangan = 2 x 14 ruas

48. B.?Tulang pergerakan bawah : 1)???????? Tulang paha = 2 buah 2)???????? Tulang tempurung lutut = 2 buah 3)???????? Tulang betis = 2 buah 4)???????? Tulang kering = 2 buah 5)???????? Tulang pergelangan kaki = 2 x 7 ruas 6)???????? Tulang telapak kaki = 2 x 5 buah 7)???????? Tulang ruas jari kaki = 2 x 14 ruas

49. D. Persendian Pada kerangka tubuh manusia terdapat kurang lebih 200 tulang yang saling berhubungan. Hubungan antar tulang disebut sendi atau artikulasi. Pada sistem gerak manusia, persendian mempunyai peranan penting dalam proses terjadinya gerak. Artikulasi dapat dibedakan menjadi:

50. 1) SINARTHROSIS Disebut juga dengan sendi mati. Yaitu hubungan antara 2 tulang yang tidak dapat digerakkan sama sekali. Artikulasi ini tidak memiliki celah sendi dan dihubungkan dengan jaringan serabut. Dijumpai pada hubungan tulang pada tulang-tulang tengkorak yang disebut sutura/suture.

51. Contoh Gambar Sendi Mati

52. 2) AMFIARTHROSIS Disebut juga dengan sendi kaku. Yaitu hubungan antara 2 tulang? yang dapat digerakkan secara terbatas. Artikulasi ini dihubungkan dengan cartilago.? Dijumpai pada hubungan ruas-ruas tulang belakang, tulang rusuk dengan tulang belakang.

53. Contoh Gambar Sendi Kaku

54. 3)?DIARTHROSIS Disebut juga dengan sendi hidup. Yaitu hubungan antara 2 tulang ?yang ?dapat digerakkan secara leluasa atau tidak terbatas. Untuk melindungi bagian ujung-ujung tulang sendi, di daerah persendian terdapat rongga yang berisi minyak sendi/cairan synovial yang berfunggsi sebagai pelumas sendi.

55. a) Sendi Engsel Yaitu hubungan antar tulang yang memungkinkan gerakan hanya satu arah saja. Dijumpai pada hubungan tulang Humerus dengan Ulna dan Radius/sendi pada siku, hubungan antar Femur dengan Tibia dan Fibula/sendi pada lutut.

56. Contoh Gambar Sendi Engsel

57. b) Sendi pelana/sendi sellaris Yaitu hubungan antar tulang yang memungkinkan ?gerakan kedua arah. Dijumpai pada hubungan antara Carpal dengan Metacarpal, sendi pada tulang ibu jari.

58. Contoh Sendi Pelana

59. c) Sendi Putar Yaitu hubungan antar tulang yang memungkinkan salah satu tulang berputar terhadap tulang yang lain sebagai porosnya. Dijumpai pada hubungan antara Humerus dengan Ulna dan Radius, hubungan antar Atlas dengan Cranium.

60. Contoh Gambar Sendi Putar

61. d)?Sendi peluru/endartrosis Yaitu hubungan antar tulang yang memungkinkan gerakan ke segala arah/gerakan bebas. Dijumpai pada hubungan Scapula dengan Humerus, hubungan antara Femur dengan Pelvis virilis.

62. Contoh Gambar Sendi Peluru

63. e)?Sendi geser Yaitu hubungan antar tulang yang memungkinkan gerakan pada satu bidang? saja atau gerakan bergeser. Dijumpai pada ruas-ruas Vertebrae, ruas-ruas Metatarsal dan ruas-ruas Metacarpal.

64. Contoh Gambar Sendi Geser

65. f)?Sendi? luncur Yaitu hubungan antar tulang yang memungkinkan gerakan badan melengkung ke depan (membungkuk) dan ke belakang serta gerakan memutar (menggeliat).

66. g)?Sendi gulung Yaitu hubungan antar tulang yang gerakan tulangnya seolah-olah mengitari tulang yang lain. Dijumpai pada hubungan Metacarpal dengan Radius.

67. h)?Sendi ovoid Yaitu hubungan antar tulang yang memungkinkan gerakan berporos dua, dengan gerak ke kiri dan ke kanan; gerakan maju dan mundur; gerakan muka/depan dan belakang.? Ujung tulang yang satu berbentuk ovaldanmasuk ke dalam suatu lekuk yang berbentuk elips. Dijumpai pada hubungan Radius dengan Carpal.

68. Alat Gerak Aktif/Otot Jenis dan Fungsi Otot Coba perhatikan apa yang akan terjadi apabila manusia tidak Memiliki otot? Manusia tidak akan dapat melakukan pergerakan, sebab otot merupakan alat gerak aktif yang sangat penting bagi manusia. Menurut jenisnya, ada 3 macam otot, yaitu: Otot polos Otot lurik Otot jantung

69. a) Otot Polos/Licin Memiliki bentuk sel otot seperti silibdris/gelendong dengan kedua ujung meruncing. Memiliki satu buah inti sel yang terletak di tengah sel otot. Mempunyai permukaan sel otot yang polos dan halus/licin. Pergerakan sel otot ini diluar kehendak/tanpa disadari dengan sifat pergerakan lambat dan teratur. Sehingga dengan demikian tidak memungkinkan cepat lelah pada sel otot.

70. Sel otot ini banyak dijumpai di seluruh organ dalam tubuh keculai jantung dan rangka.

71. b) Otot Lurik/Seran Lintang/Rangka Memiliki bentuk sel yang panjang seperti serabut/benang/filament. Memiliki banyak inti sel yang terletak di tepi. Memiliki permukaan yang tampak bergaris-garis gelap dan terang yanag melintang pada struktur selnya. Hal ini dikarenakan adanya myofibril yang tidak seragam/tidak sama tebalnya pad permukaan sel otot.

72. Pergerakan sel otot ini sesuai dengan kehendak/diperintah oleh otak. Sehingga sifat pergerakannya cepat dan tidak teratur serta mudah lelah. Sel otot ini hanya dijumpai di rangka, karena melekat di tulang untuk pergerakan.

73. c) Otot Jantung/myocardium Memiliki bentuksel yang memanjang seperti serabut/filament yang bercabang. Percabangan sel otot jantung disebut dengan Sinsitium. Memilki banyak inti sel yang terletak di tepi agak ke tengah. Pergerakan sel otot ini tanpa disadari/diluar kehendak.s ehingga sifat pergerakannya adalah lamat, teratur dan tidak mudah lelah.

74. Sel otot ini hanya dijumpai pada organ jantung.

75. Kerja Otot Manusia Otot manusia bekerja dengan cara berkontraksi sehingga otot akan memendek, mengeras dan bagian tengahnya menggelembung (membesar). Karena memendek maka tulang yang dilekati oleh otot tersebut akan tertarik atau terangkat. Kontraksi satu macam otot hanya mampu untuk menggerakkan tulang kesatu arah tertentu. Agar tulang dapat kembali ke posisi semula, otot tersebut harus mengadakan relaksasi dan tulang harus ditarik ke posisi semula.

76. Untuk itu harus ada otot lain yang berkontraksi yang merupakan kebalikan dari kerja otot pertama. Jadi, untuk menggerakkan tulang dari satu posisi ke posisi yang lain, kemudian kembali ke posisi semula diperlukan paling sedikit dua macam otot dengan kerja yang berbeda. Berdasarkan cara kerjanya, otot dibedakan menjadi otot antagonis dan otot sinergis. otot antagonis menyebabkan terjadinya gerak antagonis, yaitu gerak otot yang berlawanan arah.

77. Jika otot pertama berkontraksi dan otot yang kedua berelaksasi, sehingga menyebabkan tulang tertarik / terangkat atau sebaliknya. Otot sinergis menyebabkan terjadinya gerak sinergis, yaitu gerak otot yang bersamaan arah. Jadi kedua otot berkontraksi bersama dan berelaksasi bersama. Berdasarkan cara kerjanya dibedakan ?menjadi :

78. Otot Antagonis Yaitu hubungan antar otot sayng cara kerjanya saling berlawanan/bertolak belakang/tidak searah. Contoh gerak antagonis yaitu kerja otot bisep dan trisep pada lengan atas dan lengan bawah. Otot bisep adalah otot yang mempunyai dua tendon (dua ujung) yang melekat pada tulang dan terletak di lengan atas bagian depan.

79. Otot trisep adalah otot yang mempunyai tiga tendon (tiga ujung) yang melekat pada tulang dan terletak di lengan atas bagian belakang. Untuk mengangkat lengan bawah, otot bisep berkontraksi dan otot trisep berelaksasi. Untuk menurunkan lengan bawah, otot trisep berkontraksi dan otot bisep berelaksasi.

80. Macamnya : Otot ekstensor (meluruskan) dengan fleksor (membengkokkan). Otot abductor (menjauhi sumbu badan) dengan adductor (mendekatisumbu badan). Otot supinator (menengadah) dengan pronator (menelungkup). Otot depressor (gerakan ke bawah) dengan elevator (gerakan ke atas).

81. Otot Sinergis Yaitu hubungan antar otot yang cara kerjanya saling mendukung/bekerja sama/menimbulkan gerakan yang searah. Gerak sinergis terjadi apabila ada 2 otot yang bergerak dengan arah yang sama. Contoh: gerak tangan menengadah dan menelungkup. Gerak ini terjadi karena kerja sama antara otot pro nator teres dengan otot pro nator kuadratus. Contoh lain gerak sinergis adalah gerak tulang rusuk akibat kerja sama otot-otot antara tulang rusuk ketika kita bernapas

82. Berdasarkan perlekatannya dibedakan? menjadi : 1) Origo Yaitu bagian ujung otot yang melekat pada tulang dengan pergerakan yang tetap/stabil pada saat kontraksi.

83. 2) Insersio Yaitu bagian ujung otot yang melekat pada tulang dengan pergerakan yang berubah posisi pada saat kontraksi. Bagan/skema mekanisme cara kerja otot :

84. a) Kontraksi Impuls sel otot ujung saraf?asetilkolin sel otot membebaskan ion Ca 2+?protein aktin + myosin aktomiosin serabut otot memendek kontraksi. b) Relaksasi Impuls plasma sel otot menyerap Ca 2+?aktomiosin aktin + myosin serabut otot memanjang relaksasi.

86. Kelainan Pada Tulang (rangka) Kelainan dan gangguan pada tulang dapat disebabkan oleh beberapa faktor, misalnya karena kelainan yang dibawa sejak lahir, infeksi penyakit, karena makanan atau kebiasaan posisi tubuh yang salah. Beberapa contoh kelainan pada tulang dan rangka, antara lain:

87. 1) Fraktura /patah tulang Yaitu kelainan pada tulang akibat kecelakaan, baik kendaraan bermotor atau jatuh. Dibedakan menjadi 2 yaitu fraktura yang tertutup (patah tulang yang tidak sampai merobek? kulit/otot) dan fraktura yang terbuka (patah tulang yang merobek/menembus kulit/otot).

88. 2) Fisura/retak tulang Yaitu kelainan tulang yang? menimbulkan keretakan pada tulang, akibat kecelakaaan atau yang lainnya yang berbenturan keras dengan benda-benda padat/keras.

89. 3) Osteoporosis Yaitu kelainan pada tulang ?yang disebakan karena adanya pengeropososan tulang. Hal ini karena tubuh sudah tidak mampu lagi menyerap dan menggunakan Calcium? secara normal. Penyakit ini terjadi terutama pada wanita kulit putih usia lanjut setelah menopause.

90. Contoh gambar Osteoporosis

91. 4) Lordosis Yaitu kelainan tulang karena sikap duduk sehingga tulang belakang? melekung pada daerah lumbalis. Ha ini akan mengakibatkan posisi kepala tertarik ke belakang dan dikarenakan kebiasaan tidur yang pinggangnya diganjal bantal.

92. Contoh gambar Lordosis

93. 5) Skolisosis Yaitu kelainan tulang punggung membengkok ke samping, ini dapat tejadi pada orang yang menderita sakit jantung yang menahan rasa sakitnya, sehingga terbiasa miring dan mengakibatkan tulang punggungnya menjadi miring. Hal ini akan? menyebabkan badan akan bengkok membentuk huruf S.

94. Contoh gambar Skoliosis

95. 6) Kifosis Yaitu kelainan tulang karena sikap duduk sehingga tulang belakang yanag terlalu membengkok ke? belakang, dikarenakan kebiasaan duduk/bekerja dengan posisi membungkuk.

96. Contoh gambar Kifosis

97. 7) Rakhitis Yaitu kelainan pada tulang akibat kekurangan vitamin D, sehingga kakinya berbentuk X atau O

98. Contoh gambar Rakhitis

99. 8) Polio Yaitu kelainan pada tulang yang disebabkan oleh virus, sehingga keadaan tulangnya mengecil dan abnormal.

100. Contoh gambar Polio

101. 9) Hipertrofi Yaitu kelainan otot yang membesar dan menjadi lebih kuat karena sel otot diberikan kegiatan/aktivitas yang terus menerus secara berlebihan.

102. 10) Atrofi Yaitu kelainan otot yang mengecil, lemah, fungsi otot yang menurun. Hal ini disebabkan adanya penyakit polimielitis yang dapat merusakkan sel saraf pada otot.

103. 11) Stiff/kaku leher Yaitu kelainan otot karena adanya peradangan otot trapesius leher akibat gerakan yang menghentak secara tiba-tiba/salah gerak.

104. 12) Tetanus Yaitu kelainan otot yang disebabkan adanya infeksi bakteri?Clostridium tetani. Sehingga menyebabkan otot menjadi kejang-kejang.

105. Kelainan Pada Otot Kelainan otot pada manusia dapat diakibatkan adanya gerak dan kerja otot. Hal Ini dapat terjadi akibat gangguan faktor luar maupun faktor dalam. Faktor luar dapat diakibatkan karena kecelakaan dan serangan penyakit, sedang faktor dalam bisa terjadi karena bawaan atau kesalahan gerak akibat otot yang tidak pernah dilatih.

106. Beberapa contoh kelainan pada otot, diantaranya: Tetanus kelainan otot yang tegang terus menerus yang disebabkan oleh racun bakteri. Atrofi otot kelainan yang menyebabkan otot mengecil akibat serangan virus polio atau karena otot tidak difungsikan lagi untuk bergerak, akibat lumpuh.

107. Kaku leher (stiff) Kelainan yang terjadi karena gerak hentakan yang menyebabkan otot Trapesius meradang. Kram kelainan otot yang terjadi karena aktivitas otot yang terus menerus sehingga otot menjadi kejang. Keseleo (terkilir) kelainan otot yang terjadi jika gerak sinergis salah satu otot bekerja berlawanan arah.

108. Sekian dan Terimakasih


Other Related Presentations

Copyright © 2014 SlideServe. All rights reserved | Powered By DigitalOfficePro